Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Menengok ‘Srawung Paseduluran’Desa Soditan

Menengok ‘Srawung Paseduluran’Desa Soditan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
  • visibility 1.496
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMILIKI  budaya, keyakinan dan agama yang berbeda, tak menghalangi warga Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang untuk hidup rukun berdampingan.

Desa Soditan mempunyai luas sekitar 135,1 ha dan dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa. Mayoritas penduduknya beragama Islam, sebagian lainnya beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Sejumlah tempat ibadah pun berjejer di desa ini. Ada banyak juga pondok pesantren, di antaranya: Ponpes Al-Hidayat yang didirikan oleh KH Ma’shoem dan Ponpes An-Nur yang didirikan oleh KH Kholil. Keduanya termasuk tokoh pendiri Nahdhatul Ulama.

Sementara di sebelah barat membentang kawasan Pecinan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Di kawasan Pecinan ini ada dua gereja, satu klenteng, dan satu vihara. Klenteng tersebut adalah Klenteng Cu An Kiong yang disebut-sebut sebagai klenteng tertua di tanah Jawa.

Kendati terdiri atas warga yang berkeyakinan berbeda dan dari etnis yang berbeda, yaitu Jawa, Cina dan Arab, namun keberlangsungan kehidupan bertetangga masyarakat desa ini sangat harmonis. Baik dari kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Seperti yang dikisahkan oleh Pengasuh Ponpes Al-Hikmah, Desa Soditan, KH Salahudin Fatawi atau yang akrab disapa Gus Din. Gus Din tak lain adalah cucu menantu KH Ma’shoem (Mbah Ma’shoem).

Gus Din mengisahkan, kehidupan bertetangga yang guyup rukun di Desa Soditan ini tak lain adalah warisan dari Mbah Ma’shoem. “Mbah Ma’shoem ulama yang memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Bukan hanya sesama warga Islam dan santrinya, namun juga warga dari etnis dan agama lain,” ungkapnya, Rabu (15/9/2021).

Kepedulian Mbah Ma’shoem ini diwujudkan dengan seringnya berkirim makanan dan sembako terhadap warga etnis Tionghoa. “Beliau juga kerap memberikan nama warga Tionghoa dengan nama Arab,” sambung Gus Din.

Srawung Paseduluran
Tujuan Mbah Ma’shoem tak lain adalah mewujudkan kehidupan bertetangga yang rukun tanpa ada rasa fanatik satu sama lain. Kebiasaan lain yang diiniasi oleh Mbah Ma’shoem adalah budaya Srawung Paseduluran. Warga dari semua etnis dan agama berbaur dan berkumpul untuk melakukan kegiatan positif, seperti kerja bakti, makan bersama, atau sekadar berbincang untuk menjalin keakraban.

Kerukunan ini rupanya sudah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda. Warga yang berlatar belakang etnis dan keyakinan yang berbeda saling berbaur seolah tidak ada jarak. Aktivitas lain yang menunjukkan keharmonisan tersebut adalah aktivitas ekonomi. Para santri tidak canggung untuk melakukan fotocopi kitab kuning di toko warga etnisTionghoa.

Di sini banyak pondok pesantren, ada gereja, ada klenteng. Juga banyak etnis Jawa, Arab dan Tionghoa. Tapi selama ini tidak pernah ada gesekan. Kita mau beraktivitas dan bersembahyang bebas saja,” kata Firman, salah satu warga Khonghucu.

Testimoni senada dilontarkan Pdt Jonathan Kukuh, warga Kristen. “Selama di sini, saya merasa adem tentrem, tidak pernah ada konflik,” kata dia.

Desa Sadar Kerukunan
Atas keharmonisan kehidupan antar warga yang multi agama dan etnis ini, Desa Soditan ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Pencanangannya dilaksanakan pada 15 September 2021 di Balai Desa Soditan. Pencanangan ditandai dengan penandatangan prasasti oleh tiga pejabat, yaitu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, dan Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz. Usai penandatanganan, dilakukan pemukulan gong oleh Kakanwil.

Turut hadir dalam pencanangan ini, Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin, Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslin Syahlan, Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro, Kakankemenag Kabupaten Rembang, M. Fatah, Ketua FKUB Kabupaten Rembang, Atho’illah Muslim, dan jajaran pejabat Forkompinda serta tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama setempat.

Sebelum pencanangan, para pejabat berkeliling menyusuri jalan desa Soditan. Susur desa Soditan ini diawali dengan kunjungan di Klenteng Cu An Kiong. Sepanjang jalan, para pejabat dengan berkendara kereta mini meninjau komplek pondok pesantren, masjid, musala, gereja, dan tempat bersejarah lainnya. Sepanjang berkeliling, mereka disambut ramah dan lambaian tangan oleh warga sekitar dari yang berbeda agama.

Gubernur Jawa Tengah, ketika menyampaikan sambutan secara virtual menyampaikan apresiasi atas gagasan Desa Sadar Kerukunan ini. Pencanangan tersebut dinilai tepat mengingat kebudayaan, etnis, dan agama sangat beragam. Warga juga dapat hidup dengan rukun.

“Saya respek ketika diadakan Desa Sadar Kerukunan. Di Lasem ada banyak tokoh agama, kyainya juga besar-besar. Situs sejarahnya juga hebat. Mayoritas penduduknya Islam, tapi budaya China juga ada di situ,” tuturnya.

Kakanwil mengatakan, keberagaman dan kekayaan agama dan budaya di desa Soditan ini, melatarbelakangi terpilihnya Desa Soditan sebagai Desa Sadar Kerukunan. “Kebersamaan yang ada di Desa Soditan dapat dijadikan inspirasi bersama dalam membangun kerukunan. Untuk saling menghormati, menghargai, dan bergotong royong,” tuturnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Cabai di Lubuk Linggau

    Panen Cabai di Lubuk Linggau

    • calendar_month Rabu, 2 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.898
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru secara terang-terangan mengapresiasi Pemkot Lubuklinggau atas inovasinya memanfaatkan lahan eks Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi lahan pertanian pangan seperti jagung, kedelai dan cabai. Iapun berharap inovasi Pemkot Lubuklinggau ini dapat menginspirasi kab/kota lain sehingga dapat meningkatkan produktivitas pangan di Sumsel. “Bertani itu adalah identitas kita. Tidak perlu bersaing kuantitas yang penting […]

  • Kembali ke Sekolah: Tetap di Jalur Semester Ini Dengan Kekuatan Ekosistem Galaxy yang Terhubung

    Kembali ke Sekolah: Tetap di Jalur Semester Ini Dengan Kekuatan Ekosistem Galaxy yang Terhubung

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, news.samsung. com -Apakah Anda seorang siswa berpengalaman atau mahasiswa baru pertama kali, musim kembali ke sekolah adalah waktu yang menyenangkan untuk semua. Untuk membantu Anda merayakan awal tahun ajaran baru dengan penuh gaya, Samsung sekali lagi menjalankan program Back to School,1 sebuah kampanye yang didedikasikan untuk membantu siswa di seluruh dunia menyelami ekosistem Galaxy. […]

  • Ada Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist di Palembang

    Ada Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist di Palembang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    SHOWROOM Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist yang bertempat di Jalan Letjen Harun Sukarame diresmikan, Sabtu. Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson  yang di resmikan ini diketahui merupakan showroom pertama yang didirikan dan akan menjadi satu-satunya showroom Harley Davidson di Sumbagsel. Showroom ini dinilai sangat menginspiratif bagi para penggemar motor gede Sumsel. Diresmikannya Ini juga dapat menampung seluruh […]

  • Sumsel Tuan Rumah Peringatan Hari Sepsis Dunia

    Sumsel Tuan Rumah Peringatan Hari Sepsis Dunia

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan tepatnya Kota Palembang akan menjadi tuan rumah kegiatan 9th Meeting of Indonesia Society of Intensive Care Medicine (ISICM) in Conjunction with INASIA and 6th World Sepsis Day 2018 yang merupakan rangkaian acara peringatan Hari Sepsis Dunia. Kegiatan yang akan berlangsung 11 sampai 17 September tersebut akan dilaksanakan di Hotel Aryaduta […]

  • Amali Senang Kadin Ikut Dukung DBON Mengembangkan Industri Olahraga Indonesia

    Amali Senang Kadin Ikut Dukung DBON Mengembangkan Industri Olahraga Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali merasa senang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ikut mengembangkan industri olahraga. Hal ini sejalan dengan desain besar olahraga nasional (DBON), yang mana salah satu didalamnya berisi tentang industri olahraga. Demikian disampaikan Menpora Amali usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid […]

  • Astra Internasional UD Trucks Optimistis Bisnis Berkembang di Sumsel

    Astra Internasional UD Trucks Optimistis Bisnis Berkembang di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Winarto Martono, COO Astra International UD Trucks Sales Operations optimistis bisnis Astra Internasional UD Trucks berkembang di Sumsel, terutama di Kota Palembang menyusul Palembang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dimana keberadaan transportasi darat tetap menjadi sebuah faktor penting. “Ini adalah alasan mengapa kami sangat yakin bahwa UD Trucks Quester CKE, […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop SteadyIncome WordPress Theme MyThemeShop Style WordPress Theme MyThemeShop Textured WordPress Theme MyThemeShop Thunderstruck WordPress Theme MyThemeShop Top WordPress Theme MyThemeShop Urban WordPress Theme MyThemeShop Video WordPress Theme MyThemeShop Viral WordPress Theme MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme