Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 967
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“SETIAP orang berhak mengepak koper harapan, tapi bukan berarti harus menyelundupkan bungkusan kematian.”
Itu bukan kutipan dari film action atau ceramah motivasi pagi-pagi buta, tapi semacam peribahasa zaman now yang cocok menggambarkan nasib pekerja migran yang tanpa sadar dijadikan kurir narkoba.

Di sinilah kita perlu duduk sejenak kalau bisa sambil ngopi dan tidak sambil nyabu mendengarkan cerita penting dari Tantan Sulistyana, Sekretaris Utama BNN RI, yang tampil sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan pegawai BP2MI di Pusdikter TNI AD Bandung.

Judul kegiatannya memang formal banget “Pembinaan dan Peningkatan Kinerja Pegawai”, tapi isi pesannya tidak kalah penting dari surat cinta pertama berisi peringatan serius tapi dibungkus penuh kasih jangan sampai pekerja migran kita diseret jadi korban narkoba, baik sebagai pemakai apalagi pengantar paket haram.

Perdagangan narkoba ini tak main-main. Sindikatnya sudah menjangkau dari sabang sampai ke swasta, dari perbatasan laut sampai kantong celana sopir travel. Bahkan para pekerja migran kita yang niatnya cuma ingin menyejahterakan keluarga, bisa mendadak jadi “kurir cinta berujung celaka” paketnya narkoba, cintanya palsu, masa depannya suram.

Bayangkan saja, dari data BNN, modus pengiriman narkoba melalui pekerja migran makin variatif. Ada yang disembunyikan di koper ganda, di sepatu, bahkan di perut ditelan dalam bentuk kapsul kayak camilan menyambut maut. Kalau sudah begini, mana cukup pakai slogan “Say No to Drugs” harus ditambah “Say Yes to Cross-Sector Collaboration!” kata Pak Tantan sambil membawa kebijakan yang lebih kompleks dari playlist Spotify anak indie.

Thailand misalnya, mereka punya program Community-Based Treatment yang serius dijalankan sampai tingkat RT. Warga yang pakai narkoba dibina, bukan langsung diciduk lalu dibilang “selesai”.

Di Filipina, pendekatannya sempat brutal (ingat Duterte?), tapi kini mulai merambah ke pendekatan humanis dan kesehatan. Di Singapura? Hukumannya keras, tapi sistem pencegahannya juga rapi jali. Negara kita di mana posisinya? Kadang di tengah, kadang kepleset ke selokan karena banyak program yang ngambang kayak sandal jepit di banjir kanal.

Mari kita bayangkan sejenak dunia tanpa narkoba, ganja hanya tumbuh di taman herbal, bukan di pot kamar kos. Sabu hanya jadi istilah cuaca “sore ini sabu-sabu dan berawan ringan.”

Dan setiap pekerja migran kita, dari Nunukan sampai Hong Kong, bisa membawa oleh-oleh keripik pisang, bukan kapsul narkoba yang ditelan seperti main petak umpet maut.

Di dunia seperti itu, mungkin acara reuni keluarga tak lagi berujung sedih karena anak tertangkap membawa paket. Tidak ada ibu-ibu yang tiba-tiba jadi viral di TikTok karena menangis di persidangan.

Tidak ada yang bangga menyelundupkan, lalu dihukum seumur hidup dengan seragam oranye lebih sering dipakai ketimbang baju Lebaran.

Kita singgah sebentar ke kisah ‘Mas Jali 3 Gram’ seorang mantan pengguna narkoba yang sekarang jadi pengajar senam di panti rehabilitasi.  Dulu ia ditawari “energi tambahan” saat jadi buruh migran di Taiwan. “Katanya biar kuat kerja, tapi saya malah kuat berhalusinasi,” kenangnya.

Sekarang, tiap pagi ia ajari teman-teman di IPWL untuk lompat jempol dan joget ala senam diabetes karena hidup sehat itu candu yang paling berfaedah.

Tantan Sulistyana menyentil pentingnya sinergi BP2MI dan BNN, jangan sampai lembaga pelindungan migran ini cuma urus dokumen dan jadwal keberangkatan, tapi abai soal risiko di lapangan. Perlu penyuluhan sejak di tanah air, bahkan sejak pengisian formulir lamaran. Jangan cuma disuruh bawa pas foto, tapi juga dibekali pemahaman: narkoba itu bukan peluang, tapi penjebak.

Narkoba itu tak pernah menyapa dengan baik-baik, narkoba juga tak pernah datang membawa bunga, tapi sering menyamar sebagai peluang. Ia muncul dalam wajah teman kerja, pacar daring, atau “bos baik hati yang katanya bisa kirim kamu ke Korea”, seperti kata pepatah “Air yang tenang menghanyutkan, narkoba yang disembunyikan bisa menghancurkan”.

Jadi, dukung BP2MI dan BNN dengan lebih dari sekadar tepuk tangan, mulailah dari kesadaran, dari rumah, dari status WhatsApp yang tak cuma berisi “lagi di bandara, wish me luck”, tapi juga “Saya siap kerja di luar negeri TANPA bawa yang haram”

“Lebih baik bawa rendang, ketimbang barang haram, lebih baik ngirim selfie di sawah, daripada selfie di balik jeruji,” karena masa depan itu bukan tentang cepat sampai, tapi sampai dengan selamat, untuk para pekerja migran kalian bukan kurir, kalian pahlawan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan PS Banyuasin, Lelang “Jersey” Tembus Rp300 Juta

    Resmikan PS Banyuasin, Lelang “Jersey” Tembus Rp300 Juta

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani, SH. MH meluncurkan skuad PS. Banyuasin, dalam peluncuran tersebut dilakukan lelang “Jersey” [seragam] tim PS. Banyuasin. Askolani, yang juga menjabat Presiden Club PS Banyuasin berharap PS. Banyuasin “Rimau Benyali” Banyuasin dapat kembali mengaum, baik di ajang Nasional maupun Internasional. “Hari ini PS. Banyuasin resmi diluncurkan, dan sekalian  dilakukan Lelang Jersey  PS […]

  • HUT Muba ke -64 di Hadiri Gubernur Sumsel, Bupati Usulkan Pembangunan Jalan Provinsi Gunakan Aspal Karet

    HUT Muba ke -64 di Hadiri Gubernur Sumsel, Bupati Usulkan Pembangunan Jalan Provinsi Gunakan Aspal Karet

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    OPERASIONAL pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan berjalan pada Oktober 2020 mendatang dan menjadi pabrik pertama di Indonesia menjadi mimpi yang terwujud bagi petani karet rakyat. Dalam kesempatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten […]

  • “Dobrak Masa Depan, Jangan Cuma Dobrak Pintu Kosan – Refleksi Kocak HUT RI-80 dari Kampus UI ke Lapak Wirausaha”

    “Dobrak Masa Depan, Jangan Cuma Dobrak Pintu Kosan – Refleksi Kocak HUT RI-80 dari Kampus UI ke Lapak Wirausaha”

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    DI USIA HUT RI ke-80, jangan cuma tepuk tangan lihat karnaval, tapi juga tepuk jidat kalau generasi muda cuma bisa update story tapi nggak update strategi hidup. Di tengah gegap gempita perayaan kemerdekaan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendobrak panggung Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UI bukan untuk joget TikTok, tapi untuk mengajak ribuan mahasiswa […]

  • Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    SEBANYAK 24 perusahaan di Kab. Muba sepakat memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan. “Hari ini dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dengan 24 perusahaan (secara simbolis) dari sektor perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, kelistrikan, perdagangan dan perbankan. Dari sekian banyak perusahaan yang ada dalam wilayah kabupaten Muba, tentunya diharapkan semua isi dari kesepakatan bersama hari ini akan berlaku […]

  • Bawa Ruang Kelas ke Mana Saja dengan Laptop 14″ 2-in-1 ruggedized Pertama di Dunia untuk Pendidikan

    Bawa Ruang Kelas ke Mana Saja dengan Laptop 14″ 2-in-1 ruggedized Pertama di Dunia untuk Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 603
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Taipei, Taiwan, 28 Maret 2023 – ASUS, pemimpin teknologi global yang terkenal karena terus menata ulang teknologi masa kini untuk masa depan, hari ini mengumumkan solusi laptop pendidikan baru yang menampilkan desain kokoh, dapat diservis, dan konvertibel untuk membuat siswa tetap terlibat dan mengutamakan keselamatan mereka. peduli di mana mereka belajar. Dengan hanya […]

  • Tahun Ini, Produksi Beras Indonesia Dipredeksi Akan Suplus

    Tahun Ini, Produksi Beras Indonesia Dipredeksi Akan Suplus

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 580
    • 0Komentar

    PRODUKSI beras 2022 diperkirakan surplus. Memasuki 2023, Indonesia akan punya stok 6 juta ton beras. Jagung juga berpotensi surplus. Namun, kedelai dan gandum sulit swasembada karena tanaman belum begitu luas. Sempat terungkit naik tipis sekitar 0,5 persen pada hari-hari Lebaran 2022, harga beras cepat melandai kembali. Secara rata-rata nasional, harga beras kelas Super 1 anteng […]

expand_less
WordPress Archive Solicians – Attorney Law Firm Elementor Template Kit Solida – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Soliloquy Carousel Addon Soliloquy CSS Addon Soliloquy Defaults Addon Soliloquy Dynamic Addon Soliloquy Instagram Addon Soliloquy Lightbox Addon Soliloquy PDF Slider Addon Soliloquy Pinterest Addon