Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Cerita di Balik Safari Wukuf, Saat Lansia Diperlakukan Layaknya Raja

Cerita di Balik Safari Wukuf, Saat Lansia Diperlakukan Layaknya Raja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau biasanya kata safari itu bikin kita membayangkan tur keliling savana Afrika nyari zebra sambil pakai topi rimba dan kamera SLR, maka Safari Wukuf ala Kementerian Agama ini beda jauh, ini safari yang bukan cari hewan, tapi cari rahmat buat para jemaah haji yang lututnya udah minta diservis dan paru-parunya udah sering protes kalau jalan 100 meter.

Sebanyak 477 jemaah lansia, risti, dan disabilitas diberangkatkan khusus dari hotel ke Arafah dan diinapkan di hotel transit. Bukan karena mau liburan, tapi karena kalau disuruh naik-naik tenda biasa di padang pasir, bisa-bisa belum sempat wukuf, yang wukuf malah napasnya. Makanya, Safari Wukuf ini muncul sebagai “angkot rahmat”, menyelamatkan jemaah dari macetnya perjuangan fisik di masa puncak haji. Safari Wukuf ala Kemenag di tengah lautan manusia di Arafah ini bukan safari nyari singa, ini safari nyari makna-makna kemudahan ibadah di masa uzur.

Bayangkan saja, di usia kepala tujuh dengan dengkul yang sudah bunyi “kretek-kretek” setiap kali shalat, belum lagi dada yang kayak mesin diesel kalau jalan 50 meter, eh disuruh wukuf di tengah padang pasir, panas 43 derajat, angin ngibasin debu kayak kipas angin rusak. Kalau tidak dibantu, bisa-bisa jemaah kita malah wukuf sambil ditandu. Maka di sinilah Safari Wukuf muncul bak superhero berbaju ihram

Program Safari Wukuf ibarat odong-odong rohani. Membawa lansia, orang sakit, dan disabilitas ke Arafah secara terorganisir, aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Layaknya anak cucu yang menggendong nenek ke acara kondangan kampung, ini bukan sekadar logistik, tapi juga soal cinta dan penghormatan.

Pak Dirjen Hilman Latief bahkan sampai memantau langsung evakuasi jemaah dari hotel transit ke hotel asal. Ini mirip kepala rombongan kawinan yang ngecek tamu udah makan semua apa belum. Lengkap dengan senyuman tulus dan dagu yang kadang ikut angguk-angguk penuh syukur.

“Sebagian jemaah sudah balik ke hotel asal, sisanya menyusul malam ini,” katanya dengan tenang. Dan kita tahu, di balik kalimat itu tersembunyi peluh, lelah, dan logistik yang lebih ribet dari pindahan rumah pas musim hujan.

Jangan lupakan 120 lebih petugas yang mendampingi 477 jemaah safari wukuf. Kalau bukan karena cinta, mana ada orang rela bolak-balik ngurusin lansia, ngelapin peluh, nyari tempat teduh, sambil meyakinkan mereka bahwa Arafah itu bukan tempat ujian akhir hidup. Siapa yang sabar, dia pasti bisa menidurkan kakek di atas kasur hotel dengan nyaman setelah wukuf.

Para petugas ini mungkin tak masuk kamera TV, tapi bagi jemaah mereka adalah bintang film laga versi lembut dan berbau minyak kayu putih. Uniknya, meski program ini sukses besar, Pak Dirjen malah berharap jumlah jemaah safari wukuf bisa menurun tahun depan. Lah, kok?. Ternyata ini bukan program diskon yang ingin diulang terus-menerus, tapi lebih ke solusi darurat.

Harapan menurun itu semacam doa terselubung agar kondisi kesehatan jemaah makin kinclong dari tahun ke tahun. Kalau bisa, jemaah lansia tahun depan sudah ikut yoga dulu di Tanah Air sebelum berangkat. Atau minimal minum jamu tiap hari dan rajin jalan pagi keliling kompleks.

Istithaah kemampuan fisik dan mental jemaah adalah kata kunci. Kalau ini meningkat, berarti Safari Wukuf bisa disimpan dulu. Seperti payung di musim panas berguna, tapi lebih enak kalau cuacanya adem.

Safari Wukuf membuktikan bahwa ibadah haji tak harus menjadi ajang survival kayak reality show di tengah gurun. Dengan pendekatan penuh empati dan layanan personal, ibadah menjadi terasa lebih manusiawi. Karena haji bukan sekadar soal fisik kuat, tapi hati yang mantap dan niat yang lurus.

Dan seperti kata pepatah lama, “Yang tua dihormati, yang muda dibimbing, yang sakit dilayani”, maka Safari Wukuf adalah manifestasi konkret pepatah itu dalam bentuk program unggulan.

Kalau boleh menutup dengan gaya orang tua kampung. “Nak, haji itu bukan main kuat-kuatan, tapi kuat-kuat main sabar. Dan Safari Wukuf ini contoh sabar yang dipaketin sama pelayanan”.

Siapa sangka, di balik tenda-tenda ber-AC dan hotel transit itu, terselip kisah tentang kasih sayang, pelayanan tulus, dan semangat untuk terus memperbaiki cara kita beribadah. Haji bukan lagi monopoli orang kuat, tapi hak semua umat termasuk yang dengkulnya bunyi tiap naik tangga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTU 8 Tanjung Enim Tahun Depan Rampung, Gubernur Tinjau Proyek

    PLTU 8 Tanjung Enim Tahun Depan Rampung, Gubernur Tinjau Proyek

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.998
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Deru mengatakan bahwa PLTU 8 Tanjung Enim akan rampung serta operasional tahun depan. Dirinya telah meninjau keberadaan proyek tenaga uap tersebut dan akan selesai pada tahun 2022, kata gubernur usai meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Lalang atau lebih dikenal dengan PLTU 8 Sumsel yang berada di Desa Tanjung Lalang, […]

  • Palembang Kembali Laksanakan Vaksinasi, Ini Yang Terakhir

    Palembang Kembali Laksanakan Vaksinasi, Ini Yang Terakhir

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 654
    • 0Komentar

      SETELAH melakukan vaksinasi dosis pertama pada 3 Maret 2021 lalu, sebanyak 60 orang yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Palembang, Kepala Perangkat Daerah se Kota Palembang, dan Staf Khusus Walikota Palembang melakukan vaksinasi covid-19 dosis kedua di Rumah Sakit Bari Palembang pada Rabu, 17 Maret 2021. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 Wib. dengan […]

  • Bertambah Lagi, 2 Sembuh, 13 Konfirmasi Positif di Muba Kemarin

    Bertambah Lagi, 2 Sembuh, 13 Konfirmasi Positif di Muba Kemarin

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (29/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan penambahan 13 konfirmasi positif. “Dua kasus sembuh yakni kasus 118 perempuan 29 tahun dari Sungai Lilin dan kasus 125 perempuan 1,5 tahun dari Desa Muara Teladan,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Dikatakan, adapun penambahan 13 […]

  • BUKU DIARI PAGI: Senandung Sunyi di Pagi yang Ogah Bangun -Sebuah Catatan dari Kompa Tua hingga Umbul-umbul Malu-malu

    BUKU DIARI PAGI: Senandung Sunyi di Pagi yang Ogah Bangun -Sebuah Catatan dari Kompa Tua hingga Umbul-umbul Malu-malu

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    SENIN pagi, ketika jarum jam menunjuk angka 7.25 WIB, dunia seolah terjebak dalam mode hibernasi yang enggan bangun. Suara manusia lenyap bak ditelan bumi, hanya ada si kompa tua setia yang mengeluarkan suara drek…drik…ngi…ngi seperti orkestra kuno yang sudah pensiun dini. Di tengah sunyinya pagi, justru kendaraan galon mondar-mandir bak pengantar pesan rahasia, menembus diamnya […]

  • Silahturahmi Dapat Membuka Banyak Peluang

    Silahturahmi Dapat Membuka Banyak Peluang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Heman Deru kembali bersilahturahmi dengan masyarakatnya melalui Safari Jum’at. Kali ini, Jum’at (13/3/2020), safari jum’at itu dilakukan di Masjid Al Ikhlas, Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Seperti biasa, pada kesempatan itu HD meminta agar masyarakat tetap menjaga hubungan baik dan tidak membatasi silahturahmi baik dengan sesama masyarakat sipil […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 8 Kasus Positif Covid

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 8 Kasus Positif Covid

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (1/3/2021) mengkonfirmasi ada penambahan 8 kasus positif Covid -19. “Ada penambahan 8 kasus positif per 1 Maret 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 8 kasus positif yakni kasus 1026 laki-laki usia 41 tahun asal Sungai Lilin, kasus 1027 perempuan […]

expand_less
WordPress Archive Seil - A Responsive WordPress Blog Theme Selection – Elementor Addons Pack for WordPress Self-Hosted Google Fonts Pro Selin – Creative Coming Soon WordPress Plugin Seline – Creative Photography & Portfolio WordPress Theme Selio – Real Estate Directory Template Kit Sellbiz - Startup and Business Marketplace Elementor Template Kit Sellegance – Responsive and Clean OpenCart Theme Sellegance – Responsive WooCommerce Theme Selling Commander connector plugin for WooCommerce