Tenaga Kerja Lokal Muba Terserap 1.930 Orang, MBG Jadi Penyumbang Terbesar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 1.930 tenaga kerja lokal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil terserap ke dunia kerja hingga Juli 2026. Dari total tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan melibatkan 1.715 pekerja, jauh melampaui penempatan tenaga kerja di sektor lainnya.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba mencatat, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari beberapa jalur, mulai dari penempatan kerja di dalam negeri, penempatan pekerja migran Indonesia, hingga operasional Program MBG yang tersebar di berbagai kecamatan. Seluruh data itu juga telah disampaikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Banyuasin sebagai bagian dari pendataan ketenagakerjaan daerah.
Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, mengatakan pihaknya terus mendorong perusahaan yang beroperasi di Musi Banyuasin untuk memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal. Perusahaan juga diimbau membuka informasi lowongan kerja secara transparan serta menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, perusahaan didorong membuka kesempatan magang maupun perekrutan bagi masyarakat yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan vokasi. Disnakertrans juga meminta perusahaan minyak dan gas di Musi Banyuasin memprioritaskan lulusan PPSDM Migas Cepu sesuai kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Muba, Sukarni, menjelaskan penempatan tenaga kerja dalam negeri hingga Juli 2026 melibatkan sembilan perusahaan dengan total 181 pekerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 158 orang merupakan laki-laki dan 23 perempuan, sementara sektor perkebunan menjadi penyerap terbesar dengan total 166 pekerja.
Di sisi lain, penempatan pekerja migran Indonesia dilakukan melalui kerja sama dengan 24 perusahaan penyalur resmi. Tercatat sebanyak 34 warga Musi Banyuasin diberangkatkan bekerja ke lima negara tujuan, yakni Taiwan sebanyak 11 orang, Malaysia 10 orang, Singapura enam orang, Hong Kong lima orang, dan Turki dua orang.
Kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja berasal dari Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 1.715 pekerja direkrut untuk mendukung operasional 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Musi Banyuasin. Jumlah tersebut terdiri atas 595 laki-laki dan 1.120 perempuan.
Sukarni menambahkan, Disnakertrans Muba terus memperkuat kompetensi pencari kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi, fasilitasi sertifikasi, pembekalan bahasa bagi calon pekerja migran, hingga memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga pelatihan vokasi. Upaya itu dilakukan agar tenaga kerja asal Musi Banyuasin memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
