Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » Selamat Datang Digitalisasi, Selamat Tinggal ‘Lapangan Kerja’

Selamat Datang Digitalisasi, Selamat Tinggal ‘Lapangan Kerja’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2018
  • visibility 868
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Digitalisasi di Indonesia sudah tidak terbentung lagi di Indonesia, apalagi saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah gencar-gencarnya mempromosikan revolusi industr1 4, artinya semua sudah mengedepankan digitalisasi, termasuk yang paling berperan yakni disektor bisnis yang menggunakan teknologi.

Dan pada akhirnya digitalisasi dapat berpengaruh disektor lapangan kerja di Indonesia, bisa-bisa banyak perusahaan akan mengurangi pekerjanya saat penggunaan teknologi lebih menguntungkan perusahaan.

Hal itu tak dapat dipungkiri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengakui era digitalisasi berpotensi menghilangkan puluhan juta lapangan pekerjaan.

Berdasarkan temuan McKinsey, katanya perusahaan konsultan manajemen multinasional, menyebutkan 52,6 juta lapangan pekerjaan terancam tergantikan otomatisasi.

“52,6 juta itu setara degan 52% angkatan kerja kita, separuh angkatan kerja kita bisa digantikan otomasitisasi. Jadi ini bukan main-main,” ujarnya dalam seminar mengenai ekonomi digital di Hotel Mulia, Jakarta, mengutip Okezone.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya mengancam Indonesia, tapi memang secara global. Negara Australia sebesar 45% angkatan kerja yang terancam, Malaysia sebesar 41%, Siangapura sebesar 44%, serta Jepang 51% angkatan kerja yang terancam.

Mantan Menteri Keuangan ini mengungkapkan, lapangan kerja yang terancam hilang adalah pekerjaan dengan ketrampilan terbatas, bukan di level advance (menengah tinggi). “Boleh dibilang, yang levelnya umum. Tingkat keterampilannya tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Dia mencontohkan, seperti di sektor manufaktur di pabrik mainan Mattel, yang terkenal dengan produksi boneka Barbie. Di mana dalam proses pembuatan 100% tidak menggunakan tenaga manusia, hanya tenaga mesin.

“Karena di ujungnya masih ada proses yang harus dilakukan, yaitu memasang pakaian yang menjadi daya tarik pembeli. Itu butuh ketrampilan, karena itu masih ada orang,” jelasnya.

Hal ini, menunjukkan pekerjaan yang akan bertahan adalah yang menggunakan keterampilan manusia, sehingga tak dapat digantikan dengan mesin. Sayangnya, kata Kepala Bappenas ini, realitas tenaga kerja Indonesia tidak sesuai dengan kebutuhan industri masa kini. “Missmatch antara demand dan suplay. Ada banyak (tenaga kerja) tapi susah dapat kerja. Mereka ga bisa temukan kerja yang tepat,” ucapnya.

Menurutnya, saat tenaga kerja yang datang tak sesuai dengan permintaan industri, maka pilihannya hanya dua dilakukan pengusaha, yaitu tak memperkerjakan atau menerima tapi dengan melakukan re-training.

“Tapi banyak perusahaan ga mau lakuka re-training, soalnya itu butuh dana yang besar. Apalagi perusahaan yang perhitungan banget, itu ga mau lakukan re-training,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, menjadi hal penting untuk menghadapi ekonomi digital yakni dengan tenaga kerja memiliki keterampilan yang tinggi.
Hal ini didorong dengan program pendidikan vokasional yang tengah dicanangkan Pemerintah. “Jadi menghadapi digital ekonomi, yang banyak hilang adalah ketrampilan basic, jadi yang dibutuhkan adalah ketrampilan menengah ke tinggi,” katanya.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu RT di Palembang Doakan Kesembuhan Habibie

    Ibu RT di Palembang Doakan Kesembuhan Habibie

    • calendar_month Senin, 5 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Sangat populer di masyarakat, banyak masyarakat yang awam dan tinggal dipinggiran tahu dengan Habibie.

  • Apa Benar Penunggak BPJS Kesehatan Tak Bisa Perpanjang 4 Hal Ini ?

    Apa Benar Penunggak BPJS Kesehatan Tak Bisa Perpanjang 4 Hal Ini ?

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    TERKAIT iuran BPJS Kesehatan, pemerintah tengah menggodok instruksi presiden [inpres]. Dalam rancangan tersebut dikhabarkan bagi penunggak iuran bakal tak bisa mengakses pelayanan publik, hal itu dilakukan guna meningkatkan koletibilitas iuran BPJS Kesehatan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan saat ini Inpres tersebut masih digodok berbagai pihak terkait di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). […]

  • Program Youth City Changers Diresmikan di Lampung, Apeksi : Anak Muda Kita Libatkan

    Program Youth City Changers Diresmikan di Lampung, Apeksi : Anak Muda Kita Libatkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    BERSAMA kurang lebih 57 Walikota dari berbagai wilayah di Indonesia, Walikota Palembang, H. Harnojoyo hadir dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-22 yang digelar di Kota Bandar Lampung, Jumat 27 Mei 2022. Diketahui Apeksi merupakan sebuah organisasi bagi seluruh Pemerintah Kota di Indonesia yang berdiri sejak 25 Mei 2000 yang […]

  • Alhamdulillah, Hafidz Sumsel Raih Juara I STQ Nasional

    Alhamdulillah, Hafidz Sumsel Raih Juara I STQ Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel kembali mencatat prestasi masuk peringkat 10 besar nasional menyisihkan puluhan provinsi lain yang ambil bagian dalam berbagai ajang perlombaan seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-25 di Pontianak akhirnya resmi ditutup, Jumat (5/7/2019) malam. Pengumuman hasil lomba itu sendiri dilakukan panitia berbarengan dengan  penutupan STQ nasional yang diselenggarakan di depan taman Alun Kapuas Jl Rahadi […]

  • Tak Butuh Alasan

    Tak Butuh Alasan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    GAJAH mati  sisakan  gading Harimau tiada masih ada loreng Nama selalu dikenang meski  jasad terkubur Boleh punya panggilan sama Bisa saja kantongi alias Tak senama bukan alasan untuk saling bersitegang Merasa lebih Jangan jadi prinsip   Adonan gandum memang enak Nasi pasti lebih pas di lidah Jagung tak kalah gurihnya Roti serasa empuk dikunyah Apapun […]

  • Program Rumah Tahfidz Inisiasi HD Dapat Apresiasi Warga Sumsel

    Program Rumah Tahfidz Inisiasi HD Dapat Apresiasi Warga Sumsel

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    UPAYA Pemprov Sumsel mewujudkan masyarakat yang religius, beriman dan bertakwa serta berahlak mulia. melalui program Rumah Tahfidz terus mendapat respon positif. Tak hanya dari kalangan tokoh agama tapi juga pengurus, pengajar maupun para santri rumah tahfidz itu sendiri. Seperti dituturkan Pengurus Rumah Tahfidz Al-Fatih, Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Banyuasin III Kelurahan Mulia Agung, Amri. Ia mengaku sangat […]

expand_less
WordPress Archive 15Zine | Magazine Newspaper Blog News WordPress Theme 360° Panoramic Image Viewer – Responsive jQuery Plugin 360° Panoramic Image Viewer Responsive WordPress Plugin 3D Carousel Addon for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) 3D Embedder Addons for Elementor 3D FlipBook 3D Map WordPress Plugin – 3D-Mapper 3D Perspective Slider Addon for WPBakery Page Builder 3D Photo Cloud – WordPress Media Plugin 3D Product – WooCommerce Addon For Elementor