Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • visibility 1.471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Dulu, waktu masih muda, hidup itu kayak sinetron FTV pagi-pagi: ceria, lincah, dan penuh adegan lompat pagar demi cinta. Bangun tidur langsung salto, mandi pakai air sumur tanpa jerit, dan lari ke warung beli rokok buat gebetan dengan harapan semoga dia tersipu meski muka kita baru bangun tidur.

Sekarang? Baru miring lima derajat ke kanan, dengkul bunyi “krek” kayak dipijit tukang urut online yang signalnya putus nyambung.

Tua itu datangnya kayak tagihan listrik nggak pernah ditunggu tapi selalu datang tepat waktu. Kacamata sekarang bukan aksesoris, tapi bagian dari wajah. Tanpa itu, wajah mantan pun mirip hantu ada tapi kabur. Gigi palsu? Udah kayak sahabat karib, lebih loyal dari sahabat zaman SMA yang sekarang jualan skincare.

Lucunya, makin tua, makin tenang. Nggak perlu puisi panjang buat bilang sayang. Cukup satu kalimat sakti 
“Teh manis, gulanya setengah ya, biar gula darah kita tetep harmonis.”
Itu romantis level nasional, Bro!

Tua itu bukan tamat, tapi upgrade. Kayak HP jadul yang akhirnya bisa install aplikasi tanpa nge-hang. Kita emang nggak bisa lari 5K lagi, tapi bisa ketawa lebih lama walau kadang diselingi batuk kecil.

Di antara kerutan, uban, dan punggung yang protes tiap bangun tidur, ada satu hal yang tetap utuh: rasa sayang. Asli. Tanpa filter. Tanpa aplikasi pemulus wajah.

Dompet Tipis, Ingatan Tipis, Tapi Hati Makin Tebal

Dulu, kunci motor hilang bisa bikin geger sekampung. Sekarang? Motor ilang aja kadang nggak sadar. Pernah tuh, parkir di minimarket, pulang naik ojek online. Pas nyampe rumah baru sadar: “Lho, tadi aku naik apa ya?”

Untung rejeki masih nyangkut. Motornya anteng nunggu kayak jodoh yang sabar—walau udah diselingkuhin sama lupa.

Tua itu unik. Dompet makin kempes, tapi waktu buat ngopi makin leluasa. Dulu ngopi buat begadang, sekarang ngopi biar nggak ketiduran pas nonton berita. Kadang kopi pun ikut sedih, karena diminum sambil bengong mikirin kata sandi e-Banking.

Dan cinta? Wah, jangan remehkan. Cinta di usia tua itu kayak bubur ayam—nggak perlu topping mewah, asal diaduk penuh kehangatan, tetap nikmat dan bikin rindu. Cukup dibuatin air anget, terus dipijit pelan-pelan pakai balsem rasa kayu putih… rasanya kayak honeymoon versi BPJS.

Tua bukan masalah angka. Tapi soal penerimaan diri. Nggak harus stylish, asal masih bisa cari remote TV dalam waktu lima menit, udah keren itu. Kita bukan tua karena umur, tapi matang karena hidup sering ngajarin jatuh… jatuh cinta, jatuh dari motor, dan kadang jatuh gara-gara sendal jepit putus.

Uban, Puser, dan Playlist Kenangan

Tanda-tanda tua itu sederhana. Contohnya: nyisir rambut sambil mikir, “Ini rambut beneran atau cuma harapan?”. Uban makin banyak kayak benang putih di baju item. Susah dicabut, gampang disalahkan.

Puser mulai ngilang. Dulu kelihatan, sekarang kayak mantan udah lama nggak kelihatan dan kalau diingat-ingat bikin nyesek. Perut pun berubah jadi peta kenangan, one-pack yang menyimpan jejak mi instan dan nasi uduk tengah malam.

Tapi syukurnya, sekarang kita punya playlist yang bisa nyalain kenangan tanpa harus login Spotify. Dengerin D’lloyd langsung ingat mantan yang dulu suka pinjam kaset tapi nggak balikin. Tiap lagu punya cerita, dan tiap cerita punya aroma balsem.

Tua itu bukan derita, tapi seni. Seni ngetawain hidup sambil nyeruput teh manis, nonton hujan, dan lap meja yang nggak kotor-kotor amat tapi pengin dilap aja biar berasa produktif.

Yang penting, meski sendi makin kaku, otak jangan ikutan. Tetap lentur mikirnya, elastis dalam bercanda, dan fleksibel dalam pakai celana karet.

Tua, Mantan, dan Chat Tak Terbalas

Makin tua, makin sering nostalgia muncul kayak iklan di YouTube tiba-tiba, dan nggak bisa di-skip. Lagi asyik ngaduk kopi, eh kepikiran mantan yang dulu suka nitip beli cilok.

Pernah nggak sih, buka Facebook, lihat notifikasi ulang tahun mantan, terus jempol gatal pengin nulis “Happy birthday, semoga bahagia.” Tapi akal sehat bilang, “Ingat, kamu udah punya dua cucu, dia udah jadi ketua majelis taklim.”

Akhirnya cuma ngetik, terus dihapus. Tapi rasanya tetap kayak kena tonjok lagu-lagu D’Masiv “Jangan menyerah…” Padahal kita cuma pengin tanya, “Masih inget cilok favorit kamu nggak?”

Tua dan mantan adalah kombinasi mirip mie instan dan bubuk cabai menggoda tapi bahaya. Tapi tenang… kita udah belajar. Belajar bahwa cinta sejati bukan tentang balas chat, tapi tentang masih saling mendoakan, diam-diam… di tengah doa pengajian malam Jumat.

Tersesat di Grup Keluarga

Era digital adalah tantangan para orang tua. Touchscreen HP bisa bikin stres. Niatnya mau balas chat cucu, yang dikirim malah stiker kucing berdaster sambil nge-dance. Grup keluarga langsung ribut. Uwak dari Jambi nanya, “Ini siapa yang kirim beginian?”

Langsung pura-pura left group sambil nyari tutorial YouTube: “Cara balas WA tanpa malu-maluin.”

Setiap ada update aplikasi, rasanya kayak masuk semester baru. Baru bisa upload story, eh sekarang udah ada reels. Baru ngerti reels, eh muncul TikTok. Kita ketinggalan 3 bab.

Tapi jangan salah. Di balik bingungnya teknologi, kita punya jurus sakti sabar dan cuek. Kita nggak ngerti AI, tapi kita ngerti gimana rasanya disayang tanpa algoritma.

Hidup Mulai Jadi Komedi Tanpa Naskah

Tua itu lucu. Kadang nyari sendal sampai keliling rumah, padahal udah dipake. Dua-duanya. Rasanya kayak nemu jodoh setelah cari kemana-mana, ternyata dia dari dulu udah di samping kita… tapi kita aja yang nggak sadar.

Daya ingat kadang kayak sinyal Wi-Fi di gang sempit: kuat tapi nggak bisa diandalkan. Tapi justru dari situ kita belajar ketawa, bukan marah. Ngetawain diri sendiri itu level tertinggi kebijaksanaan.

Cita-cita sekarang udah sederhana: bisa jongkok dengan elegan, berdiri lagi tanpa dengkul protes, dan tidur nyenyak tanpa mimpi bayar cicilan.

Tua bukan soal habis tenaga, tapi soal melimpahnya cerita. Kita mungkin udah jarang jatuh cinta, tapi sering jatuh ke lubang got waktu nyapu halaman.

Tapi yang penting: kita masih bisa bangkit… asal lutut nggak kemasukan angin dan sandal jepit nggak putus.[Bersambung…]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh  Bakal Kasih Souvenir

    Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh Bakal Kasih Souvenir

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Langkah peningkatan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang terus dilakukan. Selain sosialisasi secara gencar, inovasi lain untuk menggugah minat para pemilih juga dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dilaksanakan Forum Komunikasi dan Pimpinan  Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Keruh. Dimana dalam Pemilu 2019 kali ini, para penyelenggara dan pemilih bakal […]

  • Seorang Diamankan, Polda Riau Bersama BKSDA Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau Sumatera

    Seorang Diamankan, Polda Riau Bersama BKSDA Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau Sumatera

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 546
    • 0Komentar

    DITRESKRIMSUS Polda Riau bersama BKSDA Riau berhasil menggagalkan perdagangan kulit harimau sumatera (panthera tigris sumatrae). Seorang pelaku berinisial BAT (58) berhasil diringkus jajaran kepolisia di Jembatan Aro Jl Sudirman Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (29/08/2021) Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi tentang akan adanya transaksi jual beli kulit harimau sumatera diwilayah Kecamatan Singingi, Kabupaten […]

  • Besok Lebaran, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

    Besok Lebaran, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021). “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei […]

  • Cair… BLT -DD Pertama Desa Pedamaran OKI, Sebanyak 194 KPM Sudah Terima

    Cair… BLT -DD Pertama Desa Pedamaran OKI, Sebanyak 194 KPM Sudah Terima

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    BANTUAN Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Pedamaran V Tanjung Nior tahap pertama Tahun 2020, usai dibagikan kepada 194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga setempat pada Senin (8/6) kemarin. Hal ini diungkap Kepala Desa Pedamaran V Tanjung Nior, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Jhon Erwin ketika disambangi dikediamanya, Selasa (9/6) siang. “Pembagian BLT Dana […]

  • Vaskinasi Lansia, Pemkot Gaet Grab Untuk Antar Jemput

    Vaskinasi Lansia, Pemkot Gaet Grab Untuk Antar Jemput

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus mengupayakan pelayanan vaksinasi terutama bagi para lanjut usia (lansia), yaitu dengan menjalin kerjasama dengan PT Grab Teknologi Indonesia untuk melakukan percepatan vaksinasi para lansia. “Akan terdapat 5000 driver grab yang nantinya akan membawa lansia ke unit pelayanan vaksin terdekat di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Palembang” ujar Walikota Palembang Harnojoyo […]

  • Tekhnologi Digital dan Pilpres 2024

    Tekhnologi Digital dan Pilpres 2024

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.842
    • 0Komentar

    Teknologi terbukti menjadi salah satu media komunikasi paling efektif, cepat dan mudah didapat. Teknologi menjalankan segala urusan jalan nya politik seperti berita yang ada di detikcom dan tempodotco ini dimana politik menggunakan media social untuk jalannya politik. Namun disisi lain juga dapat menyesatkan jika digunakan untuk kepentingan pribadi sekelompok elit politik. Data kementrian komunikasi dan […]

expand_less
WordPress Archive BoxShop – Responsive WooCommerce WordPress Theme Brabus | Contemporary Portfolio Theme for Agencies Bradco – Business Elementor Template Kit Braga – Fashion Theme for WooCommerce WordPress BrainBizz – Finance & Business WordPress Theme Braintech – Technology & IT Solutions WordPress Theme Braise – Recipe & Food Blog WordPress Theme Branchy WP – Elementor Multi-purpose WooCommerce Responsive Theme Brandex – One Page Portfolio WordPress Theme Brandezy – Branding Agency & Creative Studio Elementor Template Kit