Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Lutut Rapuh Tak Menghalangi Langkah Menuju Baitullah

Lutut Rapuh Tak Menghalangi Langkah Menuju Baitullah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 724
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia datang memadati Tanah Suci, dari yang muda bersemangat sampai yang sudah ubanan, semua berlomba-lomba mengejar rida Ilahi. Tapi jangan salah, ini bukan lomba maraton apalagi kompetisi panjat pinang, ini ibadah hati yang penuh hikmah.

Namun sayangnya, di tengah khusyuknya doa dan zikir, banyak jemaah Indonesia terutama yang sudah lansia harus ‘mampir’ ke rumah sakit, bukan untuk wisata medis, tapi karena urusan tulang, otot, dan persendian yang tiba-tiba ‘ngambek’.

Menurut data dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, sampai 29 Mei 2025 sudah lebih dari 189 ribu jemaah reguler dan 15 ribu jemaah haji khusus yang tiba di Arab Saudi. Tapi di balik angka-angka yang bikin bangga itu, ada fakta yang membuat kita perlu merenung sambil elus-elus lutut 79% jemaah Indonesia tergolong berisiko tinggi, terutama lansia.

Dari 617 jemaah yang dirawat, sebagian besar mengalami masalah muskuloskeletal dislokasi, fraktur, hingga pembengkakan kaki. Ada yang jatuh di kamar mandi, ada yang kepleset waktu tawaf, dan ada pula yang terdorong waktu turun dari bis. Ibarat kata, naik bis semangat 45, turun bis kaki minta ampun.

Bayangkan saja, kondisi para jemaah lansia itu seperti sepeda ontel tua yang tetap dipaksa nanjak ke puncak bukit. Bannya kempes, gear-nya kadang macet, tapi semangatnya mengalahkan road bike paling canggih.

Mereka tetap ingin menjalankan umrah berulang-ulang, tak peduli kaki sudah protes, lutut sudah berisik kayak engsel pintu lama. Kata dr. Yudha Mathan Sakti belum lama ini,  ada lima penyebab utama jemaah bisa sampai ‘ngendon’ di RS keramaian, komorbiditas, kelelahan, kondisi jalan, dan sandal yang tak bersahabat. Iya, sandal! Jangan remehkan alas kaki, sebab salah pilih sandal bisa bikin langkah menuju Baitullah berubah jadi langkah menuju UGD.

Ada juga yang karena semangat terlalu tinggi, lupa kalau usia sudah tak muda lagi. Semangatnya umur 25, tapi dengkulnya umur 75. Kadang yang satu mau lari, yang satu minta duduk. Ibaratnya, hati ingin tawaf tujuh kali, lutut baru kuat setengah putaran. Tapi justru di sinilah letak keistimewaan para lansia ini. Mereka membuktikan bahwa niat ibadah tak bisa dihentikan oleh usia, walau kaki minta jeda, hati tetap melaju.

Dan di sinilah pentingnya peran jemaah muda. Seperti pesan dr. Ghulam Iskandarsyah, “Yang muda, tolong jangan sikut-sikutan! Ini bukan rebutan sembako. Bantu yang sepuh turun dari bis, beri ruang waktu tawaf, dan jangan kejar-kejaran kayak lagi nguber diskon di Tanah Abang!” . Sebab sejatinya, haji adalah kerja tim. Yang muda melindungi, yang tua mendoakan. Yang bugar memayungi, yang rapuh tetap melangkah.

Pepatah lama bilang, “Tongkat yang menemani langkah tak bisa mengganti kasih tangan anak muda yang sedia menggandeng”. Maka jadilah tangan itu. Jadilah pelindung bagi mereka yang telah renta. Jangan tunggu mereka jatuh dulu baru kita panik cari kursi roda.

Bagi jemaah lansia sendiri, bukan berarti harus merasa kalah. Kalau kaki mulai bengkak, sendi terasa nyeri, kompreslah dengan es, bukan dengan rasa bersalah. Lapor petugas kesehatan, bukan simpan sendiri lalu mewek di pojokan masjid. Ingat, haji bukan perlombaan. Tuhan tak menilai siapa paling cepat menyentuh Ka’bah, tapi siapa yang paling sabar dan ikhlas menunaikan rukun-Nya.

Ibadah haji bukan cuma soal kekuatan fisik, tapi ketangguhan hati dan kesiapan diri. Yang tua tak perlu minder, yang muda jangan sombong. Kalau semua saling menjaga, perjalanan spiritual ini akan jadi kenangan indah, bukan cerita horor tulang retak dan lutut ngilu. Dan seperti kata pepatah Arab, “Man jadda wa jada”, barang siapa bersungguh-sungguh, dia akan sampai. Asal jangan lupa sungguh-sungguh itu harus pakai alas kaki yang tepat dan bantu yang sepuh turun dari bis!. Karena di Tanah Suci, yang tua bukan beban, mereka justru lentera iman. Yang muda bukan pelengkap, tapi penjaga jalan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah?,  Partikel Aerosol pada Virus Covid-19 Bisa Menembus Masker

    Benarkah?, Partikel Aerosol pada Virus Covid-19 Bisa Menembus Masker

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 548
    • 0Komentar

    BEREDAR di media sosial sebuah video yang menampilkan seorang pria sedang memberi pemaparan pada sebuah forum di salah satu sekolah di negara bagian Indiana, AS. Pembicara yang diketahui bernama Doctor Dan Stock itu mengklaim bahwa virus Covid-19 dan semua jenis virus pernapasan lainnya memiliki partikel aerosol yang tetap dapat menembus masker. Faktanya, klaim yang disampaikan […]

  • Stok Beras 3.00 Ton Bisa Aman Jelang Ramadhan, Harga di OKI Dipastikan Stabil

    Stok Beras 3.00 Ton Bisa Aman Jelang Ramadhan, Harga di OKI Dipastikan Stabil

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    CADANGAN beras di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinilai aman. Bulog Kabupaten OKI saat ini menyiagakan stok mencapai 300 ton ditambah pada bulan Maret hingga April sudah masuk masa panen. “Aman apalagi di bulan Maret ini sudah  3.000 Ha lahan kita panen ditambah rencana 17.000 ha di bulan April,” ungkap Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan […]

  • Malam Takbiran 2025 di Muba Lebih Rame, Lebih Seru, Lebih Cetar!

    Malam Takbiran 2025 di Muba Lebih Rame, Lebih Seru, Lebih Cetar!

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 971
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam Takbiran tahun ini bakal lebih heboh di Musibanyuasin [Muba] lebih cetar membahana, dan pastinya lebih keren pasalnya  Pemkab Muba udah ngatur strategi buat bikin perayaan ini lebih kece dari tahun-tahun sebelumnya. Semua elemen udah pasang kuda-kuda, panitia udah siaga satu, tinggal kita yang harus ngegas menyambut pesta takbiran akbar ini! Plt Asisten […]

  • HUT Otoda &Hardiknas Kabupaten OKI, Bupati : Refleksi Kemandirian Daerah & Semarakan Merdeka Belajar

    HUT Otoda &Hardiknas Kabupaten OKI, Bupati : Refleksi Kemandirian Daerah & Semarakan Merdeka Belajar

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun  sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVIII di halaman Kantor Bupati OKI. Selasa, (02/05). Peringatan ini untuk merefleksi Kemandirian Daerah dan Semarakan Merdeka Belajar Dalam sambutannya Bupati OKI, Iskandar, mengatakan Otonomi daerah sejatinya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, akses pelayanan bisa dijangkau […]

  • Nikah Massal, Mahar Minimalis, Cinta Maksimalis

    Nikah Massal, Mahar Minimalis, Cinta Maksimalis

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pepatah lama pernah bilang, “Kalau cinta sudah melekat, wajan gosong pun terasa romantis”. Tapi sayangnya, cinta di zaman sekarang bukan cuma soal rasa, tapi juga soal biaya. Mau akad? Siapkan dana. Mau resepsi? Siapkan tabungan. Bahkan, mau undang tetangga? Minimal punya saldo buat beli tisu dan kuaci. Nah, di tengah hiruk-pikuk dunia cinta […]

  • Meski Pandemi, Kali ke Empat, Muba Tercepat Sampaikan Laporan Keuangan, BPK RI Perwakilan Sumsel : Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    Meski Pandemi, Kali ke Empat, Muba Tercepat Sampaikan Laporan Keuangan, BPK RI Perwakilan Sumsel : Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.280
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba pernah mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena dinilai sangat cepat dalam penyampaian Laporan Keuangan di BPK RI Perwakilan Sumsel selama periode 2017-2019. Kini, meski dalam kondisi terbatas karena pandemi, untuk kali ke empatnya Muba menjadi Kabupaten pertama dan tercepat menyampaikan Laporan Keuangan.”Tercatat sudah empat tahun Kabupaten Muba ini menjadi Kabupaten pertama […]

expand_less
WordPress Archive Keylin – WordPress Magazine and Blog Theme KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit Keymoto – Motorcycle WordPress Theme Keyword Linking for WordPress Kezta – Gutenberg Portfolio WordPress Theme Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit