Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

CATATAN PINGGIR : [Sudah] TUA….,[Kacamata, Gigi Palsu & Cinta yang Masih Asli]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • visibility 1.463
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Dulu, waktu masih muda, hidup itu kayak sinetron FTV pagi-pagi: ceria, lincah, dan penuh adegan lompat pagar demi cinta. Bangun tidur langsung salto, mandi pakai air sumur tanpa jerit, dan lari ke warung beli rokok buat gebetan dengan harapan semoga dia tersipu meski muka kita baru bangun tidur.

Sekarang? Baru miring lima derajat ke kanan, dengkul bunyi “krek” kayak dipijit tukang urut online yang signalnya putus nyambung.

Tua itu datangnya kayak tagihan listrik nggak pernah ditunggu tapi selalu datang tepat waktu. Kacamata sekarang bukan aksesoris, tapi bagian dari wajah. Tanpa itu, wajah mantan pun mirip hantu ada tapi kabur. Gigi palsu? Udah kayak sahabat karib, lebih loyal dari sahabat zaman SMA yang sekarang jualan skincare.

Lucunya, makin tua, makin tenang. Nggak perlu puisi panjang buat bilang sayang. Cukup satu kalimat sakti 
“Teh manis, gulanya setengah ya, biar gula darah kita tetep harmonis.”
Itu romantis level nasional, Bro!

Tua itu bukan tamat, tapi upgrade. Kayak HP jadul yang akhirnya bisa install aplikasi tanpa nge-hang. Kita emang nggak bisa lari 5K lagi, tapi bisa ketawa lebih lama walau kadang diselingi batuk kecil.

Di antara kerutan, uban, dan punggung yang protes tiap bangun tidur, ada satu hal yang tetap utuh: rasa sayang. Asli. Tanpa filter. Tanpa aplikasi pemulus wajah.

Dompet Tipis, Ingatan Tipis, Tapi Hati Makin Tebal

Dulu, kunci motor hilang bisa bikin geger sekampung. Sekarang? Motor ilang aja kadang nggak sadar. Pernah tuh, parkir di minimarket, pulang naik ojek online. Pas nyampe rumah baru sadar: “Lho, tadi aku naik apa ya?”

Untung rejeki masih nyangkut. Motornya anteng nunggu kayak jodoh yang sabar—walau udah diselingkuhin sama lupa.

Tua itu unik. Dompet makin kempes, tapi waktu buat ngopi makin leluasa. Dulu ngopi buat begadang, sekarang ngopi biar nggak ketiduran pas nonton berita. Kadang kopi pun ikut sedih, karena diminum sambil bengong mikirin kata sandi e-Banking.

Dan cinta? Wah, jangan remehkan. Cinta di usia tua itu kayak bubur ayam—nggak perlu topping mewah, asal diaduk penuh kehangatan, tetap nikmat dan bikin rindu. Cukup dibuatin air anget, terus dipijit pelan-pelan pakai balsem rasa kayu putih… rasanya kayak honeymoon versi BPJS.

Tua bukan masalah angka. Tapi soal penerimaan diri. Nggak harus stylish, asal masih bisa cari remote TV dalam waktu lima menit, udah keren itu. Kita bukan tua karena umur, tapi matang karena hidup sering ngajarin jatuh… jatuh cinta, jatuh dari motor, dan kadang jatuh gara-gara sendal jepit putus.

Uban, Puser, dan Playlist Kenangan

Tanda-tanda tua itu sederhana. Contohnya: nyisir rambut sambil mikir, “Ini rambut beneran atau cuma harapan?”. Uban makin banyak kayak benang putih di baju item. Susah dicabut, gampang disalahkan.

Puser mulai ngilang. Dulu kelihatan, sekarang kayak mantan udah lama nggak kelihatan dan kalau diingat-ingat bikin nyesek. Perut pun berubah jadi peta kenangan, one-pack yang menyimpan jejak mi instan dan nasi uduk tengah malam.

Tapi syukurnya, sekarang kita punya playlist yang bisa nyalain kenangan tanpa harus login Spotify. Dengerin D’lloyd langsung ingat mantan yang dulu suka pinjam kaset tapi nggak balikin. Tiap lagu punya cerita, dan tiap cerita punya aroma balsem.

Tua itu bukan derita, tapi seni. Seni ngetawain hidup sambil nyeruput teh manis, nonton hujan, dan lap meja yang nggak kotor-kotor amat tapi pengin dilap aja biar berasa produktif.

Yang penting, meski sendi makin kaku, otak jangan ikutan. Tetap lentur mikirnya, elastis dalam bercanda, dan fleksibel dalam pakai celana karet.

Tua, Mantan, dan Chat Tak Terbalas

Makin tua, makin sering nostalgia muncul kayak iklan di YouTube tiba-tiba, dan nggak bisa di-skip. Lagi asyik ngaduk kopi, eh kepikiran mantan yang dulu suka nitip beli cilok.

Pernah nggak sih, buka Facebook, lihat notifikasi ulang tahun mantan, terus jempol gatal pengin nulis “Happy birthday, semoga bahagia.” Tapi akal sehat bilang, “Ingat, kamu udah punya dua cucu, dia udah jadi ketua majelis taklim.”

Akhirnya cuma ngetik, terus dihapus. Tapi rasanya tetap kayak kena tonjok lagu-lagu D’Masiv “Jangan menyerah…” Padahal kita cuma pengin tanya, “Masih inget cilok favorit kamu nggak?”

Tua dan mantan adalah kombinasi mirip mie instan dan bubuk cabai menggoda tapi bahaya. Tapi tenang… kita udah belajar. Belajar bahwa cinta sejati bukan tentang balas chat, tapi tentang masih saling mendoakan, diam-diam… di tengah doa pengajian malam Jumat.

Tersesat di Grup Keluarga

Era digital adalah tantangan para orang tua. Touchscreen HP bisa bikin stres. Niatnya mau balas chat cucu, yang dikirim malah stiker kucing berdaster sambil nge-dance. Grup keluarga langsung ribut. Uwak dari Jambi nanya, “Ini siapa yang kirim beginian?”

Langsung pura-pura left group sambil nyari tutorial YouTube: “Cara balas WA tanpa malu-maluin.”

Setiap ada update aplikasi, rasanya kayak masuk semester baru. Baru bisa upload story, eh sekarang udah ada reels. Baru ngerti reels, eh muncul TikTok. Kita ketinggalan 3 bab.

Tapi jangan salah. Di balik bingungnya teknologi, kita punya jurus sakti sabar dan cuek. Kita nggak ngerti AI, tapi kita ngerti gimana rasanya disayang tanpa algoritma.

Hidup Mulai Jadi Komedi Tanpa Naskah

Tua itu lucu. Kadang nyari sendal sampai keliling rumah, padahal udah dipake. Dua-duanya. Rasanya kayak nemu jodoh setelah cari kemana-mana, ternyata dia dari dulu udah di samping kita… tapi kita aja yang nggak sadar.

Daya ingat kadang kayak sinyal Wi-Fi di gang sempit: kuat tapi nggak bisa diandalkan. Tapi justru dari situ kita belajar ketawa, bukan marah. Ngetawain diri sendiri itu level tertinggi kebijaksanaan.

Cita-cita sekarang udah sederhana: bisa jongkok dengan elegan, berdiri lagi tanpa dengkul protes, dan tidur nyenyak tanpa mimpi bayar cicilan.

Tua bukan soal habis tenaga, tapi soal melimpahnya cerita. Kita mungkin udah jarang jatuh cinta, tapi sering jatuh ke lubang got waktu nyapu halaman.

Tapi yang penting: kita masih bisa bangkit… asal lutut nggak kemasukan angin dan sandal jepit nggak putus.[Bersambung…]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan Budidaya Perikanan, KKP Kerjasama Dengan Norwegia

    Kembangkan Budidaya Perikanan, KKP Kerjasama Dengan Norwegia

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 616
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot produktivitas perikanan budidaya dalam negeri dengan bekerjasama Norwegia. Selain menggagas program terobosan, KKP juga mendukung pengembangan perikanan budidaya yang diinisiasi oleh masyarakat pembudidaya, organisasi, maupun pihak swasta dalam mendorong peningkatan produktivitas tersebut. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai menyaksikan penandatangan kesepakatan bersama (MoU) […]

  • Ente Kena PHK..! Yuk, Ikut Layanan Program JKP BPJamsostek, Ini Manfaatnya

    Ente Kena PHK..! Yuk, Ikut Layanan Program JKP BPJamsostek, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.432
    • 0Komentar

    JAMINAN sosial ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman, yang didesain untuk menghindari kemungkinan pekerja terkena risiko sosial ekonomi akibat aktivitas kerjanya. Salah satu risiko kerja yang mungkin bisa terjadi adalah risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Terlebih pada masa pandemi seperti saat ini, risiko PHK bisa menimpa pekerja di Indonesia. Namun tidak perlu risau, terhitung tanggal 1 Februari […]

  • Bareng BRG Sumsel, Kartini Desa Bumi Agung Muba Produksi 10 Ribu Masker

    Bareng BRG Sumsel, Kartini Desa Bumi Agung Muba Produksi 10 Ribu Masker

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    KARTINI-Kartini hebat yang tergabung PKK Desa Bumi Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) serta Karang Taruna memproduksi 10 ribu masker guna pencegahan penyebaran COVID-19. Masker tersebut diproduksi dengan melibatkan penjahit Lalan. “Ya, jadi kita gabungan BRG, PKK, dan Karang Taruna dengan memberdayakan penjahit di Lalan memproduksi 10 ribu masker […]

  • Muba Siap Gelar Festival Semerdang

    Muba Siap Gelar Festival Semerdang

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    LANDSCAPE Approach telah banyak diimplementasikan berbagai institusi atau penggiat lingkungan, terutama untuk menghadapi tantangan yang berasal dari kompetensi untuk memanfaatkan SDA. Landscape Approach bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara persaingan untuk memanfaatkan SDA dan keterlibatan berbagai sektor untuk memahami lanskap berbagai suatu sistem. Pada tahun 2019 akan diadakan festival yang lebih terfokus pada Tingkat Tapak atau area […]

  • Ketua KPK RI Puji Upaya Pemprov Sumsel Dalam Pencegahan Korupsi

    Ketua KPK RI Puji Upaya Pemprov Sumsel Dalam Pencegahan Korupsi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menilai, upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Pemprov Sumsel dikomandoi Gubernur Sumsel Herman Deru  cukup baik. Hal itu terlihat dari rekam jejak yang dipantau KPK RI melalui sistem Monitoring Centre for Prevention (MCP). Ketua KPK RI Komjen Pol Firli Bahuri memuji langkah serius yang dilakukan Pemprov Sumsel dalam melakukan pencegahan tindak […]

  • SDM Kita Mampu

    SDM Kita Mampu

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.243
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, RIAU – Presiden Joko Widodo menyambangi Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau yang menjadi salah satu tulang punggung energi nasional. Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung tangki timbun (tank farm) milik Pertamina Hulu Rokan serta melihat kinerja pekerja Blok Rokan yang ada di Dumai.   Presiden Joko Widodo tiba di lokasi tangki timbun di Kompleks […]

expand_less
WordPress Archive BoxShop – Responsive WooCommerce WordPress Theme Brabus | Contemporary Portfolio Theme for Agencies Bradco – Business Elementor Template Kit Braga – Fashion Theme for WooCommerce WordPress BrainBizz – Finance & Business WordPress Theme Braintech – Technology & IT Solutions WordPress Theme Braise – Recipe & Food Blog WordPress Theme Branchy WP – Elementor Multi-purpose WooCommerce Responsive Theme Brandex – One Page Portfolio WordPress Theme Brandezy – Branding Agency & Creative Studio Elementor Template Kit