Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Sinergi Pusat-Daerah Kunci Kendali Inflasi & Kesejahteraan

Sinergi Pusat-Daerah Kunci Kendali Inflasi & Kesejahteraan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 1.385
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA inflasi, sebagian orang langsung membayangkan ekonomi yang rumit, grafik naik-turun, atau istilah aneh yang cuma ekonom dan mahasiswa semester tua yang ngerti. Tapi buat emak-emak di pasar Randik, inflasi itu simpel aja, harga cabe naik, bibir langsung nyerocos panjang daripada daftar utang warung.

Nah, biar kondisi kayak gitu nggak bikin rakyat makin pusing, pemerintah pusat dan daerah harus jalan bareng, kayak pasangan pengantin baru yang lagi mesra, bukan kayak mantan yang saling blokir di WhatsApp, dan ini bukan teori belaka, tapi jadi topik serius dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang dipimpin langsung Sekjen Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir.

Rapatnya sih formal, tapi isinya penting banget gimana cara pemerintah pusat dan daerah bekerja sama supaya inflasi nggak kayak karet gelang, makin lama makin mulur, dari pusat udah disiapin program strategis, antara lain makanan gratis, Program 3 Juta Rumah, koperasi Merah Putih, sampai peningkatan fasilitas kesehatan.

Di daerah, contohnya di Musi Banyuasin (Muba), langkah konkret pun digeber.

Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, lewat Asisten Bidang Perekonomian Alva Elan, menegaskan kalau mereka nggak cuma duduk manis ngopi sambil nunggu arahan pusat.

Nggak, bro.. mereka justru bergerak cepat, koordinasi lintas sektor, dan bikin sistem biar harga kebutuhan pokok tetap waras, karena kalau harga minyak goreng naik terus, bisa-bisa gorengan jadi barang mewah dan tahu isi jadi simbol perjuangan rakyat.

Misalnya inflasi kayak sambal di meja makan, kalau pas, bikin lahap, tapi kalau kebanyakan, perut bisa panas dan dompet ikut kering.
Inflasi itu boleh ada, malah perlu, tanda ekonomi bergerak,  kalau kebablasan, efeknya bisa berantai, yakni harga naik, daya beli turun, dan masyarakat makin ngos-ngosan.

Oleh karena itu, sinergi pusat dan daerah itu ibarat koki dan dapur, pusat yang nyiapin resep kebijakan, tapi daerah yang masak di lapangan. Kalau salah koordinasi, bisa-bisa masakannya gosong, karena APBD seret, harga melambung, dan rakyat cuma bisa bilang “ya sudahlah, yang penting masih bisa ngopi sachet”.

Bahkan sebenarnya, Pemkab Muba itu udah paham betul soal ini, mereka jaga stok barang, pantau harga, dan ajak semua stakeholder buat ngontrol distribusi. Ibaratnya main bola, semua pemain diajak turun ke lapangan, bukan cuma penonton yang sibuk teriak “ayo dong kerja!” dari tribun.

Selain urusan inflasi, rakor itu juga bahas Program 3 Juta Rumah dan koperasi Merah Putih, ini bagian menariknya sebab, pemerintah pusat pengin semua rakyat punya rumah, bukan cuma punya harapan, karena kalau rakyatnya masih ngontrak terus, gimana mau bahagia?

Muba juga ikut dukung program itu, mereka sadar, rumah bukan cuma bangunan dengan genteng dan tembok, tapi simbol stabilitas dan kesejahteraan. Seandainya  rakyat punya rumah, punya akses kesehatan, dan harga bahan pokok stabil, maka hidup terasa tenang kayak tidur siang habis makan rendang.

Bahkan Koperasi Merah Putih juga jadi bumbu tambahan, karena koperasi ini bukan koperasi modal semangat, hasilnya entar dulu, he..he, namun  koperasi yang dapat diharapkan, bisa memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, karena sejatinya, ekonomi yang kuat bukan yang dikuasai segelintir, tapi yang bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ada pepatah bijak yang cocok banget buat kondisi sekarang “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,  jangan cuma dijinjing pas difoto seremonial”.

Artinya, kalau pusat dan daerah benar-benar mau menekan inflasi dan menyejahterakan rakyat, maka harus kerja bareng dari hati, bukan cuma dari podium. Kadang koordinasi itu kalah sama ego sektoral, dan hasilnya program bagus malah mandek di tengah jalan,  kayak mobil mogok pas nanjak.

Namun berbeda di Muba yang punya semangat lain, mereka ngerti kalau inflasi bukan cuma tanggung jawab ekonom atau pejabat, tapi urusan bersama seluruh elemen masyarakat, karena ujungnya, rakyatlah yang merasakan langsung efeknya, baik itu di meja makan, di warung kopi, atau di pasar tradisional.

Kalau dilihat dari kacamata ekonomi, langkah Muba ini bisa jadi contoh penerapan ekonomi kolaboratif, di tengah gejolak global, dari harga minyak dunia sampai cuaca ekstrem  dan  daerah nggak bisa jalan sendiri.
Oleh sebab itu, inflasi bisa ditekan bukan cuma lewat intervensi harga, tapi lewat penguatan produksi lokal, distribusi efisien, dan komunikasi efektif.

Jadi kalau pusat dan daerah benar-benar seirama, bukan mustahil stabilitas ekonomi bisa terjaga.
Ibarat musik dangdut, kalau penyanyi, drummer, dan organ tunggalnya kompak, yang nonton pun ikut joget. Tapi kalau salah nada, yang ada penonton pada bubar.

Jadi semua ini, ada satu pelajaran berharga, seperti  urusan ekonomi itu serius, tapi bukan berarti harus kaku, justru dengan pendekatan yang cair dan sinergi yang nyata, semua pihak bisa bergerak bareng dengan semangat positif.

Muba sudah menunjukkan langkah konkret  menjaga harga, mendukung program rumah rakyat, dan membangun koperasi. Tinggal sekarang, bagaimana semangat itu bisa menular ke daerah lain,sejatinya, membangun bangsa itu, seperti masak sayur lodeh perlu bumbu pas, api stabil, dan tangan yang sabar.

Kalau boleh sedikit bercanda, semoga inflasi tahun ini bisa inflasi tipis-tipis aja, biar harga cabe masih bisa dikejar, dan rakyat tetap bisa makan sambal tanpa keringat dingin. “Kalau pusat dan daerah bisa jalan seiring, rakyat tak cuma dapat janji, tapi juga kenyang dan tenang”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FISIP UIN Raden Fatah Lepas 58 Sarjana Baru

    FISIP UIN Raden Fatah Lepas 58 Sarjana Baru

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.192
    • 0Komentar

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Gelar Yudisium ke 17 dengan meluluskan 58 Sarjana baru. di Auditorium FISIP UIN Raden Fatah secara langsung. Jum’at (16/12/2022). Yudisium ini dihadiri oleh Dr. Abdul Hadi M.Ag Selaku Wakil Rektor (WR) 2 UIN Raden Fatah, Prof. Dr. H. Izomiddin MA Selaku […]

  • Kisah “Mantenan” di Ujung Usia, Ada yang Cucunya Sudah Lulus Skripsi

    Kisah “Mantenan” di Ujung Usia, Ada yang Cucunya Sudah Lulus Skripsi

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.610
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di Alun-alun Jember, bukan cuma angin sore yang semilir, tapi juga cinta-cinta lawas yang mendadak dikemas ulang seperti nasi bungkus rasa rendang wagyu. Dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025, suasana tak ubahnya resepsi massal ala ‘The Return of Manten Anyar’. Bedanya, manten ini sudah punya cucu, bahkan ada yang cucunya sudah […]

  • “Palembang Belagak-  Cat, Bendera hingga Semangat Merdeka Tak Lekang oleh Waktu”

    “Palembang Belagak-  Cat, Bendera hingga Semangat Merdeka Tak Lekang oleh Waktu”

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PADA pagi yang cerah di simpang Charitas, Palembang, Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam (RDPS) memulai hari dengan kuas cat dan semangat membara, bukan untuk sekadar mempercantik bangunan bekas Rumah Makan Sari Bundo, tetapi untuk mewujudkan program ambisius Palembang Belagak, suatu program bukan hanya soal penataan fisik kota, tetapi juga tentang membangun […]

  • Pandemi Melonjak,  Pemerintah Menambah Tiga Faskes COVID-19 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    Pandemi Melonjak, Pemerintah Menambah Tiga Faskes COVID-19 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah mempersiapkan langkah antisipatif dari meningkatkannya jumlah kasus positif COVID-19 yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Dengan cara menambahkan fasilitas kesehatan yang mampu menampung ribuan orang yang terkena virus tersebut. “Kita siapkan untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran COVID-19 yang ada di Jakarta dan sekitarnya,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden […]

  • barang-bukti-nikahsirri.com

    Luar Biasa, Kurang Sepekan 3.000 Orang Daftar di Situs Nikahsirri.com

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sangat luar biasa kurang dari sepekan orang yang mendaftar di situs www. nikahsirri.com. Bahkan sebanyak 2.700 menjadi klien (orang yang menjadi pasangan untuk dinikahi), sisanya menjadi mitra (orang yang ingin dinikahi).

  • Siapkan Lahan 30 Hektare, Ponpes Gontor Buka Cabang di Muba

    Siapkan Lahan 30 Hektare, Ponpes Gontor Buka Cabang di Muba

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin berinisiatif mendirikan cabang salah satu pondok pesantren terbaik di Indonesia, yakni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG). Rencana terungkap dalam Rapat Persiapan Pendirian Cabang Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Musi Banyuasin yang dipimpin Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H […]

expand_less
WordPress Archive JetMenu For Elementor JetPopup For Elementor JetProductGallery For Elementor Jetrans – Logistics & Transportation Elementor Template Kit JetReviews For Elementor JetSearch Gravity Forms Bulk Actions Pro Gravity Forms Bulk Add Fields Jetsloth – Gravity Forms Collapsible Sections Jetsloth – Gravity Forms Color Picker