Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Jemaah Haji Wajib Suntik Polio, Jangan Sampai Gagal Berangkat Gara-Gara Virus yang “Nggak Ketok Pintu”

Jemaah Haji Wajib Suntik Polio, Jangan Sampai Gagal Berangkat Gara-Gara Virus yang “Nggak Ketok Pintu”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 765
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di Asrama Haji Pondok Gede, suasana penuh antusiasme mewarnai Bimbingan Teknis Terintegrasi Tenaga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Namun, tiba-tiba, ada pengumuman yang membuat para calon jemaah haji berhenti sejenak dari obrolan mereka yang seru. Ini bukan soal keberangkatan yang mundur, atau harga kabin yang tiba-tiba naik, tapi soal vaksinasi baru yang harus mereka lakukan.

“Assalamualaikum, Pak Budi… Sudah vaksin polio belum?”
“Polio? Saya pikir itu penyakit anak-anak. Saya udah uzur gini masih kena juga?”
“Nah lho, justru karena belum vaksin, bisa aja ke Saudi-nya ditunda. Mau?”

Begitulah kira-kira percakapannya saat Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Pak Liliek Marhaendro Susilo, mengumumkan aturan baru. Mulai musim haji 2025 ini, selain vaksin meningitis yang udah jadi langganan suntikan jemaah sejak zaman unta belum kenal jetlag, kini ditambah satu lagi vaksin polio di Asrama Haji Pondok Gede, kemarin.

Liliek Marhaendro Susilo pun, berdiri dengan serius, tapi tetap dengan senyum ramah. “Jadi, tahun ini ada syarat baru, selain vaksin meningitis yang wajib, mulai tahun ini kita juga wajib vaksin polio!” katanya.

“Polio? Itu penyakit apa, Bu?” tanya Pak Budi, sambil melirik kertas panduan haji yang ia pegang. “Gue sih sehat-sehat aja, nggak butuh lah, masa gitu.”

Liliek tersenyum sambil menjelaskan, “Polio itu penyakit yang bisa bikin kamu lumpuh, Pak. Bisa menyerang siapa saja, tanpa gejala yang jelas. Kalau kena, bisa langsung ganggu sistem saraf dan akibatnya fatal, bahkan sampai kematian. Itu virus nggak keliatan, lho! Kayak ninja yang datang diam-diam tanpa bunyi!”

“Ah, jadi polio itu kayak maling malam yang nyerang rumah tanpa permisi, gitu ya?” kata Pak Budi, mulai paham.

“Betul sekali! Nah, biar nggak kena maling virus polio ini, kita butuh vaksin,” jawab Liliek. “Sama seperti negara-negara lain yang juga harus memenuhi syarat vaksin polio buat jemaah haji mereka, terutama negara-negara yang punya riwayat kasus polio.”

Pak Budi berpikir sejenak, “Berarti, kalau negara lain bisa, kita juga bisa, dong?”

Seperti contoh negara, seperti India dan Afghanistan yang sebelumnya sempat memiliki kasus polio, sekarang sudah diwajibkan untuk memberikan vaksin polio kepada jemaah haji mereka. Ini bagian dari upaya global untuk menghindari penyebaran polio ke negara lain. India, misalnya, meski pernah memiliki banyak kasus polio, kini sudah bebas dari polio berkat program vaksinasi yang ketat, termasuk untuk jemaah haji mereka.

Begitu pula Afghanistan, yang meski masih punya tantangan besar, mereka juga mengikuti aturan vaksinasi polio untuk jemaah haji mereka demi mencegah penyebaran virus.

Pak Hadi yang mendengarkan, ikut menimpali. “Jadi, kalau kita nggak vaksin, bisa jadi kayak negara yang belum bebas polio dan malah nularin penyakit ke yang lain?”

“Yup, betul! Vaksinasi ini bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat orang lain. Kalau kita nggak vaksin, bisa jadi kita malah jadi sumber masalah, kayak virus yang tanpa izin menyerang.”

“Wah, jadi, kita harus vaksin juga ya biar nggak ketularan polio?!” ujar Bu Rini dengan semangat.

“Betul, Bu! Kita nggak mau jadi ‘jemaah yang tertunda keberangkatannya’ cuma gara-gara lupa vaksin. Vaksin polio ini mudah banget, cuma satu dosis, dan bisa diberikan bersamaan dengan vaksin meningitis atau influenza. Jadi, nggak ribet!”

Semua jemaah pun mulai menyadari pentingnya vaksinasi polio. Mereka mulai melihat bahwa dengan vaksin ini, mereka bisa terhindar dari bahaya yang nggak kelihatan, dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan tenang.

Pak Budi yang tadi sempat ragu, kini mengangguk sambil tertawa. “Kayaknya gue juga harus vaksin, nih. Jangan sampai jadi jemaah yang malah nambahin beban gara-gara polio!”

Liliek tersenyum lebar. “Betul, Pak! Lebih baik vaksin dulu, biar nggak nyesel nanti! Seperti yang dilakukan negara-negara lain yang sudah berhasil mengurangi polio dengan vaksinasi. Kita pun bisa kok, kalau kita mulai dari diri sendiri.”

Akhirnya, semua jemaah setuju untuk melakukan vaksinasi polio, bahkan dengan semangat lebih tinggi daripada saat mereka mengatur barang-barang di koper. “Vaksin polio? Siap! Kalau perlu, packing vaksin juga, deh!” Pak Budi berkelakar, disambut tawa riuh.

Dan begitulah, perjalanan menuju ibadah haji pun semakin ringan. Seperti negara-negara yang berhasil mengatasi polio dengan vaksinasi, jemaah haji Indonesia pun siap untuk berangkat dengan perlindungan penuh, tanpa takut ada ‘maling virus’ yang mengganggu. Vaksin dulu, baru berangkat!.

Jadi vaksinasi polio kini bukan sekadar formalitas atau “tambahan-tambahan” di daftar persiapan haji. Ia sudah naik kasta menjadi syarat wajib demi keamanan dan kelancaran ibadah. Arab Saudi nggak main-main negara mana pun yang pernah kena kasus polio dalam setahun terakhir (termasuk Indonesia), wajib kirim jemaah yang sudah divaksin.

India dan Afghanistan sudah duluan kasih contoh. Meski mereka juga negara padat jemaah dan padat masalah, urusan vaksin tetap jadi prioritas. Jadi kalau mereka bisa disiplin, masa kita enggak?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru merasakan efek positif usai disuntik vaksin sinovac dua kali sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan covid-19 di Sumsel. Termasuk untuk tidak ragu melakukan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah. Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu divaksin. Sebab vaksin tersebut sudah melalui berbagai tahapan pengujian sehingga dipastikan aman […]

  • CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, berita datang lebih cepat dari gosip tetangga, baru batuk di beranda, udah masuk grup WA RT, yang salah bukan batuknya, tapi grupnya yang kelewat aktif. Begitulah gambaran era tsunami informasi. Kita hidup di zaman di mana fakta dan fiksi beda tipis, saking tipisnya kayak kripik singkong yang diserut silet. Pemerintah, […]

  • Eksekutif dan Legeslatif Tetapkan Jadwal Pembahasan Raperda – Renja DPRD 2019

    Eksekutif dan Legeslatif Tetapkan Jadwal Pembahasan Raperda – Renja DPRD 2019

    • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,SEKAYU  – Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi menyetujui jadwal yang disepakati dalam Rapat Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Muba Terkait Pembahasan Dua Raperda Prakarsa DPRD Muba, yaitu Penyampaian Hasil Reses III, dan Penjadwalan Rencana Kerja DPRD Muba tahun 2019, di Ruang Rapat […]

  • Kuliah Rasa Kebun, Kerja Rasa Liburan, Strategi Muba Cetak SDM Unggul dari Ladang Ilmu

    Kuliah Rasa Kebun, Kerja Rasa Liburan, Strategi Muba Cetak SDM Unggul dari Ladang Ilmu

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.235
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA memang terkenal dengan gudegnya yang manis, tapi kali ini yang manis bukan cuma masakannya melainkan rencana besar yang sedang diracik  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Musi Banyuasin (Muba).Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, datang langsung ke Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bukan buat jalan-jalan, tapi buat “menyemai benih unggul SDM Muba” lewat kerja sama pendidikan vokasi […]

  • Jalan Sehat HUT RSMH Libatkan Ribuan Peserta

    Jalan Sehat HUT RSMH Libatkan Ribuan Peserta

    • calendar_month Minggu, 6 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Ribuan peserta terlibat memeriahkan  jalan sehat beregu dan gowes bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Muhammad Hoesin  (RSMH) Palembang  ke 62, Minggu, (6/1/2018). Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD, Kadindinkes Provinsi dan pejabat penting lainnya di jajaran RSMH. Gubernur […]

  • 4 Prioritas Daerah Muba Yang Disampaikan Pada Nota Pengantar Raperda APBD 2020

    4 Prioritas Daerah Muba Yang Disampaikan Pada Nota Pengantar Raperda APBD 2020

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.587
    • 0Komentar

    Secara umum rancangan APBD terdiri dari tiga bagian utama yang merupakan satu kesatuan yaitu pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

expand_less
WordPress Archive The Restaurant – Restauranteur and Catering One Page Theme The Retailer – Premium WooCommerce Theme The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered The Wavo – Portfolio Showcase WordPress Theme The Way – Creative OnePage & MultiPurpose WordPress The Workout – Trainer Fitness WordPress Theme