Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dulu Pakai Otot, Kini Mesin Kuasai Panen Jagung Sumsel

Dulu Pakai Otot, Kini Mesin Kuasai Panen Jagung Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANEN jagung di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sabtu (16/5/2026), terasa berbeda dari zaman dulu. Kalau dulu petani pulang panen dengan badan pegal, baju basah kuyup, dan langkah kaki mirip habis naik Gunung Seminung, sekarang sebagian pekerjaan mulai dibantu mesin.

Suara alsintan meraung di tengah kebun jagung. Batang jagung roboh satu per satu, sementara petani tinggal mengawasi sambil sesekali bercanda dengan warga sekitar.

“Kalau dulu habis panen itu pinggang bunyi dulu baru bisa tidur,” celetuk seorang petani sambil tertawa.

Memang, zaman mulai berubah. Dulu panen jagung identik dengan tenaga ekstra. Karung dipanggul di pundak, tangan sibuk memetik, kaki mondar-mandir dari pagi sampai sore. Sekarang, mesin perlahan mulai mengambil alih pekerjaan berat itu.

Momen itu terlihat saat Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar Polda Sumsel bersama kelompok tani setempat.

Di tengah kegiatan, Cik Ujang menyinggung bagaimana teknologi mulai membantu para petani.

“Sekarang panen jagung sudah bisa menggunakan mesin, tidak seperti dulu. Saat ini sudah ada alsintan yang mendukung,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tapi bagi sebagian petani lama, perubahan tersebut terasa besar. Soalnya dulu panen jagung bukan cuma soal hasil, tapi juga adu kuat otot dan daya tahan badan.

Kalau musim panen tiba bersamaan, petani kadang sampai kelimpungan mencari buruh angkut. Belum lagi cuaca panas Sumsel yang kadang bikin tengkuk serasa dipanggang.

Sekarang pekerjaan jadi lebih cepat. Mesin membantu memangkas waktu panen dan mengurangi biaya tenaga kerja.

Petani pun tak perlu terlalu lama berjibaku di kebun. Ada yang berseloroh, sekarang panen jagung sudah beda level.

“Dulu panen pakai tenaga dalam, sekarang tinggal nyalakan mesin,” kata warga sambil tertawa.

Meski begitu, belum semua petani bisa menikmati kemudahan tersebut. Sebagian kelompok tani masih bergantian memakai alsintan karena jumlah alat terbatas.

Ada juga petani yang masih bertahan dengan cara manual. Bukan karena tak mau modern, tapi karena akses alat dan biaya belum sepenuhnya mudah dijangkau.

Ibarat kata, ada yang sudah masuk era panen modern, ada juga yang masih “main di liga lama”.

Namun perlahan perubahan mulai terlihat di sentra jagung Sumsel.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, produksi kumulatif jagung Sumsel periode Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 124.901 ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen. Jumlah itu meningkat 6.345 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Luas panen jagung Sumsel tercatat mencapai 18.906 hektare dengan produktivitas rata-rata 66,06 kuintal per hektare.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan menjadi daerah dengan produktivitas tertinggi di Sumsel, yakni mencapai 70,52 kuintal per hektare.

Cik Ujang mengatakan Sumsel memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung karena didukung sumber daya alam dan teknologi pertanian.

“Sumber daya alam Sumsel dan dukungan teknologi memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung di seluruh wilayah Sumsel,” katanya.

SPPG Polri

Panen raya tersebut juga dirangkaikan dengan groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional SPPG Polri, penyerahan bantuan sosial, hingga bantuan benih jagung kepada kelompok tani.

Kegiatan itu diikuti secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Sandi Nugroho mengapresiasi dukungan seluruh pihak terhadap program ketahanan pangan di Sumsel.

Di tengah perubahan itu, petani Sumsel perlahan mulai akrab dengan teknologi. Kalau dulu kekuatan tangan jadi andalan utama, sekarang suara mesin mulai lebih sering terdengar di tengah kebun jagung.

Yang jelas, satu hal belum berubah: petani tetap harus kerja keras. Bedanya sekarang, yang ikut capek bukan cuma manusia, tapi juga mesinnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Demokrat Target Menang Tujuh Pilkada Di Sumsel

    Partai Demokrat Target Menang Tujuh Pilkada Di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.585
    • 0Komentar

    DPD Partai Demokrat Provinsi Sumsel bersiap diri menatap Pilkada Serentak 2020. Hal tersebut dimatangkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel The Zuri, Palembang, Sabtu (26/1/2020). Konsolidasi dan Silaturahmi Partai Demokrat Provinsi Sumsel tersebut mengambil tema “Untuk Kemenangan Pilkada Serentak 2020”. H Muchendi Mahzarekki ketua Komisi Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Partai Demokrat Sumsel mengatakan, partai […]

  • Mari Laksanakan Prokes, Disiplin Individu Kunci Sukses Pelaksanaan PPKM

    Mari Laksanakan Prokes, Disiplin Individu Kunci Sukses Pelaksanaan PPKM

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    KETUA SATUAN-SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito menyatakan bahwa disiplin individu merupakan kunci sukses Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan mikro dalam menekan penyebaran COVID-19. Hal ini diungkapkan Ganip yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021). Ganip juga […]

  • Gubernur Instruksikan Dinas PUBM Perbaiki Jalan di Desa Cahya Makmur

    Gubernur Instruksikan Dinas PUBM Perbaiki Jalan di Desa Cahya Makmur

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel, H. Herman Deru meminta instansi terkait yakni PUBM-TR untuk berkoordinasi dengan Kabupaten OKI guna perbaikan akses jalan yang berada di Desa Cahya Makmur. Sebab jalan tersebut dinilai sudah banyak yang berlubang. “Lakukan koordinasi dengan Bupati untuk perbaikan jalan ini. Jalan ini sudah rusak, kasian sama masyarakatnya,” kata HD, kemarin. Dia menegaskan, perbaikan akses […]

  • Muba Hijaukan Ekonomi, Dari Limbah Jadi Lumbung

    Muba Hijaukan Ekonomi, Dari Limbah Jadi Lumbung

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Dulu, tandan kosong kelapa sawit alias tangkos itu nasibnya mirip jomblo diundang kondangan ada, tapi nggak dianggap. Tapi sekarang, di tangan Pemkab Musi Banyuasin (Muba), si tangkos mendadak naik kasta. Dari limbah jadi rebutan, dari sisa jadi primadona. Mirip tokoh figuran di sinetron yang tiba-tiba dapat peran utama dan jodoh di episode terakhir. […]

  • Dodi Sidak Kantor Disdukcapil Muba, Ada Apa ?

    Dodi Sidak Kantor Disdukcapil Muba, Ada Apa ?

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Bupati Kabupaten Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli SP MM menyambangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Muba untuk memacu semangat kerja para pegawai dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan di Bumi Serasan Sekate, Senin (18/3/2019). Kunjungan Bupati Muba ini disambut antusias oleh seluruh pegawai […]

  • Polda Sumut Buka Layanan Online, Untuk Layani Masyarakat Saling Lapor

    Polda Sumut Buka Layanan Online, Untuk Layani Masyarakat Saling Lapor

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    GUNA mengantisipasi terjadinya kasus saling lapor, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., akan membuka nomor hotline yang tujuannya untuk mengantisipasi kasus saling lapor, seperti yang terjadi belakangan ini di wilayah hukum Polda Sumut. Kapolda Sumut mengatakan bahwa saya akan sampaikan kepada rekan-rekan di jajaran Polda Sumut untuk membuat […]

expand_less
WordPress Archive Fashion Store – Hanbags, Shoer RTL Responsive WooCommerce WordPress Theme Fashionable – Fashion Shop Elementor Template Kit Fashionly – Fashion Blog Theme Fashiro WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Fashly – Fashion & Clothing Designer Elementor Template Kit Fast & Custom Grid – WordPress Plugin Fast Food WordPress Theme Fast Media Gallery For Elementor – WordPress Plugin Fast Portfolio & Grid for Elementor WordPress Plugin Fast | WordPress Support Ticket Plugin