Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pertumbuhan Belanja Iklan 2017 Bergerak Positif Namun Melambat

Pertumbuhan Belanja Iklan 2017 Bergerak Positif Namun Melambat

  • account_circle Bono
  • calendar_month Selasa, 1 Mei 2018
  • visibility 1.278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.ID, Jakarta – Pertumbuhan belanja iklan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Total belanja iklan tahun 2017 meningkat 8% dari tahun sebelumnya dengan nilai yang mencapai Rp 145.Triliun. Pertumbuhan nilai ini lebih didorong oleh kenaikan harga gross rate iklan di masing-masing media. Demikian menurut hasil temuan Nielsen Ad Intel yang dirilis hari ini oleh Nielsen Indonesia.

Porsi belanja iklan sepanjang 2017 masih didominasi oleh media TV sebesar 80% dari total belanja iklan yang tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara porsi belanja iklan di media cetak menunjukkan trend penurunan seiring dengan berkurangnya media cetak yang beroperasi.

Untuk sektor-sektor di Produk Cepat Habis (FMCG), semua sektor mengalami pertumbuhan belanja iklan yang positif. Belanja iklan di kategori Perawatan Pribadi adalah yang terbesar yaitu mencapai Rp 24,9 Triliun dan naik 21% dibandingkan periode sebelumnya. Disusul kategori Minuman dengan total belanja iklan Rp 21, 6 Triliun, dan kategori Makanan dengan total belanja iklan Rp 19, 1 Triliun dan meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun 2016.

Sementara itu beberapa sektor di luar Produk Cepat Habis (Non-FMCG) juga menunjukkan trend positif pada belanja iklan sepanjang tahun 2017. Pertumbuhan yang sangat terlihat adalah dari sektor Properti (62%) dan Kategori Telekomunikasi dan Digital (30%) dengan total belanja iklan sepanjang tahun 2017 masing-masing mencapai Rp 4,1 Triliun dan Rp 13, 3 Triliun. Sementara di sisi lain sektor Rokok mengalami penurunan sebesar 17% sehingga nilai belanja iklannya mencapai Rp 5,4 Triliun.

Sepanjang tahun 2017, jajaran merek-merek produk dengan belanja iklan tertinggi juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Meikarta menjadi merek dengan belanja iklan tertinggi sepanjang 2017 dengan total belanja iklan lebih dari Rp 1,5 Triliun. Disusul Traveloka dengan total belanja iklan mencapai Rp 1,2 Triliun dan meningkat 65%. Pengiklan terbesar ketiga adalah Indomie dengan total belanja iklan sebesar Rp 981. 5 Miliar dengan pertumbuhan 25%. Di urutan keempat adalah Vivo Smartphone yang aktif beriklan dibandingkan tahun 2016 dengan 577% peningkatan menjadi Rp 823, 5 Miliar.

“Untuk sektor Properti, belanja iklan dari Meikarta ini memang belum pernah kita lihat sebelumnya. Selain itu, maraknya pelaku bisnis digital khususnya e-commerce masih terus terjadi terlihat dari terus meningkatnya aktifitas beriklan dari pemain industri e-commerce di media konvensional seperti TV”, kata Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia.

Dari jajaran institusi pemerintahan, Kementerian Kesehatan juga masuk dalam daftar pengiklan terbesar di tahun 2017 di urutan ke tujuh dengan total belanja iklan Rp 702 Milyar. Bersaing dengan Vivo, Samsung Smartphone juga masuk dalam jajaran pengiklan tertinggi dengan menghabiskan belanja iklan sebesar Rp 640 Miliar dan tumbuh 28%.

Peluang Beriklan di Momentum Piala Dunia

Di tahun 2018, perhelatan besar Piala Dunia akan menjadi momen yang dinanti-nantikan bukan hanya bagi para penikmat sepak bola tetapi juga pelaku industri bisnis. Mengingat kembali momen piala dunia sebelumnya, ternyata momen piala dunia ini cukup berpengaruh terhadap tren belanja iklan.

Nielsen Ad Intel mencatat pada Piala Dunia 2010, secara keseluruhan mendorong total belanja iklan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan di luar pelaksanaan tayangan Piala Dunia 2010. Tercatat di bulan Juni 2010 dan Juli 2010 total belanja iklan masing-masing mencapai Rp 3,1 Triliun, relatif lebih tinggi dari bulan-bulan lainnya di sepanjang tahun 2010.

Selama periode Piala Dunia FIFA 2010 (11 Juni-11 Juli 2010), total belanja iklan yang tayang pada progam-program pertandingan Piala Dunia saja mencapai Rp 695 Miliar dengan jumlah spot iklan sebanyak 10.541 spot iklan. Dari sisi kategori produk, kategori produk Iklan Korporasi menjadi pengiklan terbesar dengan total belanja iklan Rp 116,8 Miliar, diikuti oleh kategori Rokok Kretek dengan belanja iklan sebesar Rp 104,1 Miliar. Kategori Telekomunikasi berada di urutan ke tiga dengan total belanja iklan mencapai Rp 85,3 Miliar. Sementara itu, kategori Minuman Kesehatan dan Makanan/Mie Instan berada di urutan berikutnya, masing-masing dengan total belanja iklan Rp 64,9 Miliar dan Rp 30,2 Miliar.

Gudang Garam menjadi sponsor utama dalam gelaran Piala Dunia 2010, terlihat dari nilai belanja iklan tidak saja melalui produknya Gudang Garam International tetapi juga Intersport. Intersport menayangkan iklan-iklan dengan tema Piala Dunia yang kental dan menjadi kontributor terbesar dengan total belanja iklan Rp 96,1 Miliar dengan jumlah spot iklan sebanyak 1.601 spot iklan, disusul oleh Gudang Garam International dengan belanja iklan mencapai Rp 53,7 Miliar. Telkomsel Sim Card berada di urutan ke-tiga yang menghabiskan total belanja iklan Rp 37.7 Miliar. Di urutan ke empat Extra Joss menggelontorkan Rp 33,9 Miliar dengan spot iklan sebanyak 615 spot iklan. Disusul dengan Supermi di urutan ke lima dengan total belanja iklan Rp 30,2 Miliar (694 spot iklan).

Selama periode Piala Dunia 2010, penonton lebih didominasi oleh Pria dan rata-rata durasi menonton setiap orang adalah 34 menit per pertandingan. Laga Argentina vs Jerman meraih angka rating tertinggi di sepanjang gelaran Piala Dunia 2010, yaitu 11,7% dan mampu meraih share 45% penonton TV walaupun tayang di prime time. Sementara partai final antara Belanda melawan Spanyol mendulang rating 6,3 % dan ditonton oleh 36,6% pemirsa TV pada waktu itu.

Sementara itu Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brazil memberikan cerita yang sedikit berbeda karena bersamaan dengan bulan puasa yang berpengaruh ke kepemirsaan TV. Nielsen Ad Intel mencatat bahwa selama momen Piala Dunia 2014 dan juga Ramadhan, total belanja iklan mencapai lebih dari Rp 7 Triliun, angka yang tidak terlihat di bulan-bulan yang lain di tahun tersebut.

Namun, total belanja iklan yang dihasilkan selama tayangan Piala Dunia lebih rendah dibandingkan PD 2010, yaitu mencapai Rp 316 Miliar. Kategori Telekomunikasi dan Minuman Kesehatan masih ada dalam jajaran kategori utama yang mensponsori program tayangan Piala Dunia, dengan nilai belanja iklan masing-masing mencapai Rp 80,4 Miliar dan Rp 56,7 Miliar, namun kategori Rokok tidak lagi ada dalam jajaran sponsor utama. Telkomsel dan Extra Joss adalah produk dengan iklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 39,6 Miliar dan Rp 35,9 Miliar, tidak jauh berbeda dengan yang digelontorkan di Piala Dunia 2010.

“Perbedaan waktu dengan negara penyelenggara Piala Dunia yang mempengaruhi jam tayang merupakan salah satu faktor yang turut menentukan kepemirsaan TV. Selain itu, adanya momen-momen seperti bulan Ramadhan juga berpengaruh karena pemirsa TV mempunyai kebiasaan yang berbeda di bulan tersebut.” ujar Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia.

Dari sisi kepemirsaan, dengan jumlah tayangan pertandingan yang lebih banyak yaitu 204, durasi rata-rata penonton adalah 23 menit untuk setiap pertandingan. Hal ini juga berimbas kepada rata-rata rating yang hanya mencapai 1,6%. Laga dengan rating tertinggi adalah Argentina vs Belgia yang mencapai 6,5% dan berhasil merebut 39% penonton TV yang aktif di jam tayang tersebut.

 

Sumber: nielsen.com

  • Penulis: Bono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngeri Dech, Angka Tertinggi Kasus Kanker di Indonesia terjadi Pada Laki-Laki, 2 Penyakit Kanker Ini yang Paling Banyak

    Ngeri Dech, Angka Tertinggi Kasus Kanker di Indonesia terjadi Pada Laki-Laki, 2 Penyakit Kanker Ini yang Paling Banyak

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id – Angka kejadian tertinggi untuk kasus kanker di Indonesia terjadi pada laki-laki, yakni kanker paru dan hati. Oleh sebab itu kanker dinyatakan penyakit yang menyebabkan banyak kematian dan menduduki posisi ke dua setelah jantung. Pada perempuan, kasus kanker masih didominasi oleh kanker payudara dan leher rahim yang menduduki urutan teratas. Perubahan gaya hidup […]

  • Putuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Harga Mati, Benarkah ?

    Putuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Harga Mati, Benarkah ?

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    MEMUTUSKAN mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Palembang menjadi harga mati jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Sosialisasi penegakan protokol kesehatan pun terus gencar dilakukan, seperti Selasa (7/7/2020) saat peletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas masjid dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus baru Masjid Nurul Yaqin Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda […]

  • Ishak Mekki : Masjid Bisa Cetak Kader yang Berakhlak

    Ishak Mekki : Masjid Bisa Cetak Kader yang Berakhlak

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Pembangunan Masjid ini berjalan dengan lancar dan doakan agar proses pelaksanaan pembangunan tidak ada hambatan.

  • Vaskinasi Lansia, Pemkot Gaet Grab Untuk Antar Jemput

    Vaskinasi Lansia, Pemkot Gaet Grab Untuk Antar Jemput

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus mengupayakan pelayanan vaksinasi terutama bagi para lanjut usia (lansia), yaitu dengan menjalin kerjasama dengan PT Grab Teknologi Indonesia untuk melakukan percepatan vaksinasi para lansia. “Akan terdapat 5000 driver grab yang nantinya akan membawa lansia ke unit pelayanan vaksin terdekat di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Palembang” ujar Walikota Palembang Harnojoyo […]

  • Sumsel Bentuk Satgas Penurunan Angka Kemiskinan

    Sumsel Bentuk Satgas Penurunan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Tingginya angka kemiskinan di Sumsel hingga akhir tahun 2018 sebesar 12,80 % masih menjadi PR serius bagi Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Karena itu ia memastikan segera membentuk satgas atau tim percepatan penurunan angka kemiskinan. Dengan tim percepatan penurunan atau satgas ini, angka kemiskinan Sumsel ditargetkan minimal turun 1% pertahun. Jika ini […]

  • The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021, Wujudkan RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021, Wujudkan RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama kembali menggelar The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021. Kegiatan tahunan ini, menjadi rangkaian 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia. IHD 2021 mengusung tema “Mewujudkan Pentingnya Standar Halal Global”. Giat ini diikuti sejumlah lembaga halal dari berbagai negara, asosiasi, kedutaan, peneliti, pelaku […]

expand_less
WordPress Archive Admin Columns Pro Ninja Forms Admin Columns Pro Pods Admin Columns Pro Toolset Types Admin Columns Pro WooCommerce Columns Admin Columns Pro WordPress Plugin Admin Menu Editor Pro Admiral – Unique Multipurpose WordPress Theme Adning Advertising - Professional, All In One Ad Manager for Wordpress Adore Church – Responsive WordPress Theme Adrena | Airsoft Club & Paintball WordPress Theme