Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hiburan » “Cerita Dagelan Wak Bek & Mang Zenal: Renungan Suci 17 Agustus yang Nyasar di Pohon Akasia”

“Cerita Dagelan Wak Bek & Mang Zenal: Renungan Suci 17 Agustus yang Nyasar di Pohon Akasia”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
  • visibility 762
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SORE sabtu, angin sawah di kampung pinggiran Palembang terasa lembut macam kipasan emak-emak pas lagi main gaplek. Pos ronda di tepi sawah yang cuma beralas papan kayu reot jadi saksi dua sosok sepuh Wak Bek dan Mang Zenal. Dua tokoh tua yang tiap sore nongkrong di sana sambil nyeruput kopi pahit, kopi yang rasanya kayak hidup lebih banyak getirnya daripada manisnya.

“Zen, kau tau dak? Malem ini ado renungan suci di Taman Makam Pahlawan, semua pejabat hadir. Gubernur, Kapolda, Pangdam… wah, megah nian,” ucap Wak Bek pakai logat Palembang sambil ngepulkan asap rokok lintingan yang lebih mirip dupa.

Mang Zenal, dengan mata sipit setengah merem karena kopi udah bikin ngantuk, nyeletuk,
“Ah, aku jugo galak, nak  melok. Tapi katek motor, nak jalan kaki jauh nian. Paling idak kito renungan dewek bae lah, Bek… di hutan sebelah jalan itu. Pohonnya tinggi, anginnya kencang, pasti suci jugo”.

“Betul! Dak usah jauh-jauh, kalo di TMP renungan dengan pahlawan, di hutan kito renungan dengan akar-akarnya pohon akasia. Sama bae, wong kito jugo nak merenung.” Wak Bek ketawa, giginya tinggal dua kayak senter yang lampunya redup.

Di samping pos ronda itu, nongkrong dua bocah muda OOI dan AAI, generasi penerus kampung yang masih enerjik. Mereka mendengar obrolan dua tetua ini, mengangguk-angguk polos. “Wih, ikut renungan ya Wak…, Mang?. Keren nian! kami jugo pengen besok liat,” kata OOI sambil kagum.

Malam 17 Agustus tiba, di Taman Makam Pahlawan, suasana khidmat luar biasa. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, para jenderal, polisi, hingga veteran, semua tegak berdiri hormat. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis memimpin apel kehormatan renungan suci. Lampu redup, obor menyala, doa berkumandang. Semua mengenang jasa para pahlawan yang gugur, sambil merinding penuh haru.

Tapi di hutan seberang jalan, Wak Bek dan Mang Zenal malah gelar “renungan suci ala kampung”. Caranya? Panjat pohon akasia setinggi belasan meter, duduk di cabang, lalu merenung… sebentar. Karena begitu angin malam semilir, dua tetua itu langsung “merenung dalam mimpi”.

Mereka ketiduran, dari jam 9 malam sampai bablas pagi. Bahkan ayam kampung udah tiga kali berkokok, mereka masih molor di dahan pohon.

Pagi harinya, sekitar jam 10, OOI dan AAI lewat jalan hutan naik motor butut. Helmnya longgar, knalpotnya berisik kayak toa masjid. Tiba-tiba… plak! sandal jepit jatuh dari langit, nyemplak pas di pipi OOI yang nyetir. Motor oleng dikit, AAI di belakang teriak.

“Woiii! Sandal sape nih?!” OOI berhenti, muka merah karena kaget.

Belum sempet mikir, plak! lagi satu sandal mendarat di jidat AAI.
“Sialan bener!. Ini sandal siapa lagi?!” katanya sambil garuk kepala.

Mereka berdua nengok ke atas. Astaga, ternyata Wak Bek dan Mang Zenal lagi tidur pulas di cabang pohon, ngiler ngalir.

“Woiii, Wak! Mang! Turunlah! Apo gawe kalian beduo tedo dipucuk  pohon cak monyet bae” kekenyangan duren?!” teriak OOI.

Wak Bek kebangun, melongo, lalu nyeletuk,
“Oalah, jam berapo kini? Kito masih renungan suci kah?”

Mang Zenal ikut turun, nyeker karena sandalnya udah jadi senjata tumpul. “Iyo, kami semalam abis renungan suci. Lamo nian, sampai mimpi ketemu Jenderal Sudirman ngasih aku rokok gratis”.

OOI dan AAI saling pandang, lalu geleng-geleng. “Astagfirullah… Wak, Mang… itu bukan renungan suci. Itu namonyo nyari wangsit! Biaso dipake orang cari nomor buntut!”

AAI, yang paling cerewet, nyeplos “Wak, Mang… renungan suci tu ado tujuannyo. Itu bukan sekadar duduk bengong. Di Taman Makam Pahlawan, pejabat dan rakyat berkumpul untuk hormati jasa pahlawan.

Mereka itu yang ngorbankan nyawo, supaya kito bisa merdeka, bisa minum kopi di pos ronda, bisa tidur di atas pohon tanpa ditendang Belanda”

OOI menimpali sambil senyum, “Kalo kalian tidur di pohon, itu bukannyo renungan, tapi kayak maling ayam kesiangan. itu katek hikmahnyo, malah sandal melayang”

Mang Zenal garuk kepala, “Lah, kami pikir asal merenung bae, di mano bae jugo suci”

Wak Bek nambahin, “Iyo… kalo renungan suci TMP ado doa-doanya, kami renungan di pohon ado dengkurannyo”

OOI ngakak. “Betul nian! Bedo tipis, tapi hasilnyo jauh. Renungan di TMP bikin hati tentram, renungan di pohon bikin orang kaget kena sandal!”

AAI ngasih wejangan, “Pepatah bilang kalau tak pandai berenang, jangan coba-coba nyebur di laut dalam. Begitu pula  dengan renungan, kalo niat nak hormati pahlawan, ya dateng ke TMP, ikut doa, ambil hikmah. Bukan malah nginep di pohon akasia kayak burung gagak.”

Akhirnya Wak Bek dan Mang Zenal minta maaf, mereka sadar kalau merenung sembarangan itu bukan renungan suci, tapi malah dagelan.

“Betul jugo, generasi muda kito ini pinter. Kami dak bakal ngulang lagi. Lain kali, kalo nak renungan, kito ikut resmi bae. Biar dak salah arti,” kata Wak Bek sambil ngembalikan sandal ke kakinya.

Mang Zenal menambahkan, “Iyo lah. Mulai besok kalo nak tidur, di rumah bae. Biar suci mimpi ketemu mantan bae, bukan jatoh dari pohon”

OOI dan AAI ketawa lepas. Mereka lega karena dua tetua kampung ini akhirnya paham. “Yang penting, Wak, Mang… merdeka bukan cuma dari penjajahan, tapi jugo dari kebodohan sendiri. Jangan sampe salah kaprah antara renungan dan wangsit,” kata OOI sambil naik motor lagi.

Dan begitulah, di kampung “tak bernama” pinggiran Palembang, renungan 17 Agustus tahun itu jadi bahan cerita seumur hidup bahwa kadang, renungan suci bisa meleset jadi renungan lucu. Tapi hikmah tetap ada hormati pahlawan dengan doa, bukan dengan sandal jepit jatoh dari pohon.

Renungan suci adalah bentuk penghormatan pada para pahlawan yang telah berkorban. Jangan sampai kesakralan itu kita campur adukkan dengan hal-hal sepele.

Hidup memang butuh humor, tapi hormat pada pahlawan adalah serius “Kalau tak tahu arah, tanyalah pada kompas, kalau tak tahu makna, belajarlah pada sejarah”.[***]

Catatan redaksi : tulisan ini adalah cerita fiksi dagelan. Tokoh, peristiwa, dan dialog disajikan dalam bentuk humor untuk hiburan sekaligus renungan. Jika ada kesamaan nama atau kejadian dengan tokoh/kejadian nyata, hal itu semata-mata kebetulan belaka, dan isinya bukan laporan fakta, melainkan hiburan yang menyelipkan pesan moral. Nama pejabat, tempat, dan peristiwa hanya dipakai sebagai latar cerita tanpa maksud menyinggung pihak mana pun.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jualan Muba di Acara Apkasi

    Jualan Muba di Acara Apkasi

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    DALAM rangka memperkenalkan program dan potesi unggulan Kabupaten Muba serta menarik investor dari luar, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan Rapat Pembahasan Pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), di Ruang Rapat Randik, Senin (27/5/2019) Laporan Kadisperindag Muba Zainal Arifin ST MM menyampaikan Pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) akan dilaksanakan pada tanggal […]

  • Sejak 2017, Polri Sudah Lakukan Rekrutmen Anggota Berlatar Belakang Santri

    Sejak 2017, Polri Sudah Lakukan Rekrutmen Anggota Berlatar Belakang Santri

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    POLRI menyatakan bahwa sudah melaksanakan usulan Buya Syafi’i terkait meminta santri berkualitas dapat direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol). Hal tersebut konsisten dan sudah dilakukan sejak 2017. “Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini telah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari Perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri. Hafiz Quran, juara MTQ, dan […]

  • 3 Vaksin COVID-19 Baru Dapat Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM

    3 Vaksin COVID-19 Baru Dapat Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    ADA 3 vaksin COVID-19 yang baru mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM, yakni Vaksin Sputnik-V pada 25 Agustus 2021 lalu, dan Vaksin COVID-19 Janssen serta Vaksin Convidecia pada 7 September 2021. Pemberian izin penggunaan darurat (EUA/Emergency Use Authorization) ini melengkapi Vaksin COVID-19 lain yang sudah mendapatkan EUA sebelumnya di Indonesia: Vaksin CoronaVac (Sinovac), […]

  • Katanya Bakal Mengalir 24 Jam, Kok Masih Banyak Warga di Palembang Belum Nikmati Air Bersih Tirta Musi

    Katanya Bakal Mengalir 24 Jam, Kok Masih Banyak Warga di Palembang Belum Nikmati Air Bersih Tirta Musi

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    Sejumlah perumahan subsidi di Kota Palembang masih banyak belum menikmati saluran air bersih dari PDAM Tirta Musi, bahkan mirisnya kondisi itu sudah berlangsung 3 – 4 tahun perumahan tersebut ditempati penghuninya.

  • Wawako Ingatkan Seluruh Camat dan lurah, Pembagian Sembako Harus Tepat Sasaran

    Wawako Ingatkan Seluruh Camat dan lurah, Pembagian Sembako Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Mengatisipasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam pembagian sembako bantuan kemanusian, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda didampingi Sekertaris Daerah Ratu Dewa mengingatkan kembali seluruh Camat agar data yang dihimpun dari RT dan lurah harus Benar-benar valid dan tepat sasaran. Dalam rapat koordinasi pembagian sembako bantuan pemerintah Kota  (Pemkot) Palembang ada beberapa poin yang dibahas diataranya mengenai […]

  • Swasta Memiliki Peran Penting Kejar Target Program Vaksinasi, Wagub Mawardi Yahya Tinjau Vaksinasi

    Swasta Memiliki Peran Penting Kejar Target Program Vaksinasi, Wagub Mawardi Yahya Tinjau Vaksinasi

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi Yahya meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk para petani kelapa sawit, masyarakat kawasan perkebunan dan para pelajar di areal PT Sawit Mas Sejahtera Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Jum’at (25/9). Pelaksanaan vaksinasi yang diinisiasi oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bekerjasama dengan pemerintah tersebut, merupakan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label