16,465 Kg Sabu Diamankan di Pangkalpinang, Diduga Akan Diedarkan di Pulau Bangka
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 16,465 kilogram sabu dan 4.980 butir ekstasi diamankan dalam pengungkapan kasus narkotika di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Barang haram tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Pulau Bangka.
Pengungkapan kasus dilakukan pada Rabu (26/8) setelah petugas mendapatkan informasi mengenai rencana masuknya narkotika ke wilayah Bangka. Informasi itu kemudian dikembangkan melalui penyelidikan hingga mengarah pada seorang terduga pelaku berinisial AS.
AS diamankan di wilayah Kota Pangkalpinang. Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kasus yang hingga kini masih berjalan. Petugas masih menelusuri jaringan serta pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.
Kasus ini ditangani melalui kerja sama Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim), Bea Cukai Pangkalpinang, dan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Koordinasi antarinstansi dilakukan sejak informasi awal diterima hingga proses penindakan di lapangan.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari 16,465 kilogram sabu dan 4.980 butir ekstasi.
Menurut Budi, jumlah narkotika tersebut diperkirakan dapat berdampak terhadap puluhan ribu orang apabila sampai beredar dan disalahgunakan. Dari hasil penindakan, sekitar 87.305 jiwa disebut berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya aparat mempersempit jalur peredaran narkotika di Bangka Belitung. Bea Cukai dan kepolisian menyatakan koordinasi serta pertukaran informasi akan terus dilakukan untuk mengejar jaringan yang masih mungkin berada di balik kasus tersebut.
Penyelidikan dan pengembangan perkara masih berlangsung. Aparat masih berupaya mengungkap lebih jauh asal narkotika, jaringan yang terlibat, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam rencana peredarannya di Pulau Bangka. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
