Harbolnas 2026 Bidik Rp40 Triliun, Pemerintah Perluas Belanja Online dari Barang hingga Jasa
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemendag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2026 kembali disiapkan dengan target transaksi yang lebih besar. Pemerintah berharap nilai transaksi tahun ini bisa menembus sekitar Rp40 triliun, setelah Harbolnas 2025 mencatat transaksi Rp36,4 triliun.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan transaksi sekitar 5–10 persen dibandingkan tahun lalu. Target tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat pada penghujung 2026.
“Harapan kami nilai transaksi pada Harbolnas 2026 dapat meningkat 5–10 persen dibandingkan capaian Harbolnas tahun lalu,” kata Budi saat menghadiri Kick-off Road to Harbolnas 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Namun, Harbolnas tahun ini tidak hanya mengandalkan pola belanja seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah mulai memperluas cakupannya dari produk barang ke produk jasa dan berbagai layanan digital.
Perubahan ini membuat ekosistem Harbolnas 2026 menjadi lebih luas. Konsumen nantinya tidak hanya menemukan promo produk fisik, tetapi juga layanan seperti akomodasi, tiket transportasi, hingga berbagai layanan yang tersedia melalui platform digital.
Tak Lagi Terpusat di Marketplace
Perluasan juga terjadi pada platform yang terlibat. Jika sebelumnya Harbolnas identik dengan marketplace, tahun ini pemerintah membuka ruang bagi lebih banyak pemain dalam ekosistem perdagangan digital.
Platform online travel agent (OTA), layanan transportasi online, social commerce, serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya ikut diarahkan untuk mengambil bagian.
Bagi pemerintah, perkembangan tersebut mengikuti kebiasaan masyarakat yang semakin banyak menggunakan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli layanan.
Langkah itu juga berkaitan dengan Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang mengakomodasi perkembangan model bisnis perdagangan melalui sarana elektronik.
Dengan cakupan yang lebih luas, Harbolnas 2026 tidak lagi sekadar menjadi momentum promosi di marketplace. Kampanye belanja nasional ini diarahkan untuk menjangkau ekosistem perdagangan digital yang lebih beragam.
Produk Lokal Tetap Jadi Fokus
Di tengah target transaksi yang meningkat, pemerintah juga ingin pertumbuhan Harbolnas memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
Harbolnas 2026 mengusung kampanye #PilihLokalUntukNusantara, yang mengajak masyarakat membeli produk dalam negeri sekaligus mendukung pelaku UMKM.
Pada Harbolnas 2025, transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45 persen dari total transaksi Rp36,4 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa produk lokal sudah mengambil porsi cukup besar dalam pesta belanja daring nasional. Tahun ini, pemerintah kembali mendorong agar aktivitas belanja digital ikut memperluas pasar bagi pelaku usaha dalam negeri.
Budi membuka peluang kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menghidupkan berbagai kampanye dan program promosi menuju pelaksanaan Harbolnas pada 10–16 Desember 2026.
Bukan Sekadar Mengejar Transaksi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat Harbolnas sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong perkembangan niaga elektronik melalui regulasi, pembangunan infrastruktur digital, serta kolaborasi yang melibatkan UMKM, pelaku industri dan konsumen.
Artinya, target Rp40 triliun bukan satu-satunya ukuran yang ingin dicapai. Di balik agenda Harbolnas, pemerintah juga ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha masuk dan berkembang melalui perdagangan digital.
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pun menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha. Program tersebut antara lain Goes to Campus, lokakarya UMKM, serta bazar produk lokal.
Kegiatan itu diarahkan untuk memperkenalkan perdagangan elektronik kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan UMKM dalam memanfaatkan platform digital.
Harbolnas 2026 Menunggu Momentum Akhir Tahun
Harbolnas 2025 mencatat kenaikan transaksi 17 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp31,2 triliun. Produk fesyen dan pakaian olahraga, perawatan diri, serta makanan dan minuman menjadi tiga kategori yang paling banyak diminati.
Kini pemerintah memasang target pertumbuhan 5–10 persen untuk Harbolnas 2026. Jika target tersebut tercapai, nilai transaksi akan bergerak dari Rp36,4 triliun menuju kisaran Rp38,2 triliun hingga Rp40 triliun.
Harbolnas 2026 sendiri akan berlangsung pada 10–16 Desember. Dengan cakupan yang diperluas dari barang ke jasa dan semakin banyaknya platform digital yang terlibat, pemerintah berharap momentum belanja akhir tahun kali ini bisa memberikan dorongan lebih besar bagi ekonomi sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk lokal dan UMKM. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
