Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

“Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada ungkapan dalam bahasa Indonesia yang bisa membuat orang membayangkan hal yang aneh, mungkin saya salah satunya. Nama saya “lapang dada.” Jangan buru-buru mengambil meteran untuk mengukur ukuran dada. Saya tidak membuat dada seseorang bertambah lebar seperti binaragawan. Saya juga bukan hasil latihan push-up selama berbulan-bulan.

Saya hanyalah sebuah ungkapan, saya sering muncul ketika seseorang berkata, “Cobalah lapang dada menerima kritik.” Kalau dipikir-pikir lucu juga. Kalau benar-benar harus memiliki dada yang lapang, mungkin tukang jahit akan kebingungan.

“Pak, ukuran bajunya berapa?”

“Dada saya sekarang sedang lapang, jadi dilebihkan saja sepuluh sentimeter.”

Untungnya, bahasa Indonesia tidak bekerja seperti itu.

Saya Bukan Soal Ukuran Dada

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lapang dada berarti sabar, ikhlas, dan mau menerima sesuatu dengan tenang, meskipun hal itu tidak sesuai dengan harapan. Jadi, ketika guru berkata,”Belajarlah menerima kekalahan dengan lapang dada.” Yang dimaksud tentu bukan memperbesar ukuran dada, yang dimaksud adalah memperbesar hati.

Mengapa Harus “Lapang”?

Pertanyaannya menarik, kenapa bukan “dada panjang”, “dada tinggi”, atau “dada luas”?

Dalam bahasa Indonesia, kata lapang sering menggambarkan sesuatu yang tidak sempit, jalan yang lapang membuat perjalanan lebih nyaman. Halaman yang lapang membuat anak-anak bebas bermain. Begitu juga hati dan pikiran, saat seseorang memiliki “dada yang lapang”, ia tidak mudah sesak oleh rasa marah, kecewa, atau dendam. Masalah memang datang. Namun, ia tidak membiarkan masalah itu memenuhi seluruh ruang dalam dirinya.

Saya Sering Datang Saat Keadaan Tidak Menyenangkan

Anehnya, saya hampir tidak pernah dipanggil ketika semuanya berjalan mulus, saya justru sering muncul saat nilai ulangan kurang bagus. Saat tim kesayangan kalah, saat pendapat kita tidak diterima, dan saat teman mengkritik, bahkan saat rencana yang sudah disusun rapi tiba-tiba berubah.

Di saat-saat seperti itulah orang berkata, “Sudahlah, terimalah dengan lapang dada, memang tidak mudah, namun, justru di situlah saya belajar menjadi berarti.

Saya Bukan Berarti Pasrah

Banyak orang mengira lapang dada sama dengan menyerah. Padahal kami berbeda, lapang dada bukan berarti berhenti berusaha dan lapang dada berarti mampu menerima kenyataan terlebih dahulu, lalu memikirkan langkah berikutnya dengan kepala dingin.

Misalnya seorang pemain sepak bola yang gagal mencetak gol, kalau ia marah-marah sepanjang pertandingan, peluang berikutnya bisa ikut hilang. Namun, kalau ia menerima kegagalannya dengan lapang dada, ia masih punya kesempatan mencetak gol berikutnya.

Saya Sering Disalahartikan

Ada juga yang menganggap saya berarti tidak boleh sedih. Padahal, sedih itu manusiawi, dan kecewa juga wajar. Yang penting, jangan tinggal terlalu lama di sana, lapang dada bukan berarti tidak punya perasaan. Lapang dada justru menunjukkan seseorang cukup kuat untuk mengelola perasaannya.

Bukan Tentang Menang atau Kalah

Dalam kehidupan, tidak semua keinginan akan menjadi kenyataan. Ada perlombaan yang dimenangkan, ada juga yang harus diterima kekalahannya, ada cita-cita yang tercapai, ada pula yang harus diperjuangkan lebih lama. Di situlah saya hadir, bukan untuk menghapus rasa kecewa, melainkan untuk mengingatkan bahwa hidup tetap berjalan.

Lapang Dada dan Pelajaran Bahasa Indonesia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun, dibalik nama saya tersimpan pelajaran bahasa Indonesia tidak selalu dimaknai secara harfiah, seperti buah hati, buah pikiran, besar kepala, atau cuci tangan, saya juga merupakan ungkapan yang memiliki makna khusus.

Bahasa menjadi indah karena tidak semua kata harus dimengerti apa adanya, kadang, dua kata sederhana mampu menyimpan pelajaran hidup yang panjang. Saya bukan dada yang lebih lebar, saya bukan ukuran baju, saya adalah lapang dada sebuah pengingat menerima kenyataan dengan sabar bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan.

Oleh karena itu pada akhirnya, orang yang paling kuat bukan selalu yang paling keras suaranya, melainkan yang tetap mampu tersenyum, belajar, dan melangkah maju meski keadaan tidak selalu berpihak kepadanya. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan tulisan edukatif mengenai makna ungkapan dalam bahasa Indonesia. Penjelasan disusun berdasarkan penggunaan umum dalam bahasa Indonesia dan merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dengan penyajian bergaya naratif agar mudah dipahami pembaca.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantap! Magang ke Jepang ala Muba, Dari Sawah ke Sakura, Dari Karet ke Karier Dunia

    Mantap! Magang ke Jepang ala Muba, Dari Sawah ke Sakura, Dari Karet ke Karier Dunia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    GIMANA rasanya kalau ada anak kampung di Muba yang biasanya cuma main layangan di kebun sawit, eh tiba-tiba bisa makan sushi langsung di Tokyo? Dari ngopi di warung kopi dekat simpang tiga, sekarang ngopi latte di Shinjuku. Nah, inilah kira-kira inti dari program magang ke Jepang yang lagi digencarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten […]

  • HD dan Menhub Tutup Diklat

    HD dan Menhub Tutup Diklat

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat dan Diklat Pengawakan Kapal Sungai dan Danau di GOR Dempo Jakabaring Palembang, Sabtu (8/12/2018). Sebelumnya Menteri Budi Karya Sumadi bersama Gubernur HD berdiskusi tentang LRT dan juga Tol Palembang-Indralaya (Palindra). Dalam kesempatan ini Gubernur Herman Deru sangat […]

  • Lagi, RI Kembali Lakukan Evakuasi 10 WNI dari Sudan

    Lagi, RI Kembali Lakukan Evakuasi 10 WNI dari Sudan

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.718
    • 0Komentar

      Khartoum, Sudan – Pemerintah Indonesia melalui  KBRI Khartoum pada Selasa (16/5) kembali melakukan evakuasi susulan sebanyak 10 WNI dari Sudan melalui Jeddah ke Jakarta. WNI yg dievakuasi  terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, termasuk seorang bayi. Pemulangan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial keberangkatan pukul 08.35 WS.   Sebelumya, WNI tersebut diberangkatkan dari Port Sudan […]

  • Kebiasaan Baru dengan Protokes Tak Halangi Sumsel Berinovasi

    Kebiasaan Baru dengan Protokes Tak Halangi Sumsel Berinovasi

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.603
    • 0Komentar

    MESKIPUN kebiasaan baru dengan mematui protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, tak menghalangi pelaku usaha UMKM berinovasi. Jika protokes dianggap menjadi penghalang, justru perekonomian akan anjlok, karena dalam kondisi pandemic ini pelaku UMKM sangat terdampak. “Sejak awal pandemi, kami menyeimbangkan ke dua hal tersebut. Berbagai program terobosan dan inovasi kami tingkatkan […]

  • Menanam Hari Ini untuk Sumsel yang Lebih Hijau

    Menanam Hari Ini untuk Sumsel yang Lebih Hijau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.426
    • 0Komentar

    Pusri raih penghargaan dan jadi motor penggerak Gerakan Hijau di Sumsel. Penghargaan ini bukan sekadar piagam, tapi bukti langkah hijau Pusri benar-benar terasa dampaknya di lapangan. Di tengah cuaca Sumsel yang makin panas, Pusri hadir sebagai penyegar dengan komitmen penghijauan yang konsisten.Gerakan tanam pohon yang mereka dukung kini berkembang jadi aksi bersama yang bikin Sumsel […]

  • Sudah Pedulikah Kita Hari Ini ? (Bersempena dengan Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional)

    Sudah Pedulikah Kita Hari Ini ? (Bersempena dengan Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional)

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.988
    • 0Komentar

    Hari ini setiap tanggal 20 Desember kita memperingati hari Kesetiakawanan Sosial  Nasional dan Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional. Dua peringatan yang berbeda namun pada hakikatnya sama. Berbeda karena cakupan wilayah dan latar belakang peristiwa, namun hakikat nya sama karena sama sama berbicara tentang kepedulian terhadap sesama umat manusia. Bersempena dengan hal tersebut, tulisan ini mudah-mudahan menjadi […]

expand_less
WordPress Archive TraveX – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travic – Tour & Travels Agency WordPress Theme Travil – Travel & Tour Booking WordPress Theme Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit