Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

“Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada ungkapan dalam bahasa Indonesia yang bisa membuat orang membayangkan hal yang aneh, mungkin saya salah satunya. Nama saya “lapang dada.” Jangan buru-buru mengambil meteran untuk mengukur ukuran dada. Saya tidak membuat dada seseorang bertambah lebar seperti binaragawan. Saya juga bukan hasil latihan push-up selama berbulan-bulan.

Saya hanyalah sebuah ungkapan, saya sering muncul ketika seseorang berkata, “Cobalah lapang dada menerima kritik.” Kalau dipikir-pikir lucu juga. Kalau benar-benar harus memiliki dada yang lapang, mungkin tukang jahit akan kebingungan.

“Pak, ukuran bajunya berapa?”

“Dada saya sekarang sedang lapang, jadi dilebihkan saja sepuluh sentimeter.”

Untungnya, bahasa Indonesia tidak bekerja seperti itu.

Saya Bukan Soal Ukuran Dada

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lapang dada berarti sabar, ikhlas, dan mau menerima sesuatu dengan tenang, meskipun hal itu tidak sesuai dengan harapan. Jadi, ketika guru berkata,”Belajarlah menerima kekalahan dengan lapang dada.” Yang dimaksud tentu bukan memperbesar ukuran dada, yang dimaksud adalah memperbesar hati.

Mengapa Harus “Lapang”?

Pertanyaannya menarik, kenapa bukan “dada panjang”, “dada tinggi”, atau “dada luas”?

Dalam bahasa Indonesia, kata lapang sering menggambarkan sesuatu yang tidak sempit, jalan yang lapang membuat perjalanan lebih nyaman. Halaman yang lapang membuat anak-anak bebas bermain. Begitu juga hati dan pikiran, saat seseorang memiliki “dada yang lapang”, ia tidak mudah sesak oleh rasa marah, kecewa, atau dendam. Masalah memang datang. Namun, ia tidak membiarkan masalah itu memenuhi seluruh ruang dalam dirinya.

Saya Sering Datang Saat Keadaan Tidak Menyenangkan

Anehnya, saya hampir tidak pernah dipanggil ketika semuanya berjalan mulus, saya justru sering muncul saat nilai ulangan kurang bagus. Saat tim kesayangan kalah, saat pendapat kita tidak diterima, dan saat teman mengkritik, bahkan saat rencana yang sudah disusun rapi tiba-tiba berubah.

Di saat-saat seperti itulah orang berkata, “Sudahlah, terimalah dengan lapang dada, memang tidak mudah, namun, justru di situlah saya belajar menjadi berarti.

Saya Bukan Berarti Pasrah

Banyak orang mengira lapang dada sama dengan menyerah. Padahal kami berbeda, lapang dada bukan berarti berhenti berusaha dan lapang dada berarti mampu menerima kenyataan terlebih dahulu, lalu memikirkan langkah berikutnya dengan kepala dingin.

Misalnya seorang pemain sepak bola yang gagal mencetak gol, kalau ia marah-marah sepanjang pertandingan, peluang berikutnya bisa ikut hilang. Namun, kalau ia menerima kegagalannya dengan lapang dada, ia masih punya kesempatan mencetak gol berikutnya.

Saya Sering Disalahartikan

Ada juga yang menganggap saya berarti tidak boleh sedih. Padahal, sedih itu manusiawi, dan kecewa juga wajar. Yang penting, jangan tinggal terlalu lama di sana, lapang dada bukan berarti tidak punya perasaan. Lapang dada justru menunjukkan seseorang cukup kuat untuk mengelola perasaannya.

Bukan Tentang Menang atau Kalah

Dalam kehidupan, tidak semua keinginan akan menjadi kenyataan. Ada perlombaan yang dimenangkan, ada juga yang harus diterima kekalahannya, ada cita-cita yang tercapai, ada pula yang harus diperjuangkan lebih lama. Di situlah saya hadir, bukan untuk menghapus rasa kecewa, melainkan untuk mengingatkan bahwa hidup tetap berjalan.

Lapang Dada dan Pelajaran Bahasa Indonesia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun, dibalik nama saya tersimpan pelajaran bahasa Indonesia tidak selalu dimaknai secara harfiah, seperti buah hati, buah pikiran, besar kepala, atau cuci tangan, saya juga merupakan ungkapan yang memiliki makna khusus.

Bahasa menjadi indah karena tidak semua kata harus dimengerti apa adanya, kadang, dua kata sederhana mampu menyimpan pelajaran hidup yang panjang. Saya bukan dada yang lebih lebar, saya bukan ukuran baju, saya adalah lapang dada sebuah pengingat menerima kenyataan dengan sabar bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan.

Oleh karena itu pada akhirnya, orang yang paling kuat bukan selalu yang paling keras suaranya, melainkan yang tetap mampu tersenyum, belajar, dan melangkah maju meski keadaan tidak selalu berpihak kepadanya. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan tulisan edukatif mengenai makna ungkapan dalam bahasa Indonesia. Penjelasan disusun berdasarkan penggunaan umum dalam bahasa Indonesia dan merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dengan penyajian bergaya naratif agar mudah dipahami pembaca.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenalkan Sejarah Kerajaan Sriwijaya, UPTD TPKS Bikin Acara Tour De Museum

    Kenalkan Sejarah Kerajaan Sriwijaya, UPTD TPKS Bikin Acara Tour De Museum

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    kegiatan tour museum dilaksanakan mulai dari museum Sriwijaya, dilanjutkan mengelilingi kanal-kanal peninggalan kerajaan Sriwijaya, serta objek lainnya yang ada di TPKS bersama ratusan peserta terdiri dari insan pelajar dan berbagai komunitas yang ada di Kota Palembang. “Kedepan kegiatan ini akan tetap dilaksanakan secara rutin dengan berbagai konsep yang berbeda,” ujarnya.

  • Jaga Kesehatan Pengungsi, Kodam XVI/Pattimura Bangun MCK

    Jaga Kesehatan Pengungsi, Kodam XVI/Pattimura Bangun MCK

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 559
    • 0Komentar

    PENINGKATAN kesehatan menjadi salah satu poin penting dalam program unggulan Kodam XVI/Pattimura “Mutiara Pattimura” yang digagas oleh Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Richard Tampubolon terutama para pengungsi. Implementasinya dapat dilihat pada kepedulian Kodam XVI/Pattimura terhadap masyarakat pengungsi yang ada di Aboru dengan membangun delapan unit Sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Minggu (25/4/2022), delapan unit MCK […]

  • Puluhan Juta Masyarakat Indonesia Sudah Divaksin

    Puluhan Juta Masyarakat Indonesia Sudah Divaksin

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengatakan bahwa hingga 14 November 2021, 130 juta penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan sekitar 84 juta orang di antaranya sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Namun, walaupun demikian masih ada daerah yang cakupan vaksinasi dosis pertama di bawah 25 persen. “Daerah yang cakupan dosis vaksinasinya […]

  • Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pusri Palembang memperluas program agrosolution dengan menggaet Pondek Pesantren [Ponpes] di Sumsel. Program Agrosolution  merupakan bentuk sinergi antara PT Pusri Palembang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Institusi serta Stakeholder terkait lainnya. Program yang diresmikan ini, bertema “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri”  diselenggarakan di Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang (7/4/2021). Selain meresmikan program tersebut, perseroan […]

  • BKPRMI Dukung Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz di Sumsel, Gubernur Bangga

    BKPRMI Dukung Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz di Sumsel, Gubernur Bangga

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

    Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se Sumsel mendukung Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz di Sumsel. Gubernur Sumsel H. Herman Deru hadir langsung pada acara wisuda 534 santri TK/TPA DPD BKPRMI di Sekolah IT Peradaban di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kemarin. Menurut Herman Deru ia sangat bahagia  bisa menyaksikan bersama Wisuda Santri […]

  • Untuk Ketiga Kalinya,  Gubernur Sumsel Terpilih Sebagai  Top  Pembina BUMD 2022

    Untuk Ketiga Kalinya, Gubernur Sumsel Terpilih Sebagai  Top  Pembina BUMD 2022

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H  Herman Deru    kembali menambah koleksi penghargaan  ditingkat nasional. Setelah mendapatkan penghargaan yang sama  pada tahun 2020 dan 2021, Bapak Pembangunan Sumsel ini kembali terpilih sebagai Gubernur Pembina BUMD 2022    yang diberikan Majalah Top Business dalam ajang TOP BUMD Awards 2022. Penghargaan TOP BUMD Awards  yang diterima tersebut  juga diberikan pada BUMD Sumsel […]

expand_less
WordPress Archive TraveX – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travic – Tour & Travels Agency WordPress Theme Travil – Travel & Tour Booking WordPress Theme Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit