Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dulu Pakai Otot, Kini Mesin Kuasai Panen Jagung Sumsel

Dulu Pakai Otot, Kini Mesin Kuasai Panen Jagung Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANEN jagung di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sabtu (16/5/2026), terasa berbeda dari zaman dulu. Kalau dulu petani pulang panen dengan badan pegal, baju basah kuyup, dan langkah kaki mirip habis naik Gunung Seminung, sekarang sebagian pekerjaan mulai dibantu mesin.

Suara alsintan meraung di tengah kebun jagung. Batang jagung roboh satu per satu, sementara petani tinggal mengawasi sambil sesekali bercanda dengan warga sekitar.

“Kalau dulu habis panen itu pinggang bunyi dulu baru bisa tidur,” celetuk seorang petani sambil tertawa.

Memang, zaman mulai berubah. Dulu panen jagung identik dengan tenaga ekstra. Karung dipanggul di pundak, tangan sibuk memetik, kaki mondar-mandir dari pagi sampai sore. Sekarang, mesin perlahan mulai mengambil alih pekerjaan berat itu.

Momen itu terlihat saat Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar Polda Sumsel bersama kelompok tani setempat.

Di tengah kegiatan, Cik Ujang menyinggung bagaimana teknologi mulai membantu para petani.

“Sekarang panen jagung sudah bisa menggunakan mesin, tidak seperti dulu. Saat ini sudah ada alsintan yang mendukung,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tapi bagi sebagian petani lama, perubahan tersebut terasa besar. Soalnya dulu panen jagung bukan cuma soal hasil, tapi juga adu kuat otot dan daya tahan badan.

Kalau musim panen tiba bersamaan, petani kadang sampai kelimpungan mencari buruh angkut. Belum lagi cuaca panas Sumsel yang kadang bikin tengkuk serasa dipanggang.

Sekarang pekerjaan jadi lebih cepat. Mesin membantu memangkas waktu panen dan mengurangi biaya tenaga kerja.

Petani pun tak perlu terlalu lama berjibaku di kebun. Ada yang berseloroh, sekarang panen jagung sudah beda level.

“Dulu panen pakai tenaga dalam, sekarang tinggal nyalakan mesin,” kata warga sambil tertawa.

Meski begitu, belum semua petani bisa menikmati kemudahan tersebut. Sebagian kelompok tani masih bergantian memakai alsintan karena jumlah alat terbatas.

Ada juga petani yang masih bertahan dengan cara manual. Bukan karena tak mau modern, tapi karena akses alat dan biaya belum sepenuhnya mudah dijangkau.

Ibarat kata, ada yang sudah masuk era panen modern, ada juga yang masih “main di liga lama”.

Namun perlahan perubahan mulai terlihat di sentra jagung Sumsel.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, produksi kumulatif jagung Sumsel periode Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 124.901 ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen. Jumlah itu meningkat 6.345 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Luas panen jagung Sumsel tercatat mencapai 18.906 hektare dengan produktivitas rata-rata 66,06 kuintal per hektare.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan menjadi daerah dengan produktivitas tertinggi di Sumsel, yakni mencapai 70,52 kuintal per hektare.

Cik Ujang mengatakan Sumsel memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung karena didukung sumber daya alam dan teknologi pertanian.

“Sumber daya alam Sumsel dan dukungan teknologi memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung di seluruh wilayah Sumsel,” katanya.

SPPG Polri

Panen raya tersebut juga dirangkaikan dengan groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional SPPG Polri, penyerahan bantuan sosial, hingga bantuan benih jagung kepada kelompok tani.

Kegiatan itu diikuti secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Sandi Nugroho mengapresiasi dukungan seluruh pihak terhadap program ketahanan pangan di Sumsel.

Di tengah perubahan itu, petani Sumsel perlahan mulai akrab dengan teknologi. Kalau dulu kekuatan tangan jadi andalan utama, sekarang suara mesin mulai lebih sering terdengar di tengah kebun jagung.

Yang jelas, satu hal belum berubah: petani tetap harus kerja keras. Bedanya sekarang, yang ikut capek bukan cuma manusia, tapi juga mesinnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • COVID-19 Muba: 1 Kasus Sembuh, 1 Konfirmasi Positif

    COVID-19 Muba: 1 Kasus Sembuh, 1 Konfirmasi Positif

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (2/8/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus sembuh, total kasus sembuh di Muba menjadi 67 kasus. “Ada penambahan 1 kasus sembuh asal Muba yang dirawat di RSMH Palembang,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Dijelaskan, kasus sembuh merupakan kasus 65. “Selain itu, ada pula penambahan […]

  • Nasib UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 “ Menunggu Solusi Cerdas dari Pemerintah “

    Nasib UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 “ Menunggu Solusi Cerdas dari Pemerintah “

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    HIDUP segan mati tak mau, setidaknya itulah yang bisa diibaratkan kepada kondisi pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Penularan virus corona yang demikian cepat dan masif telah memaksa pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi juga berdampak mematikan berbagai aktivitas bisnis pelaku UMKM. Jakarta sebagai kota jasa, mobilitas manusia/warga merupakan penggerak utama […]

  • Gubernur Ajak Kalangan Praktisi Hukum  Edukasi  Keluarga Sadar Hukum 

    Gubernur Ajak Kalangan Praktisi Hukum  Edukasi  Keluarga Sadar Hukum 

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak para pakar hukum dan intelektual di bidang hukum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat lebih memahami antara hak, kewajiban dan sangsi yang timbul bagi pelanggar hukum. “Hukum adalah sesuatu yang harus diketahui dan dipahami masyarakat. Namun tidak semua masyarakat mengerti hukum. Sebab itu, kita harus bersama-sama meliterisi masyarakat […]

  • INACA Diminta Bersinergi Percepat Pemulihan Penerbangan Internasional

    INACA Diminta Bersinergi Percepat Pemulihan Penerbangan Internasional

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.992
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada para pengurus Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk bersinergi bersama mempercepat pemulihan penerbangan nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. “Saya berharap ketua dan pengurus INACA terpilih dapat bersinergi mencari solusi terbaik dalam upaya mempercepat pemulihan industri penerbangan,” ujar Menhub […]

  • Inilah Wajah Jalan Perum Pesona Harapan Jaya di Kalidoni Akibat Diguyur Hujan, Miris..!!!

    Inilah Wajah Jalan Perum Pesona Harapan Jaya di Kalidoni Akibat Diguyur Hujan, Miris..!!!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.417
    • 0Komentar

    Curah hujan tinggi selama dua pekan ini membuat beberapa Jalan di Perum Perumahan Harapan Jaya Jalan KH. Azhari, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni terendam banjir, bahkan hujan turun subuh pagi yang cukup deras, sabtu [11/4/2020] membuat jalan-jalan di perumahan makin terendam banjir.   Hujan Deras turn beberapa pekan ini membuat sebagian  Jalan Lingkungan Perum Pesona Harapan […]

  • Patin Perkasa Terpilih Jadi Salah Satu Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif

    Patin Perkasa Terpilih Jadi Salah Satu Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.655
    • 0Komentar

    HASIL riset dan inovasi Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat, terpilih sebagai salah satu dari 112 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif – 2020, yang ditetapkan pada Februari 2021, oleh Business Innovation Center (BIC), yang didirikan Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia. […]

expand_less
WordPress Archive Fashion Store – Hanbags, Shoer RTL Responsive WooCommerce WordPress Theme Fashionable – Fashion Shop Elementor Template Kit Fashionly – Fashion Blog Theme Fashiro WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Fashly – Fashion & Clothing Designer Elementor Template Kit Fast & Custom Grid – WordPress Plugin Fast Food WordPress Theme Fast Media Gallery For Elementor – WordPress Plugin Fast Portfolio & Grid for Elementor WordPress Plugin Fast | WordPress Support Ticket Plugin