SUMSELTERKINI.CO.ID – Kopra dari hasil panen petani di Karimun akhirnya menyeberang ke pasar luar negeri, sebanyak 26 ton kopra milik PT Moro Maju Sejahtera (MMS) dikirim ke Malaysia pada Jumat (21/8), menandai ekspor perdana perusahaan tersebut.
Pengiriman ini menarik bukan hanya karena produknya berhasil masuk Malaysia sebab kopra selama ini bersumber dari hasil panen petani lokal kini mulai memiliki jalur penjualan ke pasar internasional.
Ekspor perdana itu dilepas langsung Bupati Karimun Ing Iskandarsyah. Ia mengapresiasi pelaku usaha yang mampu mengembangkan usahanya hingga membuka peluang pasar di luar daerah.
Dukungan pemerintah daerah, kata dia, akan terus diberikan kepada kegiatan ekonomi yang memiliki potensi ekspor.
Sebanyak 26 ton kopra yang dikirim kali ini, terdapat mata rantai usaha yang dimulai dari kebun-kebun kelapa milik petani. Hasil panen tersebut kemudian masuk ke pengelolaan PT MMS sebelum akhirnya dikirim sebagai komoditas ekspor.
PT MMS sendiri merupakan salah satu perusahaan yang mendapat pembinaan dari Bea Cukai Karimun. Pendampingan menjadi bagian penting agar pelaku usaha daerah tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami dan menjalani proses ketika mulai masuk ke perdagangan internasional.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Tri Wahyudi mengatakan pihaknya akan terus mendukung kemajuan UMKM melalui program asistensi. Upaya tersebut sejalan dengan peran Bea Cukai sebagai industrial assistance dan trade facilitator.
Dengan ekspor perdana ini, kopra menjadi salah satu contoh komoditas lokal Karimun yang mulai menemukan pasar di luar negeri. Peluang serupa juga terbuka bagi produk daerah lainnya jika mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga pasokan.
Namun, perjalanan kopra Karimun belum berhenti pada pengiriman pertama. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar pasar yang sudah terbuka bisa terus berjalan, sekaligus memastikan semakin banyak hasil panen petani yang terserap.
Jika permintaan dari luar negeri terus tumbuh, ekspor kopra bukan hanya soal 26 ton yang berangkat ke Malaysia. Ada peluang yang lebih besar di belakangnya: menjadikan hasil kelapa petani Karimun sebagai bagian dari rantai perdagangan yang nilainya bisa dirasakan lebih luas di daerah. (***)