Kemenhaj Dorong UMKM Daerah Tembus Pasar Haji dan Umrah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Peluang pasar haji dan umrah menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan UMKM daerah untuk memperluas usaha sehingga Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk lokal, agar semakin terhubung dengan kebutuhan jemaah melalui pengenalan potensi usaha dan penjajakan kemitraan bisnis.
Upaya ini mengemuka dalam Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (23/10/2026).
Menteri Haji dan Umrah bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Dirjen PE2HU) Jaenal Effendi meninjau sejumlah tenant dalam pameran tersebut.
Mereka berdialog dengan pelaku usaha untuk melihat langsung produk yang ditawarkan sekaligus mengenali peluang pengembangannya agar sesuai dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Jaenal mengatakan, produk lokal memiliki peluang untuk dikembangkan dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Namun, peluang tersebut perlu didukung pemahaman terhadap kebutuhan pasar, termasuk kesesuaian jenis produk, kualitas, dan kesinambungan pasokan.
“Yogyakarta memiliki beragam potensi produk lokal, mulai dari kerajinan dan fesyen muslim hingga produk pangan olahan. Potensi ini perlu kita kenali dan hubungkan dengan kebutuhan jemaah agar UMKM memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan usahanya,” ujar Jaenal di Bantul mengutip laman resmi haji.
Yogya Expo menghadirkan 121 pelaku UMKM dengan beragam produk, mulai dari perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, fesyen muslim, produk olahan dan unggulan daerah, hingga makanan dan minuman. Keragaman ini membuka ruang untuk menjajaki peran produk daerah dalam memenuhi kebutuhan pasar haji dan umrah.
Meski demikian, pengenalan produk melalui pameran perlu diikuti langkah lanjutan agar peluang usaha dapat berkembang menjadi kemitraan. Karena itu, Yogya Expo juga menghadirkan agenda temu bisnis yang menargetkan 130 pelaku usaha atau UMKM untuk menjalani kurasi sebelum mengikuti business matching dengan calon mitra di sektor haji dan umrah.
Calon mitra yang menjadi sasaran penjajakan mencakup penyelenggara haji dan umrah, penyedia katering dan logistik, serta perbankan syariah. Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dan memperluas akses pemasaran bagi pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan seperti Yogya Expo, kita ingin potensi UMKM tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga semakin terhubung dengan kebutuhan pasar. Dengan begitu, peluang kolaborasi dan kemitraan dapat terbuka, sehingga produk lokal mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan manfaat bagi jemaah,” tegas Jaenal.
Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, Kemenhaj mendorong agar potensi produk daerah tidak berhenti pada promosi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penjajakan bisnis dan kemitraan yang berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
