Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Satu kelurahan satu bank sampah menjadi target yang dikejar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Untuk merealisasikannya, camat dan lurah diinstruksikan menjadi ujung tombak dengan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.

Tugas mereka bukan hanya  memastikan bank sampah terbentuk. Camat dan lurah juga diharapkan mampu membuat program tersebut benar-benar berjalan di lingkungan warga, terutama dalam membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.

Arahan itu muncul dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pembentukan Bank Sampah sekaligus Sosialisasi Sistem Layanan Bank Sampah (SILABA) Tahun 2026 di Ruang Rapat Parameswara, belum lama ini.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menempatkan keterlibatan aparatur di tingkat wilayah sebagai bagian penting untuk mempercepat perubahan kebiasaan masyarakat.

Sebab, target satu kelurahan satu bank sampah tidak akan banyak berarti, jika hanya berhenti pada pembentukan pengurus dan pendataan. Bank sampah harus hidup dan mendapat dukungan warga.

Camat dan Lurah Jadi Penggerak di Lapangan

Pemkot Palembang ingin pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

Oleh karena itu, camat dan lurah menjadi pihak yang didorong untuk menggerakkan program tersebut di wilayah masing-masing. Mereka berhadapan langsung dengan warga sekaligus memiliki jaringan hingga tingkat lingkungan.

Peran itu semakin penting, pasalnya  Pemkot Palembang tidak hanya mengejar pengurangan sampah, tetapi juga ingin membangun kebiasaan baru.

Masyarakat didorong memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang. Sampah yang masih bernilai dapat dikumpulkan melalui bank sampah, sedangkan sampah yang tersisa masuk ke tahapan pengelolaan berikutnya.

Isnaini mengatakan percepatan pembentukan bank sampah merupakan pijakan untuk membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kualitas lingkungan Kota Palembang.

“Ini menjadi pijakan penting dalam membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempercepat terwujudnya target satu kelurahan satu bank sampah di seluruh wilayah Kota Palembang,” kata Isnaini.

Bukan Cuma Dibentuk, Bank Sampah Harus Aktif

Persoalan berikutnya adalah memastikan bank sampah yang dibentuk tidak sekadar ada namanya.

Pemkot Palembang menyiapkan SILABA untuk membantu menata pengelolaannya. Melalui sistem digital tersebut, data bank sampah, kepengurusan dan nasabah dapat dicatat secara lebih teratur.

Dengan begitu, pemerintah bisa melihat perkembangan bank sampah di setiap wilayah dan mengetahui apakah kegiatan tersebut benar-benar berjalan. Namun, teknologi tetap hanya menjadi alat. Penggerak utamanya berada di lapangan.

Camat, lurah, serta unsur masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan, dunia usaha dan komunitas lingkungan akan dilibatkan untuk memperluas partisipasi warga.

Harapannya, bank sampah tidak berhenti sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Program ini juga diarahkan memberi nilai ekonomi kepada masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

Dari Sampah Rumah Tangga ke PSEL Keramasan

Pengelolaan sampah Palembang juga tidak berhenti di tingkat kelurahan.

Sementara di hilirnya, Pemkot Palembang tengah mematangkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari dengan teknologi Moving Grate Incinerator.

Konsepnya saling berhubungan antara Bank sampah bergerak di tingkat masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah. Sementara PSEL disiapkan menangani sampah yang tersisa di tahap akhir.

“PSEL Keramasan dan program Bank Sampah merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam satu ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi,” jelas Isnaini.

Dengan strategi ini, Pemkot Palembang berusaha mengubah cara sampah ditangani. Tidak semuanya langsung berakhir sebagai buangan, karena sebagian dapat dipilah, dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.

Perwali 17/2026 Jadi Penguat

Gerakan tersebut juga diperkuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Aturan itu menekankan perubahan perilaku masyarakat, terutama kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sehingga nantinya peran camat dan lurah menjadi penting, mereka bukan hanya menjalankan instruksi administratif, tetapi diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebiasaan warga sehari-hari.

Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, bank sampah aktif menerima dan mengelolanya, sementara sampah residu mendapat penanganan di sisi hilir, maka rantai pengelolaan sampah Palembang menjadi lebih jelas.

Pemkot Palembang berharap pola tersebut mampu membuat pengelolaan sampah lebih mandiri, produktif dan berkelanjutan.

Intinya, target satu kelurahan satu bank sampah bukan hanya soal berapa banyak bank sampah yang berdiri. Ujian sebenarnya ada pada bagaimana camat, lurah dan masyarakat membuatnya tetap hidup setelah program diluncurkan.

“Harapannya, pengelolaan sampah di Kota Palembang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Isnaini. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Bukan Bakso, Tapi Baksos Ceritanya..PPNI & Karang Taruna OKI Lakukan Kegiatan untuk Bantu Warga Perairan

    Ini Bukan Bakso, Tapi Baksos Ceritanya..PPNI & Karang Taruna OKI Lakukan Kegiatan untuk Bantu Warga Perairan

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bersama Karang Taruna Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar bakti sosial dan khitanan massal bagi anak-anak di wilayah perairan Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis, (25/8/2022) Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten OKI, Ahmad Fahmi mengatakan kegiatan bakti sosial dan khitanan massal ini bertujuan memberikan layanan terbaik kepada […]

  • Baznas OKI Bagikan Paket Sembako ke Guru Ngaji dan Pemuka Agama

    Baznas OKI Bagikan Paket Sembako ke Guru Ngaji dan Pemuka Agama

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir membagikan ratusan paket sembako kepada guru ngaji, Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Daerah (P2UKD) hingga pengurus kantin Pondok Pesantren se Kabupaten OKI, Senin, (23/4/2020). Pada tahap awal sebanyak 463 paket disalurkan ke 18 Kecamatan se Kabupaten OKI. “Pembagian sembako ini semoga bisa membantu warga yang terdampak virus […]

  • Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Talkshow bertema Kinerja Empat tahun Kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo terkait transportasi di Indonesia, di Muba rencananya akan digelar pada 17 Nopember 2018. Acara tersebut rencananya juga akan dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. “Menteri Perhubungan RI nanti dijadwalkan tiba di Kabupaten Muba pada Pukul 13:00 WIB, Hari Sabtu 17 […]

  • Perencanaan Bukan Hanya Membangun Gedung, Tetapi Dibalik Itu Ada Yang Lebih Utama, Apa Ya

    Perencanaan Bukan Hanya Membangun Gedung, Tetapi Dibalik Itu Ada Yang Lebih Utama, Apa Ya

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    DI tengah dunia yang berubah begitu sangat cepat, urbanisasi yang terus meningkat, dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, tantangan yang dihadapi dalam membuat perencanaan akan semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diikuti dan pada saat yang sama kondisi sosial, kondisi budaya, kondisi ekonomi masyarakat juga harus diperhitungkan agar bisa menciptakan kehidupan masyarakat yang […]

  • Harga Naik Pelan, Pemkab Muba Diminta Jangan Ikut Panik

    Harga Naik Pelan, Pemkab Muba Diminta Jangan Ikut Panik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    SEANDAINYA harga cabai bisa ngomel, mungkin kalimat pertamanya begini “Saya naik bukan karena mau, tapi karena keadaan.”Pasalnya, ketika cabai naik, sering kali yang ikut-ikutan naik bukan cuma harganya, tapi juga emosi, bahkan nyampe dapur hingga grup media sosial emak-emak satu RT. Di tengah situasi itulah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ikut rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi […]

  • Alhamdullilah, Banyuasin Nol Covid-19, Bupati : Tetap Waspada,Tingkatkan Ibadah

    Alhamdullilah, Banyuasin Nol Covid-19, Bupati : Tetap Waspada,Tingkatkan Ibadah

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.428
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani dan Wabup H Slamet menghimbau masyarakat Banyuasin untuk meningkatkan ibadah, berdoa, baca surat yasin dan amalan lainnya. Karena Allah swt yang maha penolong. Terbukti dengan pertolongan Allah SWT dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Banyuasin, dari tim Gugus Penanganan Corona, kabupaten Banyuasin masih dalam keadaan nol kasus corona. “Kita tetap beraktifitas seperti […]

expand_less
WordPress Archive KnowBase – A Helpdesk & bbPress WordPress Theme KnowHow – A Knowledge Base WordPress Theme Knowledge Base | Helpdesk | Support | Wiki Knowledge Base | Helpdesk | Support | Wiki WordPress Plugin Knowledge Base | Helpdesk | Wiki | FAQ WordPress Theme KnowledgeBase, Glossary, FAQ, HelpDesk ChatBot with ChatGPT Knox | Multi-Business Modern WordPress Theme Knox – Technology & Apps Template Kit Koach – Life Coach & Counseling Elementor Template Kit Kodai – Asian Restaurant Elementor Template Kit