Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Dugaan Proyek Fiktif, Kades Sungai Somor Korupsi Dana Desa

Dugaan Proyek Fiktif, Kades Sungai Somor Korupsi Dana Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
  • visibility 2.301
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Komite Pemberantasan Korupsi Kabupaten Ogan Komering Ilir (BKPK OKI) Ustra Harianda kembali merilis sejumlah dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun 2018, Desa Sungai Somor Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurut Ustra, penyelewengan terberat dari sejumlah dugaan praktik korupsi lainnya, yakni berupa bangunan MCK fiktif yang diakui kades hanya kesalahan cetak prasasti proyek.

“Berbekal sejumlah bukti berupa audio visual yang kami dapat langsung di lapangan beberapa hari lalu, dugaan sejumlah korupsi DD, dengan berbagai modus, disinyalir mengkerucut kepada kades itu sendiri. Bagaimana mungkin, bangunan MCK yang sudah dikonfirmasi dengan warga setempat, namun kades bilang prasastinya salah cetak, jelasnya di Kayuagung, Rabu (23/10/2019).

Dikatakan dia, selain memiliki bukti tersebut, Ustra juga menyebut bahan pembanding data awal bersumber dari platform Tim Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tertuang dalam data OMSPAN Kementerian Keuangan, sehingga dugaan mega skandal korupsi kades Sungai Somor Nedi Kusanti dapat terkuak ke publik,

“Dari DD tahun 2018 yang diterima Desa Sungai Somor sebesar Rp1,2 miliar. Ironisnya, dugaan korupsi kadesnya mencapai 50 persen lebih,” bebernya.

Dana Desa Sungai Somor sendiri, dibagi dalam 3 tahap pencairan. Rincian masing-masing pencarian, yakni pada tanggal tanggal 20 Februari 2018 pencairan Tahap 1 sebesar Rp238.701.800, berikutnya, Tanggal 6 Juni 2018 pencairan Tahap 2 sebesar Rp477.403.600, dan terakhir, Tanggal 13 November 2018 untuk pencairan Tahap 3 sejumlah Rp477.403.600,

“Pencairan dana desa dalam 3 tahapan dengan skema tahap pertama sebesar 20 persen, tahap kedua dan ketiga masing-masing sebesar 40 persen dari anggaran yang diterima,” terangnya.

Berdasarkan evaluasi langsung di desa setempat, ia menyebutkan paling tidak terdapat dugaan kerugian negara senilai Rp.695.300.000 atau 60 persen lebih yang dituding masuk ke kantong pribadi,

“Disinyalir modus yang dilakukan kades dalam praktik korupsi diantaranya dugaan bangunan MCK Fiktif, dan dugaan penggelapan sisa anggaran tahap I,” terangnya.

Dibeberkan anggota LSM yang terlibat dalam kasus Kades Gajah Makmur Ahim, hingga kades tersebut meringkuk kedalam sel penjara tahun 2018 lalu ini merincikan dugaan fiktif dengan gamblang. Dilanjutkan Ustra, dugaan terjadi praktik korupsi berawal dari pencairan tahap II tanggal 6 Juni 2018 sebesar Rp477.403.600.

“Dari DD tersebut, kemudian dianggarkan Pembangunan Fasilitas Jamban Umum/MCK Umum sebesar Rp346.900.000, yang ternyata diduga fiktif lantaran tidak ditemukan satupun bangunan MCK bersumber DD 2018,” jelasnya

Dalam melaksanakan cek fisik MCK sendiri, Ustra mengaku hampir kecolongan lantaran menurut pengakuan Kadus III  dibangun menggunakan DD tahun 2018, sama seperti plakat yang tertera di dpn MCK.

Namun hal ini bertolak belakang dengan keterangan yang diperolehnya dari warga setempat yang mengatakan jika MCK dengan sumur swadaya masyarakat tersebut dibangun sekitar Bulan Mei tahun 2019,

“Plakat MCK yang terletak di Dusun III tercantum tahun 2018, namun warga setempat justru mengatakan sebaliknya. Dengan demikian, kami berkesimpulan, dengan anggaran Rp 346.900.000, tidak satu pun MCK yang dibangun di desa Sungai Somor atau dengan kata lain, patut diduga fiktif,” ungkapnya.

Berbagai kejanggalan lain diungkapkan Ustra. Dirinya menyebut berbagai kejanggalan selain MCK fiktif. Ia mengatakan, pemicu potensi kerugian negara berasal dari pencairan tahap I yang masuk ke rekening desa sebesar Rp238.701.800.

Dari anggaran dana tersebut, ia mengatakan, direalisasikan hanya sebesar Rp46,400.000 yang diperuntukkan untuk 2 item pekerjaan, masing-masing yakni, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa sebesar Rp.30.700.000 serta Pembangunan Fasilitas Jamban Umum/MCK Umum sebesar Rp15.700.000.

“Berdasarkan hitungan tersebut, total jumlah dugaan penyelewengan dana desa mencapai Rp695.300.000, yang berasal dari pencairan.[**]

Penulis : dra

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Progres Pulau Kemaro

    Kejar Progres Pulau Kemaro

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang mengejar progres percepatan obyek wisata Pulau Kemaro, dengan kembali bersama masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan gotong- royong untuk membersihkan bantaran Sungai Musi di Bungalow Pulo Kemarau. “Sesuai instruksi Walikota Palembang, seluruh OPD terjun langsung untuk gotong- royong , supaya mempercepat dan melanjutkan tahapan progres tiap harinya,” kata Ratu Dewa Sekda […]

  • Presiden: Tetap Waspada Atur Keseimbangan di Kuartal Ketiga 2021

    Presiden: Tetap Waspada Atur Keseimbangan di Kuartal Ketiga 2021

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo bersyukur perekonomian Indonesia semakin membaik meskipun saat ini berada dalam keadaan dengan serba ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka 7,07 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 1,52 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal kedua 2021 perlu disyukuri namun tetap harus diwaspadai. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan […]

  • Sandiaga Bersyukur Bawaslu Hentikan Laporan ‘Tampang Boyolali’

    Sandiaga Bersyukur Bawaslu Hentikan Laporan ‘Tampang Boyolali’

    • calendar_month Jumat, 30 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno bersyukur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghentikan laporan mengenai ‘tampang Boyolali’ yang pernah diucapkan capres Prabowo Subianto. Sandiaga mengatakan, pernyataan Prabowo soal ‘tampang Boyolali’ itu memang tak melanggar aturan. Karena itu, sejak pertama pihaknya telah menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya ke Bawaslu. “Saya dari pertama menyerahkan kepada pihak […]

  • Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Cegah COVID-19, Sosialisasi Perlu Adanya Pendekatan Agama

    Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Cegah COVID-19, Sosialisasi Perlu Adanya Pendekatan Agama

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merangkul tokoh agama di Bangkalan, Madura untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Kerjasama tokoh agama dengan Forkopimda bisa kita maksimalkan untuk pencegahan COVID-19,” kata Kapolri dalam keterangan resminya saat bersama Panglima TNI meninjau langsung penanganan COVID-19 di daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021). Selain […]

  • Walikota Apresiasi Kinerja Baznas, Ini Karena Jumlah Zakat Meningkat

    Walikota Apresiasi Kinerja Baznas, Ini Karena Jumlah Zakat Meningkat

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    KESADARAN warga Kota Palembang membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang, terus meningkat. Buktinya, nominal zakat yang dihimpun Baznas terus bertambah. “Grafiknya terus meningkat. Alhamdulillah. Mulai dari Rp100 juta per bulan, sekarang sudah Rp400 juta tiap bulan,” kata Wali Kota Palembang H Harnojoyo, di acara penyerahan hasil audit Baznas Kota Palembang Tahun […]

  • KEMALA Inisiasi Webinar bersama Bunda Baca

    KEMALA Inisiasi Webinar bersama Bunda Baca

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    MASALAH minat baca sampai saat ini masih menjadi tema yang cukup aktual, tema ini sering dijadikan topik pertemuan ilmiah dan diakusi oleh para pemerhati dan para pakar yang peduli terhadap perkembangan minat baca di Indonesia. Permasalahan yang dirasakan bangsa Indonesia sampai saat ini, adanya data temuan penelitian dan pengamatan menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia relatif […]

expand_less
WordPress Archive Infinite – Blog & Magazine Script Infinite – Corporate Business WordPress Infinite Grid Pro WordPress & WooCommerce Plugin Infinite – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Infiniterent – Car Rental Elementor Template Kit Infinity Fashion – WooCommerce Elementor Template Kit Infinity – One Page WordPress Theme InfixEdu School – School Management System Software InfixTeam – Team Showcase WordPress Plugin Influence Marketing – SEO & Digital Agency Elementor Template Kit