Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » 190 Burung Dibawa dalam 25 Box, 10 Ekor Mati, Perdagangan Satwa Dilindungi Dibongkar di Surabaya

190 Burung Dibawa dalam 25 Box, 10 Ekor Mati, Perdagangan Satwa Dilindungi Dibongkar di Surabaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 190 burung dibawa dalam 25 box di kawasan Pelabuhan Jamrud, Surabaya. Dari jumlah itu, 10 ekor ditemukan mati. Temuan tersebut membongkar dugaan perdagangan satwa dilindungi yang dilakukan melalui jalur pelabuhan pada Sabtu (29/8/2026) dini hari.

Petugas Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak menemukan muatan tersebut sekitar pukul 01.00 WIB saat melakukan pengawasan rutin di kawasan Pelabuhan Jamrud, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

Muatan yang diperiksa ternyata berisi ratusan burung yang tidak dilengkapi dokumen karantina maupun surat izin angkut yang sah. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti bersama Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Total ada 186 ekor Cucak Cica Daun Besar dan empat ekor Merbah Belukar yang ditemukan. Sebanyak 180 ekor masih hidup, sementara 10 lainnya tidak terselamatkan.

Burung-burung tersebut dikemas dalam 25 box buah plastik. Rinciannya, 19 box berwarna putih, tiga box kuning, dua box merah, dan satu box hijau.

Dalam penindakan itu, petugas juga mengamankan seorang pria berinisial SA (45), warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Agustus 2026.

SA kini ditahan di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Jawa Timur. Penyidik menduga tersangka menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan/atau memperdagangkan satwa yang dilindungi tanpa dokumen atau izin yang sah.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan pengawasan terhadap perdagangan satwa tidak cukup dilakukan di lokasi asal. Jalur pengangkutan hingga distribusi juga menjadi titik penting untuk memutus mata rantai perdagangan ilegal.

“Perdagangan satwa tidak hanya terjadi ketika satwa ditawarkan kepada pembeli,” kata Januanto.

Menurut dia, rangkaian perdagangan dapat dimulai dari pengambilan, pengumpulan, pengangkutan hingga distribusi. Karena itu, setiap mata rantai peredaran ilegal perlu diawasi dan ditindak.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Aswin Bangun menilai jalur transportasi perlu mendapat pengawasan lebih kuat karena menjadi titik pergerakan satwa menuju wilayah lain.

Dalam kasus ini, SA disangkakan melanggar Pasal 40A ayat (1) huruf d juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta ketentuan pidana terkait lainnya.

Perkara tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh penyidik Gakkum Kehutanan. Masyarakat diminta tidak membeli, memelihara, maupun memperdagangkan satwa dilindungi secara ilegal. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumsel Dukung Rakerja Pedagang Pasar Se – Palembang

    Pemprov Sumsel Dukung Rakerja Pedagang Pasar Se – Palembang

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.458
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Nasrun Umar menerima Audiensi Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang di Ruang Tamu Sekda Provinsi Sumsel, Jum’at (8/1/2021). Audiensi tersebut sehubungan akan diadakannya Rapat Kerja (Rakerja) Pedagang Pasar Se – Kota Palembang pada Februari 2021 mendatang, yang tujuannya untuk menguatkan komitmen dan kepedulian para pedagang dalam menciptakan pasar yang baik di […]

  • Pak Bondan ‘Pokoe Maknyus’ Meninggal Dunia

    Pak Bondan ‘Pokoe Maknyus’ Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    ikut andil juga dalam mendirikan Pasar Ah Poong di Sentul City

  • Kerjasama dengan SKK Migas, Diharapkan SDM Lokal Muba  Terserap di Industri Migas

    Kerjasama dengan SKK Migas, Diharapkan SDM Lokal Muba Terserap di Industri Migas

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.768
    • 0Komentar

    KERJASAMA dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) diharapkan dapat menyerap SDM lokal bidang migas. “Upaya pengembangan talenta-talenta lokal tidak hanya menjadi kewajiban SKK Migas. Peran pemberdayaan pekerja ini juga harus didukung seluruh pihak,”kata Bupati Muba Dodi Reza di sela Rapat Pertemuan dengan Kepala SKK MIGAS tentang Pemberdayaan […]

  • Hotspot Sumsel Tembus 142, BMKG Ungkap Sumsel Masih Kering

    Hotspot Sumsel Tembus 142, BMKG Ungkap Sumsel Masih Kering

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  belum sepenuhnya lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah ini justru mengalami peningkatan cukup tajam. Kementerian Kehutanan mencatat 142 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumsel berdasarkan pemantauan hingga Senin (5/10) […]

  • Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Pada 2010, Jakabaring Sport City (JSC) hanya berupa rawa-rawa yang berada di tengah Kota Palembang.

  • Mahasiswi Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah ini raih gelar “Busana Nasional Terbaik di Phnom Penh

    Mahasiswi Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah ini raih gelar “Busana Nasional Terbaik di Phnom Penh

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.228
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Phnom Penh, Kamboja – Gyska Salsabila Iswansyah, mahasiswi Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah, meraih gelar “Busana Nasional Terbaik.” Dalam kompetisi Miss Teen International di Phnom Penh, Kamboja. Dalam kompetisi tersebut, Gyska Salsabila memukau dengan busana yang dirancang oleh Bubu Ramadhan, seorang perancang busana ternama yang telah banyak berprestasi di ajang Jember Fashion Carnival. […]

expand_less
WordPress Archive Ruffer – Roof Construction & Repair WordPress Theme Ruger – Digital Agency and Portfolio WordPress Theme Ruki – A Captivating Personal Blog Theme Rumma – Furniture Interior Elementor Template Kit RunCrew | Running Club, Marathon & Sports WordPress Theme Runda – Creative Agency Elementor Template Kit Rush – Esports & Gaming WordPress Theme Ruza – Beauty Cosmetics Shop WordPress Theme Ryse – SEO & Digital Marketing Elementor Template Kit Ryse – SEO & Digital Marketing Theme