Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » TUA..[Tua & Tawa yang Tak Pernah Tua]

TUA..[Tua & Tawa yang Tak Pernah Tua]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Tua itu bukan cuma urusan uban dan sendi ngilu,tapi tua itu juga soal berapa banyak stok tawa yang kita simpen di gudang hati. Dan tawa, sodara-sodara, adalah satu-satunya benda yang nggak kenal kedaluwarsa. Kalau tawa bisa ditimbang kiloan, mungkin sekarang saya udah bisa ekspor ke negara tetangga. Kadang, tawa itu lebih mujarab dari balsem dan lebih langgeng dari hubungan yang diawali “sayang” dan diakhiri “blokir”.

Coba inget deh, pernah nggak lo ketawa sampai keluar air mata gegara keinget kejadian konyol pas masih muda? Kayak waktu lo ngapel, tapi malah salah masuk rumah tetangga sebelah. Itu tuh, yang bikin kita sadar hidup ini bukan cuma soal pencapaian, tapi juga soal ketawa di sela-sela kerepotan.

Sekarang, meskipun lutut udah mulai ngasih kode SOS pas naik tangga, atau punggung bunyi kretek kayak kerupuk digigit, tawa tetep nongol kayak nyamuk pas kita mau tidur. Tawa itu kayak colokan listrik cadangan bikin nyala semangat meskipun batere hidup udah mulai kedip-kedip.

Lucunya lagi, makin tua kita, makin gampang ketawa. Liat cucu nginjek ember? Ketawa. Denger anak muda ngomongin “healing ke pantai biar dapet vibe”, kita cuma nyengir sambil mikir “Healing-mu itu masih kalah sama emak-emak yang ke pasar dan pulangnya bawa diskonan.”

Dan bagian terbaiknya? Tawa orang tua itu bebas sensor. Udah nggak ada lagi takut dibilang garing atau ngebosenin. Kita malah sering ngakak sendiri pas lagi duduk di teras, keinget waktu belanja ke pasar niatnya beli cabe, pulang-pulang malah bawa tahu bulat tiga kantong. Kalau itu bukan seni hidup, saya nggak tahu lagi apaan.

Jadi, selama kita masih bisa ketawa meski napas harus diatur kayak mau nyanyi dangdut di atas panggung pensiunan berarti kita belum benar-benar tua. Karena muda itu bukan cuma otot yang lentur, tapi hati yang masih bisa dibikin geli.

Usia Tambah, Humor Tetap Stabil

Umur boleh nambah, dompet boleh makin sering lupa ditaruh di mana, tapi humor? Masih segar kayak sayur di kulkas baru. Bahkan kadang, makin tua, makin ngocol! Kita nggak perlu lawakan stand-up buat ngakak cukup berdiri dari kursi dan denger bunyi “krak” dari lutut, itu aja udah kayak opening acara komedi.

Contoh nyata, aku pernah mau berdiri elegan dari kursi, yang terjadi malah kayak robot kehabisan pelumas. Pas ngaca, he cuma bisa bilang, “Lah, ini kayak adegan Iron Man versi hemat anggaran.” Tapi ya sudahlah, kita ngakak, bukan nyalahin lutut. Itu namanya penerimaan batin tingkat dewa.

Dulu kita suka ketawa lihat orang kepleset. Sekarang? Kita sendiri yang kepleset, lalu pura-pura stretching biar nggak malu. Atau pas  keluar rumah malah nyelonong masuk ke teras tetangga. Disambut senyum tipis, “Pak, rumah Bapak di sebelah sana, loh.” Saya jawab dengan senyum mengalir, “Iya, saya lagi survei lokasi buat pensiun.”

Teknologi juga jadi panggung dagelan baru. Anak muda sibuk bikin konten aesthetic, kita? Bikin video pakai kamera depan, hasilnya 80% jidat, 20% bingung. Tapi ya itu dia, tawa paling tulus datang dari usaha kita nyambung ke zaman, walaupun sinyalnya lemah kayak WiFi di rumah dinas.

Makin tua, kita juga makin “cuek bebek”. Ada temen ngirimin meme absurd, kita bales pakai stiker stupa Borobudur joget. Nggak mikir panjang. Yang penting ngakak, dan ngakaknya itu kayak refleksi batin “Wah,  masih waras nih.?”

Tua & Gaya Rambut Zaman Sekolah

Dulu, rambut itu kebanggaan. Kalau belum punya gaya rambut ala meteor J-Rock, belum sah jadi cowok keren. inget, dulu gaya rambut spiky itu harga mati. Pomade dipakai tebal-tebal sampe rambut keras kayak aspal baru ngering.

Tapi sekarang? Kalau rambut keras, itu pertanda  salah pake krim anti nyamuk. Dan rambut? Udah nggak bisa berdiri lagi. Mau dibentuk kayak apa juga, hasilnya cuma “tata letak alami” alias rambut pasrah mengikuti arah angin.

Yang paling lucu? Liat foto zaman SMA. Ada yang pake gaya mullet, depan rapi, belakang gondrong kayak kaset pita kusut, ada juga gaya rambut lupus. Dulu kita pikir itu keren banget. Sekarang kita liatnya kayak habis kabur dari audisi boyband gagal.

Dan jangan lupakan pompadour, alias gaya rambut miring ke atas kayak ada badai kecil. Dulu, kita bangga. Sekarang, kalo liat pompadour, yang kepikiran malah parabola rusak.  Ngaca, dan rambut gue sekarang lebih mirip… hmm, kucing tidur di atas helm.

Tapi yang paling menghibur, gaya rambut zaman muda itu sekarang jadi bahan ketawa. Foto jadul yang dulu disimpen buat kenangan manis. Tapi ya, itulah hidup. Rambut boleh kabur, tapi kenangan tetap nempel.

Tua Makin Cinta Keluarga

Tua itu artinya waktu ngumpul makin banyak. Tapi jangan salah, ngumpul keluarga itu nggak kalah seru dari stand-up comedy. Isinya debat siapa yang terakhir matiin lampu kamar mandi semalam, atau siapa yang lupa naro remote TV di kulkas.

Dulu kita ngumpul buat nongkrong, sekarang ngumpul buat nanyain kenapa AC bunyinya aneh. Dulu DJ keluarga, sekarang? Jadi penyanyi latar buat suara kipas angin.

Anak-anak juga makin canggih. Tiap kali  ditanya cara download aplikasi, mereka jawab kayak customer service level dewa “bapak pencet yang ini, terus tahan, terus jangan dilepas, terus biarin kami yang ngerjain.” pusing akhir disuruh aja selesaikan sama anak.  Tapi aku cuma bisa nyengir sambil mikir, “Bener juga, ya. Gue kayak tamu di rumah sendiri.”

Dan ya ampun, soal makanan. Dulu sarapan cukup kopi. Sekarang? Anak nanya sama ibu setelah bangun pagi, “sarapan apa? cari sendiri kata si ibu..

Tapi ya begitulah. Makin tua, makin ngerti kalau keluarga itu pusat tawa paling sakral. Setiap acara makan bareng jadi bahan skripsi banyolan. Setiap reuni jadi festival ketawa. Dan setiap cerita lama yang diulang-ulang… tetap lucu, meski ending-nya udah hafal.

Kalau rambut bisa kabur, otot bisa ngambek, mata bisa kabur pandangan… maka biarlah satu yang tetap setia tawa kita. Karena selama bisa ketawa, berarti kita masih hidup dengan gaya.[**]/bersambung ke dagelan berikutnya…

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Microsoft Turunkan Hujan Digital di Indonesia, Cloud di Atas Kepala, Peluang di Ujung Jari

    Ketika Microsoft Turunkan Hujan Digital di Indonesia, Cloud di Atas Kepala, Peluang di Ujung Jari

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu orang tua kita bilang, “Jangan menengadah saat hujan, bisa masuk angin,” maka sekarang kita bilang “Menengadahlah, karena hujan digital dari Microsoft bisa bikin hidup lebih terang, bukan cuma basah!” Ya, inilah zamannya Cloud bukan cuma kumpulan awan di langit, tapi kumpulan data yang bisa menghidupkan ekonomi, mengawinkan kreativitas dengan teknologi, dan […]

  • Langkah Konkrit Pemkab bersama Baznas  Muba Pulihkan Ekonomi UMKM

    Langkah Konkrit Pemkab bersama Baznas  Muba Pulihkan Ekonomi UMKM

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.774
    • 0Komentar

    PEMILIHAN ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi COVID-19 terus di lakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Untuk kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan sebanyak 40 gerobak kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) yang ada Muba, penyerahan bantuan ini di lakukan secara simbolis di Halaman Kantor BAZNAS, Selasa (15/12/20). […]

  • Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

    Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.575
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain mengatasi ketimpangan antara pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya produksi menjadi lebih murah. “Infrastruktur yang sudah dibangun Presiden Jokowi cukup drastis dan dampaknya pada perekonomian cukup besar. Secara makro faktual, kalau misalnya presiden tidak menyediakan Rp300 triliun-Rp400 triliun untuk infrastruktur […]

  • Live Streaming Demo Dipantau Kemkomdigi, Konten Viral hingga Gift Tak Menjamin Informasi Benar

    Live Streaming Demo Dipantau Kemkomdigi, Konten Viral hingga Gift Tak Menjamin Informasi Benar

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta hari ini ikut menjadi perhatian di ruang digital. Bukan hanya soal jalannya aksi, live streaming demo dan berbagai unggahan di media sosial juga dipantau karena berpotensi membentuk opini publik dalam waktu sangat cepat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meningkatkan pemantauan terhadap percakapan, unggahan, hingga siaran langsung yang […]

  • Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

    Cerita dari Tanah Longsor Kasmaran Muba

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kadang, musibah datang nggak pakai permisi. Seperti yang terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Malam tanggal 4 Maret 2025 itu, langit sedang muram, hujan mengguyur tanpa jeda, dan tanah pun nggak kuat lagi menahan beban. Jalan raya lama di Dusun III ambles, menyeret enam rumah milik sembilan kepala keluarga […]

  • HUT Bhayangkara ke-74 Polres Pagaralam Gelar Upacara Virtual

    HUT Bhayangkara ke-74 Polres Pagaralam Gelar Upacara Virtual

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    DALAM rangka HUT Bhayangkara ke 74 Polres Pagaralam menggelar upacara virtual diruang Vidcon, Rabu, (1/7/2020). Upacara Virtual HUT Bhayangkara ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan berpusat di Istana Negara yang dipimpin oleh Presiden RI Hadir dalam Upacara Virtual di Polres Pagar Alam Kapolres/PJU Polres Pagar Alam dan Kapolsek atau Perwira, Walikota Pagaralam, Ketua DPRD, Kajari, […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop WP Real Estate Pro MyThemeShop WP Review Pro MyThemeShop WP Shortcode Pro MyThemeShop WP Subscribe Pro MyThemeShop WP Tab Widget Pro MyThemeShop WP Time To Read Myway – Onepage Bootstrap Parallax Retina Template Nù – Creative Portfolio WordPress Theme Nada – Guitar Lessons & Courses Elementor Template Kit NadTek – IT Solutions & Technology WordPress Theme