Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » TAWA TAPI TAHU :”Cotton Bud – Pedang Mini untuk Kuping, dari Bayi sampai Emak-Emak Hits”

TAWA TAPI TAHU :”Cotton Bud – Pedang Mini untuk Kuping, dari Bayi sampai Emak-Emak Hits”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 1.539
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COTTON bud  si batang mungil dengan ujung kapas yang lembut  selama ini kita kenal sebagai pembersih telinga paling populer di dunia. Dari tangan bidan yang membersihkan kuping bayi baru lahir, sampai emak-emak yang nyelipin cotton bud di tas make-up kayak bawa senjata rahasia. Tapi siapa sangka, benda ini bukan cuma soal kuping, tapi juga punya cerita panjang yang kadang kocak, kadang bikin geleng-geleng, dan… sedikit menegangkan kalau dipakai salah.

Zaman dulu, sebelum cotton bud jadi idola rak minimarket, orang membersihkan telinga pakai lidi yang dibalut kapas atau kain tipis. Pepatah bilang, “Dimana ada lubang, di situ ada yang mau membersihkan”. Entah kenapa manusia punya naluri aneh untuk “menjajah” liang telinga sendiri.

Cotton bud modern lahir di tahun 1920-an, diciptakan oleh Leo Gerstenzang setelah melihat istrinya membersihkan telinga bayi mereka dengan kapas yang ditempel ke tusuk gigi. Dari situlah lahir si batang kecil yang kini jadi sahabat setia orang rumah baik untuk bayi mungil yang masih wangi susu, maupun bapak-bapak yang kupingnya kadang lebih penuh “arsip” daripada flashdisk.

Buat bayi, cotton bud punya peran lembut membersihkan lipatan telinga, sudut mata yang belekan, atau sisa-sisa susu di ujung hidung. Bentuknya biasanya lebih tebal di ujung, supaya aman dan nggak nyelonong terlalu dalam. Ibarat bodyguard yang cuma berdiri di depan pintu, nggak ikut masuk ke ruang tamu.

Buat dewasa, cotton bud itu seperti “pedang mini” yang kadang bikin ketagihan. Ada sensasi aneh waktu mengorek telinga, seolah lagi “ngegaruk gatal yang nggak bisa digaruk”. Padahal dokter sudah berulang kali bilang “Kotoran telinga itu ada fungsinya, dan kalau diorekin sembarangan malah bisa dorong kotoran makin dalam.” Sama seperti masalah hidup  kadang lebih baik dibiarin keluar sendiri, daripada dioprek malah runyam.

Tak jarang, cotton bud juga punya fungsi ganda alat make-up darurat untuk eyeliner yang belepotan, senjata rahasia buat membersihkan keyboard laptop di sela-sela tombol dan alat “detektif” buat ngambil anting yang nyangkut di sudut lemari.

Cotton bud mengajarkan kita satu hal yang kecil itu bisa punya dampak besar, tergantung cara pakainya. Dia bisa jadi penyelamat atau malah pembuat masalah. Sama seperti kata pepatah, “Jangan masukkan sesuatu terlalu dalam kalau tidak tahu apa yang ada di dalamnya.”

Cotton bud, baik untuk bayi maupun dewasa, adalah alat sederhana yang bisa bermanfaat luar biasa kalau dipakai dengan bijak. Bersihkan telinga bagian luar saja, jangan sampai tergoda masuk lebih dalam. Karena kuping, sama seperti hati, ada bagian-bagian yang memang sebaiknya nggak semua orang otak-atik.

Jadi, lain kali lihat cotton bud, ingatlah dia bukan sekadar batang kapas, tapi guru kecil tentang kesabaran, kehati-hatian, dan betapa kadang yang mungil bisa jadi besar artinya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silahkan Lapor, Ada Kendala Dalam Vaksinasi ? Hubungi Call Center 119

    Silahkan Lapor, Ada Kendala Dalam Vaksinasi ? Hubungi Call Center 119

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus berupaya menggenjot coverage vaksinasi Covid-19 menuju terciptanya herd immunity. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan pelayanan vaksinasi yang cepat, mudah, dan tepat sasaran. Masyarakat yang mengalami kendala dalam mendapatkan layanan vaksinasi dapat segera melapor ke hotline Vaksinasi Covid-19 di nomor 119. Khusus untuk kendala NIK tidak ditemukan, masyarakat juga dapat melapor pada Dinas Kependudukan […]

  • Indonesia Perketat Platform Digital, Era Bebas Berubah

    Indonesia Perketat Platform Digital, Era Bebas Berubah

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    SIDAK pemerintah ke kantor Meta beberapa waktu lalu ternyata bukan sekadar formalitas. Langkah ini menjadi sinyal jelas  era bebas bagi platform digital global mulai berubah di Indonesia. Semua platform besar kini harus menyesuaikan diri untuk mematuhi aturan lokal, melindungi pengguna, dan menindak konten berbahaya, terutama hoaks kesehatan dan penipuan finansial yang akhir-akhir ini makin marak. […]

  • PAN Sumsel percepat putus rantai Covid 19

    Percepat Putus Rantai Virus Covid 19, PAN Sumsel Gelar Vaksin Gratis

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 671
    • 0Komentar

    DALAM upaya mempercepat pemutusan mata rantai virus Covid-19, DPW Partai Aamanat Nasional (PAN) Sumsel bersinergi dengan Pemerintah. DPW PAN Sumsel menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, di Sekretariat Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Palembang. Sebanyak 300 dosis vaksin jenis Sinovac ditujukan kepada Kader PAN Sumatera Selatan, Sabtu, (23/10/21). Ketua Panitia yang sekaligus Wakil Ketua DPW […]

  • 235 Kloter, 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia Sudah Berada di Madinah

    235 Kloter, 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia Sudah Berada di Madinah

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Madinah – Dari 235 Kloter, sebanyak 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia sudah berada di Madinah, Arab Saudi. Ini merupakan fase kedatangan jemaah haji Indonesia pada gelombang pertama sudah hampir berakhir. Kelompok terbang (kloter) terakhir akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 8 Juni 2023. Kedatangan jemaah haji gelombang pertama dari […]

  • Pemuda Pancasila Dan Para Habaib Di Sumsel Ujuk Rasa Tolak RUU HIP Besok.

    Pemuda Pancasila Dan Para Habaib Di Sumsel Ujuk Rasa Tolak RUU HIP Besok.

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    ORMAS Pemuda Pancasila, Kyai dan Habaib beserta beberapa gabungan OKP (Organisasi Kepemudaan) Se-Sumatera Selatan akan menggelar aksi ujuk rasa penolakan rancangan dan pengesahaan UU HIP besok, Sabtu (27/6) dipelataran Benteng Kuto besak Palembang pukul 08.00 WIB. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palembang, Nur Syamsu saat ditemui diruang kerjanya mengungkapkan aksi ini merupakan reaksi dari rancangan […]

  • Masa Pandemi, Internet Banyak Dimanfaatkan Perempuan Untuk Jualan

    Masa Pandemi, Internet Banyak Dimanfaatkan Perempuan Untuk Jualan

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan potensi ekonomi digital Indonesia cenderung naik luar biasa seiring dengan peningkatan pengguna internet dan aktivitas warga dalam jaringan. Bahkan selama pandemi Covid-19, menurutnya banyak perempuan yang memanfaatkan internet untuk berjualan online. “Pas pandemi, saya banyak mendapat kiriman produk-produk untuk di endorse. […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV Snapshot Pro WPMU DEV Subscribe by Email WPMU DEV Ultimate Branding WPMU DEV User Synchronization WPMU DEV WP Smush Pro WPNotif: WordPress SMS & WhatsApp Message Notifications WPPayForm Pro WPQA – Builder forms Addon For WordPress WProtect – WordPress Automatically Append Copyright Notice on Copied Content WPRuby – WooCommerce Restricted Shipping and Payment Pro