Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Sesuai Aksi Kerjasama ASEAN, Infrastruktur Jaringan Listrik Tingkatkan Penggunaan Energi Baru Terbarukan

Sesuai Aksi Kerjasama ASEAN, Infrastruktur Jaringan Listrik Tingkatkan Penggunaan Energi Baru Terbarukan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
  • visibility 2.595
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengharapkan pembangunan infrastruktur jaringan listrik di Asia Tenggara (ASEAN Power Grid), dapat meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di kawasan regional tersebut.

Kebijakan ini akan mendorong pencapaian komponen EBT dengan target peningkatan kapasitas daya terpasang EBT di ASEAN hingga 35 persen pada 2025.

Dilansir dari InfoPublik.id, dalam keterangan resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (25/10/2021), Menteri Arifin Tasrif mengungkapkan pemenuhan terget tersebut sesuai dengan Rencana Aksi Kerja Sama ASEAN (ASEAN Plan of Action of Energy Cooperation/APAEC).

“Target ini akan mudah dicapai melalui komitmen kuat dari anggota ASEAN untuk bersama-sama mengintegrasikan strategi dan inisiatif pengembangan energi bersih dan terbarukan karena ini adalah dasar yang kuat untuk kesuksesan transisi energi di masa depan yang lebih berkelanjutan, dan sangat penting bagi generasi kita berikutnya,” kata Arifin pada acara Singapore International Energy Week (SIEW) di Singapura, Senin (25/10/2021)

Teknologi dan informasi teknologi energi, lanjutnya, dinilai menjadi aspek penting dalam mendukung pemanfaatan energi di kawasan ASEAN.

“Kami sangat berharap ke depan, negara-negara ASEAN dapat saling terhubung melalui ASEAN Power Grid untuk menciptakan kawasan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi di bidang pembangunan infrastruktur, kerja sama energi, serta teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) serta menuju net zero emission,” harapnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa proyek interkoneksi jaringan sebagai bagian dari mekanisme ekspor-impor listrik EBT di ASEAN, seperti antara Malaysia-Singapura (Plentong-Woodlands); Thailand-Malaysia (Sadao-Chupping dan Khiong Ngae-Gurun), Indonesia-Malaysia (Kalimantan Barat-Sarawak), dan Thailand-Laos.

“Saya yakin kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN akan meningkat dalam waktu dekat,” ungkap Arifin.

Menurut dia, penerapan teknologi tepat guna diperlukan tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan keandalan dan efisiensi pasokan, tetapi juga untuk mengintegrasikan energi terbarukan dan mengantisipasi sifat intermiten energi terbarukan, seperti matahari dan angin.

“Selain smart grid, ada smart metter, dan battery energy storage system (BESS) atau sistem penyimpanan energi baterai. Penerapan efisiensi energi ini punya pengaruh dalam efisiensi energi pembangkit,” tambahnya.

Adanya inovasi smart grid mampu mengurai permasalahan sebagian besar dari pembangkit listrik. Penerapan sistem energi berkelanjutan pada smart grid akan mendukung penerapan EBT yang efisien dan andal karena mampu menganalisis beban dan produksi listrik.

“Saat ini terdapat sembilan proyek smart grid yang menggunakan berbagai teknologi smart grid seperti two-way communication, smart communication, smart microgrid, dan Advanced Metering Infrastructure (AMI),” ujarnya.

Arifin menyoroti rencana Indonesia mengembangkan smart grid yang disebut Nusantara Grid mulai 2025. Ide tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan perlu menyediakan akses energi bagi masyarakat lokal.

“Super grid juga dimaksudkan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara sumber daya energi terbarukan dan lokasi daerah permintaan listrik yang tinggi,” urainya.

Indonesia berkomitmen mendorong negara-negara di ASEAN untuk mencari sumber EBT dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Termasuk, rencana ekspor listrik berbasis energi surya ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan listrik di negara tetangga tersebut.

“Indonesia akan terus mendukung anggota ASEAN lainnya memanfaatkan energi terbarukan atau energi lainnya untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing negara,” ujar Arifin.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap mampu ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi dapat tercapai melalui teknologi, bantuan keuangan serta peningkatan kapasitas.

“Kita bersama-sama harus bahu membahu, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih hijau bagi generasi muda kita,” harap Arifin.

PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional pada masa mendatang. Terkait isu intermitensi, Arifin memberikan solusi melalui kombinasi penyimpanan misalnya produksi hidrogen atau penyimpanan pompa selama kelebihan produksi solar PV akan membantu produksi listrik selama beban puncak.

Sistem ini lebih lebih efisien dibandingkan dengan yang menggunakan solar atau gas pada saat beban puncak.

“Salah satu teknologi untuk mengatasi masalah intermittency yang sedang diterapkan di Indonesia adalah mengembangkan floating solar PV yang berdampingan dengan pembangkit listrik tenaga air. Salah satunya PLTS Terapung Cirata sebesar 145 MW yang merupakan PLTS Terapung terbesar di ASEAN,” jelas Arifin.

Keberhasilan pembangunan PLTS Terapung Cirata ini telah mendorong pemerintah Indonesia untuk mereplikasi pengembangan PLTS terapung di waduk dan danau lain dengan potensi total sekitar 28 gigawatt di 375 lokasi.

Guna mengimplementasikan proyek-proyek energi rendah karbon, Arifin memberikan solusi kebijakan jangka pendek ke negara-negara ASEAN demi menciptakan ketahanan energi, melalui perbaikan sistem pembangkitan dengan menggunakan teknologi rendah emisi.

Arifin juga mengimbau keterlibatan sektor swasta selain lembaga keuangan, mampu mengurai permasalahan dari segi pembiayaan proyek EBT.

Di samping itu diperlukan kebijakan dan regulasi yang lebih baik untuk menciptakan iklim investasi yang baik. “Kami berusaha untuk mencapainya dengan menyederhanakan dan merampingkan kerangka peraturan,” ungkapnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Nikola Tesla: Kisah Lahirnya Sistem Listrik Arus Bolak-Balik (AC)

    Sejarah Nikola Tesla: Kisah Lahirnya Sistem Listrik Arus Bolak-Balik (AC)

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –“Aku tidak terlihat, aku tidak memiliki warna, aku mengalir diam-diam dibalik kabel-kabel yang membentang dari kota ke kota. Namun tanpaku, jutaan rumah akan kembali gelap.” Dulu, listrik memang sudah dikenal manusia, namun perjalanan listrik tidaklah mudah. Pada akhir abad ke-19, listrik hanya mampu menjangkau wilayah yang tidak terlalu jauh dari pembangkitnya. Semakin jauh listrik […]

  • Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Rp451 T

    Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Rp451 T

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp451 Triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022. Anggaran tersebut akan digunakan untuk sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan memfasilitasi insentif fiskal bagi beberapa sektor, baik UMKM maupun korporasi. Di antaranya adalah Insentif fiskal properti diperpanjang hingga Juni 2022, pemberian fasilitas tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan bantuan sosial […]

  • Pemkab – DPRD Muba Sepakati Jadwal Pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pemkab Muba Tahun Anggaran 2022 dan Tiga Raperda Tahun 2023

    Pemkab – DPRD Muba Sepakati Jadwal Pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pemkab Muba Tahun Anggaran 2022 dan Tiga Raperda Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba sepakati jadwal Pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pemkab Muba Tahun Anggaran 2022, dan 2 (dua) Raperda serta 1 (satu) Raperda Inisiatif Eksekutif. Agenda kegiatan tersebut disepakati dalam Rapat koordinasi antara jajaran Pemerintah Muba dengan pimpinan DPRD Muba di Ruang […]

  • Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru merasakan efek positif usai disuntik vaksin sinovac dua kali sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan covid-19 di Sumsel. Termasuk untuk tidak ragu melakukan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah. Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu divaksin. Sebab vaksin tersebut sudah melalui berbagai tahapan pengujian sehingga dipastikan aman […]

  • Puasa Itu Wajib, Tapi Jangan Loyo!, “Sekda Cek ASN, Takut pada Mode Slow Motion”

    Puasa Itu Wajib, Tapi Jangan Loyo!, “Sekda Cek ASN, Takut pada Mode Slow Motion”

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ramadan emang bulan penuh berkah, tapi kalau pelayanan publik ikutan “puasa kerja,” bisa kacau juga, kan? Nah, makanya Sekda Palembang, Afrizal Hasyim, gak mau ASN tiba-tiba masuk mode slow motion gara-gara puasa. Biar gak ada drama pelayanan lelet, Rabu (12/3/2025) doi langsung turun ke lapangan buat sidak. Tujuan pertama Puskesmas 4 Ulu dan […]

  • Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.827
    • 0Komentar

    DINAS Kesehatan Banyuasin menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap  bahaya Virus Corona. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. M. Hakim. Berdasarkan  hasil  kajian menunjukkan, penyakit ini bukan disebabkan virus inflenza, dan bukan penyakit pernapasan biasa. “Untuk jelasnya  masih diteliti lebih lanjut apakah penyakit ini sama dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Kissmetrics WooCommerce Lead Time WooCommerce Learning Management System WooCommerce License Delivery & Management WooCommerce License Manager WooCommerce Lightspeed POS Integration WooCommerce Live Notifications WooCommerce Local Delivery Shipping WooCommerce Local Pickup Plus WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags