Kilang Plaju Turun Tangan! Akses Air Warga Sigi Terganggu Pascagempa, 75 Ribu Liter Air Dikirim
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kilang Plaju turun tangan merespons cepat bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dengan menyalurkan 75 ribu liter air bersih ke warga di Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut diberikan setelah kerusakan jaringan pipa dan instalasi air akibat gempa mengganggu akses warga terhadap air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih dilakukan selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Agustus 2026. Setiap hari, sebanyak 15 ribu liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 160 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Selama lima hari, total bantuan mencapai 75 ribu liter air bersih dan menjangkau sekitar 800 KK di dua desa. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan dasar warga, mulai dari konsumsi, memasak hingga sanitasi.
Respons terhadap gangguan akses air warga Sigi tidak berhenti pada distribusi air. Sehari sebelum penyaluran dimulai, tepatnya 10 Agustus 2026, satu unit toren berkapasitas 1.200 liter dipasang di Desa Kamarora A.
Toren tersebut disiapkan sebagai tempat penampungan air bagi warga di tengah kerusakan jaringan pipa dan instalasi air pascagempa. Sarana ini diharapkan membantu warga memperoleh akses air bersih dengan lebih mudah selama proses pemulihan berlangsung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan respons tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kilang Plaju senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana. Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, kami bergerak menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyediakan sarana penyimpanannya untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar warga terdampak di Sigi,” ujar Fauzia.
Menurut Fauzia, kolaborasi lintas lembaga penting untuk memastikan respons kemanusiaan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Distribusi air bersih dan pemasangan toren dikawal langsung oleh tim Relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. PIC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan di Sigi, Syarif, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus segera dipastikan dalam masa pemulihan pascagempa.
“Dalam situasi pascagempa, kebutuhan air bersih menjadi hal krusial yang harus segera dipastikan. Bersama Kilang Plaju, kami berupaya memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk memasak, konsumsi, dan sanitasi,” kata Syarif.
Bantuan untuk warga Kamarora berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Sapri, salah seorang penerima manfaat, mengatakan pasokan air bersih dan toren sangat membantu warga menghadapi kondisi sulit setelah gempa.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina Peduli dan Dompet Dhuafa atas bantuan air bersih dan toren ini. Bantuan ini sangat membantu kami dan warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari di masa sulit ini,” ungkap Sapri.
Respons cepat melalui distribusi air bersih pascagempa Sigi dan penyediaan sarana penampungan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan.
Kilang Plaju bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berharap dukungan tersebut dapat meringankan beban warga di Kamarora dan membantu aktivitas masyarakat kembali berjalan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
