Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » TAWA TAPI TAHU :”Cotton Bud – Pedang Mini untuk Kuping, dari Bayi sampai Emak-Emak Hits”

TAWA TAPI TAHU :”Cotton Bud – Pedang Mini untuk Kuping, dari Bayi sampai Emak-Emak Hits”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 1.531
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COTTON bud  si batang mungil dengan ujung kapas yang lembut  selama ini kita kenal sebagai pembersih telinga paling populer di dunia. Dari tangan bidan yang membersihkan kuping bayi baru lahir, sampai emak-emak yang nyelipin cotton bud di tas make-up kayak bawa senjata rahasia. Tapi siapa sangka, benda ini bukan cuma soal kuping, tapi juga punya cerita panjang yang kadang kocak, kadang bikin geleng-geleng, dan… sedikit menegangkan kalau dipakai salah.

Zaman dulu, sebelum cotton bud jadi idola rak minimarket, orang membersihkan telinga pakai lidi yang dibalut kapas atau kain tipis. Pepatah bilang, “Dimana ada lubang, di situ ada yang mau membersihkan”. Entah kenapa manusia punya naluri aneh untuk “menjajah” liang telinga sendiri.

Cotton bud modern lahir di tahun 1920-an, diciptakan oleh Leo Gerstenzang setelah melihat istrinya membersihkan telinga bayi mereka dengan kapas yang ditempel ke tusuk gigi. Dari situlah lahir si batang kecil yang kini jadi sahabat setia orang rumah baik untuk bayi mungil yang masih wangi susu, maupun bapak-bapak yang kupingnya kadang lebih penuh “arsip” daripada flashdisk.

Buat bayi, cotton bud punya peran lembut membersihkan lipatan telinga, sudut mata yang belekan, atau sisa-sisa susu di ujung hidung. Bentuknya biasanya lebih tebal di ujung, supaya aman dan nggak nyelonong terlalu dalam. Ibarat bodyguard yang cuma berdiri di depan pintu, nggak ikut masuk ke ruang tamu.

Buat dewasa, cotton bud itu seperti “pedang mini” yang kadang bikin ketagihan. Ada sensasi aneh waktu mengorek telinga, seolah lagi “ngegaruk gatal yang nggak bisa digaruk”. Padahal dokter sudah berulang kali bilang “Kotoran telinga itu ada fungsinya, dan kalau diorekin sembarangan malah bisa dorong kotoran makin dalam.” Sama seperti masalah hidup  kadang lebih baik dibiarin keluar sendiri, daripada dioprek malah runyam.

Tak jarang, cotton bud juga punya fungsi ganda alat make-up darurat untuk eyeliner yang belepotan, senjata rahasia buat membersihkan keyboard laptop di sela-sela tombol dan alat “detektif” buat ngambil anting yang nyangkut di sudut lemari.

Cotton bud mengajarkan kita satu hal yang kecil itu bisa punya dampak besar, tergantung cara pakainya. Dia bisa jadi penyelamat atau malah pembuat masalah. Sama seperti kata pepatah, “Jangan masukkan sesuatu terlalu dalam kalau tidak tahu apa yang ada di dalamnya.”

Cotton bud, baik untuk bayi maupun dewasa, adalah alat sederhana yang bisa bermanfaat luar biasa kalau dipakai dengan bijak. Bersihkan telinga bagian luar saja, jangan sampai tergoda masuk lebih dalam. Karena kuping, sama seperti hati, ada bagian-bagian yang memang sebaiknya nggak semua orang otak-atik.

Jadi, lain kali lihat cotton bud, ingatlah dia bukan sekadar batang kapas, tapi guru kecil tentang kesabaran, kehati-hatian, dan betapa kadang yang mungil bisa jadi besar artinya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok di Masa PPKM Darurat

    Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok di Masa PPKM Darurat

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menjamin ketersedian semua bahan pokok untuk masyarakat dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi, usai Konferensi Pers virtual Ketersediaan Bapok dan Stabilisasi Harga, Senin (5/7/2021). Mendag menyebutkan sejumlah bahan pokok yang harganya stabil, antara lain beras premium dan gula pasir. […]

  • OKI Diganjar Penghargaan Karena Dinilai Suksel Dorong Program Ini

    OKI Diganjar Penghargaan Karena Dinilai Suksel Dorong Program Ini

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir dinilai sukses mendorong implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim). Atas upaya itu kesekian kalinya Ogan Komering Ilir diganjar penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim). Tahun ini dengan predikat Utama. Program nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini bertujuan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk menguatkan kemampuan adaptasi demi […]

  • Ikut Apel Serentak Operasi Ketupat 2021, HNU Bacakan  Amanat Kapolri

    Ikut Apel Serentak Operasi Ketupat 2021, HNU Bacakan  Amanat Kapolri

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.705
    • 0Komentar

    Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) pimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2021, Rabu (05/05) di Halaman Kantor Bupati Muara Enim yang melibatkan semua unsur baik TNI, Polri, maupun unsur lainnya di Pemkab Muara Enim diantaranya Dishub, BPBD, Damkar dan Satpol PP. Turut hadir dalam apel tersebut Unsur Pimpinan Daerah beserta […]

  • Muba Bedah 225 Rumah Warga Miskin

    Muba Bedah 225 Rumah Warga Miskin

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    SEBANYAK 255 keluarga Kurang Manpu Kategori warga miskin di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], akan mendapatkan bantuan bedah Runah/ RSRTLH [Rehab Rumah dari Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni] yang telah dianggarkan pada tahun ini melalui Dana APBD. Menurut laporan Plt Kepala Dinas Sosial Muba Drs H Muhammad Jaya pada Rapat RSRTLH yang dipimpin Asisten I di […]

  • Patut di Contoh, Rumah Sobri Dilalap Sijago Merah, Forkompimcam Langsung Gotong Royong

    Patut di Contoh, Rumah Sobri Dilalap Sijago Merah, Forkompimcam Langsung Gotong Royong

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Babat Toman – Gotong Royong yang dilakukan  Pemerintah Muba ibarat sudah menjadi tradisi, salah satu contoh yang kerap dilakukan, yakni bergotong royong atas musibah terbakarnya rumah Sobri, Warga Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Muba. Mendengar kabar tersebut dengan sigap Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) diantaranya jajaran Kecamatan, jajaran Kodim, dan jajaran Polsek Babat Toman […]

  • Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Bank Indonesia (BI) sepakat meningkatkan strategi menekan  inflasi. Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding/MoU oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa dengan  Direktur- Kepala Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja dalam Rapat  High Level Meeting yang diikuti TPID se- Sumatera Selatan (Sumsel), kemarin. “Ini amanah […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV Snapshot Pro WPMU DEV Subscribe by Email WPMU DEV Ultimate Branding WPMU DEV User Synchronization WPMU DEV WP Smush Pro WPNotif: WordPress SMS & WhatsApp Message Notifications WPPayForm Pro WPQA – Builder forms Addon For WordPress WProtect – WordPress Automatically Append Copyright Notice on Copied Content WPRuby – WooCommerce Restricted Shipping and Payment Pro