Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » DOLA BELUT : Lomba Karaoke Antar RT Jelang HUT RI ke-80: Saat Mic Jadi Senjata Persatuan & Fals Jadi Perekat Bangsa

DOLA BELUT : Lomba Karaoke Antar RT Jelang HUT RI ke-80: Saat Mic Jadi Senjata Persatuan & Fals Jadi Perekat Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 1.031
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULAN Agustus tinggal hitungan hari dan datang seperti undangan mantu penuh hiasan, semangat, dan… utang gotong royong.

Di kampung Tonggak Indah, Agustus bukan cuma soal bendera merah putih yang mendadak muncul dari tiang jemuran, tapi juga saatnya kompetisi paling merakyat, yakni Lomba Karaoke Antar RT.

Ibarat nasi tumpeng tanpa lauk, Agustusan tanpa lomba karaoke itu hambar.
Seperti pepatah lokal “Lebih baik suara fals yang jujur, daripada suara merdu hasil lipsync”
Maka kampung pun bersiap, bukan pasang strategi seperti debat capres, tapi cari peserta yang paling berani, bukan paling berbakat.

Warga RT 02 mengusung Mbah Saliman, pensiunan PNS yang nyanyinya mirip doa hujan serius tapi nadanya ngambang.

RT 03 menurunkan Bu Jumi, spesialis dangdut patah hati, dengan goyangan setara gempa 3,2 skala richter.
Sementara RT 01? Ya, lagi-lagi andalannya si MC kondang Dola Belut, yang tahun lalu bikin juri semaput gara-gara nyanyi “Titanic” pakai logat Ogan Ilir dan bawa kipas angin ke panggung karena katanya “suasana harus dramatis kayak badai”

Di tengah semangat nasionalisme, Dola Belut justru tampil bagaikan wartawan infotainment kampung.
Sambil pegang mic warisan pos ronda, dia nyeletuk

“Ini lomba karaoke antar RT, bukan audisi The Voice. Jadi kalau fals, ya fals bareng-bareng. Kita bukan cari penyanyi, tapi penyambung lidah rakyat!”

Warga tertawa, bocah-bocah ngakak, bahkan kucing masjid yang biasanya angkuh pun ikut menyimak dari atas tumpukan sandal.

Tak ketinggalan, Dola Belut menyelipkan kritik halus. “Jangan-jangan nanti pas upacara, semangatnya cuma di status WhatsApp. Yang penting selfie bendera, bukan semangat merdeka!”.

Acara meriah, namun  Dola Belut selalu punya momen menggetarkan, biasanya setelah lampu panggung padam karena korsleting.

Dengan suara agak serak, karena kebanyakan nyeruput es sirup gratisan, dia bilang

“Saudara-saudaraku sekampung, ingat…

Merdeka itu bukan cuma lepas dari penjajah, tapi juga dari mental nyinyir dan malas gotong royong.
Kalau lomba karaoke bisa menyatukan RT, kenapa kita ribut soal bendera miring dan kursi plastik rebutan?”

Dia lalu menutup dengan pantun

Nyanyi dangdut suaranya serak,

Yang penting warga tetap kompak!
Kalau hidupmu cuma nyari panggung,
Ingat… kampung ini panggung pertama buat jadi orang sungguhan!

Lomba karaoke mungkin sederhana. Tapi dari situ, kampung belajar soal kebersamaan, kejujuran, dan keberanian tampil apa adanya.
Tak perlu pitch perfect, cukup pitch niat.
Karena dalam hidup, kadang suara paling sumbang bisa jadi melodi paling jujur kalau datang dari hati.

Ingat!, seperti kata Dola Belut”Kalau kamu belum bisa bikin orang terharu, bikin mereka ketawa dulu aja”

Soalnya, negara ini terlalu serius, sesekali perlu MC kampung yang bisa nyentil, bukan hanya nyanyi”.[***]

Catatan Redaksi:
Cerita ini fiksi, tapi inspirasinya nyata. Kampung, lomba, dan suara-suara fals itu mungkin rekaan, tapi pesan di baliknya adalah kenyataan yang sering kita lupa kebersamaan tidak selalu tercipta dalam ruang ber-AC dan mic mahal, kadang justru tumbuh dari tawa receh, panggung terpal, dan celetukan Dola Belut.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Serius dari Tempat Liburan

    Cerita Serius dari Tempat Liburan

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    PRAKTIK korupsi sering kali seperti angin tak terlihat, tapi terasa dampaknya, sulit ditunjuk siapa pelakunya. Ia berjalan pelan, menyusup dalam sistem, dan kerap bersembunyi di balik senyum, tanda tangan, atau proposal yang tampak sah. Tapi tidak semua tempat begitu. Ada juga yang memilih untuk meluruskan jalan, memperkuat niat, dan membangun tata kelola yang bersih. Nah, […]

  • Meski PSEL Terkendala Covid-19, Menko Marves Kasih Apresiasi Palembang, Harnojoyo Bakal Kejar Penyelesaiannya

    Meski PSEL Terkendala Covid-19, Menko Marves Kasih Apresiasi Palembang, Harnojoyo Bakal Kejar Penyelesaiannya

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, terkait Atensi proyek percepatan penangan sampah di Kota Palembang, yang termasuk menjadi proyek strategi Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sudah mencapai addendum dengan pihak ketiga.   Meskipun dalam pengerjaan proyek Perkembangan Pengolah Sampah (PSEL) terkendala wabah […]

  • Gelar Lomba Olahraga Tradisional  untuk Pelajar SMA

    Gelar Lomba Olahraga Tradisional  untuk Pelajar SMA

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    Dalam rangka meriahkan HUT ke 77 RI, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumsel berama  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel  menggelar lomba olahraga tradisional bagi kalangan pelajar  Sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Kota  Palembang. Lomba olahraga tradisional tingkat SMA kali ini, dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Ketua […]

  • Presiden Tanam Jagung Varietas NASA 29

    Presiden Tanam Jagung Varietas NASA 29

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

      PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menanaman jagung bersama petani di Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (23/11/2021). “Sore hari ini saya bersama dengan Pak Menko Perekonomian, dengan Menteri Pertanian, dan juga Gubernur Sulawesi Selatan, Pak Bupati Kabupaten Jeneponto dan para petani bersama-sama melakukan penanaman jagung di areal seluas 1.000 hektare,” ujar […]

  • Dampak Covid- 19, IMOKI Bersama Dinas Pendidikan OKI Perjuangkan Bantuan Mahasiswa

    Dampak Covid- 19, IMOKI Bersama Dinas Pendidikan OKI Perjuangkan Bantuan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    WABAH Corona di Indonesia telah berimbas ke segala lini, tak terkecuali sektor pendidikan hingga berimbas kepada mata pencaharian para orang tua Siswa itu sendiri. Maka ditengah kondisi ini Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (IMOKI) bergerak memperjuangkan bantuan bagi mahasiswa yang terdampak virus Corona dengan cara mengajukan proposal yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas […]

  • Zaman Now, Pusri Kaya Bikin Produk Agribisnis 

    Zaman Now, Pusri Kaya Bikin Produk Agribisnis 

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.687
    • 0Komentar

    “Komitmen kami memproduksi, memasarkan pupuk yang berhubungan dengan agribisnis secara efisien, berkualitas prima dan mampu memuaskan pelanggan,”

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit Humton – Personal Portfolio Elementor Template Kits