Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » 6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH tak hanya untuk tempat berteduh dari panas dan hujan, rumah juga  adalah cerita tentang bertahan, tentang dinding yang menua bersama waktu, atap yang tak lagi sepenuhnya setia menahan hujan, dan keluarga yang tetap tinggal meski tahu, tempat itu jauh dari kata layak.

Di tengah realitas itu, sebuah angka muncul 6.121, luar biasa cukup besar, tapi juga bukan angka yang otomatis menenangkan. Angka yang mencul itu tak lain target perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026.

Namun, terselip satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar capaian, yaitu masihkah gotong royong cukup kuat untuk menjawab persoalan ini?

Di kawasan Jalan Pantai Musi, Kelurahan 11 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (5/5) Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, datang meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang akrab disebut Gebrak Rutilahu. Bukan hanya melihat, tapi memastikan satu hal, gerakan ini benar-benar berjalan, bukan hanya berhenti di atas kertas.

Dua rumah menjadi titik awal cerita hari itu. Milik Nurmalinda dan Zainal Arifin. Tak ada yang istimewa dari bangunan mereka sebelumnya, justru sebaliknya. Di situlah letak pentingnya program ini menyentuh yang selama ini nyaris tak terdengar.

Nurmalinda, seorang ibu dengan tiga anak, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Jalanan adalah ruang hidupnya, tempat ia menukar tenaga dengan penghasilan yang tak selalu pasti. Pulang ke rumah, ia masih harus menghadapi kenyataan lain, tempat tinggal yang belum sepenuhnya memberi rasa aman.

Ketika rumahnya masuk dalam program perbaikan, tak ada pidato panjang dalam benaknya. Hanya rasa syukur yang sederhana bahwa hidupnya, pelan-pelan, mulai berubah arah.

Di sinilah letak perbedaan mendasar program ini dibanding banyak program lain.

Ia tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah membuka jalan, tapi bukan satu-satunya pemain. Ada ruang bagi swasta, komunitas, dan masyarakat luas untuk ikut terlibat.

Konsep ini bukan hal baru bagi Herman Deru. Ia pernah melakukannya pada 2012, bahkan mencatatkan rekor MURI untuk program bedah rumah tanpa APBD. Kini, pendekatan yang sama dicoba kembali dengan skala yang lebih besar dan tantangan yang tentu berbeda.

Sementara  pendekatan gotong royong menawarkan harapan. Ia bisa menjangkau lebih luas, bergerak lebih fleksibel, dan tidak sepenuhnya terikat pada birokrasi anggaran. Tapi di sisi lain, ia menyimpan risiko masalah ketergantungan pada partisipasi yang tidak selalu konsisten.

Apalagi, persoalan hunian bukan masalah kecil. Ia terkait dengan kemiskinan, akses ekonomi, hingga ketimpangan pembangunan. Menyelesaikannya butuh lebih dari sekadar niat baik, ia butuh sistem yang kuat dan keberlanjutan.

Menariknya, gerakan ini tidak berjalan sendiri. Secara bersamaan, kegiatan serupa dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Melalui sambungan virtual, para kepala daerah ikut melaporkan progres di wilayah masing-masing. Sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa ini bukan aksi tunggal, tapi gerakan kolektif.

Namun kembali lagi, angka 6.121 tetap menyisakan ruang tanya. Berapa banyak rumah lain yang belum masuk daftar? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar menuntaskan persoalan ini?

Gerakan kolektif

Di sinilah gotong royong benar-benar diuji. Bukan dalam slogan, tapi dalam konsistensi. Apakah masyarakat masih mau terlibat? Apakah sektor swasta melihat ini sebagai tanggung jawab bersama? Dan apakah pemerintah mampu menjaga ritme gerakan ini agar tidak sekadar menjadi euforia sesaat?

Jawabannya mungkin tidak datang sekaligus. Ia muncul perlahan, dari satu rumah ke rumah lain yang berhasil diperbaiki. Dari satu keluarga yang hidupnya berubah, ke keluarga berikutnya yang mulai melihat harapan.

Bagi Nurmalinda, jawabannya sudah cukup jelas. Rumahnya yang dulu rapuh kini mulai dibenahi. Dinding diperkuat, atap diperbaiki. Bukan hanya fisik bangunan yang berubah, tapi juga rasa aman yang selama ini ia cari.

Dan mungkin, di situlah esensi dari seluruh program ini. Bukan sekadar mengejar angka 6.121, tapi memastikan bahwa di balik setiap angka, ada kehidupan yang benar-benar disentuh.

Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya soal bangunan. Ia adalah fondasi dari banyak hal, pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga martabat manusia itu sendiri.

Jika gotong royong masih mampu berdiri di atas semua itu, maka harapan belum benar-benar hilang. Tapi jika tidak, maka angka sebesar apa pun akan selalu terasa kurang.

Untuk saat ini, Sumatera Selatan sedang mencoba membuktikan  di tengah keterbatasan, kebersamaan masih bisa menjadi jawaban.

Pelan-pelan, dari satu rumah ke rumah berikutnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajak SMSI Kupas Dalam Terkati Inovasi Muba

    Ajak SMSI Kupas Dalam Terkati Inovasi Muba

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    MESKI dalam situasi Pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia, namun tidak mengurangi semangat Insan Pers terus bekerja secara profesional, dan apresiasi yang luar biasa patut diberikan pada Organisasi profesi yang baru saja diakui secara sah sebagai konstituen Dewan Pers. Demikian disampaikan Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic., Econ., MBA dalam paparannya didepan sejumlah […]

  • Imlek, Polres Linggau Terjunkan Ratusan Personil

    Imlek, Polres Linggau Terjunkan Ratusan Personil

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    POLRES Kota Lubuk Linggau menerjunkan ratusan personil guna  memastikan perayaan Imlek  2020 di Kota Lubuklinggau berjalan aman terkendali. Selain itu,  jajaran Polres  tidak mau kecolongan dengan tetap melaksanakan berbagai langkah preventif. Menurut data Bagian Operasional (Bag Ops) Polres Lubuklinggau, 145 Personel diterjunkan 8 Perwira Pengendali, dengan sasaran Vihara Budha Indonesia Kel. Taba Jemekeh, Kelenteng Megah […]

  • Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

    Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    PERNAHKAH lihat orang beli kapal pesiar, tapi dermaganya masih papan kayu? Kapalnya mengkilat, licin dan mulus bisa untuk berkaca,  benderanya pun berkibar, tapi begitu mau sandar… krek. Nah, kira-kira begitu rasa hati melihat peluncuran Aplikasi Go-Export Sumsel kemarin. Jangan salah paham dulu, ini bukan tulisan nyinyir sambil nyeruput kopi dingin. Ini tepuk tangan yang disertai […]

  • Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    DALAM meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN dan non ASN di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menggandeng Indonesia Brain Camp (IBC). Kerjasa yang tertuang dalam bentuk MoU Pemkab Muba dengan IBC, di Opproom Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021). Kesepakatan ini juga diteruskan dengan preview dan praktik metode belajar […]

  • Sadar Kebutuhan Berinvestasi untuk Rawat Kesejahteraan Mental Karyawan, MSIG Tingkatkan Aktivitas Online Libatkan Karyawan Sejak Pandemi

    Sadar Kebutuhan Berinvestasi untuk Rawat Kesejahteraan Mental Karyawan, MSIG Tingkatkan Aktivitas Online Libatkan Karyawan Sejak Pandemi

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    SEBAGAI bagian dari upaya keterlibatan internal berkelanjutan untuk kesejahteraan karyawannya, MSIG Asia mengundang 4.700 karyawannya di seluruh wilayah untuk mengambil cuti kemarin sementara sebagian besar masih bekerja dari rumah, untuk mendengarkan dari pembicara motivasi internasional dan penulis buku terlaris, Chris Bertish, di balai kota regionalnya yang bertema “Kesiapan, Ketahanan, Tanggung Jawab”. Berbicara secara virtual melalui […]

  • Bupati Banyuasin : Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas Utama Yang Diperjuangkan

    Bupati Banyuasin : Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas Utama Yang Diperjuangkan

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Daerah Kabupaten Banyuasin hari ini menggelar Pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Alun-alun Kota Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Acara Seminar Nasional dibuka langsung Bupati Banyuasin H.Askolani, SH., MH dan dihadiri  Sekretaris Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Republik Indonesia Dr. M. Q. Wisnu Aji, […]

expand_less
WordPress Archive Woo Advanced Product Shipping Woo Cart – Slide Cart / Floating Cart For WooCommerce Woo Coming Soon Woo Extra Slider – WooCommerce WordPress Slider Plugin Woo Gift : Advanced Woocommerce Gift Plugin Woo Grid For WPBakery Page Builder Woo Import Export WOO Product Grid/List Design- Responsive Products Showcase Extension for WooCommerce Woo Product Table Pro - WooCommerce Product Table view solution Woo Quote a product