Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Obat Nyamuk yang Bakar Segalanya, Kecuali Keteguhan Dua Ibu

Obat Nyamuk yang Bakar Segalanya, Kecuali Keteguhan Dua Ibu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 679
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rumah boleh habis dilalap api, tapi tidak dengan semangat dua ibu ini. Bu Agustina [38] dan Bu Samsila [60] berdiri di antara puing dan arang, bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memastikan bahwa esok masih bisa disambut, meski dengan tangan kosong dan hati yang tetap penuh harapan.

Di Desa Karang Agung, saat malam sudah larut dan ayam belum sempat mimpi bertelur, dua rumah mendadak berubah jadi lentera raksasa yang menyala tanpa permisi.

Bukan karena listrik PLN mendadak naik level jadi festival, tapi karena seekor “obat nyamuk bakar” memutuskan untuk pensiun secara dramatis dengan melompat ke tumpukan kain dan perabot, lalu menyulutnya seperti kembang api malam tahun baru.

Waktu menunjukkan pukul 00.35. Itu jam di mana manusia seharusnya mimpi jadi sultan, bukan mendadak jadi pengungsi. Tapi itulah yang dialami Bu Agustina dan Bu Samsila. Rumah mereka, yang dibangun dari hasil kebun dan peluh bertahun-tahun, lenyap dalam hitungan menit, dilahap api tanpa sisa, kecuali puing-puing dan kenangan yang kini hanya bisa mereka ingat sambil menatap langit.

Kata orang tua dulu “Kalau rumah terbakar, yang paling dulu hangus itu bukan genteng, tapi tenang”

Bu Agustina adalah seorang petani, kini hanya bisa memeluk anak-anaknya, Jaka dan Marwa. Yang dulunya rumah mungil, mereka penuh gelak tawa dan aroma sambal tomat, kini hanya tersisa bau arang dan suara jangkrik yang sok simpatik.

Sementara Bu Samsila, buruh tani yang dikenal murah senyum, meski gigi tinggal separuh regu, kini duduk termenung di Musala desa.

Tangannya terus meremas ujung kerudung, seolah masih tak percaya bahwa buku nikah, ijazah anak, hingga panci warisan dari mertuanya kini sudah berubah jadi debu yang beterbangan.

Katanya sambil tertawa kecil yang getir “Ya Allah, bahkan sandal jepit sebelah aja ikut hilang, padahal sebelahnya udah pensiun dari dua Lebaran lalu”.

Tapi Karang Agung bukan kampung biasa. Ini kampung yang kalau ayam hilang, warga rela bangun jam tiga buat razia kandang. Jadi saat dua rumah ambruk dilalap api, warga langsung gotong royong. Bukan cuma membawa sembako, tapi juga membawa pelukan, doa, dan cerita lucu agar korban tetap tersenyum.

Ada yang menyumbang panci, meski gagangnya copot. Ada juga yang memberi baju, meski ukurannya lebih cocok untuk anak SMA daripada Bu Samsila. Tapi semua diterima dengan lapang dada. Sebab di desa ini, keikhlasan tak perlu ukuran, seperti kata pepatah kampung “Baju boleh pinjaman, tapi senyum harus orisinal”.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tak tinggal diam. Lewat Tim Tagana dan Kasi Kesos, bantuan dikirim secepat kabar gosip di grup WA RT.

Bupati H. M. Toha bahkan mengirim pesan simpatik yang tak cuma formal, tapi juga mengandung empati. Ia minta semua pihak membantu dan mengingatkan agar obat nyamuk bakar mulai diperlakukan seperti makhluk hidup karena sekali lepas kendali, bisa lebih jahat dari mantan yang balikan demi motor.

Malam itu, rumah boleh jadi abu. Tapi kehangatan kampung justru terasa lebih nyata. Di balik musibah, lahir banyak tangan yang ingin memeluk. Bahkan anak-anak muda desa rela iuran buat beli karpet agar Bu Agustina dan Bu Samsila tak lagi tidur beralaskan tanah.

Dan malam-malam setelahnya, ketika mereka mulai tidur di pos ronda sambil menatap bintang, ada satu hal yang tak ikut terbakar harapan.

Karena dalam setiap musibah, selalu ada kesempatan untuk kita saling menyelamatkan. Dan di desa ini, mereka tak hanya tahu cara menanam padi, tapi juga tahu cara menanam kasih sayang.”Api memang bisa membakar rumah, tapi tidak bisa membakar gotong royong,” kata Pak Kades, sambil menyeka peluh dengan handuk yang ternyata hasil hadiah dari undangan sunatan dua bulan lalu.

Kadang hidup memberi kita pelajaran dalam bentuk arang. Tapi dari situ pula kita belajar bahwa rumah bisa dibangun ulang, tapi hati yang tabah dan masyarakat yang saling menolong, itulah pondasi yang tak bisa dibakar.

Dan buat kamu yang masih nyalain obat nyamuk dekat tirai plastik, ingatlah…Obat nyamuk itu kecil, tapi bisa bikin kamu tinggal di tenda BPBD.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Serahkan Trofi, Tiga Pebalap MotoGP Mandalika Berada Pada Posisi Teratas

    Presiden Serahkan Trofi, Tiga Pebalap MotoGP Mandalika Berada Pada Posisi Teratas

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.568
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) serahkan trofi MotoGP Mandalika 2022 kepada tiga pebalap yang menempati posisi teratas dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (20/3/2022). Tiga pebalap yang berada pada posisi pertama, Miguel Olivera dari tim Red Bull KTM yang […]

  • Ada -ada Saja, Seorang Pemuda Nekat Palsukan Laporan Kepolisian

    Ada -ada Saja, Seorang Pemuda Nekat Palsukan Laporan Kepolisian

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    HANYA untuk mengambil keuntungan sedikit dari upah mengurus berkas, seorang pemuda warga Dusun II, Desa Sugih Waras Kecamatan Rambang bernama Wenpri Iswando (30), nekat memalsukan surat Laporan Kepolisian (LP) Polsek Rambang sebagai syarat pengurusan berkas.Tertangkapnya pelaku, Senin (12/04/2021). Berawal dari kecurigaan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) Muara Enim yang melihat, surat laporan kehilangan […]

  • 14 Investor Siap Berinvestasi di Kawasan KEK TAA

    14 Investor Siap Berinvestasi di Kawasan KEK TAA

    • calendar_month Minggu, 6 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang –  Pemerintah Prov. Sumsel mengklaim sedikitnya 14 investor diklaim berminat untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menggelar rapat singkat bersama Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan sejumlah investor serta OPD di lingkungan Pemprov Sumsel di Griya Agung, Sabtu (5/1/2019) siang. “Kalau kita […]

  • Perampingan Eselon III dan IV, Bupati Banyuasin : Pada Prinsipnya Kami Siap & Tunggu Keputusan Presiden

    Perampingan Eselon III dan IV, Bupati Banyuasin : Pada Prinsipnya Kami Siap & Tunggu Keputusan Presiden

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.732
    • 0Komentar

    RENCANA pemangkasan Jabatan Eselon III dan IV yang telah disetujui Presiden Joko Widodo [Jokowi] menjadi perbincangan para pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuasin. Mereka cemas dengan posisi jabatan yang didudukinya saat ini, apakah akan bertahan atau hilang disejajarkan dengan staf, seperti pejabat fungsional lainnya. Meski demikian, dikabarkan tidak seluruh eselon III dan IV hilang akan dihilangkan,  seperti […]

  • Turun dari Pesawat, Mantan Gubernur Sumsel Langsung Mampir ke Kantor BPBD Sumsel, Ada Apa ?

    Turun dari Pesawat, Mantan Gubernur Sumsel Langsung Mampir ke Kantor BPBD Sumsel, Ada Apa ?

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    “Memang ini bukan kapasitas saya lagi, dan saya tidak memiliki kompetensi untuk mengatasinya. Namun, selaku masyarakat Sumsel dan mantan gubernur, saya berharap semua petugas maupun masyarakat dapat bersama-sama mengatasi kondisi tersebut,”

  • Pameran Karya Kreatif Indonesia 2022 Catat Komitmen Temu Bisnis UMKM Rp282 Miliar

    Pameran Karya Kreatif Indonesia 2022 Catat Komitmen Temu Bisnis UMKM Rp282 Miliar

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.128
    • 0Komentar

    UMKM, khususnya partisipan Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2022, menyambut peluang baik dalam memperoleh pasar di tengah pulihnya ekonomi. Hal ini terlihat pada pencapaian komitmen temu bisnis (business matching) sebesar Rp282,2 miliar, meningkat 36% (yoy) dari pelaksanaan KKI tahun sebelumnya. Pada saat yang sama perhelatan selama 4 hari (26 – 29 Mei 2022) tersebut mencatat […]

expand_less
WordPress Archive Vaya – E-commerce Elementor Template Kit Vayvo – Media Streaming & Membership WordPress Theme VC Icon Finder – WPBakery Page Builder Icon finder VC Particles 3D Background VC Particles Background vCity – Online Browser Game veApp – Mobile App & Startup Elementor Template Kit Veco – Creative Agency Elementor Template Kit VEDA | Multi-Purpose Theme VEDBO – Elementor WooCommerce Theme