Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Layur Terbang ke Fuzhou, UMKM Kita Siap Naik Kelas!

Layur Terbang ke Fuzhou, UMKM Kita Siap Naik Kelas!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • visibility 931
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di antara hiruk-pikuk ibukota yang sibuknya ngalahin antrean minyak goreng waktu diskon, ada kabar segar dari dunia UMKM. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, resmi melepas ekspor 27 ton ikan layur ke Fuzhou, China. Bukan sekadar layur biasa, ini adalah ikan yang melenggang lewat program Holding UMKM, hasil gotong-royong dari laut Indonesia sampai meja makan negeri panda.

Kalau biasanya ekspor cuma milik pabrik besar, sekarang UMKM pun ikut unjuk gigi. Bukan gigi palsu, tapi gigi ekonomi yang nyata.

Menteri Maman menjelaskan, program Holding UMKM ini ibarat jembatan penghubung antara usaha kecil dengan industri besar. Seperti menghubungkan warung kopi di desa dengan kafe di Paris—bedanya ini beneran ada kontainernya.

Dengan model klaster, UMKM bisa gabung kekuatan. Gak lagi jalan sendiri-sendiri kayak pengamen tunggal di bis kota. Tapi bareng-bareng, jadi orkestra yang nadanya jelas dan tujuannya tegas.

Program ini bisa jadi semacam “rendang berjamaah” kalau sendirian kita cuma bisa masak di dapur, tapi kalau bareng-bareng, bisa masuk rak supermarket dunia.

Kalau kata pepatah lama “Berat sama dipikul, ekspor sama-sama manggul”. Maka ekspor ikan layur ini bukan akhir, tapi pintu pembuka bagi hasil bumi lainnya. Ada kopi, batik, madu, hingga keripik tempe. Semua bisa ikut naik kelas, asal diberi panggung dan pelatihan.

Program Holding UMKM harus jadi tali simpul yang kuat bukan sekadar sambungan kabel yang gampang putus saat hujan kritik. UMKM jangan cuma jadi tukang isi barang, tapi juga pemilik merk, pengatur harga, dan pelaku utama.

Kalau selama ini UMKM ibarat pemain cadangan yang cuma dipanggil kalau pemain utama kram, sekarang waktunya mereka jadi starter. Dan bukan starter motor bebek, tapi starter ekonomi bangsa!

Kerja sama dengan BNI dalam hal perbankan juga jadi kabar baik. UMKM perlu modal dan dukungan keuangan, tapi yang tak kalah penting: pendampingan dan keberpihakan. Jangan sampai UMKM dapat pinjaman, tapi bingung jualan. Ibarat dikasih sendok tapi gak ada nasinya.

Maka closed-loop ecosystem yang dibangun harus benar-benar tertutup dari kebocoran dan terbuka untuk keadilan. Semua pelaku, dari nelayan sampai pelapak digital, harus dapat porsi yang adil dan peluang yang sama.

Pak Menteri bilang, UMKM itu pahlawan ekonomi bangsa. Setuju, Pak. Mereka mungkin gak punya gedung tinggi, tapi merekalah penyangga ekonomi dari bawah. Pahlawan bukan karena pidato atau piagam, tapi karena mereka sabar dagang dari pagi sampai malam, ngurusin produksi, promosi, sampai cicilan.

Kini saatnya kita berhenti memuji mereka dari podium, dan mulai mengangkat mereka naik tangga bersama. Layur sudah menembus Fuzhou, semoga produk UMKM lain bisa menembus dunia bukan cuma fisiknya, tapi juga nilainya.

Kalau ekspor ini adalah permulaan, maka mari kita pastikan UMKM kita tidak hanya jadi bagian dari statistik, tapi jadi bagian dari strategi masa depan. “Dari laut sampai langit ekspor, UMKM Indonesia siap menari di panggung dunia. Asal jangan dibiarkan joget sendiri”.

Kalau mau kita teruskan gaya ini untuk produk UMKM lain seperti kopi, batik, atau digital kreatif saya siap ikut menulis sambil ngopi dan nyemil kripik tempe!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalau Menteri Datang, Jangan Sampai Api Datang Juga! – Apel Karhutla, Makan Gratis & Asa Tidak Terbakar

    Kalau Menteri Datang, Jangan Sampai Api Datang Juga! – Apel Karhutla, Makan Gratis & Asa Tidak Terbakar

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    NEGARA Indonesia penuh acara apel, kadang-kadang rakyat bingung, ini apel yang bisa dimakan atau apel yang bikin macet jalan protokol. Kali ini, apel yang dimaksud adalah apel kesiapsiagaan Karhutla, serius, dan penting, karena kalau hutan sudah terbakar, bukan cuma pohon yang menangis, tapi emak-emak juga ikut merintih lihat harga cabai melonjak lebih tinggi dari harga […]

  • Mantap, Pol PP di 17 Kabupaten/kota Peroleh Hibah Motor dari Pemprov. Sumsel

    Mantap, Pol PP di 17 Kabupaten/kota Peroleh Hibah Motor dari Pemprov. Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.329
    • 0Komentar

    SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di 17 Kabupaten/kota di Sumsel mendapat bantuan hibah kendaraan roda dua [motor] dari Prov.Sumsel. Bantuan itu diserahkan langsung Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menyerahkan di Auditorium Bina Praja (27/12/2019). Deru menegaskan, untuk di tahun depan menginginkan Satpol- PP Provinsi Sumsel tidak lagi seperti memiliki kasta yang berbeda dengan […]

  • Fraksi-fraksi DPRD Sumsel Dapat Menerima Jawaban Gubernur Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD Sumsel Tahun Anggaran 2024

    Fraksi-fraksi DPRD Sumsel Dapat Menerima Jawaban Gubernur Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD Sumsel Tahun Anggaran 2024

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22.231
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fraksi-fraksi di DPRD Prov.Sumsel dapat menerima jawaban Gubernur atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap Rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2024, setelah sebelumnya Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel mendengarkan penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi dimaksud oleh Gubernur Sumsel yang dibacakan […]

  • Kekurangan Tukin Guru & Pengawas PAI Sebesar Rp142,3 Miliar Mulai Dicairkan

    Kekurangan Tukin Guru & Pengawas PAI Sebesar Rp142,3 Miliar Mulai Dicairkan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.544
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mencairkan kekurangan Tunjangan Kinerja (tukin) Guru dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI). Total tukin yang akan dicairkan sebesar Rp142,3 miliar untuk 8.649 guru dan pengawas PAI. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan kekurangan pembayaran tukin guru dan pengawas PAI dipastikan selesai di tahun 2021. Menurutnya, saat […]

  • Akhor Sebut Era Milenial, Era Politik Gagasan

    Akhor Sebut Era Milenial, Era Politik Gagasan

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    Problem – problem warga yang ada bisa diselesaikan dengan baik dan tepat sasaran.

  • Wapres Minta Hunian Tetap Untuk Korban Erupsi Dirawat Dengan Baik

    Wapres Minta Hunian Tetap Untuk Korban Erupsi Dirawat Dengan Baik

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.978
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk para korban erupsi sebagai penanganan pascabencana erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (2/6/2022). Tercatat dari total Huntap sebanyak 1.951 unit yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah selesai seluruhnya dan sekitar 300 unit sudah dihuni […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress WP Simple Pay Pro Membership Manager Pro MeMeMe – The Meme Generator | WP Plugin Memento – Photography & Blog Elementor Template Kit Memoir – Tumblog Style WordPress Theme Memoir – Wedding Event & Party Organizer Elementor Template Kit Memoreel – Photography Template Kit Memory – Wedding Photography Elementor Template Kits Menda – Ecommerce WordPress Themes Menica – Wedding Elementor Template Kit