Museum Haji Indonesia Digagas, Jejak Ulama Diungkap
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID- Museum Haji Indonesia digagas sebagai upaya membuka kembali kisah perjalanan umat Islam ke Tanah Suci yang turut mewarnai sejarah bangsa. Bukan hanya tentang ibadah, sejarah haji juga menyimpan cerita tentang kiprah ulama, perkembangan ilmu pengetahuan, dan perjuangan membangun kesadaran kebangsaan.
Gagasan tersebut mulai dijajaki Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Pembahasannya berlangsung dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis (22/10/2026).
Salah satu hal yang ingin diangkat melalui museum ini adalah kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam perjalanan Indonesia. Nama Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Ahmad Dahlan, Haji Hasyim Asy’ari, Haji Agus Salim, dan Haji Samanhudi, misalnya, memiliki tempat penting dalam sejarah pergerakan kebangsaan, pendidikan, serta pembaruan sosial keagamaan.
Kisah mereka menjadi bagian dari sejarah yang dapat membantu generasi muda memahami hubungan antara kehidupan keagamaan dan perkembangan bangsa. Museum ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali peran ulama dan santri yang tidak terpisahkan dari perjalanan sejarah Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah mengatakan, sejarah perhajian memiliki makna lebih luas daripada perjalanan ibadah semata. Di dalamnya terdapat pertukaran ilmu, pengalaman, dan pemikiran yang ikut membentuk kehidupan masyarakat.
“Sejarah haji Indonesia bukan semata-mata tentang perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Di dalamnya terdapat jejak perjuangan, pertukaran ilmu, dan kontribusi ulama serta santri dalam membangun kesadaran kebangsaan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, kami ingin menjajaki upaya merawat warisan sejarah ini agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas,” ujar Wamenhaj.
Memburu Jejak Sejarah dari Arsip Lama
Salah satu tantangan dalam merawat sejarah perhajian adalah menghimpun sumber-sumber yang tersebar di berbagai tempat. Foto lama, dokumen perjalanan, arsip penyelenggaraan haji, hingga artefak bersejarah berpotensi menjadi bagian penting dari koleksi museum.
Penelusuran juga dapat diperluas ke berbagai lembaga penyimpanan sejarah di luar negeri, termasuk museum dan lembaga arsip di Belanda. Koleksi yang relevan berpeluang memberikan gambaran tambahan mengenai perjalanan haji masyarakat Indonesia pada masa lalu.
Meski demikian, penghimpunan koleksi tersebut masih menjadi peluang yang perlu dijajaki. Belum ada keterangan terperinci mengenai dokumen yang telah ditemukan, koleksi yang akan diperoleh, maupun bentuk kerja sama dengan lembaga arsip di Belanda.
Jika berhasil dikembangkan, upaya ini dapat membantu menyatukan potongan-potongan sejarah yang selama ini tersimpan dalam berbagai sumber. Masyarakat pun berpeluang mengenal perjalanan haji melalui bukti sejarah, bukan hanya melalui cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kehadiran Museum Haji Indonesia diharapkan memberi manfaat lebih luas daripada sekadar memamerkan benda-benda lama. Museum ini berpotensi menjadi tempat belajar, penelitian, dan pengembangan literasi sejarah yang dapat dimanfaatkan pelajar, peneliti, serta masyarakat umum.
Melalui dokumen, foto, dan artefak, pengunjung nantinya dapat mempelajari perubahan penyelenggaraan haji dari masa ke masa sekaligus memahami kehidupan umat Islam Indonesia dalam konteks sejarah nasional.
Gagasan ini juga membuka kesempatan untuk mengenalkan kembali nilai pengabdian dan perjuangan para pendahulu kepada generasi muda. Sejarah tidak hanya disajikan sebagai kumpulan tanggal dan nama tokoh, tetapi sebagai kisah tentang manusia, pemikiran, dan perubahan sosial yang membentuk Indonesia.
Namun, pendirian museum tersebut masih dalam tahap penjajakan kerja sama antara Kemenhaj dan Kemenbud. Informasi mengenai lokasi, anggaran, jadwal pembangunan, serta pengelolaan museum belum dirinci.
Pembahasan ini menjadi langkah awal untuk melihat kemungkinan kolaborasi dalam melestarikan sejarah perhajian Indonesia.
Jika terwujud, Museum Haji Indonesia dapat menjadi salah satu ruang untuk menjaga warisan masa lalu sekaligus memperkenalkan kontribusi umat Islam dalam perjalanan panjang bangsa kepada generasi mendatang. (***) /sember kemenhaji.
- Penulis: Irwan Wahyudi
