SUMSELTERKINI.CO.ID – Pernah ada yang berkata, “Wah, muka kamu tebal ya.” Jangan buru-buru lari ke cermin lalu mencari pelembap wajah. Tenang, ini bukan berarti kulit wajahmu setebal tembok atau butuh eksfoliasi ekstra.
Kalau benar begitu, mungkin dokter kulit akan kebingungan.
“Dok, wajah saya dibilang muka tebal.”
“Baik, kita ukur dulu ketebalan pipinya pakai penggaris.”
Untungnya, bahasa Indonesia tidak seharfiah itu.
Saya Bukan Soal Ketebalan Kulit
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), muka tebal adalah ungkapan yang berarti tidak tahu malu, tidak mudah merasa sungkan, atau tetap percaya diri meski sudah dipermalukan.
Jadi, ketika seseorang berkata, “Dia memang muka tebal,” yang dimaksud bukan wajahnya lebih tebal daripada helm proyek. Maksudnya adalah orang tersebut tetap santai meskipun seharusnya merasa malu.
Mengapa Harus “Muka Tebal”?
Pertanyaannya menarik, kenapa bukan hidung tebal, kening tebal, atau telinga tebal?
Indonesai memiliki budaya yang berlimpah, maka beraneka ragam pula istilah diungkapkan, seperti wajah atau muka sering dianggap sebagai simbol harga diri, kehormatan, dan rasa malu. Kita mengenal istilah menjaga muka, kehilangan muka, hingga muka masam, oleh karena itu, ketika seseorang disebut muka tebal, maknanya adalah rasa malunya seolah-olah tidak bisa lagi menembus “permukaan” wajahnya.
Bukan karena kulitnya kuat, melainkan karena rasa malunya sedang cuti.
Kadang Negatif, Kadang Malah Dibutuhkan
Menariknya, muka tebal hampir selalu bernada negatif, misalnya, seseorang terus meminjam uang tetapi belum pernah mengembalikan, lalu datang lagi dengan senyum lebar.
Orang-orang biasanya berbisik, “Hebat juga, muka tebal sekali.”
Namun, kalau dipikir-pikir, ada situasi ketika sedikit “muka tebal” justru berguna. Misalnya saat melamar pekerjaan, berbicara di depan umum, menawarkan produk, atau berani meminta maaf setelah melakukan kesalahan. Tentu bukan berarti kehilangan rasa malu, melainkan berani menghadapi penolakan tanpa langsung menyerah. Jadi, yang dibutuhkan bukan muka tebal, melainkan mental yang kuat.
Jangan Sampai Salah Paham
Oleh sebab itu, karena berupa idiom, muka tebal tidak boleh dimaknai secara harfiah. Sama seperti kepala dingin bukan berarti suhu kepala lebih rendah, atau ringan tangan bukan berarti berat tangan berkurang beberapa kilogram.
Keindahan bahasa Indonesia memang ada di situ. Satu ungkapan bisa memiliki makna yang jauh berbeda dari arti kata-kata penyusunnya, lain kali kalau ada teman berkata, “Kamu ini muka tebal banget,” jangan langsung mencari krim wajah di toko kosmetik.
Coba dulu renungkan, apakah yang dimaksud wajahmu yang tebal, atau justru rasa malumu yang sedang libur, sebab dalam bahasa Indonesia, muka tebal bukan urusan ketebalan kulit, melainkan tentang sikap. Dan semoga, kita cukup memiliki mental yang kuat, tanpa harus terkenal sebagai orang yang muka tebal. (***)
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan rubrik edukasi bahasa yang membahas makna ungkapan atau idiom dalam bahasa Indonesia berdasarkan rujukan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contoh yang digunakan bersifat ilustratif dan bertujuan memudahkan pemahaman pembaca, bukan ditujukan kepada individu atau pihak tertentu.