Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Inflasi Palembang 2025, Rapat Virtual, Mahasiswa Ngamuk Sampai Bedah Rumah

Inflasi Palembang 2025, Rapat Virtual, Mahasiswa Ngamuk Sampai Bedah Rumah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 887
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH lama yang sering kita dengar “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga”. Nah, pepatah ini pas banget kalau kita tarik ke kondisi inflasi di Indonesia hari ini. Pemerintah pusat sudah jungkir balik bikin strategi, daerah juga nggak kalah heboh rapat koordinasi sana-sini, tapi tetap saja angka inflasi suka ngeyel kayak layangan putus talinya, kadang naik, kadang turun, kadang bikin kepala cenat-cenut.

Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama rombongan super team (ada Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Negara, Staf Presiden, BPS, sampai kementerian terkait) bikin rapat koordinasi nasional via virtual. Intinya ngomongin pengendalian inflasi dan isu sosial. Rapat ini ibarat hajatan akbar online, semua kepala daerah se-Indonesia ikut nimbrung, termasuk Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Dalam laporannya, inflasi di Palembang tercatat 2,83 persen year-on-year dan 0,11 persen month-to-month. Kalau dilihat sekilas, ini stabil. Ibarat suhu badan, 36,9 derajat masih normal, tapi kalau dibiarkan bisa demam juga.

Nah, yang bikin agak ngelus dada, Ratu Dewa juga bilang ada daerah di Palembang yang inflasinya bisa tembus 5,13 persen. Itu sama kayak harga cabe rawit merah di pasar A Rp40 ribu, di pasar B bisa Rp65 ribu. Padahal sama-sama cabe, sama-sama bikin pedes, tapi harganya bisa bikin orang mikir dua kali sebelum beli.

Ratu Dewa dengan gaya khasnya menegaskan “Pengendalian inflasi tetap prioritas, bro. Kita butuh kerja sama lintas sektor dan lintas wilayah. Jangan sampai jalan sendiri-sendiri kayak anak kos rebutan jemuran”

Selain inflasi, rapat juga bahas isu sosial. Nah, ini agak tricky. Di Palembang, mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan buat nyampaikan aspirasi. Pemerintah mengapresiasi, karena aksi berlangsung tertib. Tapi ya namanya demo, ujung-ujungnya ada juga yang kebablasan. Tercatat 13 titik fasilitas umum rusak.

Bayangin, itu sama kayak kamu lagi syukuran rumah, tetangga datang makan rendang, eh pas pulang piring sama kursi plastik malah ada yang patah. Gimana nggak bikin tuan rumah tepok jidat?

Ratu Dewa bilang, pemerintah segera perbaiki fasilitas yang rusak. Tapi beliau juga kasih pesan moral “Aspirasi boleh, santun dan damai harus. Jangan anarkis, nanti yang rugi masyarakat sendiri”.

Pepatah Jawa ada bilang, “Menang tanpa ngasorake”. Artinya, kalau mau menyuarakan pendapat, nggak perlu sampai merusak. Toh kalau lampu jalan pecah, yang susah juga warga Palembang, bukan menteri di Jakarta.

Nah, biar suasana nggak tegang terus, ada kabar lumayan bikin adem. Pemerintah Kota Palembang mencatat ada 3.067 rumah yang akan diperbaiki lewat program bedah rumah. Dana datangnya campur-campur ada dari APBN, APBD, Baznas, sampai forum CSR.

Ibarat masak pindang Palembang, bahan bisa dari mana-mana ikan beli di pasar, bumbu dari kebun, minyak dari tetangga. Yang penting hasilnya bisa bikin kenyang bersama. Program ini diharapkan bikin masyarakat nggak cuma punya rumah layak, tapi juga merasa diperhatikan. Karena jujur saja, apa enaknya kalau inflasi turun tapi atap rumah masih bocor tiap hujan?

Kalau boleh kasih komentar, rapat virtual nasional ini bagus, serius, dan penuh strategi. Tapi kita semua tahu pepatah “Banyak bicara, sedikit bekerja, sama saja seperti menggenggam asap tak ada hasilnya.”

Sering kali rapat pusat-daerah ini kayak drama sinetron panjang episodenya, pemainnya ramai, konfliknya seru, tapi ending-nya bikin ngantuk. Padahal rakyat butuh hasil nyata, bukan sekadar pidato yang manisnya kayak es teh tapi dinginnya nggak tahan lama.

Contoh kecil, inflasi pangan. Setiap tahun yang dikeluhkan itu-itu saja, harga beras, cabe, minyak goreng. Pertanyaannya kenapa dari dulu masalahnya nggak tuntas? Jangan-jangan, kita lebih sibuk bikin spanduk dan seremonial ketimbang ngurus distribusi beras di pasar.

Tapi kalau ditarik ke sisi positif, Palembang punya potensi jadi contoh nasional. Kenapa? Karena meski inflasi ada yang nyenggol 5 persen, kota ini berani blak-blakan lapor ke pusat. Transparansi itu penting. Lebih baik jujur agak tinggi, daripada pura-pura stabil tapi ternyata di dapur harga minyak sudah bikin ibu-ibu migrain.

Selain itu, program bedah rumah juga keren. Ini bukti kalau Pemkot nggak cuma mikirin angka inflasi, tapi juga kondisi sosial masyarakat. Karena percuma inflasi rendah kalau warganya masih tinggal di rumah reyot.

Akhir kata, inflasi itu ibarat kompor di dapur. Kalau apinya kecil, masakan nggak matang-matang. Kalau apinya terlalu besar, bisa gosong. Jadi tugas pemerintah adalah jaga api tetap stabil, biar masakan, eh, maksudnya ekonomi tetap enak disantap.

Rapat virtual nasional ini semoga bukan cuma jadi rutinitas tahunan, tapi benar-benar menghasilkan kebijakan yang nyambung sampai ke pasar, dapur, dan rumah warga.

Palembang sudah kasih contoh dari inflasi, isu sosial, sampai program bedah rumah. Tinggal kita lihat, apakah kompor ekonomi Indonesia tahun 2025 bisa tetap nyala stabil, atau malah bikin panci gosong lagi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga tradisi, lomba bidar mini semarakan HUT RI ke- 78

    Jaga tradisi, lomba bidar mini semarakan HUT RI ke- 78

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar Lomba Bidar Mini sebagai upaya menjaga tradisi sekaligus memberikan media hiburan masyarakat dalam rangka menyemarakan kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati melalui Sekretaris Daerah Kab. OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si menyampaikan sungai komering telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten OKI, maka dari itu diadakannya lomba bidar setiap […]

  • Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

    Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Diangkat itu enak. Tapi kalau sudah diangkat, jangan lupa turun juga turun ke masyarakat, maksudnya, bukan turun jabatan, karena sejatinya, yang diangkat hari ini adalah pundak, bukan dagu. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, baru saja meresmikan 3.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama, dan seremoni ini digelar megah di The Sultan […]

  • Jalan Amblas di Desa Bailangu Langsung Diperbaiki

    Jalan Amblas di Desa Bailangu Langsung Diperbaiki

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan deras dan luapan air Sungai Musi tidak hanya merendam puluhan ribu rumah warga tetapi juga membuat sejumlah ruas jalan desa dan nasional amblas. Salah satunya jalan nasional di Desa Bailangu Kabupaten Muba, yang beberapa waktu lalu amblas menyebabkan lubang besar yang membahayakan pengendara yang melintas. Pantauan di lokasi Rabu (24/1/2024) tampak perbaikan […]

  • Gunakan Sistem Digital, Jonan Optimistis Pertamina Mampu Bersaing

    Gunakan Sistem Digital, Jonan Optimistis Pertamina Mampu Bersaing

    • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan optimistis Pertamina mampu bersaing dengan menggunakan sistem digital dalam pengembangan bisnisnya. Ia menilai meski agak terlambat namun Pertamina bisa memanfaatkan sumber daya melalui sistem digital. “Digitalisasi dapat memberikan banyak manfaat pada sebuah industri, antara lain dalam manajemen risiko dan keselamatan kerja,” ungkapnya […]

  • Operasi Penyekatan Jalur Oleh Polri Dinilai Mampu Cegah Ledakan Covid-19, Kata Jaringan Mubalig Indonesia

    Operasi Penyekatan Jalur Oleh Polri Dinilai Mampu Cegah Ledakan Covid-19, Kata Jaringan Mubalig Indonesia

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    JARINGAN Mubalig Muda Indonesia (JAMMI) mengungkapkan bahwa, Operasi Penyekatan Polri khususnya yang dilakukan Korlantas Polri baik saat mudik maupun arus balik Liburan Lebaran 2021, diyakini telah mencegah terjadinya ledakan Covid 19 seperti yang sempat diprediksi beberapa pihak. Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi menyampaikan rasa terima kasih kepada para petugas yang melaksanakan penyekatan arus mudik lebaran […]

  • ILM Jangan Egois

    ILM Jangan Egois

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    MUNGKIN kita berpikir untuk kumpul-kumpul sejenak, tapi lupa pada orang di rumah yang punya risiko tinggi bila tertular COVID-19. Mungkin kita melepas masker hanya sejenak, lalu lupa memakainya dengan tepat dan mencuci tangan terlebih dulu. Begitu banyak kemungkinan si virus bisa menginfeksi kita. Maraknya penyebaran COVID-19 dari klaster terdekat membuat kita harus lebih ketat menerapkan […]

expand_less
WordPress Archive Charity WordPress Theme CharityHeart – Charity Responsive WordPress Theme Charry – Non Profit Charity WordPress Themes Chartli WordPress Interactive Chart Plugin Charts and graphs WordPress Visual Designer Chat – Support Board – OpenAI Chatbot – WP ChatBot for WooCommerce AI ChatBot for WooCommerce - ChatGPT, Retargeting, Exit Intent AI ChatBot for Automated Live Chat Support ChatBubble – WordPress All in One Social Support Floating Button