Ekonomi

Pengembang Indonesia Bidik Rumah Murah

rumah-murah

Dewan Penasehat Pengembang Indonesia (PI) Sumsel, Kesyar Saropi mengatakan, PI sendiri secara nasional telah resmi di deklarasikan pada awal Juli kemarin. Untuk di Sumsel sendiri jumlah anggotanya sudah mencapai sekitar 40 pengembang. 

Foto: www.jejamo.com

SUMSEL TERKINI. ID,  Palembang –  (PI) siap meramaikan pasar property di Sumatera Selatan. Asosiasi taipan yang baru berdiri ini pun membidik  pasar perumahan murah yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap (MBTT).

Dewan Penasehat PI Sumsel, Kesyar Saropi mengatakan, PI sendiri secara nasional telah resmi di deklarasikan pada awal Juli kemarin. Untuk di Sumsel sendiri jumlah anggotanya sudah mencapai sekitar 40 pengembang.

“Tujuan dari PI sendiri pada dasarnya memang ingin ikut mensukseskan program sejuta rumah dari pemerintah,”katanya.

Untuk itu, pihaknya memiliki program satu kecamatan satu hektar lahan yang akan dibangun untuk menyediakan rumah murah. Dicontohkanya, jika di Palembang saat ini terdapat 16 kecamatan, maka minimal akan ada 16 hektar lahan yang akan diupayakan untuk membangun rumah murah.

 “Di Palembang sendiri kan saat ini sudah cukup sulit untuk mencari lahan. Nah, nantinya bisa saja dalam satu kecamatan itu kan lebih dari satu hektar untuk menutupi perhitungan kecamatan lainya,” ungkapnya.

PI pun akan lebih menyasar pasar property untuk masyarakat berpenghasilan tidak tetap (MBTT)seperti pedagang pasar, tukang bakso, ojek, dan sebagainya. Sebab, MBTT ini selamam ini masih bankable atau belum terjamah dari perbankan sehingga banyak dari mereka yang belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Sebenarnya sektor ini lah yang memiliki prospek pasar yang potensial untuk berkembang,” capnya.

Namun, untuk tahap awal pihaknya terlebih dahulu akan merangkul komunitas atau perkumpulan dari MBTT ini terlebih dahulu. Sehinggta komunitas tersebut nantinya akan turut bertanggung jawab terhadap setiap anggota mereka yang ingin memiliki rumah.

“Kami yakin mereka akan mau dan bertanggung jawab. Sebab selama ini sebenarnya MBTT ini punya kemampuan untuk membayar uang muka rumah. Tapi bank tidak menerima karena tidak ada yang mau menjamin dan mewadahinya,” tuturnya.

Tak hanya itu, PI juga telah mempersiapkan sediktnya 100 unit rumah untuk program tersebut di daerah Jakabaring. Tinggal lagi menunggu asosiasi atau perkumpulan mana yang siap.

“Jadi rencananya Insya Allah di Palembang akan menjadi project secara nasional,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga dalam waktu dekat akan menggelar sejumlah pameran rumah-rumah murah di sejumlah daerah pinggiran. Seperti Gandus dan Mata Merah.

“Kita yang mendatangi konsumen secara langsung, sehingga nantinya mereka bias memilih sendiri mau rumah di daerah yang mana,” capnya.

Kegiatan tersebut rencanaya juga akan silengkapi dengan program menarik. Seperti gratis angsuran selama 6-12 bulan.

Lebih jauh Kesyar mengatakan, PI sendiri kini telah berdiri di 26 provinsi se Indoensia. Selain itu, kartu keanggotaan dari PI juga telah diakui dan berlaku di sejumlah perbankan nasional.

 “Maka dari itu kami juga membuka pintu kepada tema-teman pengembang lainya yang ingin bergabung bersama,” pungkasnya.

Comments

Terpopuler

To Top