Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Satu kelurahan satu bank sampah menjadi target yang dikejar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Untuk merealisasikannya, camat dan lurah diinstruksikan menjadi ujung tombak dengan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.

Tugas mereka bukan hanya  memastikan bank sampah terbentuk. Camat dan lurah juga diharapkan mampu membuat program tersebut benar-benar berjalan di lingkungan warga, terutama dalam membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.

Arahan itu muncul dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pembentukan Bank Sampah sekaligus Sosialisasi Sistem Layanan Bank Sampah (SILABA) Tahun 2026 di Ruang Rapat Parameswara, belum lama ini.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menempatkan keterlibatan aparatur di tingkat wilayah sebagai bagian penting untuk mempercepat perubahan kebiasaan masyarakat.

Sebab, target satu kelurahan satu bank sampah tidak akan banyak berarti, jika hanya berhenti pada pembentukan pengurus dan pendataan. Bank sampah harus hidup dan mendapat dukungan warga.

Camat dan Lurah Jadi Penggerak di Lapangan

Pemkot Palembang ingin pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

Oleh karena itu, camat dan lurah menjadi pihak yang didorong untuk menggerakkan program tersebut di wilayah masing-masing. Mereka berhadapan langsung dengan warga sekaligus memiliki jaringan hingga tingkat lingkungan.

Peran itu semakin penting, pasalnya  Pemkot Palembang tidak hanya mengejar pengurangan sampah, tetapi juga ingin membangun kebiasaan baru.

Masyarakat didorong memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang. Sampah yang masih bernilai dapat dikumpulkan melalui bank sampah, sedangkan sampah yang tersisa masuk ke tahapan pengelolaan berikutnya.

Isnaini mengatakan percepatan pembentukan bank sampah merupakan pijakan untuk membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kualitas lingkungan Kota Palembang.

“Ini menjadi pijakan penting dalam membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempercepat terwujudnya target satu kelurahan satu bank sampah di seluruh wilayah Kota Palembang,” kata Isnaini.

Bukan Cuma Dibentuk, Bank Sampah Harus Aktif

Persoalan berikutnya adalah memastikan bank sampah yang dibentuk tidak sekadar ada namanya.

Pemkot Palembang menyiapkan SILABA untuk membantu menata pengelolaannya. Melalui sistem digital tersebut, data bank sampah, kepengurusan dan nasabah dapat dicatat secara lebih teratur.

Dengan begitu, pemerintah bisa melihat perkembangan bank sampah di setiap wilayah dan mengetahui apakah kegiatan tersebut benar-benar berjalan. Namun, teknologi tetap hanya menjadi alat. Penggerak utamanya berada di lapangan.

Camat, lurah, serta unsur masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan, dunia usaha dan komunitas lingkungan akan dilibatkan untuk memperluas partisipasi warga.

Harapannya, bank sampah tidak berhenti sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Program ini juga diarahkan memberi nilai ekonomi kepada masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

Dari Sampah Rumah Tangga ke PSEL Keramasan

Pengelolaan sampah Palembang juga tidak berhenti di tingkat kelurahan.

Sementara di hilirnya, Pemkot Palembang tengah mematangkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari dengan teknologi Moving Grate Incinerator.

Konsepnya saling berhubungan antara Bank sampah bergerak di tingkat masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah. Sementara PSEL disiapkan menangani sampah yang tersisa di tahap akhir.

“PSEL Keramasan dan program Bank Sampah merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam satu ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi,” jelas Isnaini.

Dengan strategi ini, Pemkot Palembang berusaha mengubah cara sampah ditangani. Tidak semuanya langsung berakhir sebagai buangan, karena sebagian dapat dipilah, dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.

Perwali 17/2026 Jadi Penguat

Gerakan tersebut juga diperkuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Aturan itu menekankan perubahan perilaku masyarakat, terutama kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sehingga nantinya peran camat dan lurah menjadi penting, mereka bukan hanya menjalankan instruksi administratif, tetapi diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebiasaan warga sehari-hari.

Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, bank sampah aktif menerima dan mengelolanya, sementara sampah residu mendapat penanganan di sisi hilir, maka rantai pengelolaan sampah Palembang menjadi lebih jelas.

Pemkot Palembang berharap pola tersebut mampu membuat pengelolaan sampah lebih mandiri, produktif dan berkelanjutan.

Intinya, target satu kelurahan satu bank sampah bukan hanya soal berapa banyak bank sampah yang berdiri. Ujian sebenarnya ada pada bagaimana camat, lurah dan masyarakat membuatnya tetap hidup setelah program diluncurkan.

“Harapannya, pengelolaan sampah di Kota Palembang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Isnaini. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perhatian..! Harga Pertalite Dipastikan Nggak Naik, Ini Alasannya..

    Perhatian..! Harga Pertalite Dipastikan Nggak Naik, Ini Alasannya..

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.303
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak naik meskipun minyak mentah dunia terus melonjak dampak konflik Rusia-Ukraina. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang saat ini banyak menggunakan Pertalite. Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, risiko global mengalami eskalasi akibat konflik Rusia – Ukraina, dan akhirnya mempengaruhi […]

  • Pemulihan Ekonomi, 120 Warga Desa Ini Terima BLT, Kades Juga Ungkap Dandes Digunakan Juga Untuk Masalah Ini

    Pemulihan Ekonomi, 120 Warga Desa Ini Terima BLT, Kades Juga Ungkap Dandes Digunakan Juga Untuk Masalah Ini

    • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.821
    • 0Komentar

    SEBANYAK 120 Warga Desa Budi Mulya Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel menerima Bantuan Langsung Tunai [BLT]. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya [kurang mampu]. BLT disalurkan guna pemulihan ekonomi akibat dampak pendemi covid-19. Menurut Kepala Desa Budi Mulya Sarimin Kecamatan Air Kumbang menjelaskan selain bantuan dari pemerintah desa yang dianggarkan melalui dana […]

  • Muba Bakal Bangun 2 Lagi Sekolah Peternakan Rakyat

    Muba Bakal Bangun 2 Lagi Sekolah Peternakan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    PEMKAB segera realisasikan pendirian dua Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Pendirian SPR menyusul  ditandatanganinya  Nota Kesepahaman bersama antara  Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex dengan Rektor IPB Dr Arif Satria SP MSi,  pada 16 Juli 2019 lalu. Dijadwalkan rencana pembangunan SPR direalisasikan dan diawali deklarasi  pada16 Maret mendatang. Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan […]

  • Tuntut Upah Layak, Buruh Perempuan Jakarta-Bogor Ramai-ramai Ikut Demo

    Tuntut Upah Layak, Buruh Perempuan Jakarta-Bogor Ramai-ramai Ikut Demo

    • calendar_month Jumat, 10 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    Ribuan buruh berunjuk rasa mengusung isu cabut mandat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur pembohong, menolak upah minimum berdasarkan PP 78/2015 dan menuntut revisi.

  • Kemnaker Akan Dalami Rekrutmen Balai Latihan Kerja Luar Negeri, Ini Terkait Ditemukan Calon Pekerja Migran Indonesia

    Kemnaker Akan Dalami Rekrutmen Balai Latihan Kerja Luar Negeri, Ini Terkait Ditemukan Calon Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.768
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan akan terus mendalami kasus Balai Latihan Kerja Luar Negeri Centeral Karya Semesta Malang terkait perekrutan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Pendalaman akan dilakukan setelah Tim gabungan dari Pengawas Ketenagakerjaan Ditjen. Binwasnaker & K3, Tim Pengantar Kerja Ditjen Binapenta & PKK, Pengawas Ketenagakerjaan dan UPT […]

  • Beras Indonesia Tembus Laut Demi Jemaah Haji 2026

    Beras Indonesia Tembus Laut Demi Jemaah Haji 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    BERAS Indonesia untuk jemaah haji 2026 memulai perjalanan dari sawah di Jawa Barat dan Jawa Tengah menuju pelabuhan Jeddah. Beras dipanen terbaru dan diproses langsung tanpa melalui stok lama, menjaga kualitas tetap optimal. Total 2.280 ton beras super premium memiliki kadar air di bawah 14 persen dan pecahan kurang dari 5 persen. Setiap butir melewati […]

expand_less
WordPress Archive KnowBase – A Helpdesk & bbPress WordPress Theme KnowHow – A Knowledge Base WordPress Theme Knowledge Base | Helpdesk | Support | Wiki Knowledge Base | Helpdesk | Support | Wiki WordPress Plugin Knowledge Base | Helpdesk | Wiki | FAQ WordPress Theme KnowledgeBase, Glossary, FAQ, HelpDesk ChatBot with ChatGPT Knox | Multi-Business Modern WordPress Theme Knox – Technology & Apps Template Kit Koach – Life Coach & Counseling Elementor Template Kit Kodai – Asian Restaurant Elementor Template Kit