Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Bank SumselBabel Bagi Cahaya Lewat Operasi Mata Gratis

Bank SumselBabel Bagi Cahaya Lewat Operasi Mata Gratis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.068
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Bank Sumsel Babel lewat program CSR operasi mata gratis hadirkan cahaya baru bagi masyarakat Sumsel kurang mampu, dari uang jadi harapan dan senyum,”

KALAU mendengar kata bank, yang terbayang biasanya adalah antrean panjang, slip setoran, dan wajah nasabah yang kadang lebih kaku daripada kertas Rp50 ribuan baru cetak. Tapi, siapa sangka, ada sebuah bank daerah yang justru sibuk bukan hanya menghitung angka di neraca, melainkan juga membagi “cahaya” untuk masyarakat.

Bank Sumsel Babel, BUMD kebanggaan “wong kito galo”, belakangan ini jadi buah bibir bukan karena suku bunga atau promo tabungan, tapi karena aksi sosialnya yang bikin hati adem operasi mata gratis untuk warga kurang mampu.

Di tengah dunia perbankan yang sering dicap “dingin dan kaku”, Bank Sumsel Babel datang dengan wajah lain, lebih manusiawi, lebih hangat, seperti pepatah lama, “uang memang bisa membeli kacamata, tapi tidak bisa membeli cahaya mata”. Nah, lewat dana CSR, bank ini justru menghadirkan terang bagi ratusan pasang mata yang sempat meredup oleh katarak dan penyakit lainnya.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, dengan enteng menyebut bahwa pihaknya menggelontorkan Rp350 juta untuk program operasi mata gratis di 2025 ini. Angka yang mungkin bagi sebagian orang hanya terlihat di laporan keuangan, tapi bagi masyarakat kecil, nilai itu ibarat pelita di tengah gelap.

Sejak 2019, kerja sama Bank Sumsel Babel dengan Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Sumsel telah membantu 179 pasien, itu bukan angka mati, itu berarti 179 kisah hidup yang kembali bisa melihat anaknya tersenyum, melihat sawah menghijau, atau sekadar membaca doa di mushaf yang sempat kabur.

Coba bayangkan seorang bapak pedagang kecil yang sebelumnya harus meraba-raba koin dagangannya, kini bisa kembali menghitung dengan mata yang terang. Atau seorang nenek yang tadinya hanya bisa mendengar suara cucunya, sekarang bisa kembali melihat wajahnya, bukankah itu lebih berharga daripada sekadar bunga deposito?

Sebuah bank daerah biasanya dikenal sebagai penyokong pembangunan, penyalur kredit, dan tempat setor pajak. Tapi Bank Sumsel Babel membuktikan, mereka juga bisa menjadi agen kemanusiaan. Dalam istilah ekonomi, mereka bukan hanya menjaga cash flow, tapi juga life flow, aliran kehidupan masyarakat yang sempat terhenti karena keterbatasan akses kesehatan.

Ketika banyak lembaga keuangan sibuk bersaing soal aplikasi digital dan promo cashback, Bank Sumsel Babel justru menaruh perhatian pada hal yang lebih mendasar, penglihatan, sebab, tanpa mata yang sehat, semua gawai canggih hanya jadi layar buram.

Ada pepatah mengatakan, “mata adalah jendela jiwa”, oleh sebab itu, bank ini rupanya sadar bahwa membantu orang membuka jendela itu sama artinya dengan memberi kesempatan untuk melihat dunia dengan lebih jelas baik secara fisik maupun batin.

Kalau dipikir-pikir, agak lucu juga, bank kok urusannya sampai ke ruang operasi mata?, bukannya cukup sampai pada urusan rekening tabungan?, tapi justru di situlah letak guyon seriusnya, dunia ini memang sering kali butuh sentuhan yang tak biasa.

Ibaratnya, Bank Sumsel Babel ini, seperti tetangga baik hati yang biasanya hanya kita pinjami gula, eh tiba-tiba datang membawakan kacamata gratis. Ada kehangatan yang tidak bisa diukur dengan kurs rupiah, dan bukankah pepatah Minang bilang, “kok indak ado uang, jangan sampai indak ado akal”, kalau tidak ada uang, setidaknya ada akal, namun dalam kasus ini, justru ada uang dan ada akal, dipakai untuk kebaikan bersama.

Kalau mau bicara serius, program CSR Bank Sumsel Babel ini sebenarnya contoh klasik dari strategi bisnis yang cerdas, membangun Brand Positif dengan CSR yang menyentuh langsung masyarakat, bank ini menanamkan citra positif yang tidak bisa dibeli dengan iklan.

Roda ekonomi

Memberi nilai tambah sebagai BUMD, Bank milik daerah harus lebih dari sekadar mencari laba, kehadirannya wajib memberi manfaat langsung pada masyarakat, dan inilah bukti nyata. Dampak ekonomi tak langsung, pasien yang sembuh bisa kembali produktif. Artinya, ada roda ekonomi yang kembali berputar, dalam jangka panjang, ini juga bisa memberi efek domino pada peningkatan daya beli yang pada akhirnya juga menghidupkan sektor perbankan.

Saya teringat kisah salah satu pasien yang menerima operasi mata gratis, seorang ibu rumah tangga sederhana di pelosok, yang bertahun-tahun hidup dengan penglihatan kabur akibat katarak. Setelah operasi, ia menangis bukan karena sakit, tapi karena bisa kembali melihat wajah anak bungsunya.

Coba bayangkan, seberapa besar harga air mata bahagia itu? Tak ada kurs dolar yang bisa menukarnya, dan di situlah letak “dividen sosial” yang Bank Sumsel Babel peroleh, bukan berupa angka di laporan laba rugi, tapi berupa doa-doa tulus yang terucap di setiap shalat dan syukur masyarakat kecil.

Oleh karena itu, dalam dunia modern yang sering terjebak dalam logika untung-rugi, Bank Sumsel Babel menunjukkan bahwa uang juga bisa berubah wujud menjadi cahaya, menjadi senyum, menjadi harapan, seperti kata pepatah Jawa, “urip iku urup” – hidup itu seharusnya memberi nyala.

Mungkin di mata dunia, Rp350 juta itu hanya setetes kecil dalam samudra keuangan, namun bagi seorang nenek yang kini bisa kembali melihat jalan menuju pasar, itu adalah samudra harapan, bahkan  bukankah kebaikan selalu bermula dari hal kecil yang konsisten?

Akhirnya, program ini bukan sekadar soal operasi mata, ia adalah metafora tentang bagaimana sebuah lembaga keuangan bisa membuka mata kita semua, bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari gedung tinggi dan jalan lebar, tapi juga dari seberapa terang mata rakyat kecil bisa melihat dunia.

Bank Sumsel Babel memberi kita pelajaran bank tidak selalu harus dingin seperti brankas besi, ia bisa hangat, bisa manusiawi, bisa jadi “dokter cadangan” yang memberi cahaya.

Mungkin inilah waktunya kita juga ikut membuka mata melihat kebaikan bisa datang dari tempat yang tak terduga, dan seperti cahaya yang menyebar tanpa pilih kasih, semoga Bank Sumsel Babel terus menjadi lilin kecil yang menerangi banyak hati di Sumsel.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakar: KTP Sakti Ganjar-Mahfud solusi cegah bansos salah sasaran

    Pakar: KTP Sakti Ganjar-Mahfud solusi cegah bansos salah sasaran

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.512
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengapresiasi rencana pasangan calon presiden dan calon wakil presdien nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) meluncurkan KTP Sakti. Menurut dia, KTP Sakti bisa menyatukan beragam kartu bantuan sosial yang dirilis pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). “Sudah semestinya (kartu-kartu program bansos Jokowi) itu disederhanakan menjadi satu […]

  • Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) dan SE itu mengajak agar selalu waspada. SE tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 27 […]

  • Pesan Singkat untuk Para Pemudik

    Pesan Singkat untuk Para Pemudik

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.496
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tak lama seluruh umat Islam akan merayakan Lebaran Idul Fitri 1444 H/2023, yang punya kampung dan berencana mudik berangsur-angsur telah meninggalkan Kota Palembang. Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda tak lupa juga memberi pesan untuk para pemudik, agar selalu berhati-hati dan selamat sampai tujuan. Hal itu dikatakan Finda nama sapaan akrab Wawako memberikan perhatian kepada […]

  • Angin kencang menembus pohon-pohon besar di hutan samping rumah-KU, Ingatlah Kebesaran Allah SWT

    Angin kencang menembus pohon-pohon besar di hutan samping rumah-KU, Ingatlah Kebesaran Allah SWT

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.847
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Palembang- Hawa panas menyengat tadinya masih terasa hingga selepas dzuhur, namun tak lama kemudian langit di Kampung- Ku [Perum Pesona Harapan Jaya Blok c-1 RT 50, Jl Azhari Kalidoni, Palembang ]sedikit demi sedikit mulai redup dan awan hitam terlihat berkumpul menutup langit yang cerah, minggu [ 8/7/2023]. Angin kencang pun tiba-tiba  menggoyang pohon-pohon tinggi […]

  • Apa Saja Kandungan Vaksin ?

    Apa Saja Kandungan Vaksin ?

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.946
    • 0Komentar

    Vaksin dikembangkan dengan tujuan memicu pembentukkan sistem imun tubuh, sehingga dapat mencegah orang yang sudah divaksinasi mengalami kesakitan, kecacatan, dan kematian. Oleh karenanya menentukan kandungan vaksin menjadi penting. Secara umum, vaksin memiliki 4 kandungan, yaitu antigen, adjuvant, pengawet, dan stabilisator. Sejak awal proses pengembangan vaksin, tiap tahapannya dikawal ketat dan berlanjut sampai dengan produksi, izin […]

  • Tak Berdaya, Dua Kurir Ganja Divonis Seumur Hidup

    Tak Berdaya, Dua Kurir Ganja Divonis Seumur Hidup

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 944
    • 0Komentar

    DUA terdakwa Ariswanto dan Dian Meisasi Hutagalung tertunduk tak berdaya setelah majelis hakim yang diketuai Subur Susatyo SH menjatuhkan pidana penjara selama seumur hidup terhadap terdakwa kurir narkotika jenis ganja seberat lebih dari 144 kilogram, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khsusus Palembang, (23/1). “Mengadili dan menjatuhkan terdakwa sebagaimana yang […]

expand_less
WordPress Archive Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme Domina – Domain For Sale & Auction Plugin Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits Domnoo – Pizza & Restaurant WordPress Theme Don Peppe – Pizza and Fast Food WordPress Theme Donalfarm | Agriculture Organic Farming WordPress Theme Donatenow – Donation & Charity Elementor Template Kit Donche – News & Magazine Template Kit