Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » 6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

6.121 Rumah & Satu Ujian, Masihkah Gotong Royong Kuat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH tak hanya untuk tempat berteduh dari panas dan hujan, rumah juga  adalah cerita tentang bertahan, tentang dinding yang menua bersama waktu, atap yang tak lagi sepenuhnya setia menahan hujan, dan keluarga yang tetap tinggal meski tahu, tempat itu jauh dari kata layak.

Di tengah realitas itu, sebuah angka muncul 6.121, luar biasa cukup besar, tapi juga bukan angka yang otomatis menenangkan. Angka yang mencul itu tak lain target perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026.

Namun, terselip satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar capaian, yaitu masihkah gotong royong cukup kuat untuk menjawab persoalan ini?

Di kawasan Jalan Pantai Musi, Kelurahan 11 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (5/5) Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, datang meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang akrab disebut Gebrak Rutilahu. Bukan hanya melihat, tapi memastikan satu hal, gerakan ini benar-benar berjalan, bukan hanya berhenti di atas kertas.

Dua rumah menjadi titik awal cerita hari itu. Milik Nurmalinda dan Zainal Arifin. Tak ada yang istimewa dari bangunan mereka sebelumnya, justru sebaliknya. Di situlah letak pentingnya program ini menyentuh yang selama ini nyaris tak terdengar.

Nurmalinda, seorang ibu dengan tiga anak, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Jalanan adalah ruang hidupnya, tempat ia menukar tenaga dengan penghasilan yang tak selalu pasti. Pulang ke rumah, ia masih harus menghadapi kenyataan lain, tempat tinggal yang belum sepenuhnya memberi rasa aman.

Ketika rumahnya masuk dalam program perbaikan, tak ada pidato panjang dalam benaknya. Hanya rasa syukur yang sederhana bahwa hidupnya, pelan-pelan, mulai berubah arah.

Di sinilah letak perbedaan mendasar program ini dibanding banyak program lain.

Ia tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah membuka jalan, tapi bukan satu-satunya pemain. Ada ruang bagi swasta, komunitas, dan masyarakat luas untuk ikut terlibat.

Konsep ini bukan hal baru bagi Herman Deru. Ia pernah melakukannya pada 2012, bahkan mencatatkan rekor MURI untuk program bedah rumah tanpa APBD. Kini, pendekatan yang sama dicoba kembali dengan skala yang lebih besar dan tantangan yang tentu berbeda.

Sementara  pendekatan gotong royong menawarkan harapan. Ia bisa menjangkau lebih luas, bergerak lebih fleksibel, dan tidak sepenuhnya terikat pada birokrasi anggaran. Tapi di sisi lain, ia menyimpan risiko masalah ketergantungan pada partisipasi yang tidak selalu konsisten.

Apalagi, persoalan hunian bukan masalah kecil. Ia terkait dengan kemiskinan, akses ekonomi, hingga ketimpangan pembangunan. Menyelesaikannya butuh lebih dari sekadar niat baik, ia butuh sistem yang kuat dan keberlanjutan.

Menariknya, gerakan ini tidak berjalan sendiri. Secara bersamaan, kegiatan serupa dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Melalui sambungan virtual, para kepala daerah ikut melaporkan progres di wilayah masing-masing. Sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa ini bukan aksi tunggal, tapi gerakan kolektif.

Namun kembali lagi, angka 6.121 tetap menyisakan ruang tanya. Berapa banyak rumah lain yang belum masuk daftar? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar menuntaskan persoalan ini?

Gerakan kolektif

Di sinilah gotong royong benar-benar diuji. Bukan dalam slogan, tapi dalam konsistensi. Apakah masyarakat masih mau terlibat? Apakah sektor swasta melihat ini sebagai tanggung jawab bersama? Dan apakah pemerintah mampu menjaga ritme gerakan ini agar tidak sekadar menjadi euforia sesaat?

Jawabannya mungkin tidak datang sekaligus. Ia muncul perlahan, dari satu rumah ke rumah lain yang berhasil diperbaiki. Dari satu keluarga yang hidupnya berubah, ke keluarga berikutnya yang mulai melihat harapan.

Bagi Nurmalinda, jawabannya sudah cukup jelas. Rumahnya yang dulu rapuh kini mulai dibenahi. Dinding diperkuat, atap diperbaiki. Bukan hanya fisik bangunan yang berubah, tapi juga rasa aman yang selama ini ia cari.

Dan mungkin, di situlah esensi dari seluruh program ini. Bukan sekadar mengejar angka 6.121, tapi memastikan bahwa di balik setiap angka, ada kehidupan yang benar-benar disentuh.

Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya soal bangunan. Ia adalah fondasi dari banyak hal, pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga martabat manusia itu sendiri.

Jika gotong royong masih mampu berdiri di atas semua itu, maka harapan belum benar-benar hilang. Tapi jika tidak, maka angka sebesar apa pun akan selalu terasa kurang.

Untuk saat ini, Sumatera Selatan sedang mencoba membuktikan  di tengah keterbatasan, kebersamaan masih bisa menjadi jawaban.

Pelan-pelan, dari satu rumah ke rumah berikutnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ojo Dibandingke

    Ojo Dibandingke

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Siapa disini yang belum tahu tentang Cacar Monyet? Apa benar Cacar Monyet lebih berbahaya daripada COVID-19? Sobat Patuh, COVID-19 dan Cacar Monyet merupakan penyakit yang sama-sama merugikan dan berisiko bagi kesehatan kita. Jadi, kita tidak perlu membanding-bandingkan lebih bahaya COVID-19 atau Cacar Monyet yaa Sobat Patuh, yang terpenting adalah kita selalu melaksanakan Protokol Kesehatan 3M […]

  • Kabar Baik! Dikepung Persaingan, BPD Tetap Perkasa, BSB Salah Satunya

    Kabar Baik! Dikepung Persaingan, BPD Tetap Perkasa, BSB Salah Satunya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DI TENGAH  ketatnya persaingan industri perbankan nasional, kabar baik justru datang dari bank-bank daerah. Saat bank besar sibuk berebut pasar, industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) justru masih mampu menunjukkan pertumbuhan yang solid dan tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Maret 2026 total aset BPD mencapai Rp1.036,51 triliun atau […]

  • Muba Pertahankan Terbaik Korsupgah KPK

    Muba Pertahankan Terbaik Korsupgah KPK

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    BERDSARKAN progress tindak lanjut rencana aksi (Renaksi) pencegahan korupsi di tingkat nasional yang dilakukan pada 8 area intervensi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Tahun 2019. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali menduduki peringkat pertama di tingkat Provinsi Sumsel dalam komitmennya untuk pencegahan korupsi terintegrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Bahkan, Pemkab Muba juga saat ini […]

  • Pastikan PTM Terapkan Prokes Ketat, Wapres Tinjau Pembelajaran di Pondok Pesantren

    Pastikan PTM Terapkan Prokes Ketat, Wapres Tinjau Pembelajaran di Pondok Pesantren

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    SESUAI dengan aturan pemerintah yang menyatakan bahwa wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 – 3 dapat mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), maka sekolah-sekolah yang berada pada daerah tersebut pun mulai melaksanakan PTM secara terbatas. Meski demikian, kegiatan ini harus tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Wakil Presiden (Wapres) K.H. […]

  • 6 Instruksi Bupati Muba yang Harus Dijalankan OPD, Baca !!

    6 Instruksi Bupati Muba yang Harus Dijalankan OPD, Baca !!

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) gelar Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Kabupaten Muba triwulan II tahun 2019 bertempat di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (11/7/2019), dihadiri langsung Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, para staf ahli Bupati, para asisten, Kepala OPD dan seluruh Camat. Dalam arahan […]

  • Jatanras Polda Sumsel Lumpuhkan Dua Perampok Mobil Truk

    Jatanras Polda Sumsel Lumpuhkan Dua Perampok Mobil Truk

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.552
    • 0Komentar

    ANGGOTA Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel meringkus dua dari enam pelaku perampokan spesialis mobil truk yang korbannya Nisamudin di depan terminal KM 32 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Rabu 12 Februari 2020 lalu. Kedua pelakunya adalah Merianto (44) dan Dedi Rianto keduanya diringkus Kecamatan Lempuing, Desa Tebing Suluh, OKI saat hendak menjual truk […]

expand_less
WordPress Archive Woo Advanced Product Shipping Woo Cart – Slide Cart / Floating Cart For WooCommerce Woo Coming Soon Woo Extra Slider – WooCommerce WordPress Slider Plugin Woo Gift : Advanced Woocommerce Gift Plugin Woo Grid For WPBakery Page Builder Woo Import Export WOO Product Grid/List Design- Responsive Products Showcase Extension for WooCommerce Woo Product Table Pro - WooCommerce Product Table view solution Woo Quote a product