Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • visibility 1.481
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Dulu, waktu masih muda, hidup itu kayak sinetron FTV pagi-pagi: ceria, lincah, dan penuh adegan lompat pagar demi cinta. Bangun tidur langsung salto, mandi pakai air sumur tanpa jerit, dan lari ke warung beli rokok buat gebetan dengan harapan semoga dia tersipu meski muka kita baru bangun tidur.

Sekarang? Baru miring lima derajat ke kanan, dengkul bunyi “krek” kayak dipijit tukang urut online yang signalnya putus nyambung.

Tua itu datangnya kayak tagihan listrik nggak pernah ditunggu tapi selalu datang tepat waktu. Kacamata sekarang bukan aksesoris, tapi bagian dari wajah. Tanpa itu, wajah mantan pun mirip hantu ada tapi kabur. Gigi palsu? Udah kayak sahabat karib, lebih loyal dari sahabat zaman SMA yang sekarang jualan skincare.

Lucunya, makin tua, makin tenang. Nggak perlu puisi panjang buat bilang sayang. Cukup satu kalimat sakti 
“Teh manis, gulanya setengah ya, biar gula darah kita tetep harmonis.”
Itu romantis level nasional, Bro!

Tua itu bukan tamat, tapi upgrade. Kayak HP jadul yang akhirnya bisa install aplikasi tanpa nge-hang. Kita emang nggak bisa lari 5K lagi, tapi bisa ketawa lebih lama walau kadang diselingi batuk kecil.

Di antara kerutan, uban, dan punggung yang protes tiap bangun tidur, ada satu hal yang tetap utuh: rasa sayang. Asli. Tanpa filter. Tanpa aplikasi pemulus wajah.

Dompet Tipis, Ingatan Tipis, Tapi Hati Makin Tebal

Dulu, kunci motor hilang bisa bikin geger sekampung. Sekarang? Motor ilang aja kadang nggak sadar. Pernah tuh, parkir di minimarket, pulang naik ojek online. Pas nyampe rumah baru sadar: “Lho, tadi aku naik apa ya?”

Untung rejeki masih nyangkut. Motornya anteng nunggu kayak jodoh yang sabar—walau udah diselingkuhin sama lupa.

Tua itu unik. Dompet makin kempes, tapi waktu buat ngopi makin leluasa. Dulu ngopi buat begadang, sekarang ngopi biar nggak ketiduran pas nonton berita. Kadang kopi pun ikut sedih, karena diminum sambil bengong mikirin kata sandi e-Banking.

Dan cinta? Wah, jangan remehkan. Cinta di usia tua itu kayak bubur ayam—nggak perlu topping mewah, asal diaduk penuh kehangatan, tetap nikmat dan bikin rindu. Cukup dibuatin air anget, terus dipijit pelan-pelan pakai balsem rasa kayu putih… rasanya kayak honeymoon versi BPJS.

Tua bukan masalah angka. Tapi soal penerimaan diri. Nggak harus stylish, asal masih bisa cari remote TV dalam waktu lima menit, udah keren itu. Kita bukan tua karena umur, tapi matang karena hidup sering ngajarin jatuh… jatuh cinta, jatuh dari motor, dan kadang jatuh gara-gara sendal jepit putus.

Uban, Puser, dan Playlist Kenangan

Tanda-tanda tua itu sederhana. Contohnya: nyisir rambut sambil mikir, “Ini rambut beneran atau cuma harapan?”. Uban makin banyak kayak benang putih di baju item. Susah dicabut, gampang disalahkan.

Puser mulai ngilang. Dulu kelihatan, sekarang kayak mantan udah lama nggak kelihatan dan kalau diingat-ingat bikin nyesek. Perut pun berubah jadi peta kenangan, one-pack yang menyimpan jejak mi instan dan nasi uduk tengah malam.

Tapi syukurnya, sekarang kita punya playlist yang bisa nyalain kenangan tanpa harus login Spotify. Dengerin D’lloyd langsung ingat mantan yang dulu suka pinjam kaset tapi nggak balikin. Tiap lagu punya cerita, dan tiap cerita punya aroma balsem.

Tua itu bukan derita, tapi seni. Seni ngetawain hidup sambil nyeruput teh manis, nonton hujan, dan lap meja yang nggak kotor-kotor amat tapi pengin dilap aja biar berasa produktif.

Yang penting, meski sendi makin kaku, otak jangan ikutan. Tetap lentur mikirnya, elastis dalam bercanda, dan fleksibel dalam pakai celana karet.

Tua, Mantan, dan Chat Tak Terbalas

Makin tua, makin sering nostalgia muncul kayak iklan di YouTube tiba-tiba, dan nggak bisa di-skip. Lagi asyik ngaduk kopi, eh kepikiran mantan yang dulu suka nitip beli cilok.

Pernah nggak sih, buka Facebook, lihat notifikasi ulang tahun mantan, terus jempol gatal pengin nulis “Happy birthday, semoga bahagia.” Tapi akal sehat bilang, “Ingat, kamu udah punya dua cucu, dia udah jadi ketua majelis taklim.”

Akhirnya cuma ngetik, terus dihapus. Tapi rasanya tetap kayak kena tonjok lagu-lagu D’Masiv “Jangan menyerah…” Padahal kita cuma pengin tanya, “Masih inget cilok favorit kamu nggak?”

Tua dan mantan adalah kombinasi mirip mie instan dan bubuk cabai menggoda tapi bahaya. Tapi tenang… kita udah belajar. Belajar bahwa cinta sejati bukan tentang balas chat, tapi tentang masih saling mendoakan, diam-diam… di tengah doa pengajian malam Jumat.

Tersesat di Grup Keluarga

Era digital adalah tantangan para orang tua. Touchscreen HP bisa bikin stres. Niatnya mau balas chat cucu, yang dikirim malah stiker kucing berdaster sambil nge-dance. Grup keluarga langsung ribut. Uwak dari Jambi nanya, “Ini siapa yang kirim beginian?”

Langsung pura-pura left group sambil nyari tutorial YouTube: “Cara balas WA tanpa malu-maluin.”

Setiap ada update aplikasi, rasanya kayak masuk semester baru. Baru bisa upload story, eh sekarang udah ada reels. Baru ngerti reels, eh muncul TikTok. Kita ketinggalan 3 bab.

Tapi jangan salah. Di balik bingungnya teknologi, kita punya jurus sakti sabar dan cuek. Kita nggak ngerti AI, tapi kita ngerti gimana rasanya disayang tanpa algoritma.

Hidup Mulai Jadi Komedi Tanpa Naskah

Tua itu lucu. Kadang nyari sendal sampai keliling rumah, padahal udah dipake. Dua-duanya. Rasanya kayak nemu jodoh setelah cari kemana-mana, ternyata dia dari dulu udah di samping kita… tapi kita aja yang nggak sadar.

Daya ingat kadang kayak sinyal Wi-Fi di gang sempit: kuat tapi nggak bisa diandalkan. Tapi justru dari situ kita belajar ketawa, bukan marah. Ngetawain diri sendiri itu level tertinggi kebijaksanaan.

Cita-cita sekarang udah sederhana: bisa jongkok dengan elegan, berdiri lagi tanpa dengkul protes, dan tidur nyenyak tanpa mimpi bayar cicilan.

Tua bukan soal habis tenaga, tapi soal melimpahnya cerita. Kita mungkin udah jarang jatuh cinta, tapi sering jatuh ke lubang got waktu nyapu halaman.

Tapi yang penting: kita masih bisa bangkit… asal lutut nggak kemasukan angin dan sandal jepit nggak putus.[Bersambung…]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    Kemenag Berangkatkan 15 Imam Asal Indonesia ke UEA, Ini Nama dan Utusan Daerahnya

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA). 15 imam ini diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, akhir pekan lalu. “Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi […]

  • Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel menggelar kegiatan pendistribusian blanko ijazah siswa madrasah serta Sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (30/6). Kegiatan ini dibuka Kakanwil […]

  • Jadi Role Model Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Terbatas, Fisip UIN Raden Fatah Ditinjau Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid -19 Sumsel, Begini Pernilaianya

    Jadi Role Model Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Terbatas, Fisip UIN Raden Fatah Ditinjau Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid -19 Sumsel, Begini Pernilaianya

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.617
    • 0Komentar

    FISIP UIN Raden Fatah siap menggelar kuliah tatap muka terbatas mulai Senin (20/09/2021), dilingkungan UIN Raden Fatah Konsep kuliah  tatap muka terbatas diinisiasi dan diawali  Fisip. Kebijakan perkuliahan tatap muka terbatas ini diterapkan dengan mempertimbangkan turunnya angka covid 19 di Kota Palembang. Wakil dekan 1 bidang akademik Fisip UIN Raden Fatah Dr.Yenrizal menyatakan bahwa kebijakan […]

  • Task Force Energy, Sustainability & Climate B20 Gerak Cepat Untuk Sukseskan G20

    Task Force Energy, Sustainability & Climate B20 Gerak Cepat Untuk Sukseskan G20

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 921
    • 0Komentar

    DALAM rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 (B20) membentuk Task Force Energy, Sustainability & Climate. Gugus Tugas bidang energi ini bergerak cepat untuk mewujudkan program yang dapat berkontribusi bagi kesuksesan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November 2022 mendatang. Langkah tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan, termasuk menggelar Stakeholder Consultation […]

  • Tradisi Melebung, Kesempatan Gub dan Wagub Sumsel Membaur dengan Masyarakat OI

    Tradisi Melebung, Kesempatan Gub dan Wagub Sumsel Membaur dengan Masyarakat OI

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    TRADISI melebung merupakan warisan nenek moyang masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir [OI], Sumatera Selatan [Sumsel]. Tradisi ini merupakan kegiatan masyarakat di sana untuk menangkap dan memanen ikan di air rawa yang mulai surut memasuki musim kemarau. Memanen ikan pun dihadari oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakilnya Mawardi Yahya pada akhir pekan ini. Selain ikut menjaga […]

  • Sekda Prov. Sumsel : Generasi Masa Depan Harus Sehat & Cerdas Jauh dari 3 Penyakit Ini..

    Sekda Prov. Sumsel : Generasi Masa Depan Harus Sehat & Cerdas Jauh dari 3 Penyakit Ini..

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, S.A Supriono apresiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyelagunaan dan Perederan Gelap Narkotika (P4GN) dan  Prekursor Narkotika bertempat di Hotel Beston, Senin (22/8). Menurut Sekda sosialisasi ini sangat penting hal tersebut bentuk seriusnya pemerintah untuk memberantas […]

expand_less
WordPress Archive BoxShop – Responsive WooCommerce WordPress Theme Brabus | Contemporary Portfolio Theme for Agencies Bradco – Business Elementor Template Kit Braga – Fashion Theme for WooCommerce WordPress BrainBizz – Finance & Business WordPress Theme Braintech – Technology & IT Solutions WordPress Theme Braise – Recipe & Food Blog WordPress Theme Branchy WP – Elementor Multi-purpose WooCommerce Responsive Theme Brandex – One Page Portfolio WordPress Theme Brandezy – Branding Agency & Creative Studio Elementor Template Kit