Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Serius dari Tempat Liburan

Cerita Serius dari Tempat Liburan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 656
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PRAKTIK korupsi sering kali seperti angin tak terlihat, tapi terasa dampaknya, sulit ditunjuk siapa pelakunya. Ia berjalan pelan, menyusup dalam sistem, dan kerap bersembunyi di balik senyum, tanda tangan, atau proposal yang tampak sah. Tapi tidak semua tempat begitu. Ada juga yang memilih untuk meluruskan jalan, memperkuat niat, dan membangun tata kelola yang bersih.

Nah, syukurlah di suatu Kamis cerah (10 Juli 2025), semangat perbaikan itu tampak nyata ketika para kepala daerah dari tujuh provinsi berkumpul di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol.

Mereka bukan sedang berlibur, tapi mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi yang digelar oleh KPK sebuah langkah kecil, tapi penting, untuk masa depan yang lebih terang. Salah satunya Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha tidak sedang bicara soal aroma, tapi soal integritas.

Bukan rakor biasa, karena ini rakor yang bisa menentukan apakah 2045 kita bakal sampai ke ‘Indonesia Emas’ atau malah nyangkut di ‘Indonesia Mas-Masan’.

Kata pimpinan KPK Johanis Tanak, “kalau sinergi KPK dan pemda ini konsisten dan berintegritas, cita-cita Indonesia bebas korupsi itu bukan mustahil”.

Bahasanya formal, Tapi kalau boleh diterjemahkan dalam bahasa rakyat, jangan cuma semprot parfum integritas pas ada KPK, tapi lupa pakai deodoran kejujuran pas kerja harian. Karena integritas, boskuh, itu bukan buat gaya-gayaan. Dia seperti deodoran kalau nggak dipakai tiap hari, lama-lama bau juga.

Dan bicara soal komitmen, Bupati Toha dan Wakil Bupati Rohman dari Muba rupanya sudah menyiapkan sabun cuci anti-korupsi. Mereka bertekad bangun sistem pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Katanya, “transparansi adalah kunci”. Nah, itu baru keren, karena selama ini yang sering jadi kunci bukan transparansi, tapi “kunci lemari proyek”.

Rakor semacam ini penting. Tapi jangan sampai nasibnya kayak pelatihan diet yang diikuti sambil ngemil keripik. Setuju dalam forum, tapi begitu pulang malah tergoda nyicip “proyek siluman”.

Harusnya, rakor jadi semacam vitamin moral, diminum terus, meskipun kadang pahit, supaya badan (dan birokrasi) tetap sehat.

Coba kita lirik ke negara-negara lain. Di Finlandia, misalnya, pegawai negeri bisa dipecat hanya karena menerima hadiah sesederhana kopi.

Di Korea Selatan, presiden bisa dijebloskan ke penjara karena kasus korupsi. Bukan karena rakyatnya galak, tapi karena hukumnya tegak, seperti tiang bendera 17-an.

Bahkan Mahatma Gandhi  bilang “Kebahagiaan adalah ketika apa yang kamu pikirkan, katakan, dan lakukan berada dalam harmoni”, Bayangkan kalau harmoni itu bisa dipasang di kantor dinas, bukan hanya di ruang karaoke.

Bicara korupsi kadang membuat kita ingat nasi bungkus proyek fiktif, perjalanan dinas hayalan, atau kwitansi palsu yang lebih panjang dari daftar mantan. Tapi semangat antikorupsi seharusnya bisa membungkus semua itu dengan jujur, bukan dengan daun pisang pura-pura.

Toha benar ketika bilang bahwa rakor ini adalah upaya preventif, karena mencegah lebih baik daripada menyogok. Dan sinergi dengan KPK itu bukan buat gaya, tapi buat menyelamatkan negeri dari jebakan tikus yang mereka buat sendiri.

Kalau pemimpin daerah sudah duduk bareng KPK, menandatangani komitmen, lalu membangun sistem akuntabel, maka rakyat pun berhak bermimpi untuk dilayani dengan bersih. Tapi ingat, mimpi itu harus dibayar dengan kerja nyata, bukan sekadar selfie bareng spanduk integritas.

Jadi, untuk para pejabat yang baru pulang rakor, pesan kami satu jangan pulang-pulang bawa pin antikorupsi, tapi lupa bawa pulang niat jujur.

Mari kita dukung pemerintah daerah yang berani jujur, bukan cuma jago ceramah soal integritas. Karena seperti pepatah tua dari Bugis bilang “Ajarengngi ri lino, engkaukko ri langi”. (Perbaikilah hidup di dunia, agar tempatmu indah di langit)

Dan seperti kata Warren Buffett, investor legendaris “It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently”.

Jadi… daripada reputasi runtuh cuma gara-gara amplop, lebih baik kita rawat negeri ini dengan bersih, tulus, dan kadang… dengan banyolan juga. Karena kalau kita bisa ketawa bareng, siapa tahu kita juga bisa jujur bareng.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seluruh OPD Pemkot Palembang Laksanakan Paparan, Bahas Pembangunan Skala Prioritas

    Seluruh OPD Pemkot Palembang Laksanakan Paparan, Bahas Pembangunan Skala Prioritas

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    SELURUH Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah kota Palembang sengaja dikumpulkan di ruang rapat kantor BAPPEDA Palembang guna memaparkan terkait usulan kegiatan prioritas untuk tahun anggaran 2022. Hal tersebut sengaja dilakukan guna melihat langsung setiap potensi setiap Kepala OPD, kata Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa yang menghadiri langsung rapat pembahasan paparan usulan kegiatan […]

  • Tiga Sebelum Tiga, Tips Siap Divaksin dari dr. Reisa

    Tiga Sebelum Tiga, Tips Siap Divaksin dari dr. Reisa

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.206
    • 0Komentar

    Yuk, cari tahu 3 hal yang harus kita siapkan agar proses vaksinasi COVID-19 yang akan kita lakukan bisa lebih lancar. Pertama, lakukan pendaftaran dan memastikan sudah terdaftar sebelum datang ke lokasi untuk menghindari antrian dan kerumunan. Kedua, disarankan untuk periksa dan minta rekomendasi dokter terlebih dulu, khususnya untuk calon penerima vaksin yang memiliki komorbid, serta […]

  • Pesan Presiden dalam Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepda se- Indonesia, Salah Satunya Daerah Ini

    Pesan Presiden dalam Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepda se- Indonesia, Salah Satunya Daerah Ini

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang- Bertempat di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Pj Sekda Muba H Musni Wijaya S Sos MSi mengikuti Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah tahun 2022 Secara Virtual, Selasa (31/1/2023).   Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Tito menyampaikan Arahan […]

  • Masyarakat harus dukung kepolisian ciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat

    Masyarakat harus dukung kepolisian ciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kepala Desa Lebung Gajah, Efran mengatakan masyarakat harusnya mendukung upaya-upaya kepolisian dalam menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Hal itu disampaikannya terkait Aksi pengeroyokan olah oknum masyarakat terhadap 2 anggota polisi di Desa Lebung Gajah Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). “Sangat disesalkan, tentu perbuatan oknum masyarakat tersebut tidak dibenarkan, harusnya kita mendukung […]

  • “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Drama Keluarga Harimau di Bukittinggi

  • Apa Bisa Dirikan Museum Sendiri ?

    Apa Bisa Dirikan Museum Sendiri ?

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kebanyakan masyarakat selama ini  melihat menjadi, hanya menjadi salah satu tempat untuk menyimpan barang – barang antik, padahal sebenarnya Museum itu lebih hebat dari yang dibayangkan, karena ada unsur histori, edukasi, sosial dan antropologi, lewat kesemuanya ini kita bisa mengenal jati diri bangsa kita dengan belajar dari benda – benda di Museum. […]

expand_less
WordPress Archive Gluson – Digital Theme for WooCommerce WordPress Gmaakeup – Makeup Artist WordPress Theme Gnome – Lawn & Garden Care Services Elementor Template Kit GO Courier– Delivery Transport WordPress Theme Go Night Pro | Dark Mode / Night Mode WordPress Plugin Go Portfolio – WordPress Responsive Portfolio GoCardless Payment Gateway For WooCommerce GoCargo – Freight, Logistics & Transportation WordPress Theme Gocast – Podcast & Digital Agency Template Kit God Grace: Church WordPress Theme