Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » “Rp 616 Miliar Kembali, Kredit Bank Negara Jadi PR Besar”

“Rp 616 Miliar Kembali, Kredit Bank Negara Jadi PR Besar”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 937
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UANG negara itu kalau sudah keluar rumah, kelakuannya sering mirip mantan, pergi tanpa pamit, pulang setengah-setengah, sambil bilang, “yang lain nyusul.” Maka ketika kabar Rp 616 miliar berhasil diselamatkan mencuat ke publik, reaksi wajar kalau campur aduk. Ada lega, ada heran, ada juga tanya dalam hati. Kok, bisa sejauh itu perginya?

Cerita ini mengemuka di Palembang, Rabu, 7 Januari 2026. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Vanny Yulia Eka Sari, menyampaikan langsung kepada wartawan  uang ratusan miliar tersebut merupakan bagian dari perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pinjaman kredit oleh salah satu bank pemerintah kepada PT BSS dan PT SAL.

Dari penjelasan itu, satu hal langsung terbaca terang, negara tidak sedang panen uang, tapi sedang menarik kembali haknya sendiri. Sebelumnya, lebih dari Rp 506 miliar telah lebih dulu disita. Lalu pada awal Januari ini, ada lagi pengembalian tambahan sekitar Rp 110 miliar. Totalnya mencapai Rp 616,5 miliar lebih. Angka yang besar, tapi belum cukup untuk bikin negara tersenyum lepas.

Masalahnya, estimasi kerugian negara dalam perkara ini disebut mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Artinya, yang pulang baru separuh jalan. Sisanya masih entah di mana. Negara boleh lega sebentar, tapi belum bisa menarik napas panjang. Apalagi bukan akhir cerita, baru pembuka bab.

Kalau ditarik ke logika sehat, situasinya sederhana, uang dipinjamkan dengan dalih usaha, namun  usaha yang dijanjikan tidak sebanding dengan kerugian yang ditinggalkan. Kredit yang seharusnya jadi bahan bakar ekonomi, malah berubah jadi bensin yang tumpah ke mana-mana. Yang terbakar bukan cuma kas, tapi juga kepercayaan.

Ironis bukan, sebab semuanya terjadi di bank milik negara. Bank yang selama ini identik dengan slogan pembangunan dan keberpihakan pada rakyat. Tapi realitas di lapangan menunjukkan, label “plat merah” tidak otomatis kebal dari praktik kelabu. Kredit bisa melenceng, prosedur bisa dilompati, dan pengawasan bisa tertinggal jauh di belakang kreativitas pelaku.

Masih dalam penjelasan yang sama, Vanny Yulia Eka Sari juga membeberkan perkembangan perkara lain yang tak kalah menarik perhatian. Di Kabupaten Muara Enim, tepatnya di wilayah Semendo, penyidikan dugaan korupsi dalam pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro pada salah satu kantor cabang pembantu bank pemerintah masih berjalan.

Jumlah saksi yang diperiksa sudah mencapai 127 orang. Satu tersangka bahkan telah ditetapkan sebagai buronan sejak akhir Desember 2025 karena tidak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan.

Patut dicatat & apresiasi

Adegan ini membuat cerita makin terasa seperti dagelan mahal, aparat hukum sibuk merapikan berkas dan menghitung kerugian negara, sementara tersangka justru menghilang. Negara lari maraton, pelaku main petak umpet. Kredit mikro yang semestinya menopang usaha kecil, malah meninggalkan lubang besar di kepercayaan publik.

Belum cukup,  Kejati Sumsel juga masih mengusut dugaan kredit fiktif di wilayah OKU Timur, dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Lokasinya berbeda, modus serupa hingga polanya berulang, seperti kaset lama yang diputar ulang dengan sampul baru.

Dari rangkaian ini, sulit untuk terus menyebut semua sebagai kebetulan. Kalau satu dua kasus, mungkin bisa disebut kecolongan. Tapi kalau berulang di banyak tempat, berarti ada yang salah secara sistemik. Pengawasan longgar, prosedur bisa dinegosiasikan, dan jabatan sering dianggap tiket masuk ke ruang-ruang yang seharusnya terkunci.

Di titik ini, langkah Kejati Sumsel yang menekankan pengembalian kerugian negara patut dicatat dan diapresiasi. Penegakan hukum memang tidak cukup berhenti di penetapan tersangka dan vonis pengadilan. Mengembalikan uang negara adalah bagian penting dari keadilan itu sendiri. Tanpa pemulihan, hukuman terasa pincang.

Namun, pengembalian Rp 616 miliar juga tidak boleh membuat publik terlena. Ini bukan prestasi yang pantas dirayakan dengan konfeti. Ini lebih mirip pengingat keras bahwa uang negara pernah melenggang sejauh itu tanpa hambatan berarti. Bahkan selama sistem belum benar-benar dibenahi, potensi pengulangan selalu ada.

Oleh sebab itu,  uang negara bukan alat sulap yang boleh menghilang lalu muncul lagi sambil minta tepuk tangan. Setiap rupiah punya alamat dan tanggung jawab. Kalau hari ini sebagian sudah kembali, itu patut dicatat. Tapi yang lebih penting, jangan sampai dagelan mahal bernama korupsi ini dianggap biasa. Karena ketika yang luar biasa sudah terasa biasa, kerugian berikutnya tinggal menunggu waktu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel  Tuan Rumah  Nasional Youth 20 Pre Summit I 2022

    Sumsel  Tuan Rumah  Nasional Youth 20 Pre Summit I 2022

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    TERPILIHNYA Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan  rumah kegiatan Nasional Youth 20 Pre Summit I 2022 Local Chapter South Sumatera, diharapkan mampu memberikan peluang bagi para pemuda di Sumsel untuk memajukan kepemimpinan pemuda Indonesia, baik secara lokal maupun global. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat membuka Kegiatan Youth 20 Pre Summit I 2022 […]

  • KBTG Menangkan MongoDB APAC Innovation Awards 2023

    KBTG Menangkan MongoDB APAC Innovation Awards 2023

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.691
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, BANGKOK, THAILAND –  Pada tanggal 30 Maret 2023, KASIKORN Business-Technology Group (KBTG) dinobatkan sebagai pemenang MongoDB APAC Innovation Award 2023 dalam kategori Customer-Focused melalui MAKE by KBank, sebuah money management aplikasi untuk generasi baru. Penghargaan ini menghormati proyek dan orang-orang yang bermimpi besar, merayakan penggunaan data yang inovatif untuk membangun aplikasi yang menarik […]

  • Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.297
    • 0Komentar

    Minimnya lagu anak-anak yang dinyanyikan anak, sepertinya mendapat asupan baru. Zafira Najwa, seorang penyanyi cilik, kini mengeluarkan lagu berjudul “Si Hitam”. Produksi GajahMada Record Kids, lagu ini dimaksudkan untuk mengisi ceruk yang kosong di lagu anak-anak. “Saat ini, memang minim lagu anak-anak, yang memang dianggap sesuai dengan masa kanak-kanak. Dan, dinyanyikan anak-anak,” ujar Zafira. Panggilan […]

  • Stunting Mengintai, 65 Warga Sungai Rebo Disasar PMT Kilang Plaju

    Stunting Mengintai, 65 Warga Sungai Rebo Disasar PMT Kilang Plaju

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Upaya menekan risiko stunting kembali menyentuh masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Plaju. Sebanyak 65 warga Dusun 4, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mendapat dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus edukasi pola asuh anak. Kegiatan berlangsung di Posyandu Suplir, Kamis (10/9/2026), tidak hanya berfokus pada pembagian makanan bergizi. Para […]

  • Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh, dan Positif Covid Masing – masing Bertambah Dua Orang

    Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh, dan Positif Covid Masing – masing Bertambah Dua Orang

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (24/2/2021) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan 2 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 2 kasus sembuh dan 2 positif per 24 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 2 kasus positif yakni diantaranya kasus 1016 laki-laki usia 28 tahun […]

  • Wisatawan Indonesia Lampaui Malaysia di Uzbekistan, Umrah Plus Samarkand Mulai Dibahas

    Wisatawan Indonesia Lampaui Malaysia di Uzbekistan, Umrah Plus Samarkand Mulai Dibahas

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Wisatawan Indonesia mulai membuktikan posisi penting di mata Uzbekistan selama delapan bulan terakhir lantaran jumlah wisatawan asal Indonesia berkunjung ke negara Asia Tengah disebut telah melampaui wisatawan Malaysia, sehingga membuka peluang baru, termasuk gagasan menggabungkan perjalanan umrah dengan kunjungan ke sejumlah destinasi religi di Uzbekistan. Peluang itu mengemuka saat Menteri Haji dan Umrah […]

expand_less
WordPress Archive Brentwood – Golf Course WordPress Theme Bricks Builder - Build WordPress Sites That Rank Bridely | Wedding & Event Management WordPress Theme Bridey – Bridal Store WooCommerce WordPress Theme Bridge - Creative Elementor and WooCommerce WordPress Theme Bridget – Magazine and Blog WordPress Theme Briefcase Elementor Widgets Brielle – Beauty Salon and Cosmetics WordPress Theme Brilio – Personal Portfolio WordPress Theme Brilly – Jewelry Store WooCommerce Elementor Template Kit