Digital Ekonomi

Mampukah ‘SIGertak Plus’ Tekan Angka Kemiskinan Sumsel ?

Foto : Humas Pemprov Sumsel

Sumselterkini.co.id, Palembang – Dalam acara Musrenbang Provinsi Tahun 2019 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2020 Provinsi Sumsel, di Hotel Santika Premiere, kemarin.

Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel]juga mengenalkan dan melauching aplikasi yang disebut-sebut akan membantu penanggulangan kemiskinan. Aplikasi yang dikenalkan tersebut dinamai ‘SIGertak Plus’

Peluncuran aplikasi sistem informasi gerakan terpadu serentak (SIGertak) Plus ini menurut Herman Deru tak ubahnya penekanan untuk penyamaan persepsi terhadap semua kementerian kelembagaan dan cabangnya di Sumsel termasuk juga pemerintah kabupaten/kota. S

“Setelah launching ini tidak ada lagi daerah kab/kota yang merencanakan suatu program yang tidak bermuara pada kesejahteraan,”kata Gubernur Sumsel Herman Deru.

SIGertak Plus ini  merupakan aplikasi Berbasis Data Terpadu (BDT) by name by address seluruh penduduk miskin di Sumsel, sehingga akan dapat diketahui dengan jelas masalah yang ada dan menyusun program/kegiatan yang tepat sasaran.

“Apapun yang mereka perbuat dan lakukan tentu harus dilalui dengan perencanaan yang baik dan perencanaan itu tugas kita untuk menurunkan angka kemiskinan dengan lima prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lima prioritas pembangunan yang akan dilakukan sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang akan dilakukan 2020, yakni pembangunan SDM dan kualitas tata kelola pemerintah.

Penguatan konektivitas kualitas infrastruktur dan energi. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pengurangan kemiskinan, peningkatan kedaulatan pangan pangan dan kualitas lingkungan serta stabilitas keamanan umat beragama.

“Salah satunya infrastruktur ini sangat penting karena seperti kata Bapenas tadi salah satu penyebab kemiskinan itu adalah pembangunan yang tidak merata. Kalau kita Sumsel bukan hanya punya program yang merata tapi juga berkeadilan. Dan ini disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, ” tambahnya.

Saat ini menurutnya kondisi Sumsel dilihat dari capaian indikator makro, ada yang sudah bagus dan ada yang masih butuh perhatian. Indikator makro yang sudah bagus capaiannya dibanding nasional yaitu pertumbuhan Ekonomi, Rasio Gini, Tingkat Penganggutan Terbuka, dan Inflasi.

“Ada dua permasalahan makro yang belum bagus pencapaiannnya dan menjadi perhatian khusus dalam RKPD tahun 2020, yaitu angka kemiskinan yang masih tinggi dari rata-rata nasional,”ulasnya.

Alhamdulillah, menurutnya telah ada komitmen bersama seluruh Bupati dan Walikota se Sumsel  untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 1 digit.Untuk itu harua disusun program dan kegiatan penanggulangab kemiskinan yang sinergi nasional, provinsi dan 17 kabupaten/kota” jelasnya.[**]

 

Penulis : One

 

 

Comments

Terpopuler

To Top