Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Sesuai Aksi Kerjasama ASEAN, Infrastruktur Jaringan Listrik Tingkatkan Penggunaan Energi Baru Terbarukan

Sesuai Aksi Kerjasama ASEAN, Infrastruktur Jaringan Listrik Tingkatkan Penggunaan Energi Baru Terbarukan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
  • visibility 2.589
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengharapkan pembangunan infrastruktur jaringan listrik di Asia Tenggara (ASEAN Power Grid), dapat meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di kawasan regional tersebut.

Kebijakan ini akan mendorong pencapaian komponen EBT dengan target peningkatan kapasitas daya terpasang EBT di ASEAN hingga 35 persen pada 2025.

Dilansir dari InfoPublik.id, dalam keterangan resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (25/10/2021), Menteri Arifin Tasrif mengungkapkan pemenuhan terget tersebut sesuai dengan Rencana Aksi Kerja Sama ASEAN (ASEAN Plan of Action of Energy Cooperation/APAEC).

“Target ini akan mudah dicapai melalui komitmen kuat dari anggota ASEAN untuk bersama-sama mengintegrasikan strategi dan inisiatif pengembangan energi bersih dan terbarukan karena ini adalah dasar yang kuat untuk kesuksesan transisi energi di masa depan yang lebih berkelanjutan, dan sangat penting bagi generasi kita berikutnya,” kata Arifin pada acara Singapore International Energy Week (SIEW) di Singapura, Senin (25/10/2021)

Teknologi dan informasi teknologi energi, lanjutnya, dinilai menjadi aspek penting dalam mendukung pemanfaatan energi di kawasan ASEAN.

“Kami sangat berharap ke depan, negara-negara ASEAN dapat saling terhubung melalui ASEAN Power Grid untuk menciptakan kawasan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi di bidang pembangunan infrastruktur, kerja sama energi, serta teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) serta menuju net zero emission,” harapnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa proyek interkoneksi jaringan sebagai bagian dari mekanisme ekspor-impor listrik EBT di ASEAN, seperti antara Malaysia-Singapura (Plentong-Woodlands); Thailand-Malaysia (Sadao-Chupping dan Khiong Ngae-Gurun), Indonesia-Malaysia (Kalimantan Barat-Sarawak), dan Thailand-Laos.

“Saya yakin kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN akan meningkat dalam waktu dekat,” ungkap Arifin.

Menurut dia, penerapan teknologi tepat guna diperlukan tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan keandalan dan efisiensi pasokan, tetapi juga untuk mengintegrasikan energi terbarukan dan mengantisipasi sifat intermiten energi terbarukan, seperti matahari dan angin.

“Selain smart grid, ada smart metter, dan battery energy storage system (BESS) atau sistem penyimpanan energi baterai. Penerapan efisiensi energi ini punya pengaruh dalam efisiensi energi pembangkit,” tambahnya.

Adanya inovasi smart grid mampu mengurai permasalahan sebagian besar dari pembangkit listrik. Penerapan sistem energi berkelanjutan pada smart grid akan mendukung penerapan EBT yang efisien dan andal karena mampu menganalisis beban dan produksi listrik.

“Saat ini terdapat sembilan proyek smart grid yang menggunakan berbagai teknologi smart grid seperti two-way communication, smart communication, smart microgrid, dan Advanced Metering Infrastructure (AMI),” ujarnya.

Arifin menyoroti rencana Indonesia mengembangkan smart grid yang disebut Nusantara Grid mulai 2025. Ide tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan perlu menyediakan akses energi bagi masyarakat lokal.

“Super grid juga dimaksudkan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara sumber daya energi terbarukan dan lokasi daerah permintaan listrik yang tinggi,” urainya.

Indonesia berkomitmen mendorong negara-negara di ASEAN untuk mencari sumber EBT dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Termasuk, rencana ekspor listrik berbasis energi surya ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan listrik di negara tetangga tersebut.

“Indonesia akan terus mendukung anggota ASEAN lainnya memanfaatkan energi terbarukan atau energi lainnya untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing negara,” ujar Arifin.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap mampu ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi dapat tercapai melalui teknologi, bantuan keuangan serta peningkatan kapasitas.

“Kita bersama-sama harus bahu membahu, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih hijau bagi generasi muda kita,” harap Arifin.

PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional pada masa mendatang. Terkait isu intermitensi, Arifin memberikan solusi melalui kombinasi penyimpanan misalnya produksi hidrogen atau penyimpanan pompa selama kelebihan produksi solar PV akan membantu produksi listrik selama beban puncak.

Sistem ini lebih lebih efisien dibandingkan dengan yang menggunakan solar atau gas pada saat beban puncak.

“Salah satu teknologi untuk mengatasi masalah intermittency yang sedang diterapkan di Indonesia adalah mengembangkan floating solar PV yang berdampingan dengan pembangkit listrik tenaga air. Salah satunya PLTS Terapung Cirata sebesar 145 MW yang merupakan PLTS Terapung terbesar di ASEAN,” jelas Arifin.

Keberhasilan pembangunan PLTS Terapung Cirata ini telah mendorong pemerintah Indonesia untuk mereplikasi pengembangan PLTS terapung di waduk dan danau lain dengan potensi total sekitar 28 gigawatt di 375 lokasi.

Guna mengimplementasikan proyek-proyek energi rendah karbon, Arifin memberikan solusi kebijakan jangka pendek ke negara-negara ASEAN demi menciptakan ketahanan energi, melalui perbaikan sistem pembangkitan dengan menggunakan teknologi rendah emisi.

Arifin juga mengimbau keterlibatan sektor swasta selain lembaga keuangan, mampu mengurai permasalahan dari segi pembiayaan proyek EBT.

Di samping itu diperlukan kebijakan dan regulasi yang lebih baik untuk menciptakan iklim investasi yang baik. “Kami berusaha untuk mencapainya dengan menyederhanakan dan merampingkan kerangka peraturan,” ungkapnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngantor di Kelurahan IB I, Wawako Kumpulkan Warga, 2 Masalah Klasik Ini Jadi Topik Utama

    Ngantor di Kelurahan IB I, Wawako Kumpulkan Warga, 2 Masalah Klasik Ini Jadi Topik Utama

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    PULUHAN Perwakilan Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I (IB1), dengan semangat menyampaikan aspirasi mereka seputar masalah banjir dan jalan rusak ke Wakil Walikota Palembang. Dua masalah tersebut marupakan topik utama dalam kegiatan berkantor di Kelurahan yang diterima secara langsung oleh Fitrianti Agustinda. Dalam kegiatan diskusi tersebut, terlihat perawakilan RT di […]

  • Agar Bebas Narkoba, ASN Kejari Pagar Alam Tes Urine

    Agar Bebas Narkoba, ASN Kejari Pagar Alam Tes Urine

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 20 pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam dites urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pagaralam yang dipusatkan di Kantor Kejari, kemarin. Kepala Kejari Pagaralam, M Zuhri SH MH mengatakan, kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Kejagung. Selain itu tentunya sebagai warga negara yang taat hukum dan aturan kegiatan seperti ini sangat berguna bagi semua […]

  • Jangan Khawatir, MBR OKI Tak Mampu Isolasi Mandiri, Pemkab Siap Fasilitasi  

    Jangan Khawatir, MBR OKI Tak Mampu Isolasi Mandiri, Pemkab Siap Fasilitasi  

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel siap memfasilitasi warganya yang tak mampu melakukan isolasi mandiri, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebelumnya Pemda OKI sudah menyiapkan Gedung Diklat Teluk Gelam sebagai fasilitas karantina terpusat. Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengungkap ketika harus isolasi di rumah tentu ada konsekuensi dan resiko menulari kontak erat, […]

  • Sidak Pasar Muba, Inflasi Terkendali atau Sekadar Seremoni?

    Sidak Pasar Muba, Inflasi Terkendali atau Sekadar Seremoni?

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PASAR Randik, Sekayu Kabupaten Muba akhir pekan lalu suasananya terasa kental dengan ramadan,  pedagang menata dagangan, aroma bawang, cabai, dan minyak goreng mengisi udara. Bahkan pembeli bergerak cepat memilih kebutuhan pokok, sambil sesekali menawar harga. Di tengah keramaian itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen  muncul lengkap dengan rombongan OPD, istri, dan perwakilan Kodim. […]

  • Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Empat Orang Tenggelam Akibat Jembatan Ambruk di Lalan

    Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Empat Orang Tenggelam Akibat Jembatan Ambruk di Lalan

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Muba-Tepat pukul 4.00 WIB dini hari Tim SAR gabungan dari BPBD Muba, Basarnas, Satpolair Polres Muba, TNI berhasil menemukan empat dari enam orang tenggelam akibat ambruknya jembatan P6 Lalan yang ditabrak tongkang angkutan Batu Bara, Rabu (14/8/2024). Menurut Kepala BPBD kabupaten Muba H Pathi Riduan SE ATD, sebanyak tiga orang ditemukan dalam keadaan […]

  • Daerah PPKM Livel 2, Mal Boleh Buka Hingga Malam Hari

    Daerah PPKM Livel 2, Mal Boleh Buka Hingga Malam Hari

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.569
    • 0Komentar

    FASILITAS berupa pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan, warung makan, restoran, atau kafe di daerah berstatus PPKM Level 2 dapat beroperasi hingga pukul 22.00 malam hari atau waktu setempat. Untuk pengaturan jam operasional fasilitas tersebut di atas tidak berubah dari ketentuan sebelumnya untuk daerah dengan status PPKM Level 1 dan Level 3. Hal ini menyusul dikeluarkannya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Kissmetrics WooCommerce Lead Time WooCommerce Learning Management System WooCommerce License Delivery & Management WooCommerce License Manager WooCommerce Lightspeed POS Integration WooCommerce Live Notifications WooCommerce Local Delivery Shipping WooCommerce Local Pickup Plus WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags