CSR

Perusahaan Tambang di Sumsel Jangan Tutup Mata dalam Mengentaskan Kemiskinan

Foto : istimewa

PEMPROV Sumsel berharap perusahaan jangan tutup mata dan terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Sumsel.

Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menjelaskan setiap perusahaan yang menggali Sumber Daya Alam (SDA) di Sumsel untuk turut terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Sumsel hingga satu digit melalui program CSR.

“Sinergitas dan kolaborasi antara Pemprov Sumsel, Forum CSR Kesos Sumsel dan dunia usaha di berbagai sektor memang dibutuhkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi rakyat sehingga mendorong turunnya angka kemiskinan,”katanya

saat membuka Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Sumsel – Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel dan Dunia Usaha yang digelar di Griya Agung Palembang, kemarin.

Menurutnya Forum CSR ini menampung berbagai skala mulai dari skala industri, skala pertambangan dan lainnya. Saat ini kita lihat yang ada hanya partisipasi perusahaan industri yang pendapatannya masih membutuhkan proses lebih lama.

Dia menghimbau agar setiap perusahaan khususnya perusahaan tambang tidak tutup mata dalam setiap kegiatan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Di Sumsel ini banyak perusahaan tambang yang tinggal sedot dan gali SDA dan jual. Itu yang kita harapkan dapat turut andil untuk kemajuan Sumsel,” terangnya.

Ketua Forum CSR Sumsel J. Rianthony Nata Kesuma mengatakan, pada 2020 ini, pihaknya sudah menyiapkan sedikitnya 9 program utama.

“Penjabarannya banyak seperti pembangunan rumah komunitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah murah, bedah rumah, pemberdayaan dan pembinaan kampung KB, memutus mata rantai kemiskinan dan masih banyak lagi,” terangnya.[***]

 

Comments

Terpopuler

To Top