Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Tekan Angka Kemiskinan & Penganguran,  Muba Ajak Petani Karet Berinovasi  dengan Bikar, Penasaran ? Boleh Contoh

Tekan Angka Kemiskinan & Penganguran,  Muba Ajak Petani Karet Berinovasi  dengan Bikar, Penasaran ? Boleh Contoh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
  • visibility 1.604
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

 

BICARA Inovasi, mungkin Kabupaten Musibanyuasin [Muba] paling terdepan di Provinsi Sumsel, terbukti sudah beberapa prodok komiditi dihasilkan dari Kabupaten ini, suka tak suka fakta nya memang ada, seperti Aspal Karet, yang bikin provinsi lain di Indonesia penasaran, bahkan rasa penasaran tersebut, tak sungkan-sungkan mereka datang ke Muba untuk studi banding.

Tak kalah penting lagi inovasi sederhana dalam rangka menggerakan ekonomi kerakyatan, Muba pun bisa dikatakan terdepan. Tengok saja, karet selain untuk campuran aspal, kini dari turunan karet dapat juga diolah menjadi produk cemilan yang bikin orang penasaran.

Inovasi ini bukan sembarang inovasi dadakan, namun sudah dipikirkan sejak dahulu, bahkan melewat berapa tahapan baik dicoba di laboratorium maupun sebagainya, itulah Kab. Muba yang ingin tampil beda di Sumsel.

Mendorong masyarakatnya mandiri, kreatif dan terus berinovasi lebih penting, sebab tanpa adanya inovasi dan kreatif  untuk menciptakan hal yang [Maaf] mungkin kita akan kalah bersaing, diam dan berfikir positif untuk kemajuan daerah itu lebih baik, daripada bercuap-cuap, tapi miskin kreatifitas dan inovatif.

Action dan menghasilkan produk-produk inovatif dan kreativitas yang dapat diterima masyarakat itu lebih baik sehingga masyarakat bisa berkarya dan mandiri, apalagi di era saat ini tanpa kreativitas dan inovatif daerah tersebut akan kalah bersaing.

Harga karet lemah, terjadi hampir diseluruh daerah penghasil karet di Indonesia, bukan saja di Muba, namun banyak cara untuk menutupinya masalah tersebut agar masyarakat maupun petani karet dapat terdongkrak taraf hidupnya.

“Setidaknya sisaat lemahnya harga karet dipasar tidak membuat Warga Kabupaten Muba yang mayoritas sebagai petani karet patah arang dan tetap mencari bagaimana menambah pendapatan perkapita yang akan menghasilkan,” kata Ketua TP PKK Muba Hj Erini Muthia Yufada, belum lama ini.

Setidaknya terciptannya produk-produk cemilah berinovasi dari bikar dapat menjadi mata pencarian ibu rumah tangga, dan masyarakat Muba umunya.

Dengan demikian, dapat menekan angka kemiskinan angka kemiskinan seperti program pemerintah pusat, dan menciptakan lapangan kerja dimasyarakat.

 

 

Menurutnya sangat mendorong masyarakat Muba untuk berinovasi, seperti salah satunya dilakukan kelompok PKK Muba bersama BUMDes Citra Muda Mandiri, Desa Supat Barat Kecamatan Babat Supat yang mengolah biji karet menjadi Kerupuk Biji Karet (Bikar).

Bikar biasanya banyak hanya terbuang, bahkan mengotori banyak jalan, namun saat ini dimanfaatkan untuk menjadi cemilan yang enak.

Kepala Dinas Komiinfo Herryandi Sinulingga AP menambahkan Kelompok PKK Supat Barat bekerjasama dengan BUMDes Citra Muda Mandiri ini lahir sebagai bentuk ekonomi kreatif di desa.

“Dimana kelompok PKK Desa Supat Barat selaku produsen yang tetap menjaga kualitas produk dan BUMDes Citra Muda Mandiri sebagai ujung tombak pemasaran, semoga sinergi ini dapat menciptakan  ekonomi yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya,

Produk Bikar ini, lanjutnya  sudah melalui uji lab kesehatan, mengandung minyak nabati yang tinggi dan memiliki asam lemak tak jenuh tinggi pula, sehingga produk tersebut menjadi produk sehat untuk dikonsumsi.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Richard Cahyadi mengatakan Bikar adalah inovasi baru yang dilakukan masyarakat untuk mengolah dan menikmati biji karet menjadi karet

“Ini (produksi Bikar) juga merupakan program nyata, solusi bagi kita bersama warga untuk menekan angka kemsikinan di Musi Banyuasin,” ucap Richard.

Perlu diketahui Bikar memiliki varian rasa original dan rasa pedas. Bikar juga lahir untuk membuat makanan cemilan sehat bagi anak-anak dan dewasa.

Kerupuk biji karet ini juga dipasarkan secara online, dan telah memiliki akun di beberapa sosial media, diantaranya, akun Instagram @Supbar_ , Shoope dengan nama Biikar, dan melalui akun WhatsApp 081274514800. Pungkas ricard  berpromosi.

Memang menekan angka kemiskinan itu, tak cukup dengan bersuara lantang, tanpa dibarengi dengan merubah pola pikir masyarakat yang tadinya hanya berfikir selepas sekolah harus masuk pegawai negeri dan sebagainya.

Masyarakat harus didorong dan dibuka pikiran dengan membuat produk-produk yang berinovasi dan kreatif.  Itu salah satu kuncinya, karena angka kemiskinan tersebut selalu seiring bersama dengan angka pengangguran.

Pengangguran terjadi akibat banyaknya jumlah angkatan kerja menjadi pengangguran, apalagi setiap tahun perguruan tinggi, SMK, SMA mengeluarkan ribuan lulusannya.

Artinya menekan angka kemiskinan tersebut harus sejalan dengan menekan angka pengangguran dengan mengajak masyarakat untuk berinovasi dan kreatif menciptakan yang baru, contohlah Muba….[***]

 

Penulis : wan

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Malam ke -17, dari Brunei Darussalam 2 Hafidz RI Raih Juara

    Jelang Malam ke -17, dari Brunei Darussalam 2 Hafidz RI Raih Juara

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menjelang malam ke -17 Puasa Ramadhan, dari Brunei Darussalam, Dua hafidz (penghafal Al-Qur’an) asal Indonesia berhasil meraih juara dalam ajang Musabaqah Menghafaz Al-Qur’an dan Pemahamannya (MHQ) di Brunei Darussalam. Pertama, Muhammad Bagus Ma’shum yang berhasil meraih juara pertama pada cabang hafalan 30 juz putra. Kedua, Rahmiyatul Khairat yang berhasil meraih juara ketiga pada […]

  • BI-BNM Resmi Gandengan, Duit Tetangga Tak Ribet Lagi

    BI-BNM Resmi Gandengan, Duit Tetangga Tak Ribet Lagi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    HUBUNGAN Indonesia dan Malaysia itu kadang mirip tetangga kompleks. Dekat, sering ketemu, kadang saling ejek soal bola, tapi kalau ada masalah besar biasanya tetap saling bantu. Nah, kali ini yang lagi “gandengan” bukan warga komplek, melainkan dua penjaga dompet negara, Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM). Keduanya resmi menandatangani Nota Kesepahaman (NK) untuk […]

  • Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten/Kota di Sumsel kini telah menerima jatah atau kuota untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Berdasarkan kuota, daerah paling banyak mendapatkan jatah CPNS yakni Kota Palembang sebanyak 916 formasi. Sedangkan, paling sedikit yakni Kabupaten Empat Lawang sebanyak 53 formasi. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII, Agus Sutiadi mengatakan, jumlah 3983 […]

  • OKI ikut pecahkan rekor MURI minum kopi serentak di Sumsel

    OKI ikut pecahkan rekor MURI minum kopi serentak di Sumsel

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI-Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi salah satu Kabupaten yang mensukseskan pemecahan rekor MURI Gerakan Minum Kopi di Pinggir Sungai Secara Serentak se Provinsi Sumatera Selatan dengan peserta terbanyak. Pemecahan Rekor MURI ini dipusatkan di Benteng Kuto Besak Palembang dan diikuti seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Selatan Secara Serentak dengan tujuan mempromosikan komoditi kopi […]

  • Kasus COVID Melonjak,  Mensos Terapkan10 Persen Pegawai Bekerja dari Kantor, Hanya UPT Menyesuaikan Dengan Pemda

    Kasus COVID Melonjak, Mensos Terapkan10 Persen Pegawai Bekerja dari Kantor, Hanya UPT Menyesuaikan Dengan Pemda

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    MENTERI Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menerapkan aturan hanya sejumlah 10 persen pegawai Kementerian Sosial bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO). “Saya telah membuat aturan untuk pegawai yang bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) sejumlah 10 persen,” kata Mensos melalui keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021). Menurut Mensos, untuk kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) […]

  • Agar Tepat Sasaran, Polri Siap Kawal Penyaluran Bansos

    Agar Tepat Sasaran, Polri Siap Kawal Penyaluran Bansos

    • calendar_month Sabtu, 12 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gapril menghadiri Video Conference Kapolri dan Menteri Sosial RI dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman bersama antara Polri dan Kemensos RI tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Pelaksanaan Penyaluran […]

expand_less
WordPress Archive FindHouses Real Estate Findive – Scuba Diving & Water Sports Elementor Template Kit Findmeet – Video Conference Elementor Template Kit Fineco Accounting & Tax Consultancy Services Elementor Template Kit Finess – Fitness Elementor Template Kit Finjobs – Human Resource Elementor Template Kit FinLab – Business, Consulting WordPress Theme Finlon – Loan & Credit Repair WordPress Theme FinMag – Modern Magazine WordPress Theme Finnik – Minimal WordPress Theme for Photographers