Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » “Hujan 2 Jam, Palembang Langsung Kolam! Drainase Kemana?”

“Hujan 2 Jam, Palembang Langsung Kolam! Drainase Kemana?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 1.817
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG hujan sebentar saja, jalan langsung tergenang, kalau hujan ini manusia, mungkin sudah kelelahan karena setiap kali turun, kota ini seperti mengikuti lomba renang gratis tanpa pendaftaran, tanpa pelampung, dan tentu saja tanpa kolam resmi. Warga pun hanya bisa menatap genangan, sambil berujar, “Ini banjir apa kolam renang alami, sih?”

Jujur, genangan air ini bukan masalah baru, ini klasik, bahkan kota kita berkembang pesat, jalan membentang, perumahan bermunculan, mall mewah berdiri, tapi sistem drainase kayak jodoh yang salah alamat, kecil, sempit, dan jarang diajak komunikasi.

Minim kolam retensi  dan resapan saluran air ini, kita hanya bisa mengelus dada sambil bilang, “Aku sanggup sampai sini aja, sisanya biar alam yang urus”

Wali Kota Ratu Dewa baru-baru ini memang turun langsung meninjau genangan di 16 Ulu dan menyalurkan bantuan sembako. Baguslah, tapi kita juga paham, sembako itu seperti plester untuk luka berdarah, menyembuhkan sesaat, tapi bukan solusi permanen.

Sebenarnya perlu kolam retensi, perlu drainase yang lapang, agar air hujan punya “jalan tol” sendiri dan tidak memblokir aktivitas warga. Pepatah bilang, “Sedia payung sebelum hujan”, tapi kalau payungnya cuma selendang mini, ya tetap basah kuyup juga.

Kolam retensi ini ibarat parkir khusus air, tempat menampung sementara supaya banjir tidak menjalar ke rumah-rumah warga. Tapi sayang, di Palembang, kolam retensi seperti pacar yang nggak pernah muncul saat dibutuhkan, ada di angan-angan saja.

Drainase sempit pun membuat air hujan serasa sedang mengantri masuk ke got kecil, seperti kita mengantri beli durian saat festival, cuma saja kalau durian telat, yang kena bukan perut, tapi rumah warga.

Warga pun semakin kreatif, menciptakan solusi dadakan. Ada yang pasang terpal di halaman, ada yang bikin ‘jalan sungai mini’ di depan rumah, bahkan ada yang bercanda, “Kalau banjir terus, sekalian bikin kolam renang keluarga, gratis, cuma air hujan”. Tapi tawa mereka sebenarnya adalah teriakan, bahwa sistem kita belum siap menghadapi hujan ekstrim, yang kini bukan lagi kejadian tahunan, tapi bulanan.

Perbaikan

Peninjauan lapangan Wali Kota adalah langkah positif, menandakan ada niat memperbaiki. Tapi niat tanpa strategi permanen seperti menabur garam di laut, kelihatan usaha, tapi hasilnya nihil.

Program perbaikan jangka panjang harus jelas, di mana kolam retensi dibangun, seberapa besar kapasitas drainase, berapa persen resapan diperluas, dan yang paling penting, bukan sekadar “sudah dicek PUPR” tapi air tetap tergenang di jalan utama.

Pepatah lama mengatakan “Air tenang menghanyutkan” tapi kalau airnya tidak tenang karena drainase sempit, siapa yang tidak hanyut? Kota harus punya strategi proaktif, bukan reaktif. Bantuan sembako boleh, alat berat boleh, tapi tanpa perencanaan yang matang, genangan berikutnya hanya menunggu waktu.

Oleh karena itu, kota yang maju bukan hanya diukur dari mall, jalan mulus, atau gedung tinggi, tapi juga dari kesiapan menghadapi hujan.

Infrastruktur harus adaptif, warga dilindungi, dan genangan tidak dijadikan pemandangan baru tiap hujan datang. Kalau tidak, kita akan terus tertawa pahit melihat mobil terendam, rumah basah, dan warga menumpuk ember air seperti peserta lomba balap karung versi modern.

Jadi,  membangun kota itu seperti menyiapkan pesta. Kalau kursi dan meja sedikit, tamu duduk di lantai. Kalau drainase sempit, warga berendam di jalan. Jangan sampai kita bangga dengan mall baru tapi malu dengan banjir yang sebulan sekali jadi agenda rutin.

Palembang membutuhkan dua hal krusial yaitu kolam retensi yang memadai dan drainase yang luas dan terawat. Bantuan sembako dan alat berat hanya obat sementara. Jika ingin kota nyaman dan aman, pemerintah harus mengutamakan strategi preventif, bukan reaktif.

Tapi, jangan sampai air hujan menjadi alasan kita tersedu di tengah jalan. Setiap hujan jangan sampai membuat Palembang seperti kolam renang raksasa. Sebab, kota yang cerdas adalah kota yang memikirkan air sebelum hujan datang bukan hanya membagikan payung ketika sudah basah kuyup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Entrepreneurship Day, Ini Harapan HD kepada Al Furqon

    Hadiri Entrepreneurship Day, Ini Harapan HD kepada Al Furqon

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebelum membuka Entrepreneurship Day di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon secara resmi HD dalam sambutannya mengatakan sangat takjub dengan perkembangan SDIT Al Furqon. Menurutnya sekolah ini semakin maju dan membanggakan. HD pun berharap Al Furqon dapat memberikan sumbangsih lebih besar lagi bagi dunia pendidikan di Sumsel. “Saya tahu betul perkembangan […]

  • OPPO Kembali ke MFW: Flip Find N2 Eksklusif Memakai Kain Tulle Ikon ACT N°1

    OPPO Kembali ke MFW: Flip Find N2 Eksklusif Memakai Kain Tulle Ikon ACT N°1

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, MILAN, ITALIA – Media OutReach – 24 Februari 2023 – OPPO, salah satu perusahaan terkemuka dunia di bidang perangkat pintar, sekali lagi hadir di pusat Milan Fashion Week 2023, salah satu acara internasional yang paling ditunggu di kancah mode, berkat kolaborasi baru dengan ACT N°1, di antara merek paling terkemuka yang didukung oleh Maison […]

  • Wujudkan Zero Pemukiman Kumuh, Palembang Bangun IPAL Hingga ke Daerah Pinggiran

    Wujudkan Zero Pemukiman Kumuh, Palembang Bangun IPAL Hingga ke Daerah Pinggiran

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Dua titik pembangunan IPAL yang dibangun di Kelurahan Talang Betutu, satu titik terpasang sebanyak 53 sambungan rumah

  • Disela coffee morning bersama Institut Rahmaniyah, Ini yang Dikatakan Pj Bupati Muba

    Disela coffee morning bersama Institut Rahmaniyah, Ini yang Dikatakan Pj Bupati Muba

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Suasana hangat dan santai mewarnai jalannya Coffee Morning, Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud bersama jajaran Institut Rahmaniyah Sekayu di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (20/7/2023). Dalam coffee morning yang dikemas silahturahmi ini, Pj Bupati H Apriyadi Mahmud mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para jajaran yayasan Rahmaniyah yang selama ini […]

  • Kondisi Kumuh, Pemkot Palembang Akan Revitalisasi Rusun 26 Ilir

    Kondisi Kumuh, Pemkot Palembang Akan Revitalisasi Rusun 26 Ilir

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang, Sumatera Selatan, akan menata ulang rumah susun (rusun) di kawasan Kelurahan 26 Ilir. “Kondisinya kumuh dan tidak layak huni lagi. Perlu ditata ulang. Saat ini sedang dilakukan pendataan dan sosialisasi kepada warga yang menghuni rusun tersebut,” kata Wali Kota Palembang Harnojoyo, sebagai mana dilansir dari InfoPublik belum lama ini. Dia menyebutkan, rusun […]

  • Masih Dievaluasi, Apakah PPKM Diperpanjang Atau Tidak

    Masih Dievaluasi, Apakah PPKM Diperpanjang Atau Tidak

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah belum memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang atau tidak. Menurutnya, pemerintah masih mengevaluasi penerapan PPKM Darurat yang telah berlangsung dua pekan ini. “Saat ini kami evaluasi PPKM darurat dengan jangka waktu dan apakah dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut. Kami akan melaporkan kepada […]

expand_less
WordPress Archive Docmet – HealthCare and Medical WordPress Theme Doctery – Hospital and Healthcare WordPress Theme + RTL Doctor on Demand – Online Consultations Elementor Template Kit Doctreat – Doctors Directory WordPress Theme Doctreat – Hospitals and Doctors Directory WordPress Listing Theme Doctype – A Flat and Minimal Portfolio Theme Docy - Documentation & Knowledge base WordPress Theme with Helpdesk Forum Dogma – Responsive Architecture WordPress Theme DOIT – Creative MultiPurpose Theme Dokan Integrate & Design Launcher Addon for LUMISE Product Designer