Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Cek Keberadaan Warga Binaan, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektrik RFID

Cek Keberadaan Warga Binaan, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektrik RFID

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
  • visibility 1.432
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMBERIKAN pembinaan kepada warga binaan sudah menjadi kewajiban yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mulai dari menghidupkan kreativitas warga binaan dalam hal usaha mikro, kecil dan menengah, hingga inovasi lain yang bermanfaat bagi warga binaan itu sendiri.

Di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ada inovasi juga yang diciptakan. Inovasi tersebut berupa gelang tag radio frequency identification (RFID), yang digagas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan.

Gelang tag RFID ini menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan  atau penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki.

“Gelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi. Inovasi ini diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” ujar Pudji.

Dikatakan, pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik. “Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini. Mudah–mudahan dengan adanya inovasi, Lapas IIB Sekayu yang merupakan pilot project, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia,” kata dia.

Idenya mengagas gelang ini muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional. Yakni melalui perhitungan menggunakan buku catatan. Untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi agar semua perhitungan jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.

“Gelang elektrik ini berikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu,” jelasnya.

Kedepan, Pudji menuturkan, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar. Hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.

Terkait dengan adanya pandemi virus korona baru (Covid-19) ini, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan. Pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan online agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui video call, termasuk juga disidang online.

“Nantinya, pandemi Covid-19 ini sudah berakhir kita sudah menyiapkan sarana–sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrian. Kita sudah siapkan mesin antrian yang langsung dapat memverifikasi wajah pengantri sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrian tersebut dan diruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor dimana layar monitor itu berisikan informasi–informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat ,tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas kelas IIB Sekayu ini,” kata dia.

Programmer Gelang Elektrik, Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata fisik nya itu berbeda. “Gelang ini dibuat dengan aplikasi mandiri, RFID rider yang kebetulan digunakan bentuk gelang karet. Ini disematkan kepada semua warga binaan dan kita tidak perlu khawatir karena kenapa ketika tertukar pun pada saat mereka di tag mereka akan ketahuan bahwa mereka itu bukan pemilik gelang yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, kelebihan gelang ini adalah karena gelang tersebut tidak mudah rusak. Artinya tidak masalah jika dibawa mandi, mencuci, atau terbantuk sekalipun. Hal itu lantaran gelang ini berbasis radio frequency identification.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi terobosan pihak Lapas Klas II B Sekayu yang sangat menjaga keberadaan warga binaan di Lapas. “Ini terobosan yang sangat baik, terlebih ini pertama kali diterapkan di Indonesia,” tuturnya.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan selalu mensupport upaya program positif yang dilaksanakan pihak Lapas Klas II B Sekayu utamanya dalam pembinaan warga binaan. “Semoga terobosan ini nantinya dapat menginspirasi Lapas-Lapas lainnya di Indonesia yang tentunya memberikan kontribusi positif,” dan memudahkan dalam pengawasan pungkasnya.[***]

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Dana Penanganan Covid-19, KPK Plototin Bansos dengan Aplikasi ‘Jaga Bansos”

    Terkait Dana Penanganan Covid-19, KPK Plototin Bansos dengan Aplikasi ‘Jaga Bansos”

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Komjen. Pol. Drs.  Firli Bahuri, M.Si. mengaku mengatakan dalam pengawasan dana penanganan Covid-19, KPK mengawal langsung agar dana bansos sampai kepada masyarakat yang tepat, dan memanstikan hak seluruh warga negara diberikan dan tidak ada yang dikurangi. “ Bansos  yang masuk dalam program Jaring Pengaman Sosial merupakan satu dari sejumlah fokus pengawasan […]

  • “Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

    “Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    PAGI kemarin, di Desa Maju Ria, angin bertiup pelan membelai pucuk-pucuk padi yang sudah masak. Petani-petani tampak sumringah, mereka tak cuma menanti bulir padi yang montok-montok seperti dompet saat baru gajian, tapi juga menanti kedatangan bintang tamu utama, bukan Sule atau Ayu Ting Ting, tapi Gubernur Sumsel, H. Herman Deru. Untuk melaksanakan paner raya, tentu […]

  • Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Manta Presiden RI ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlihat dalam acara detik-detik Peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia (RI) ke -73 di  Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Terlihat mantan presiden RI ke-3 BJ Habibie dan istri mantan presiden RI ke-4 (Gus Dur)  ikut menghadiri acara tersebut. Habibie menggunakan pakaian […]

  • Tok..! Disepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

    Tok..! Disepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

      DPR RI, pemerintah, dan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) sepakat bahwa penyelenggaraan pemungutan suara pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat terkait Penetapan Jadwal Pemilu Serentak […]

  • Agar Tidak Ada Kesenjangan, Sumsel Siap Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak di Kabupaten

    Agar Tidak Ada Kesenjangan, Sumsel Siap Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak di Kabupaten

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    Mengapresiasi atas saran dan harapan yang disampaikan beberapa fraksi diantara fraksi Demokrat dan Golkar yang menyoroti persoalan kerusakan jalan milik provinsi yang ada di kabupaten kota

  • Sejak Zaman Nenek Moyang, Alex :  Sumsel-China Sudah Jalin Hubungan Bisnis

    Sejak Zaman Nenek Moyang, Alex :  Sumsel-China Sudah Jalin Hubungan Bisnis

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    “Dari dulu kita sudah bisnis sekarang tinggal melanjutkan lagi. Kerajaan Sriwijaya inikan luas, perdagangan globalnya luar biasa,”

expand_less
WordPress Archive Timelentor – Timeline Layouts for Elementor Timeline and History Slider – Vertical and Horizontal Responsive Timeline Plugin Timeline Plus – Reponsive Timeline WordPress Theme Timeliner – Timeline for Elementor TimeNews – Publisher, Magazine, Newspaper Theme Timetable Booking Schedule for WordPress Timetable Responsive Schedule For WordPress Timex – Creative Template For Coming Soon Page Tinja – Gaming & eSports Elementor WordPress Theme Tipsy – Liquor Store & Wine Shop WordPress Theme