Inovasi Kilang Plaju Pertamina Bawa Tiga Penghargaan dari China, Berawal dari Tantangan Produksi LSFO
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : humas pertamina
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebuah persoalan yang muncul dalam proses pengolahan di Kilang Plaju justru membuka jalan bagi lahirnya inovasi yang mendapat pengakuan di Tingkat Internasional.
Tim inovasi dari Kilang Plaju, PT Pertamina Patra Niaga, membawa inovasi pengolahan Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) ke ajang 12th International Exhibition of Inventions (IEI) 2026 di Guangzhou, China. Hasilnya, inovasi tersebut meraih tiga penghargaan sekaligus dalam pameran yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026.
Inovasi berjudul “Enhancing Low Sulfur Fuel Oil Production Flexibility through the Switchex Method for Bottom Product Optimization in Plaju Refinery” itu menawarkan pendekatan untuk membuat produksi LSFO lebih fleksibel sekaligus mengoptimalkan bottom product dalam proses pengolahan kilang.
Tiga penghargaan berhasil dibawa pulang, yakni Gold Award from China Association of Invention, Special Award from National Research Council of Thailand, dan Jury Prize Award from International Exhibition of Invention.
Pencapaian itu menjadi salah satu hasil partisipasi PT Pertamina Patra Niaga dalam IEI 2026. Ajang inovasi itu diikuti peserta dari 31 negara, dengan 621 peserta internasional dan lebih dari 3.000 peserta lokal.
Pertamina Patra Niaga sendiri mengirimkan dua tim inovasi dalam ajang. Salah satunya berasal dari Kilang Plaju melalui Gugus CUCUBA 3.0.
Executive General Manager RU Plaju, Khabibullah Khanafie, menilai capaian itu membuktikan gagasan untuk memperbaiki pekerjaan sehari-hari bisa berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai lebih luas.
Menurut Khanafie, inovasi tidak selalu bermula dari sesuatu yang besar. Perubahan justru dapat lahir ketika pekerja mampu membaca persoalan dalam pekerjaan, kemudian mencari cara yang lebih efektif untuk mengatasinya.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang bagaimana setiap pekerja melihat tantangan dalam pekerjaannya dan kemudian mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikannya,” ujar Khanafie.
Ia menambahkan, penghargaan di Guangzhou menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar budaya inovasi di lingkungan Kilang Plaju terus berkembang dan menghasilkan manfaat nyata.
Inovasi tambahnya, terdapat tujuh pekerja Kilang Plaju, yakni Alfiadi Teguh Kurniawan, Aliefita Rakhim Sukmawati, Irza Afrianto, Wahyu Solihin, Agnes Wahyuana Ayudyawati, Vico Kurniawan Susditianto, dan Arfian Dimas Alamsyah.
Mereka juga mendapat dukungan dari insan Pertamina Kantor Pusat, Shendy Purnomo Juliananto.
Tiga penghargaan yang diraih di China bukan semata soal trofi, terangnya, capaian itu sebagai gagasan yang berangkat dari persoalan operasional dapat melewati proses pengembangan dan pengujian hingga akhirnya mendapat apresiasi di forum internasional.
Dari Kilang Plaju, perjalanan inovasi tersebut menjadi gambaran perbaikan dalam pekerjaan sehari-hari bisa berkembang lebih jauh. Berawal dari kebutuhan di dalam proses kilang, gagasan itu akhirnya membawa nama Plaju dan Pertamina Patra Niaga ke panggung inovasi internasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
