Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » “Anak Muda, Laptop & Negara yang Akhirnya Ikut Nimbrung”

“Anak Muda, Laptop & Negara yang Akhirnya Ikut Nimbrung”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • visibility 1.592
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT ini banyak orang bekerja tanpa terlihat bekerja, tangannya main laptop, matanya ke layar, tapi hasilnya bisa bayar listrik, beli kopi, dan kadang traktir teman. Ini bukan sulap, bukan pula pesugihan. Ini kerja versi baru yang belum sepenuhnya dimengerti generasi lama.

Itulah kira-kira gambaran kenapa peluncuran Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub jadi menarik.

Negara akhirnya turun tangan, ikut nimbrung di dunia yang selama ini dianggap “kerjaan sampingan”. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini sepakat masa depan kerja anak muda tak bisa lagi disamakan dengan era map dan materai.

Gig economy, kerja berbasis proyek, platform digital, dan keahlian akhirnya naik pangkat. Bukan lagi sekadar freelance sambilan, namun diperlakukan sebagai ekosistem serius. Bahkan Jakarta dijadikan pilot project, semacam laboratorium nasional, sebelum ditiru 15 kota lain. Dari sini saja kelihatan, ini bukan acara potong pita lalu lupa.

Yang bikin menarik, program ini bukan cuma ngajarin cara pakai AI, tapi juga bagaimana AI dipakai buat cari duit secara halal dan kreatif. Dari desain, copywriting, analisis tren, sampai inkubasi startup. Targetnya 3.000 Gen Z per bulan, kalau satu orang saja sukses, efek dominonya sudah lumayan karena  ribuan anak muda  bisa bikin pasar kerja mengguncang ringan.

Kalau kita tarik napas sebentar dan nengok ke luar negeri, langkah Indonesia ini sebenarnya telat-telat manis, tengok  India, misalnya, sudah lama menjadikan gig economy sebagai tulang punggung tenaga digital.

Anak mudanya bukan cuma ngoding, tapi jadi tulang belakang layanan IT global. Freelancer India bisa mengerjakan proyek Amerika sambil duduk di kamar kos, dan negara mereka mendukung lewat ekosistem teknologi dan pendidikan.

Di Korea Selatan, gig economy didorong lewat inovasi teknologi tinggi. Anak mudanya bukan hanya jadi pengguna aplikasi, tapi pencipta solusi, seperti AI, IoT, sampai smart city. Negara hadir lewat riset, pendanaan, dan perlindungan kekayaan intelektual. Kerjanya fleksibel, tapi tetap punya masa depan.

Sementara Indonesia, selama ini anak mudanya sudah lari kencang, negaranya baru nyalain sepatu. Bedanya, Indonesia punya bonus demografi dan pasar digital besar. Tinggal satu hal yaitu arahnya.

Malas belajar

Program ini mencoba menjawab itu, bahkan Menko Airlangga bicara soal chip, data, hingga internet of things, plus KUR Rp10 triliun untuk pelaku gig economy. Freelancer sekarang bukan cuma ditanya kerjanya apa?, tapi juga butuh modal berapa?.

Yang lebih menarik, AI di sini tidak diposisikan sebagai monster pencabut rezeki. Justru sebaliknya, data menunjukkan gig economy berbasis AI di Indonesia tumbuh 127 persen. Artinya, ketakutan AI ngambil kerjaan manusia mulai dipatahkan oleh kenyataan yang tergilas itu ternyata bukan manusia, namun karena memang  manusia yang malas belajar.

Gubernur DKI Jakarta pun tak mau cuma jadi penonton. Hackathon bertema kemacetan dan sampah menjelang 500 tahun Jakarta jadi bukti bahwa ide anak muda bisa langsung disambungkan ke masalah kota. Bukan sekadar lomba presentasi, tapi adu solusi. Jakarta bukan cuma panggung, tapi juga bahan studi kasus hidup.

Ada satu pepatah lama yang pas menggambarkan situasi ini “Kalau air sudah sampai ke leher, barulah belajar berenang” Bedanya, kali ini negara tidak menunggu tenggelam. Dunia kerja sudah berubah, anak muda sudah bergerak, dan pemerintah akhirnya ikut berenang meski gaya katak dulu.

Oleh karena itu sebenarnya masa depan kerja tidak menunggu izin siapa pun. Anak muda yang adaptif akan tetap jalan, dengan atau tanpa dukungan. Tapi ketika negara hadir, arahnya jadi lebih jelas, risikonya lebih kecil, dan dampaknya lebih luas.

Jadi, Gig economy bukan solusi instan, bukan pula obat mujarab semua masalah pengangguran. Tapi ia adalah jalan baru yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kalau dulu kerja itu harus duduk rapi jam delapan pagi, sekarang kerja bisa lahir dari ide, koneksi internet, dan kemauan belajar. Negara akhirnya paham satu hal penting yaitu anak muda tidak butuh disuruh kerja, mereka butuh diberi ruang. Dan kalau ruang itu dijaga dengan benar, bukan mustahil dari laptop-laptop kecil itulah ekonomi besar tumbuh pelan-pelan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembukaan turnamen futsal oleh wagub ishak mekki

    Wagub Ishak Mekki Buka Turnamen Futsal

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki membuka secara resmi Pocari Sweat Futsal Championship 2017 di Gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Sabtu (9/9).

  • INA-LAC 2023, momen promosikan 3 potensi SDA Lombok

    INA-LAC 2023, momen promosikan 3 potensi SDA Lombok

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.625
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lombok Tengah, – Tiga pontensi sumber daya alam Lombok,  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipromosikan di ajang Road to Indonesia – Latin America and the Caribbean (INA-LAC) 2023. Kementerian Luar Negeri menjelaskan promosi ini dilakukan kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) yang menarik (21-23/6). Road to INA-LAC ini dimulai dengan diskusi energi terbarukan bersama Badan Riset dan […]

  • Dosen PPS PGRI Gelar PKM di Banyuasin

    Dosen PPS PGRI Gelar PKM di Banyuasin

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Sebanyak enam orang dosen Program studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia menggelar Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas di SMAN 2 Banyuasin 1, Kamis (26/11/20). Pelatihan ini dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat sebagai salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. PKM yang digelar kali ini mengambil tema “Pengembangan Profesionalisme Guru melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas.” Keenam dosen tersebut […]

  • Dalam Kondisi Prima, MU Siap Berlaga

    Dalam Kondisi Prima, MU Siap Berlaga

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.169
    • 0Komentar

    SETELAH melalui perjuangan berat di penyisihan di Kota Medan beberapa waktu lalu, tim futsal putri Muara Enim United yang menjadi wakil dai pulau Sunatera saat ini sudah kembali dalam kondisi prima. Mereka siap bertanding pada laga Futsal Nusantara tingkat Nasional. Dikatakan Aris Pratama selaku pelatih Tim, saat ini tim asuhanya sudah dalam kondisi prima. Setelah […]

  • Gelar Istighosah Daring, Doakan Wabah Covid-19 Segera Berakhir Demi Keselamatan Bangsa

    Gelar Istighosah Daring, Doakan Wabah Covid-19 Segera Berakhir Demi Keselamatan Bangsa

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    DITJEN Pendidikan Islam Kemenag, Kamis (8/7/2021) malam, menyelenggarakan istighosah secara daring, melalui aplikasi zoom meeting dan livestreaming YouTube. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa giat ini dilakukan sebagai ikhtiar batin, berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Apalagi, belakangan kasus covid-19 kembali naik dengan berbagai varian baru. “Inisiasi […]

  • LindungiHutan Berkoordinasi dengan ATR/BPN Kabupaten Cilacap Terkait Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove

    LindungiHutan Berkoordinasi dengan ATR/BPN Kabupaten Cilacap Terkait Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes]LindungiHutan, Fairatmos dan ATR/BPN Kabupaten Cilacap telah mengadakan diskusi lanjutan mengenai rencana pemanfaatan dan pengembangan mangrove di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Kamis 5 Oktober 2023,   LindungiHutan diwakili oleh Ferdian Ade Putra dan Aminul Ichsan, serta perwakilan dari PT Udara Untuk Semua (Fairatmos), mengadakan kunjungan ke Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive Olympus – HTML Social Network Toolkit Olympus – Responsive Coming Soon WordPress Plugin Olympus – Social Networking WordPress Theme Ombra – A Versatile Multiconcept WordPress Theme Omens – Multipurpose Creative WordPress Theme Oment – Event & Conference WordPress Theme OMNIA – Multipurpose, Creative WordPress Theme OmniPrice – PrestaShop Omnibus Directive compatibility module Omnity – Music Store WordPress Theme On-Scroll Animated Grid for Elementor