Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Bikin Iri, Solo Ngegas, Palembang Masih Nyetel Kopling: Saatnya Ekraf Kita Pindah Gigi!

Bikin Iri, Solo Ngegas, Palembang Masih Nyetel Kopling: Saatnya Ekraf Kita Pindah Gigi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 807
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU Solo sudah sampai Jakarta bawa rombongan pengembang game lokal (bukan buat liburan ke Ancol ya, ini serius!), Palembang baru sibuk urus festival pempek dengan lomba tebak isi cuko. Bukan kita anti pempek, lho. Tapi, ekonomi kreatif itu bukan cuma soal kuliner, masa dari 16 subsektor ekraf, kita masih mentok di kemplang dan kerupuk?

Coba  intip kejadian di Autograph Tower, Jakarta, di sana, Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan komunitas Surakarta Game Developer alias Surgadeva bertandang menemui Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Bukan untuk ngopi-ngopi cantik sambil foto di lift mewah, tapi membahas langkah konkret penguatan ekosistem game di daerah. Ya, game! Bukan domino Qiu-Qiu online yang digemari paman-paman, tapi real game development.

Bayangin, di Solo sudah ada 10 studio game lokal, 200 pengembang aktif, dan IP mereka (baca: karakter game, dunia game, bukan IP rumah tetangga) sudah tembus jutaan unduhan. Lah Palembang?. Paling banter punya akun ML bareng tetangga yang dipakai rebutan tiap malam minggu.

Sementara itu, Wali Kota Solo dengan mantap bilang, “Kami tak ingin titel kreatif cuma jadi hiasan.” Makjleb! Kalimat ini seperti sambal ulek di mata para pemangku kebijakan yang masih mikir ekonomi kreatif itu hanya buat seniman lukis di CFD tiap Minggu pagi.

Solo bukan Jakarta, tapi mereka sudah punya roadmap akselerasi ekraf, mereka bicara pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif khusus, buka diselipkan di bawah Dinas Pariwisata yang kadang sibuk ngurus dekorasi tenda festival dangdut. Mereka bahkan mau bikin game academy  sekolah tempat belajar bikin game, bukan main game, ya. Dan proyek akhirnya? digarap bareng Surgadeva, bukan bareng dukun cabul di TikTok Live.

Kalau sudah begini, kita di Palembang mau bilang apa?, kita kota besar kok… tapi kreatifnya masih kayak mie keriting  penuh potensi tapi kebanyakan stuck di mangkuk, boleh sih punya Jakabaring Sport City, tapi kok ya stadion lebih sering kosong.

Padahal, kalau mau ngaca, banyak kota kecil di dunia yang sudah ngegas, ambil contoh Malmo, Swedia, dulu kota industri tenggelam, sekarang jadi kiblat startup game dan desain. Chiang Mai, Thailand, kota wisata yang kini punya creative hub dan coworking space di setiap sudut, bikin para freelancer betah kerja sambil ngopi di rooftop sambil dengerin suara ayam dan Bandung yha, tetangga kita aja udah punya Creative Center dan rutin ekspor produk fashion dan animasi.

Nah, Palembang? Kota yang katanya pusat sejarah dan budaya Sriwijaya, tapi belum punya pusat co-working yang bisa jadi tempat ngumpul anak kreatif buat brainstorming. Yang ada, tiap malam minggu pusat keramaian masih seputaran jembatan Ampera, kafe karaoke, dan warung kopi dengan colokan meledak.

Sudah saatnya, kita switch mode, jangan cuma mikir soal pembangunan fisik. Kreativitas itu juga perlu jalan tol, kalau jalanan untuk truk batu bara dibikin mulus kayak jalan sultan, masa akses dan dukungan buat pelaku ekraf masih kayak jalan tanah liat waktu musim hujan?

Pepatah lama bilang “Jangan menunggu durian runtuh kalau yang ditanam cuma semangka”. Ya, jangan harap muncul talenta kreatif kelas dunia kalau yang kita fasilitasi cuma festival selfie dan lomba tiktok kelurahan. Solusinya bentuk Dinas Ekonomi Kreatif mandiri,  bikin pelatihan, bangun Creative Hub di tengah kota. Gak usah mewah dulu, asal ada Wi-Fi, bean bag, dan kopi yang gak asem.

Gandeng komunitas, anak-anak muda kreatif itu gak suka dibimbing formal, tapi mau diajak ngobrol dan dikasih panggung. Lirik subsektor lain, game, animasi, desain, bahkan kuliner dan musik elektronik bisa jadi sumber pendapatan, bukan cuma hadiah lomba.

Jangan biarkan Palembang jadi kota yang ramai oleh festival, tapi sepi oleh inovasi.

Kata Teuku Riefky, “Kementerian Ekraf itu akselerator, bukan tukang sulap”. Artinya, kalau daerahnya sendiri lambat dan sok sibuk, ya gak bisa maju, jangan sampe kita jadi penonton di panggung kita sendiri.

Seperti kata Steve Jobs yang dikutip dalam banyak seminar motivasi (meski sering cuma tempelan di slide presentasi), “Innovation distinguishes between a leader and a follower”. Jangan mau terus jadi pengikut. Kota kita besar, punya sejarah hebat, tinggal nyalain tombol gasnya!

Jadi, Solo udah nyalain mesin kreatifnya. Palembang, masih betulin kaca spion, ayo buruan! sebelum kita ketinggalan… sama kota kecil bernama Prabumulih yang tau-tau udah punya Metaverse Pasar Buah. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rampungkan Pendataan Regsosek, OKI Lakukan Serentak Malam Hari, Fokus Ruang Publik hingga Sisir Tunawisma

    Rampungkan Pendataan Regsosek, OKI Lakukan Serentak Malam Hari, Fokus Ruang Publik hingga Sisir Tunawisma

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, OKI- Rampungkan Pendataan Regsosek, OKI Lakukan Serentak Malam Hari, Fokus Ruang Publik. Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan pendataan Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regsosek) tunawisma di sejumlah tempat di Kabupaten Ogan Komering, Sabtu (29/10/2022) malam. Pendataan Regsosek secara serentak pada malam hari ini difokuskan di sejumlah ruang publik […]

  • Pemerintah Pusat Dorong Daerah Agar Semakin Maju, Apa Saja Dorongannya

    Pemerintah Pusat Dorong Daerah Agar Semakin Maju, Apa Saja Dorongannya

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Pusat terus mendorong agar daerah semakin maju dan berkembang melalui pemaksimalan otonomi daerah. Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah pusat senantiasa menjaga komitmennya dalam mendorong kemajuan otonomi daerah. Salah satu upaya nyata dalam merealisasikannya adalah dengan meningkatkan anggaran pembangunan daerah yang inisiatifnya langsung diambil daerah. Diharapkan pemerintah daerah dapat memanfaatkan […]

  • “Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

    “Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 582
    • 0Komentar

    ADA lomba siapa daerah yang paling sering jadi tuan rumah acara serius tapi bikin kepala rakyat ikut mengangguk-angguk, Musi Banyuasin (Muba) bisa masuk final. Coba bayangkan, baru-baru ini Muba jadi panggung utama Dialog Yuridiksi Karet, dengan tema super serius “Mendorong Karet Berkelanjutan di Indonesia melalui Ketelusuran dan Inklusi Petani”. Tapi tenang, bukan berarti acaranya cuma […]

  • Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.319
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kaum muda, adalah aset penting bagi bangsa dan negara ini, baik dalam setiap proses pembangunan suatu negara dan merupakan pilar -pilar bangsa yang kokoh, untuk membentuk karakter bangsa. Berangkat dari potensi inilah, Jialyka Maharani, menilai kaum muda harus memiliki tempat atau saran yang bisa menyalurkan adrenalin dan kratifitasnya, di masa – masa […]

  • Sejarah Lokomotif Kereta Api: Mesin Uap yang Mengubah Dunia Perjalanan

    Sejarah Lokomotif Kereta Api: Mesin Uap yang Mengubah Dunia Perjalanan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    “Aku hanyalah sebuah mesin besi. Tubuhku besar, rodaku berat, dan suaraku bergemuruh ketika berjalan di atas rel. Banyak orang dulu menganggapku aneh. Namun sejak aku hadir, jarak yang terasa jauh perlahan menjadi lebih dekat.” Dulu, sebelum aku dikenal manusia, perjalanan bukanlah sesuatu yang mudah. Jika seseorang ingin pergi ke tempat yang jauh, mereka harus berjalan […]

  • Tim Macan Komering Tangkap Pelaku Curas

    Tim Macan Komering Tangkap Pelaku Curas

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    ANGGOTA  Kepolisian Subsektor Tanjung Lubuk, Polres OKI berhasil mengamankan pelaku Abka Aprilando (23) warga Kelurahan Cintara Raja Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), di rumahnya dan ditemukan satu unit sepeda motor Yamaha Xivion warna hitam BG 5963 NI hasil Curiannya. Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek Iptu Johny martin, SH dan Kanit Reskrin […]

expand_less
WordPress Archive Enigma – Personal Portfolio Elementor Template Kit Enjoy – WordPress Magazine and Blog Theme Enliven ’em! – SVG Animation Engine for WordPress Eno – Portfolio Agency WordPress Enormous – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Enova – Multipurpose Business WordPress Theme Enrique – Personal CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit Enton – Creative Agency Elementor Template Kit Entourage – Movie/Film/Cinema/TV WordPress Theme Entox – Car Rental Marketplace Elementor Template Kit