Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Tiga Serangkai Menuju Rote Ndao Mendunia

Tiga Serangkai Menuju Rote Ndao Mendunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 950
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau kata orang tua di kampung, garam di laut, asam di gunung, bertemu di wajan, artinya segala sesuatu bisa dipertemukan kalau memang niatnya kuat dan jalannya jelas. Nah, di Rote Ndao, bukan cuma garam dan asam yang dipertemukan, tapi juga Kementerian Kelautan dan Perikanan, PLN, Kantor Pertanahan, dan Pemerintah Daerah. Semuanya kompak bak personel boyband Korea, bersatu demi satu tujuan Indonesia Swasembada Garam 2027.

Inilah kisah tentang garam yang tak lagi sekadar pelengkap sambal, tapi kini diangkat derajatnya jadi bintang industri. Garam bukan cuma buat bikin ikan asin, tapi buat industri farmasi, kosmetik, hingga peleburan logam. Dan Rote Ndao, yang dulu dikenal karena tenun ikat dan angin semilirnya, kini naik kelas jadi calon pusat industri garam nasional.

Apa yang terjadi? Tiga kerja sama penting ditandatangani pertama, dengan Pemkab Rote Ndao soal penyediaan lahan dan sosialisasi. Kedua, dengan Kantor Pertanahan agar lahan tambak bisa disertifikasi. Dan ketiga, dengan PLN agar lokasi K-SIGN bisa terang benderang kayak konser Coldplay. Semua ini biar garam tidak lagi ngendon di tambak, tapi bisa nyambung ke pabrik dan pasar global.

Kita harus akui, sejak zaman VOC sampai zaman TikTok, Indonesia belum bisa mandiri dalam urusan garam. Padahal laut kita segede gaban. Tapi ya itu tadi, banyak yang garap tambak garam tapi nggak garap legalitasnya. Banyak pula yang panen garam, tapi listriknya mati melulu, kayak nasib jomblo yang terus disamber petir PHP.

Kini, dengan proyek K-SIGN, harapannya bukan cuma panen garam yang melimpah, tapi juga sistematis dan sah di mata hukum. Sertifikat lahan digenggam, listrik menyala, masyarakat sejahtera. Analoginya, kalau dulu petambak garam kerja kayak nambal ban bocor di tengah laut, sekarang mereka sudah pakai perahu motor lengkap dengan Google Maps.

Mari kita belajar dari Prancis. Negara itu bukan cuma jago bikin roti croissant dan parfum, tapi juga punya kawasan produksi garam Guérande yang terkenal seantero dunia. Mereka jadikan tambak garam bukan cuma lokasi produksi, tapi juga destinasi wisata dan tempat edukasi. Bahkan, satu sendok garam dari Guérande bisa dihargai setara semangkuk mie ayam. Nah, kalau Rote Ndao bisa meniru semangat itu, kita bisa bikin garam lokal naik kelas, dari dapur warung ke rak-rak supermarket dunia.

Tapi ingat, pembangunan K-SIGN bukan sekadar urusan menandatangani dokumen sambil senyum-senyum dan pakai batik seragam. Ini urusan jangka panjang. Butuh pengawasan, evaluasi, dan semangat gotong royong agar proyek tidak mandek di tengah jalan seperti kasus tiang pancang yang viral di medsos. Jangan sampai nanti cuma listriknya yang nyala, tapi semangat petambaknya padam karena nggak dilibatkan secara aktif.

Kalau benar-benar serius, K-SIGN di Rote Ndao bisa jadi role model nasional. Bisa jadi laboratorium pergaraman modern yang menyeimbangkan antara teknologi, kearifan lokal, dan keadilan ekonomi. Petambak garam jangan cuma dijadikan subkontrak proyek besar, tapi benar-benar naik kelas sebagai pelaku utama ekonomi pesisir.

Jangan lupa pepatah lama, Di mana ada garam, di situ ada kehidupan. Tapi mari kita upgrade di mana ada garam legal, listrik stabil, dan lahan bersertifikat, di situlah ada harapan rakyat.

Dan semoga, di tahun 2027 nanti, kita tak lagi impor garam dari negara yang garis pantainya lebih pendek dari jalan tol Trans Jawa. Rote Ndao bisa. Indonesia pasti bisa. Asal jangan cuma garamnya yang asin, tapi juga semangatnya yang manis.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simak Pidato Presiden Alex Optimis Sumsel Survive

    Simak Pidato Presiden Alex Optimis Sumsel Survive

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mendengarkan secara langsung pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017. Rabu (16/08)

  • Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.380
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani didampingi Kepala Dinas Pertanian Zainuddin dan Sekda Banyuasin H. Senen Har, hari ini menyerahkan tiga unit alat berat berupa Alat panen padi Combaine Harvester  kepada tiga Ketua kelompok tani di tiga kecamatan, yakni Sarmidi Ketua POKTAN Suka Makmur Desa Sri Katon kecamatan Air Saleh, H.M. Ali Ketua POKTAN Bausaka Desa Muara Baru […]

  • Malam Ini Laga Penentuan Menuju Final AFF 2022, Jangan Takut di Hanoi, Garuda Harus Kuat Mental & Bermain Cerdik

    Malam Ini Laga Penentuan Menuju Final AFF 2022, Jangan Takut di Hanoi, Garuda Harus Kuat Mental & Bermain Cerdik

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.747
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Vietnam – Indonesia hanya bisa bermain 0-0 dengan Vietnam pada laga pertama babak semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, malam ini.   Dengan hasil ini, Indonesia harus menang atau minimal seri 1-1 pada pertandingan kedua untuk memastikan tiket ke final guna menantang pemenang antara Thailand dan Malaysia. […]

  • kampung tangkal covid margoyoso

    Kampung Tangkal Covid Margoyoso Dikunjungi Tim Penilai dari Polrestabes

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.311
    • 0Komentar

    KAMPUNG Tangkal Covid-19, Margoyoso RW 03 Kelurahan Sei – Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang  dikunjungi tim pernilaian dari Polrestabes Palembang. Kampung covid ini dirikan tersebut sebagai penangkal  akibat dampak dari Covid-19 serta persiapan menuju hidup normal baru. Kampung tangkal covid berdiri di Margoyoso merupakan kerjasama antara Polda Sumsel [Polrestabes-Polsek Kalidoni],TNI, KORAMIL 418-05/Lmg, Pemkot Palembang [Camat Kalidoni […]

  • Aula ESDM Sumsel Jadi Panggung, OPD Tiba-Tiba Nyanyi

    Aula ESDM Sumsel Jadi Panggung, OPD Tiba-Tiba Nyanyi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DI Aula Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Selatan itu suasananya seperti rapat yang serius, rapi, dan penuh wajah fokus, Senin (11/5/2026) suasananya mendadak berubah. Bukan karena ada rapat darurat, tapi karena ada lomba nyanyi lagu nasional dan lagu daerah antar-OPD dalam rangka HUT Provinsi Sumatera Selatan ke-80. Aula yang biasanya tenang itu […]

  • Alex Noerdin : Kalau Ingin Maju Harus Kompetitif, Ayo Bersaing

    Alex Noerdin : Kalau Ingin Maju Harus Kompetitif, Ayo Bersaing

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.241
    • 0Komentar

    “Saya mengatakan ini karena saya pernah menjadi Bupati, anda ikutin saja ini ditambah kreativitas sendiri,”

expand_less
WordPress Archive ZikZag – Consulting & Agency WordPress Theme Zilom – Online Education Learning Elementor Template Kit Zilom – Online Education Learning WordPress Theme ZimmyPet – Pet Care & Store Elementor Template Kit Zinancial – Finance & Accounting Services Elementor Template Kit Zingbox – Wind & Solar Energy Elementor Template Kit Ziomm – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme ZiscoERP – Powerful HR, Accounting, CRM System Ziston – Directory Listing WordPress Theme Ziston – Directory & Listings Elementor Template Kit