Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Tahun Baru, ASN Baru, Akhiri Budaya Nyaman di Zona Aman?

Tahun Baru, ASN Baru, Akhiri Budaya Nyaman di Zona Aman?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 1.085
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEGITU bunyi judulnya, jangan kaget kalau tulisan ini mulai bak cerita sore sembari ngopi -ngopi santai ditemani ubi dan pisang goreng masih hangat, apalagi ceritanya sering nyelip banyolan, tapi ujungnya nendang ke hati dan otak.

Pagi itu, Senin, halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin terlihat tampak ramai, Barisan ASN berjajar rapi, ada yang berdiri seperti lidi, ada juga yang mirip sate kecap, tegak di pangkal, melengkung di ujung…ini kebiasaan apel usai libur panjang atau tradisi hari Senin (Ehh, liat bayangan sendiri aja di tanah, plis jangan marah.hehehe).

Ini bukan sekadar apel biasam, sebab  apel ini “jam kaget” bagi ASN setelah masa libur panjang, seperti anak kos yang tiba-tiba disuruh bangun Subuh, jantung deg-deg… tapi akhirnya sadar ya ini ujian hidup, dan Bupati Muba, dalam amanatnya, menekan satu hal sederhana tapi monumental “ASN jangan nyaman terus di zona aman.”

Kok, bisa zona aman jadi masalah? coba kalu kita renungkan sendikit, misalnya bekerja seperti mode autopilot, jam 8 datang, jam 12 pulang, jam 1 sampai jam 3 ngemil sambil buka harga di media sosial, seperti TikTok, dan terakhir jam 4 pulang. Rutinitasnya  yang itu-itu aja, kaya sinetron  tayang sebelum adzan magrib, terus tiap hari tanpa klimaks.

Budaya seperti ini disebut “zona nyaman” karena tempat di mana kita merasa aman, tapi sebenarnya berdampak pada pelayanan publik. Bila ASN nyaman terus tanpa tantangan, pelayanan bisa jadi sekadar mode aman, bukan mode responsif dan inovatif.

Pepatah berkata “Air tenang menghanyutkan.” Tenang boleh  tapi jangan sampai bawel pelayanan ikut hanyut tanpa arah!

Oleh karena itu, saat Bupati Toha Tohet menekankan integritas dan profesionalisme, itu bukan sekadar kalimat penyemangat yang asyik dibaca di brosur. Itu panggilan buat seluruh ASN supaya melek terhadap peran mereka sebagai pelayan publik.

Lihat saja contoh dari kota lain Bogor (Jawa Barat), Pemkot Bogor beberapa tahun lalu membuat program One Week Service Challenge, seminggu pelayanan publik dibikin super responsif. Warga kaget dan dokumen selesai lebih cepat! ASN pun kaget… karena ternyata bisa lebih cepat kalau memang fokus! pelajarannya perubahan kecil bisa punya efek besar.

Selain itu Bandar Lampung,  kota ini, walikotanya pernah memimpin langsung blusukan pelayanan. Ia masuk ke kantor-kantor pemerintahan, tanya langsung ke warga yang lagi mengurus. “Butuh apa?” ujarnya. ASN kaget, warga pun bingung  karena jarang pejabat nanya langsung begitu sebab pelayanan itu bukan soal prosedur, tapi empati.

Kita tarik jauh ke Seoul (Korea Selatan), kalau mau lihat contoh yang luar biasa, Seoul menangani keluhan warga lewat aplikasi digital yang super responsif. Warga lapor   dalam hitungan jam dibalas. ASN di sana udah kayak atlet sprint data, cepat dan tepat!. Mereka gunakan teknologi itu sebagai kawan, bukan beban.

Curitiba (Brasil), kota ini terkenal soal sistem transportasi cepat yang efisien, namun yang nggak kalah keren, sistem pelayanan publiknya yang berbasis data dan evaluasi berkala. Tahu apa yang dibutuhkan warga karena mereka rajin nguprek angka dan feedback. Pelajarannya kerja cerdas plus kerja kolektif,  hasil luar biasa.

Wellington (Selandia Baru), kota kecil tapi layanan publiknya terkenal ramah dan cepat. Bedanya? mereka mendengarkan warga sebelum menentukan kebijakan. Bukan sekadar “kami tahu yang terbaik.” Tapi “apa yang kamu butuhkan?” Pelajarannya ASNnya  mendengar dulu, bicara kemudian.

Bukan gerak ditempat

Kalau kita lihat contoh di atas, satu hal penting pelayanan publik bukan soal rutinitas tapi respons terhadap kebutuhan publik, tapi di sisi lain sayangnya, kerap kali apel pagi itu hanya jadi ritual kedisiplinan fisik,  baris, laporan hadir, hormat, dan selesai. ASN pulang ke meja lagi seperti tidak terpengaruh apa pun. Ini ibarat kita ngecas HP, tapi nggak nyalakan data internet,  batere penuh, tapi fungsinya setengah.

ASN itu bukan pegawai “jam kerja” tapi pion pelayanan publik, masyarakat bukan datang cuma untuk gambar cap, tanda tangan, atau prosedur, tapi solusi atas kebutuhan mereka.

Bupati menekankan mutasi dan promosi berbasis kompetensi bukan tanpa alasan. Itu semacam pesan kuat “Kalau kamu pegang posisi, pegang dengan tanggung jawab. Bukan untuk foto-foto dan pin dada besar.”

Seorang ASN pernah bilang ke saya “Kalau pelayanan cepat, warga langsung bilang ‘wah itu luar biasa!.’ Padahal itu memang tugas kami.”

Hehehe… iya. Itu kaya janitor di sekolah yang menyapu lantai lalu siswa bilang “Wah bersih banget ya!”

Padahal kalau lantainya nggak dibersihin, siswa akan bilang juga, tapi versi beda “Kok berdebu, bikin bersin mulu!”

Oleh karena itu, kalau pekerjaan memang bagian dari tugasmu, lakukanlah dengan baik. Jangan baru dipuji sekali, langsung lebay. Jangan dikritik sekali, langsung mundur.

Integritas itu bukan sekadar memakai name tag rapi di saku kiri. Integritas berarti konsistensi antara kata dan tindakan. Bahasa kerennya walk the talk, jalanin apa yang dikatakan. Bukan cuma foto siap-siap!. Dan disiplin? bukan hanya datang pagi dan pulang sore. Disiplin berarti menjaga kualitas kerja sepanjang hari, bukan jamnya doang.

Bupati mengajak ASN untuk introspeksi. Itu bukan ajakan basi. Itu semacam mirror check “Lihat diri kamu di cermin, kamu pelayan publik atau pelayan jam kerja?”

Jadi, kenapa kita perlu keluar dari zona nyaman?

Karena nyaman itu… enak. Tapi nyaman juga bisa bikin malas berkembang. Kayak kita pakai kaos favorit terus hingga lupa baju lain pun tetap layak dipakai.

Oleh karena itu, pelayanan publik di Muba bisa jadi lebih cepat, responsif, kreatif, kalau ASN tidak takut perubahan, berani inovasi, menempatkan masyarakat sebagai fokus utama, dan bekerja bukan untuk berjaga waktu, tapi berjasa pada orang lain.

Dengan demikian diharapkan ASN harus berani keluar dari zona aman, itu bukan zona selamat, tapi zona stagnan. Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tapi panggilan untuk berdaya lebih.
Mutasi dan promosi adalah momentum, bukan hadiah. Budaya kerja harus bergerak dari ‘cukup’ ke ‘luar biasa.’

Apel perdana ASN Muba bukan sekadar baris-berbaris. Itu panggilan untuk berbenah, bergerak, dan berkarya. Kalau Muba ingin maju lebih cepat, mari ubah budaya aman-aman saja menjadi budaya responsif, inovatif, dan penuh integritas.

Karena pelayanan itu bukan soal hasil jadi rapi,  tapi bagaimana hasil itu memudahkan hidup orang lain, seperti kata kakek saya waktu kecil “Kalau jalan pelan tapi lurus, sampai juga. Asal jangan berhenti.”

Nah! siap nikmati perjalanan 2026? Yuk… keluar dari zona aman!.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Sekolah, Macan Pun Ikut Senyum, Bali Safari Diserbu Wisatawan, Wamenpar Intip Naik Jeep!

    Libur Sekolah, Macan Pun Ikut Senyum, Bali Safari Diserbu Wisatawan, Wamenpar Intip Naik Jeep!

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    LIBURAN sekolah sudah kayak kacang goreng di pinggir jalan, laris manis tanpa sempat ngelirik harga bensin. Di tengah hebohnya emak-emak cari diskonan tiket dan anak-anak lompat-lompat kegirangan. Bali Safari & Marine Park berubah jadi panggung utama liburan keluarga. Saking ramenya, bahkan buaya pun sempat salah sangka kirain ada reuni keluarga besar dari kampung. Baru-baru kemarin, […]

  • 1 Orang Pasien DBD Asal Tulung Selapan OKI Meninggal Dunia

    1 Orang Pasien DBD Asal Tulung Selapan OKI Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung – Satu orang pasien Demam Berdarah Dengue [DBD] asal Tulung Selapan, Kabupaten Komering Ilir [OKI] dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapat layanan medis rawat inap di Puskesmas setempat serta RSUD Kayuagung. Menurut informasi, pasien DBD meninggal dunia ini, David (4) dirujuk ke rumah sakit tanggal 1 Januari dalam keadaan fase akhir kritis […]

  • Raih Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2018, Pariwisata Sumsel Makin Populer

    Raih Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2018, Pariwisata Sumsel Makin Populer

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018  yang di dukung Kementerian Pariwisata menobatkan Provinsi Sumsel sebagai juara umum.Gelaran acara itu merupakan ajang pariwisata terpopuler Indonesia. Piala Juara Umum API 2018 untuk Provinsi Sumsel diserahkan Kamis malam (23/11/2018) pada malam puncak API 2018 di Grand Sahid, Jakarta. Piala dan penghargaan juara umum tersebut diterima langsung […]

  • Dengarkan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel Terhadap 3 Raperda Provinsi Sumsel

    Dengarkan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel Terhadap 3 Raperda Provinsi Sumsel

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.754
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru diwakili Sekda Sumsel H.Nasrun Umar menghadiri rapat paripurna XV (15) dengan agenda mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel, terhadap tiga Raperda Provinsi Sumsel di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (7/9/20). Rapat ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Kartika Sari Desi. Beberapa pemandangan umum tersebut antara lain yakni […]

  • Ini Makna Warna Hijau, Oranye, Merah pada Fitur Safe Entrance di Aplikasi Pedulilindungi

    Ini Makna Warna Hijau, Oranye, Merah pada Fitur Safe Entrance di Aplikasi Pedulilindungi

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    FITUR Safe Entrance di Aplikasi Pedulilindungi atau check in dengan pindai (scan) QR code sudah diterapkan di ratusan ruang publik dan akan terus bertambah. Setelah kita pindai, akan muncul informasi disertai barcode yang ditandai dengan warna hijau, oranye, atau merah yang memiliki arti tersendiri. Warna hijau menandakan kita bisa melanjutkan aktivitas dalam ruang publik, Warna […]

  • CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA : Laksan & Kisah Cinta yang Lembek tapi Tetap Lezat

    CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA : Laksan & Kisah Cinta yang Lembek tapi Tetap Lezat

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 583
    • 0Komentar

    SEMUA bermula dari suara.Bukan suara hati, bukan juga suara mantan yang tiba-tiba nelpon pas malam Jumat. Ini… suara rebusan santan yang mendidih pelan-pelan, seperti curhat emak-emak yang lagi nahan emosi liat cucian belum kering tapi cucu udah minta makan. Bicik Moya tahu ini hari yang penting.Hari Jumat, hari penuh berkah, dan yang paling penting… hari […]

expand_less
WordPress Archive Animated heading addon – widget for Elementor Animated Image Banners for WPBakery Page Builder Animated Infinite Scroll – WordPress Plugin Animated Intro for Elementor Animated Stat Counter Number Showcase Plugin For WordPress Animation CSS3 Effects WordPress Plugin Animo – Creative & Clean Multi-Purpose WordPress Theme Anita | Photography WordPress Theme Anjani – Spa & Beauty Elementor Template Kit Anne Alison – Soft Personal Blog Theme