Ekonomi

2018, Bulog Divre Sumsel Tetap Fokus di Tiga Ini

beras-bulog

Rencana pembangunan infrakstrukur pasca panen berupa pabrik RMU dan Gudang kedelai serta pabrik rice to rice, disamping kegiatan kegitan lainnya.

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Perum Bulog, Divisi Sumsel& Babel rencanya pada 2018 tetap fokus dalam kegiatan yang menyangkut memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat di Sumsel dan Bangka Belitung.

Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Bakhtiar AS mengatakan kinerja 2018 sesuai Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) tetap dibeberapa fokus seperti tahun-tahun lalu, yakni, pertama fokus pada sebagian kegiatan PSO (penugasan dari pemerintah) penyerapan beras pengadaan dalam negeri (DN) untuk memenuhi kebutuhan stock Nasional sebagai cadangan beras pemerintah.

Selanjutnya kata dia menyalurkan sebagian beras Rastra, menjadi Bansos sehingga masyarakat menerima langsung tanpa harus bayar, “Seperti sekarang (bayar 1.600/kg) jadi nantinya bakal  gratis,”ulasnya saat dihubungi, Kamis (23/11/2017).

Dan ketiga menurut dia masih membuka ruang untuk melayani order BPNT (Bantuan pangan Non Tunai) yang sekarang mekanisme penyediaan komoditinya sudah ke pasar bebas tidak monopoli Bulog,

Terakhir ungkapnya, rencana pembangunan infrakstrukur pasca panen berupa pabrik RMU dan Gudang kedelai serta pabrik rice to rice, disamping kegiatan kegitan lainnya.

Sementara terkait dengan memasuki musim hujan yang menyebabkan banjir di berbagai daerah, Bulog Sumsel memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih aman hingga tiga bulan ke depan.

Bakhtiar mengungkapkan musim hujan yang menerpa tak begitu mengganggu pasokan karena pihaknya sudah memiliki stok cukup banyak.”Kalau untuk sementara tidak terlalu mengganggu, kita memiliki stok beras 24 ribu ton, Senin (13/11/2017).

Apalagi, terangnya memang saat ini belum ada pasokan beras baru dari petani.Sebab, para petani sedang memasuki tahapan menanam padi. Setelah para petani panen baru bisa dilihat berapa potensi panen, produksi hingga harga beras.

“Sekarang pada umumnya petani sedang menanam. Setelah panen baru bisa diketahui akan kita ketahui estimasi kita beli dari petani,” jelas Bakhtiar.

Untuk pasokan beras sendiri, Bulog Sumsel mengandalkan pasokan beras dari daerah lumbung pangan seperti Oku Timur dan Banyuasin.Selain itu, untuk menekan kenaikan harga beras bulog kembali melakukan Operasi Pasar (OP) di titik keramaian dan pasar di sejumlah wilayah Sumsel.”Intinya stok beras aman. Beras masih kita jual Rp 8.100 untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran,” ungkapnya.

Comments

Terpopuler

To Top