Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Begini Alasan Kenapa Orang Indonesia Menyukai Buku Nonfiksi

Begini Alasan Kenapa Orang Indonesia Menyukai Buku Nonfiksi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
  • visibility 4.164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Yogyakarta,– Buku-buku nonfiksi sebenarnya telah lama beredar. Secara global sendiri, menurut survei yang dilakukan Picodi.com di 41 negara tahun 2019, sebanyak 41% responden rupanya menyukai buku nonfiksi.

Berbeda dengan buku fiksi yang menyajikan hiburan dan imajinasi di dalamnya, buku nonfiksi dibuat didasarkan pada kenyataan atau hal yang sebenarnya tanpa kiasan atau dikenal juga dengan denotatif untuk menghindari makna ganda. Contohnya, seperti buku biografi, buku autobiografi, buku kesehatan, buku literatur, ensiklopedia, dan lainnya. 

Menilik tren di dunia penerbitan Indonesia beberapa tahun ke belakang, ternyata banyak penerbit mengeluarkan buku nonfiksi dan diterima dengan baik oleh para pembaca. Khususnya untuk buku-buku yang memiliki tema seperti kesehatan mental hingga pengembangan diri. 

 

Perkembangan Buku Nonfiksi di Indonesia

Menanggapi perkembangan buku nonfiksi di Indonesia, Citra Ayuning Tyas sebagai editor dari platform baca dan menulis digital Cabaca menuturkan jika  perkembangan buku nonfiksi di Indonesia belakangan ini cukup pesat karena perkembangan  internet dan media sosial, orang-orang menjadi ‘haus’ akan ilmu untuk memperbaiki taraf hidupnya.

“Buku bertema psikologi, keuangan, self improvement, dan lainnya sangat naik daun akhir-akhir ini. Pasar buku nonfiksi bisa dibilang sangat adaptif menjawab permasalahan atau isu-isu yang berkembang di masyarakat sehingga keberadaannya sangat dicari. Buku-buku nonfiksi yang dulunya didominasi oleh penulis luar negeri, belakangan mulai diramaikan oleh penulis lokal pasar di Indonesia seperti Filosofi Teras karya Henry Manampiring yang sudah cetak ulang sampai 50 kali,” jelasnya saat diwawancarai secara daring pada (17/07/2023).

Selain Citra, salah satu editor Cabaca lainnya, Arga Dara Ramadhani ikut berpendapat “Penerbitan buku nonfiksi sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah perkembangan penerbitan di Indonesia. Saya melihat bahwa perkembangan buku nonfiksi dewasa ini sangat ketat dengan hadirnya banyak buku terjemahan di Indonesia. Penulis yang memiliki keahlian di bidangnya, seperti marketing, psikologi, manajemen dan masih banyak lagi, bisa mengeksplorasi skill tersebut ke bentuk tulisan.”

Survei Mengenai Buku Nonfiksi 

Alasan ketertarikan pembaca pada buku nonfiksi didasari oleh berbagai faktor. Seperti pendapat para responden pada survei mengenai buku nonfiksi yang dilakukan oleh Cabaca pada tahun 2022 lalu kepada umum dan khususnya kepada para penulis Cabaca. Sebesar 88,9% responden memilih buku nonfiksi karena didasari tema yang diangkat oleh buku tersebut, diikuti oleh 6,7% karena penulisnya, hingga faktor rekomendasi oleh orang-orang disekitarnya.

Selain itu, dari banyaknya jenis buku nonfiksi, buku dengan  tema pengembangan diri banyak dipilih oleh 71,1% responden, diikuti tema mental health issue, lalu parenting dan pendidikan, hingga sejarah. 

“Melihat perkembangan pasar nonfiksi yang belakangan sangat bersahabat pada penulis lokal dan banyaknya isu sosial menarik yang berkembang di masyarakat belakangan, tim editor Cabaca melihat adanya peluang bagi penulis nonfiksi lokal berkarya. Cabaca ingin turut serta dalam memfasilitasi penulis-penulis itu dalam mengedukasi masyarakat di bidang-bidang keahlian masing-masing. Kami berharap pembaca yang membutuhkan ilmu-ilmu bermanfaat tersebut bisa mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah lewat aplikasi Cabaca yang bisa diakses hanya dengan gadget masing-masing.” Jelas Citra.

Arga Dara Ramadhani juga menjelaskan hal ini dilakukan untuk memperluas genre buku terbitan di Cabaca, sehingga ke depannya, pembaca bisa memiliki daftar bacaan lebih variatif terutama ketika bertandang ke Cabaca. Selain itu, tim editor sendiri ingin membuka kesempatan atau peluang kepada penulis untuk bisa menerbitkan buku nonfiksi secara digital.

 

Referensi Buku Nonfiksi 

Karenanya, pada tahun ini Cabaca mulai hadir dengan buku nonfiksi pertama yang diterbitkan secara eksklusif. Buku Content Writing Master karya Reffi Dhinar membedah lebih dalam mengenai dunia content writing yang tidak hanya sekadar menulis artikel untuk internet, yang penting untuk para penulis, pemasar, dan pebisnis online yang ingin membangun persona bisnis lebih kuat dan menarik. Bahasa yang digunakan penulis ringan dan sangat spesifik membahas materi content writing dan penerapannya untuk kehidupan sehari hari. Background penulis yang memiliki pengalaman di kepenulisan ilmiah dan fiksi juga jadi salah satu keunikan hingga membuat materi dalam buku Content Writing Master sangat dekat dengan pembaca.

Selain itu, Cabaca juga mengeksplor buku nonfiksi lainnya dengan akan diterbitkannya buku Enggak Ada yang Salah Denganmu yang akan dirilis pada bulan Agustus mendatang. Buku karya Astrid Savitri ini bergenre self-help atau self-improvement dan tema utama yang akan dibahas dalam buku ini berfokus pada perjalanan memahami cinta diri menuju penemuan diri sejati. Buku Enggak Ada yang Salah Denganmu merupakan buku self improvement yang dikemas dengan cara berbeda. Ketimbang ‘menggurui’ seperti kebanyakan buku self improvement lain, di buku ini kita diperkenalkan dengan tokoh “Mentari” yang memiliki pengalaman yang relatable dengan kebanyakan pembaca. 

Selain itu dari survei buku nonfiksi yang dilakukan oleh Cabaca, para responden pun memberikan judul buku yang terakhir mereka baca dan dapat dijadikan referensi. Seperti buku Empowered Me (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri karya Puty Puar, lalu ada buku Save the Cat! Writes a Novel karya Jessica Brody, Better Me karya Anna Silvia, Demokrasi untuk Indonesia – Pemikiran Politik Bung Hatta karya Zulfikri Suleman, Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti? karya Kim Sang Hyun, lalu buku Jika Kita Tak Pernah Menjadi Apa-apa karya Alvi Syahrin, dan lainnya.

Seperti yang dikatakan oleh Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca, “Tren buku nonfiksi di Indonesia memang masih didominasi terjemahan. Ini juga salah satu kegelisahan saya sejak lama. Padahal seharusnya ada banyak penulis Indonesia di luar sana yang punya ‘suara’ terhadap banyak persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus menjadi ahli dulu untuk menuliskan satu bidang, minimal punya keberanian untuk melakukan riset dan memberi satu sudut pandang yang berbeda,” ungkapnya saat diwawancarai secara daring pada (17/07/2023).  Dengan begitu, diharapkan makin banyak penulis Indonesia yang terwadahi dan bisa menyuarakan pendapat, pandangan, keahlian, dan pengalamannya ke dalam buku nonfiksi.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Pandemi, Ekonomi Islam Lokomotif Bantu Pemulihan Ekonomi Global

    Pasca Pandemi, Ekonomi Islam Lokomotif Bantu Pemulihan Ekonomi Global

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    EKONOMI Islam dapat menjadi lokomotif dalam membantu pemulihan ekonomi global,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Peresmian Pembukaan The 9thWorld Zakat Forum International Conference 2020 melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, kemarin. Ekonomi Islam yang berbasis syariah cenderung lebih memiliki kemampuan menyesuaikan dalam menghadapi berbagai krisis. Menurut […]

  • Dua Orang Ini Nekat Curi Kabel Listrik Jakabaring Sport City

    Dua Orang Ini Nekat Curi Kabel Listrik Jakabaring Sport City

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    AKSI pencurian yang dilakukan Toni Andre Setiawan (40) warga Tegal Binangun bersama rekannya Mona Karwana (24) warga Jalan Robani Kadir terbilang nekat lantaran berani mencuri kabel listrik tegangan tinggi. Namun aksinya tak begitu lama setelah tak berkutik saat tertangkap tangan mencuri kabel listrik di area Jakabaring Sport City Palembang oleh petugas keamanan Jakabaring Sport City […]

  • Terkait Anggaran Penanganan COVID-19, Kemenkeu dan Kemendagri Apresiasi Pemkot Palembang

    Terkait Anggaran Penanganan COVID-19, Kemenkeu dan Kemendagri Apresiasi Pemkot Palembang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri  (kemendagri), menilai penyesuaian APBD  Pemerintah Kota Palembang untuk kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 telah tepat dan benar. Hal ini dapat diketahui dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 10.KM7/2020 tentang penundaan penyaluran DAU dan DBH bagi Pemda yang tidak menyampaikan laporan penyesuaian APBD tahun 2020 terkait percepatan pengaggaran kebutuhan penanganan bencana […]

  • Kerja jadi Sekda lagi, Apriyadi bilang begini

    Kerja jadi Sekda lagi, Apriyadi bilang begini

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) periode 2022-2024, H Apriyadi Mahmud menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Muba dan masyarakat Kabupaten Muba atas apa yang telah dilakukan, dilaksanakan, diwujudkan, dimaksimalkan, ide dan pikiran melalui berbagai program pembangunan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Muba. “Hari ini saya mohon pamit, mohon dimaafkan atas segala […]

  • Gelar pelatihan keahlian untuk pencari Kerja, Pj Bupati OKI akui urusan wajib bahkan jadi masalah krusial

    Gelar pelatihan keahlian untuk pencari Kerja, Pj Bupati OKI akui urusan wajib bahkan jadi masalah krusial

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya M.Si mengatakan, masalah ketenagakerjaan adalah masalah yang sangat pokok bagi bangsa, bahkan dalam kaitannya dengan program-program pemerintah. Bagi pemerintah daerah, hal ini menjadi urusan wajib dan menjadi masalah yang krusial dalam bidang ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) […]

  • Fokus Riset Kendaraan Listrik, BRIN Paparkan Ini

    Fokus Riset Kendaraan Listrik, BRIN Paparkan Ini

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bandung –  Perkembangan kendaraan listrik global saat ini mengikuti perkembangan dan transformasi digital yang terjadi di semua sektor, termasuk di dalamnya sektor transportasi. Saat ini, kita mengenal smart transportation atau transportasi cerdas yang menggabungkan beberapa bidang ilmu, seperti IoT, Ai, Big Data, dan lainnya. “Fokus riset kendaraan listrik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat […]

expand_less
WordPress Archive Pandemic Spread Simulation – Social Experiment Pandoora – Horoscope & Astrology Elementor Template Kit PanelPal for Elementor – Manage Widgets and Categories Pangke – Barbershop Template Kit PanMail – WooCommerce Email Customizer Panola : Resort and Hotel WordPress Theme Paper Plane – Modern WordPress Blog Theme Paperino Garage – Mechanic Elementor Template Kit Paperio – Responsive and Multipurpose WordPress Blog Theme PaperMag – NewsPaper Magazine WordPress Theme