Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

“Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada ungkapan dalam bahasa Indonesia yang bisa membuat orang membayangkan hal yang aneh, mungkin saya salah satunya. Nama saya “lapang dada.” Jangan buru-buru mengambil meteran untuk mengukur ukuran dada. Saya tidak membuat dada seseorang bertambah lebar seperti binaragawan. Saya juga bukan hasil latihan push-up selama berbulan-bulan.

Saya hanyalah sebuah ungkapan, saya sering muncul ketika seseorang berkata, “Cobalah lapang dada menerima kritik.” Kalau dipikir-pikir lucu juga. Kalau benar-benar harus memiliki dada yang lapang, mungkin tukang jahit akan kebingungan.

“Pak, ukuran bajunya berapa?”

“Dada saya sekarang sedang lapang, jadi dilebihkan saja sepuluh sentimeter.”

Untungnya, bahasa Indonesia tidak bekerja seperti itu.

Saya Bukan Soal Ukuran Dada

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lapang dada berarti sabar, ikhlas, dan mau menerima sesuatu dengan tenang, meskipun hal itu tidak sesuai dengan harapan. Jadi, ketika guru berkata,”Belajarlah menerima kekalahan dengan lapang dada.” Yang dimaksud tentu bukan memperbesar ukuran dada, yang dimaksud adalah memperbesar hati.

Mengapa Harus “Lapang”?

Pertanyaannya menarik, kenapa bukan “dada panjang”, “dada tinggi”, atau “dada luas”?

Dalam bahasa Indonesia, kata lapang sering menggambarkan sesuatu yang tidak sempit, jalan yang lapang membuat perjalanan lebih nyaman. Halaman yang lapang membuat anak-anak bebas bermain. Begitu juga hati dan pikiran, saat seseorang memiliki “dada yang lapang”, ia tidak mudah sesak oleh rasa marah, kecewa, atau dendam. Masalah memang datang. Namun, ia tidak membiarkan masalah itu memenuhi seluruh ruang dalam dirinya.

Saya Sering Datang Saat Keadaan Tidak Menyenangkan

Anehnya, saya hampir tidak pernah dipanggil ketika semuanya berjalan mulus, saya justru sering muncul saat nilai ulangan kurang bagus. Saat tim kesayangan kalah, saat pendapat kita tidak diterima, dan saat teman mengkritik, bahkan saat rencana yang sudah disusun rapi tiba-tiba berubah.

Di saat-saat seperti itulah orang berkata, “Sudahlah, terimalah dengan lapang dada, memang tidak mudah, namun, justru di situlah saya belajar menjadi berarti.

Saya Bukan Berarti Pasrah

Banyak orang mengira lapang dada sama dengan menyerah. Padahal kami berbeda, lapang dada bukan berarti berhenti berusaha dan lapang dada berarti mampu menerima kenyataan terlebih dahulu, lalu memikirkan langkah berikutnya dengan kepala dingin.

Misalnya seorang pemain sepak bola yang gagal mencetak gol, kalau ia marah-marah sepanjang pertandingan, peluang berikutnya bisa ikut hilang. Namun, kalau ia menerima kegagalannya dengan lapang dada, ia masih punya kesempatan mencetak gol berikutnya.

Saya Sering Disalahartikan

Ada juga yang menganggap saya berarti tidak boleh sedih. Padahal, sedih itu manusiawi, dan kecewa juga wajar. Yang penting, jangan tinggal terlalu lama di sana, lapang dada bukan berarti tidak punya perasaan. Lapang dada justru menunjukkan seseorang cukup kuat untuk mengelola perasaannya.

Bukan Tentang Menang atau Kalah

Dalam kehidupan, tidak semua keinginan akan menjadi kenyataan. Ada perlombaan yang dimenangkan, ada juga yang harus diterima kekalahannya, ada cita-cita yang tercapai, ada pula yang harus diperjuangkan lebih lama. Di situlah saya hadir, bukan untuk menghapus rasa kecewa, melainkan untuk mengingatkan bahwa hidup tetap berjalan.

Lapang Dada dan Pelajaran Bahasa Indonesia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun, dibalik nama saya tersimpan pelajaran bahasa Indonesia tidak selalu dimaknai secara harfiah, seperti buah hati, buah pikiran, besar kepala, atau cuci tangan, saya juga merupakan ungkapan yang memiliki makna khusus.

Bahasa menjadi indah karena tidak semua kata harus dimengerti apa adanya, kadang, dua kata sederhana mampu menyimpan pelajaran hidup yang panjang. Saya bukan dada yang lebih lebar, saya bukan ukuran baju, saya adalah lapang dada sebuah pengingat menerima kenyataan dengan sabar bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan.

Oleh karena itu pada akhirnya, orang yang paling kuat bukan selalu yang paling keras suaranya, melainkan yang tetap mampu tersenyum, belajar, dan melangkah maju meski keadaan tidak selalu berpihak kepadanya. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan tulisan edukatif mengenai makna ungkapan dalam bahasa Indonesia. Penjelasan disusun berdasarkan penggunaan umum dalam bahasa Indonesia dan merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dengan penyajian bergaya naratif agar mudah dipahami pembaca.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Selama Satu Bulan, Polda Lampung Amankan  183 Pucuk Senjata Api Rakitan

    Razia Selama Satu Bulan, Polda Lampung Amankan 183 Pucuk Senjata Api Rakitan

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah (Polda) Lampung menyita sebanyak 183 pucuk senjata api rakitan. Jumlah tersebut didapat dari sitaan yang dilakukan di bulan April 2021. “Barang bukti senjata api hasil sitaan bulan April 2021 itu berasal dari Kabupaten Mesuji dan sekitarnya itu telah dimusnahkan,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, di Bandarlampung, Senin (28/6). Selain itu, Kapolda […]

  • HUT ke 76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh, Bupati Ingatkan Flashback yang Bisa Jadi Renungan Kaum Milanium, Begini Pesannya

    HUT ke 76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh, Bupati Ingatkan Flashback yang Bisa Jadi Renungan Kaum Milanium, Begini Pesannya

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    HARI Jadi ke-76 Kabupaten Ogan Komering Ilir mengambil tema bersatu, bertumbuh. Melalui tema ini Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyampaikan bahwa persatuan adalah modal untuk bertumbuh bersama di tengah bangsa Indonesia yang masih menghadapi ancaman pandemi. “Peringatan hari jadi ini kita jadikan sebagai flashback untuk belajar dan mengenang bahwa leluhur kita lebih dari […]

  • Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

    Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    EKSPOR sepatu Converse produksi PT Yih Quan Footwear Indonesia di Batang, Jawa Tengah, resmi dilepas Menteri Perindustrian Agus Gumiwa.ng Kartasasmita ke Amerika Serikat. Biasanya duta besar itu pakai jas necis, dasi rapi, dan pidato bahasa Inggris level IELTS 9.0. Tapi kali ini, duta besar kita wujudnya bukan manusia, melainkan sepasang sepatu Converse. Mereka nggak pernah […]

  • ‘Sar Goes to School’ Apa Itu!

    ‘Sar Goes to School’ Apa Itu!

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima kunjungan dari Basarnas Provinsi Sumatera Selatan di ruang tamu Gubernur, Kamis (1/11/2018). Kehadiran jajaran Basarnas Provinsi Sumatera Selatan merupakan pertemuan bersama Gubernur Sumsel untuk bersilaturahmi. Dalam pertemuan tersebut, HD lebih menekankan agar Basarnas lebih intensif dalam mengupayakan tindakan preventif atau pencegahan terhadap setiap bencana. Terkait dengan […]

  • Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

      KEBIJAKAN Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 yang dilakukan pemerintah dalam sebulan terakhir menunjukkan hasil yang signifikan. Sejumlah daerah kasus positifnya COVID-19 menurun. Karena itu, pada perpanjangan PPKM 24-30 Agustus 2021, sejumlah daerah yang semula berstatus Level 4 turun menjadi Level 3. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan sekolah boleh […]

  • Mendagri Minta Kepala Daerah  & Forkopimda Terus Pantau Ketersediaan Pangan di Pasar Selama Ramadhan

    Mendagri Minta Kepala Daerah & Forkopimda Terus Pantau Ketersediaan Pangan di Pasar Selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Seluruh kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk terus memantau ketersediaan pangan dengan pengukuran pasar juga ketersediaan kebutuhan bahan pokok serta dasar masyarakat selama bulan Ramadhan. “Setiap minggunya kita rutin menggelar rapat terkait inflasi ini untuk terus menjaga kestabilan inflasi, rapat rutin ini juga diadakan sejak September tahun lalu. Saya minta […]

expand_less
WordPress Archive TraveX – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travic – Tour & Travels Agency WordPress Theme Travil – Travel & Tour Booking WordPress Theme Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit