Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » “Startup Coding Asal Aceh, Dari Kopi ke Dunia Digital”

“Startup Coding Asal Aceh, Dari Kopi ke Dunia Digital”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 1.003
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH dikenal dengan kopi Gayo yang bikin melek semalaman, kini ada “kopi digital” yang siap bikin generasi mudanya melek startup. Namanya Banda Aceh Academy (BAA). Fasilitas ini diluncurkan dengan semangat besar, yakni mengubah anak-anak muda Aceh dari sekadar konsumen media sosial, yang kerjaannya tiap hari scroll TikTok sampai jempol bisa diservis ke tukang urut menjadi produsen aplikasi, solusi teknologi, bahkan calon unicorn.

Menariknya, langkah Banda Aceh ini bisa bikin provinsi lain di Sumatera terkejut sambil garuk-garuk kepala, “Lho kok Aceh duluan bikin beginian? Bukannya Palembang, Medan, atau Padang yang katanya pusat bisnis dan perdagangan?”, Nah, inilah yang bikin kita penasaran apa resep rahasia Aceh sampai bisa tancap gas di jalan tol digital?

Mari kita mulai dari akar masalah, selama ini, mayoritas anak muda Indonesia, bukan hanya Aceh lebih banyak jadi konsumen digital. Bangun tidur, yang dicari bukan air wudhu, tapi notifikasi WA. Jam makan siang, yang ditatap bukan lauk, tapi scroll reels Instagram. Malam sebelum tidur, niatnya “scroll sebentar”, eh tahu-tahu jam 3 pagi masih ketawa sendirian lihat konten kucing jatuh dari lemari.

Tapi lewat BAA, mindset itu mau diubah dari sekadar scroll-scroll, ke create-create, dari penonton pasif, menjadi pemain utama, dari “kuli jempol” jadi “juragan aplikasi”.

Pepatah Aceh bilang, “Bek lagee itek keu boh, tapeugot ka tapeuloeh”,  jangan kayak bebek ikut-ikutan, lebih baik kita tangkap, kita olah sendiri. BAA hadir persis sebagai pancingan supaya anak muda tak cuma ikut tren global, tapi menciptakan tren baru.

Sekarang kita masuk ke inti pertanyaan kenapa Aceh bisa melesat duluan dibanding provinsi lain di Sumatera?, padahal kalau bicara sumber daya, jelas-jelas Sumatera Utara punya Medan, Sumsel punya Palembang, Riau punya minyak. Aceh? jangan salah! Aceh punya modal sosial, modal budaya, dan sekarang modal digital.

Mari kita bedah resep rahasianya ala dagelan resep pertama, pemimpin yang visioner tapi juga “nekat”. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bukan sekadar baca proposal lalu bilang “baiklah”. Beliau justru gaspol bikin ekosistem digital, sambil ngajak kementerian pusat turun tangan.

Ini penting, ibaratnya bikin rendang, kalau bumbunya setengah-setengah ya hambar, tapi kalau pakai santan kental, rempah komplit, hasilnya bikin nagih.

Resep kedua, kuatkan kolaborasi yang beneran kolaborasi, artinya banyak daerah suka bilang “kita kolaborasi”, tapi ujungnya cuma foto bareng lalu bubar. Nah, BAA justru nyata ada kementerian Komdigi, ada Pemkot, ada Universitas, sampai BUMN. Semua ikut nimbrung. jadi bukan cuma nasi sebungkus tanpa lauk, tapi nasi lengkap ada ayam, ada sambal, ada kerupuk.

Resep ketiga, anak muda Aceh yang sudah lapar digital, jangan salah, meski Aceh sering dilihat sebagai daerah konservatif, anak mudanya justru super kreatif. Mereka haus akan akses, ingin main di panggung Nasional, jadi begitu pintu BAA dibuka, mereka langsung menyerbu, ibarat orang yang lama puasa tiba-tiba ditawari buffet all-you-can-eat, ya langsung lahap!

Sumatera lain, awas ketinggalan!

Lucunya, kalau kita lihat tetangga-tetangga di Sumatera, justru masih sibuk dengan proyek konvensional, misalnya Palembang masih pusing sama jembatan macet, Medan sibuk debat kuliner terenak antara bika ambon atau lontong medan, Padang masih konsentrasi perdebatan “rendang asli ada kentang atau tidak”.

Sementara itu, Aceh diam-diam bikin Banda Aceh Academy, jadi, jangan kaget kalau nanti startup asal Aceh yang justru melenggang ke level nasional duluan.

Pepatah Jawa bilang, “Alon-alon asal kelakon”, tapi kalau kelamaan alon-alon, bisa-bisa kalah start sama Aceh yang sudah pasang turbo.

Bayangkan skenario lucu ini,  di sebuah warkop kopi Aceh, biasanya orang ngobrol politik sambil hirup kopi Gayo. Lima tahun ke depan, bisa jadi obrolannya berubah, obrolannya lain terkait digital… “Bro, aplikasi kamu udah dapat investor seri A belum?”

“Tenang, lagi nego sama venture capital Singapura, tapi jangan lupa, malam ini kita push rank ML dulu.”

Itu artinya transformasi nyata, dari warung kopi ke warung digital. Dari “kopi darat” ke “kopi coding”.

Kalau dunia digital ini diibaratkan pertandingan sepak bola, jangan mau jadi penonton abadi di tribun, karena tiketnya mahal, capek juga teriak-teriak tapi nggak dapat apa-apa, lebih baik kita turun ke lapangan, jadi pemain, bahkan kalau bisa jadi pelatih sekalian.

Aceh sudah kasih contoh lewat BAA jadi produsen, bukan sekadar konsumen.

Kita sering dengar julukan Aceh sebagai Serambi Mekah, tapi dengan adanya Banda Aceh Academy, siapa tahu dalam waktu dekat bisa lahir julukan baru Serambi Digital Nusantara. Untuk provinsi lain di Sumatera jangan kebanyakan bengong, kalau masih sibuk debat sambal atau kuliner, bisa-bisa Aceh sudah panen unicorn digital.

Ingat pepatah lama “Siapa cepat dia dapat, siapa malas dia tamat”, oleh karena itu belajar dari Aceh, dari scroll-scroll jadi create-create, dari konsumen jadi produsen, dari penonton jadi pemain utama, karena di dunia digital, masa depan bukan milik yang kuat, tapi milik yang gesit.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla Sumsel Belum Padam, 45 Hektare Masih Ditangani! Ada Ancaman Baru Bikin Pemerintah Waspada

    Karhutla Sumsel Belum Padam, 45 Hektare Masih Ditangani! Ada Ancaman Baru Bikin Pemerintah Waspada

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan Karhutla Sumsel belum bisa dianggap selesai. Meski jumlah titik api mulai menurun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar di lapangan karena puluhan hektare area terdampak belum sepenuhnya tuntas ditangani. Data BNPB per 30 Agustus 2026 mencatat terdapat 11 firespot dengan luasan area lebih dari 60 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare telah berhasil […]

  • Terkait Kabut Asap Pekat Hari Ini, Begini Penjelasan BMKG Stasiun Kenten

    Terkait Kabut Asap Pekat Hari Ini, Begini Penjelasan BMKG Stasiun Kenten

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten, Nuga Putrantijo dalam paparannya mengatakan kabut asap yang menyelimuti kota Palembang memang cukup pekat jika dibanding dengan sehari sebelumnya. Namun dia menegaskan tidak ada pernyataan yang signifikan mengenai jumlah hotspot di wilayah Sumsel. “Penyebabnya adalah arah angin, dimana angin dominan dari arah timur dan kiriman asap dari perbatasan daerah Jambi. Kondisi suhu […]

  • SIARAN PERS KELOMPOK SOLIDARITAS ADVOKAT (KORSA) UNTUK MUNARMAN:  PENANGKAPAN MUNARMAN MELANGGAR HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    SIARAN PERS KELOMPOK SOLIDARITAS ADVOKAT (KORSA) UNTUK MUNARMAN: PENANGKAPAN MUNARMAN MELANGGAR HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.748
    • 0Komentar

    PENEGAKAN hukum tindak pidana terorisme dan penangkapan terhadap Munarman terlalu prematur, dan terkesan sangat dipaksakan; bahwa benar tindak pidana terorisme sebagai extra ordinary crime, akan tetapi upaya tersebut wajib tetap menghormati hukum dan menjunjung tinggi harkat martabat sebagai manusia. Demikian disampaikan Kelompok Solidaritas Advokat (Korsa) untuk Munarman, dalam rilis pers, sehubungan dengan tindakan Densus 88 […]

  • SUMSEL Peroleh Penghargaan “Government Award 2018”

    SUMSEL Peroleh Penghargaan “Government Award 2018”

    • calendar_month Jumat, 6 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Penghargaan khusus Adi Paripurna Bhakti, yakni apresiasi tertinggi bagi kepala daerah yang sudah menjalani dua periode kepemimpinan dengan prestasi gemilang.

  • Guru & Lintas Alumni IKA-SMANTA Silaturahmi dengan Kapolda Sumsel Irjen Firli

    Guru & Lintas Alumni IKA-SMANTA Silaturahmi dengan Kapolda Sumsel Irjen Firli

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.398
    • 0Komentar

    SUASANA ramai dan gembira tampak jelas di kediaman dinas Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Sabtu (19/10/2019) malam. Ratusan perwakilan alumni lintas angkatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 3 (IKA-SMANTA) Palembang beserta dewan guru tampak hangat bernostalgia mengenang masa saat duduk di bangku SMA. “Jadi, malam ini kita silaturahmi dengan pak Kapolda Sumsel […]

  • Media Harus Dorong Publik Rasional dan Tidak Picu Kepanikan soal Wabah Corona Covid-19

    Media Harus Dorong Publik Rasional dan Tidak Picu Kepanikan soal Wabah Corona Covid-19

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    SEBAGAIMANA sudah diumumkan Presiden Joko Widodo, Senin [2/3/2020], dua warga Indonesia dipastikan terkena virus Corona. Keduanya kini sudah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, dan kondisi mereka  membaik, perlahan mulai pulih. Di tengah merebaknya berita tentang virus ini,  para penderita, dan upaya pemerintah menangani serta menghadang penyebaran,  AMSI menghimbau  pimpinan dan pemilik […]

expand_less
WordPress Archive Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme Aira – Conditioning Airbnb Property Availability Checker (Forms) Airi – Clean, Minimal WooCommerce Theme