Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Haji Nonkuota Jangan Dijual Sebelum Visa Terbit, Menhaj Soroti Uang Jemaah

Haji Nonkuota Jangan Dijual Sebelum Visa Terbit, Menhaj Soroti Uang Jemaah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Haji nonkuota kembali menjadi perhatian pemerintah. Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf meminta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tidak menjanjikan keberangkatan kepada masyarakat sebelum visa benar-benar terbit dan dapat diverifikasi melalui sistem resmi Arab Saudi.

Pesan tegas itu disampaikan Irfan Yusuf saat menghadiri Mukernas III Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) di Malang, Jawa Timur, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Menhaj, kepastian visa harus menjadi batas penting sebelum penyelenggara meminta masyarakat menyerahkan dana dalam jumlah besar. Jangan sampai jemaah sudah membayar mahal, tetapi status keberangkatannya belum memiliki kepastian.

“Jangan ada lagi jemaah haji nonkuota yang membayar tanpa kepastian visa,” tegas Irfan Yusuf.

Haji nonkuota bukan soal janji berangkat

Pemerintah menyoroti pola pemasaran haji nonkuota yang menjanjikan keberangkatan jauh sebelum dokumen visa dapat dipastikan. Praktik seperti ini dinilai berisiko merugikan jemaah.

PIHK diminta memastikan setidaknya empat hal sebelum menawarkan layanan kepada calon jemaah, yakni kepastian visa, kejelasan penyelenggara, keamanan dana, serta pemenuhan layanan sesuai kesepakatan.

Menhaj juga mengingatkan agar istilah seperti haji furoda, mujamalah, maupun visa undangan tidak digunakan untuk membangun persepsi bahwa keberangkatan otomatis sudah terjamin.

Intinya, nama paket atau istilah yang digunakan penyelenggara tidak boleh menggantikan bukti kepastian visa.

“Jangan menerima dana besar dari masyarakat untuk sesuatu yang kepastian keberangkatannya belum ada,” ujar Menhaj.

Data jemaah nonkuota akan diperkuat

Untuk memperketat pengawasan, pemerintah akan memperkuat registrasi jemaah nonkuota. Data yang disiapkan tidak hanya menyangkut identitas jemaah, tetapi juga pihak penyelenggara dan layanan yang dijanjikan.

Registrasi tersebut mencakup data jemaah, penyelenggara, jenis visa, paket layanan, hingga pihak yang bertanggung jawab selama jemaah berada di Arab Saudi.

Langkah ini penting agar ketika muncul persoalan, posisi jemaah tidak berada dalam kondisi tanpa kejelasan mengenai siapa penyelenggara dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Bagi PIHK, transparansi juga menjadi bagian dari ukuran profesionalitas. Harga paket dan pengelolaan dana jemaah harus dijelaskan secara terbuka, bukan sekadar mengandalkan promosi keberangkatan cepat.

Persiapan Haji 2027 dimulai dari sekarang

Pemerintah tidak ingin persiapan Haji 1448 H/2027 M dilakukan secara mendadak. Evaluasi penyelenggaraan Haji 1447 H menjadi salah satu pijakan untuk memperbaiki layanan pada musim berikutnya.

Validasi data dan dokumen, kesiapan pembimbing, serta kesiapan layanan di Arab Saudi harus mulai dikerjakan sejak sekarang.

PIHK juga diminta mengikuti regulasi dan timeline yang berlaku di Arab Saudi. Dengan demikian, penyelenggara tidak hanya fokus mencari dan merekrut jemaah, tetapi memastikan seluruh rangkaian pelayanan dapat dipenuhi.

Menhaj menegaskan, keberhasilan penyelenggara bukan diukur dari banyaknya calon jemaah yang berhasil dihimpun.

“Ukuran keberhasilan penyelenggara bukan jumlah jemaah yang direkrut, tetapi terpenuhinya seluruh hak jemaah sesuai kontrak,” tegasnya.

Manasik haji harus lebih realistis

Persiapan jemaah juga tidak berhenti pada urusan dokumen dan keberangkatan. Manasik diminta diarahkan agar jemaah semakin mandiri ketika menghadapi kondisi nyata di Tanah Suci.

Materi manasik perlu membekali jemaah menghadapi Armuzna, kepadatan, kondisi cuaca ekstrem, penggunaan sistem digital di Arab Saudi, serta kebutuhan khusus lansia dan penyandang disabilitas.

Dengan pola persiapan tersebut, jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap menghadapi situasi operasional selama berada di Arab Saudi.

Pesan pemerintah untuk penyelenggara pun semakin jelas: jangan menjual kepastian sebelum visa benar-benar pasti.

Bagi calon jemaah, kehati-hatian menjadi penting. Sebelum menyerahkan dana, status penyelenggara, dokumen, jenis visa, paket layanan, serta pihak yang bertanggung jawab perlu dipastikan secara jelas.

Haji bukan sekadar soal mendapatkan tempat berangkat. Di balik biaya besar yang dikeluarkan jemaah, ada hak atas kepastian, keamanan dana, pelayanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Literasi Media Menangkal Hoaks

    Literasi Media Menangkal Hoaks

    • calendar_month Selasa, 11 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    PADA awalnya, pengertian literasi hanya terfokus pada kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Menurut Bhattacharya (2012), literasi digambarkan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Seorang yang terpelajar mampu memahami semua bentuk komunikasi. Dampak utama yang dimiliki oleh literasi adalah pada pikiran seorang individu. Pemikiran kritis dan kemampuan yang menentukan sangat ditingkatkan. Keaksaraan melibatkan berbagai fondasi bahasa […]

  • Dies Natalis Fakultas Pertanian, UNSRI ke-60, Dirut PT Pusri Sampaikan Orasi Ilmiah Terkait Smart Farming

    Dies Natalis Fakultas Pertanian, UNSRI ke-60, Dirut PT Pusri Sampaikan Orasi Ilmiah Terkait Smart Farming

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh turut menyampaikan orasi ilmiah dengan Tema “Smart Farming untuk Petani Millennial dan Petani GEN-Z”, yang dilaksanakan dalam rangkaDies Natalis Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya yang ke-60 di Kampus Universitas Sriwijaya, Bukit Besar Palembang (04/10). Tri mengatakan generasi muda atau yang saat disini disebut Millennial dan GEN-Z merupakan pilar utama dalam […]

  • 2018, Berkah Buat Rara, Mau Tahu ?

    2018, Berkah Buat Rara, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.288
    • 0Komentar

    Pedangdut asal Kota Prabumulih itu sangat terharu karena selain dielu-elukan oleh masyarakat Sumsel, ia pun mendapat penghargaan dan kepercayaan dari orang nomor satu di Sumsel.

  • IUU Fishing Bukan Cuma Soal Ikan, Kenapa ILO Ikut Urusi Awak Kapal?

    IUU Fishing Bukan Cuma Soal Ikan, Kenapa ILO Ikut Urusi Awak Kapal?

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama ini, istilah Illegal, Unreported and Unregulated Fishing atau IUU Fishing identik dengan kapal ilegal, alat tangkap yang melanggar aturan hingga pencurian ikan. Namun, ada persoalan lain yang kini ikut dibawa ke meja pembahasan, salah satunya misalnya, nasib awak kapal yang bekerja di dalamnya. Itulah alasan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) ikut terlibat dalam pembahasan […]

  • Gelar Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Hukum, Kontribusi Korpri untuk Muba

    Gelar Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Hukum, Kontribusi Korpri untuk Muba

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin kembali mengadakan Sosialisasi Penyelesaian Sengketa di Bidang Hukum Angkatan II Bersama Kantor Hukum H Idham Kholid dan Hj Nurmala SH MH. Sosialisasi dibuka Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, Senin (22/3/2021) bertempat di Auditorium Pemkab Muba. Pada […]

  • Ini Tujuan Menag ke Jepang

    Ini Tujuan Menag ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.479
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Tangerang – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didampingi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Aqil Irham berangkat ke Jepang dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (10/7/2023) malam. Dalam lawatannya kali ini, Menag Yaqut dijadwalkan akan memantau proses asesmen dua lembaga halal luar negeri (LHLN) asal Jepang, yaitu Japan Islamic Trust […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress BuddyPress MemberPress Campaign Monitor MemberPress Constant Contact MemberPress Corporate Accounts Addon MemberPress Courses MemberPress Developer Tools MemberPress Downloads MemberPress Drip – Tags Version MemberPress GetResponse MemberPress Importer