Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Jagungnya Ditabur, Pangkat Turun ke Sawah, Polisi, TNI & Sekda Adu Cangkul!”

“Jagungnya Ditabur, Pangkat Turun ke Sawah, Polisi, TNI & Sekda Adu Cangkul!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 763
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAHAN  yang dulunya kalau kemarau datang, langsung berubah jadi tungku pembakaran raksasa asap, bara, dan ilalang gosong jadi pemandangan saban musim. Tapi Rabu kemarin, tepatnya tanggal 9 Juli 2025, tanah itu di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, justru disulap jadi ladang harapan. Bukan sulapan Deddy Corbuzier, tapi kerja kolaboratif penuh keringat dan… bibit jagung.

Yang bikin takjub, yang turun ke sawah bukan cuma petani bersarung dan ibu-ibu kelompok tani yang biasanya jago ngerumpi sambil mencabuti rumput, tapi juga aparat berseragam coklat lengkap dengan lencana dan senyum sok serius.

Ya, Polda Sumsel bersama jajaran, kali ini menanam jagung bareng. Kalau biasanya polisi identik dengan tilang dan pengaturan lalu lintas, kali ini mereka sibuk ngukur lahan, nyebar bibit, dan bahkan ngitung kuintalan per hektar. Siapa sangka, ternyata Pak Polisi juga bisa bercocok tanam selain bercocok perkara.

Sekda Sumsel, Pak Edward Candra,menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan cuma seremonial selfie pegang cangkul, tapi bagian dari upaya menuju Swasembada Pangan. Slogan lama yang sering kita dengar sejak jaman Pak Suharto masih nyemir sepatu sendiri, tapi kini coba diwujudkan ulang dengan gaya milenial tanam jagung rame-rame, kolaboratif, dan… tentu saja disorot kamera dari berbagai sudut.

Jagung ini bukan cuma makanan favorit kambing dan ayam. Ia kini menjelma jadi komoditas strategis. Bayangkan, Sumsel sudah memproduksi 833.952 ton jagung di tahun 2024, naik tipis dari tahun sebelumnya. Memang tipisnya nggak bikin pingsan, tapi tetap ada grafik menanjak, kayak jalan menuju Curup.

Nah, daerah penghasil jagung terbanyak di Sumsel adalah OKU Selatan, OKU Timur, dan Banyuasin. Provitasnya juga kece. OKU Selatan bahkan bisa panen 70,52 kuintal per hektar. Kalau kuintalnya disusun, bisa jadi menara jagung lebih tinggi dari kantor camat.

Tapi, pertanyaannya sekarang apa langkah selanjutnya setelah tanam dan panen?. Kalau jagung cuma ditanam dan dipanen tanpa perencanaan hilir, nanti kita kejebak di siklus yang sama panen raya, harga jatuh, petani gigit jari, tengkulak cekik dompet. Lalu kita kembali tanam jagung dengan harapan baru, seperti mantan yang katanya sudah berubah.

Saatnya berfikir

Ini saatnya berpikir seperti Amerika Serikat, negeri yang jagungnya bukan cuma untuk popcorn di bioskop, tapi jadi bioetanol, pakan ternak ekspor, sampai kosmetik. Di Iowa, ada pusat riset jagung yang dikelola bareng kampus dan koperasi petani. Bahkan, anak SMA-nya tahu cara bikin jagung jadi bahan bakar mobil listrik.

Kenapa Sumsel nggak mulai dari sekarang bikin Jagung Tech Park di dekat lahan-lahan produktif? Bukan cuma tempat selfie, tapi tempat belajar teknologi pertanian, pemasaran, hingga pengolahan produk turunan jagung. Jangan kalah sama jagung rebus di minimarket yang sudah pakai barcode.

Bayangkan kalau ke depan, tiap kali ada konflik lahan, bukan bentrok yang terjadi, tapi sayembara siapa paling cepat menanam jagung satu hektar. Polisi datang bukan untuk mengusir, tapi untuk ngajak diskusi “Ayo pak, kita tanam jagung aja, jangan nanam konflik”.

Kapolda dan jajaran memberi contoh luar biasa, mereka tidak cuma memberi pengamanan, tapi juga ikut menciptakan pangan. Ini lebih ampuh daripada orasi di seminar nasional, sebab seperti kata Dr. Norman Borlaug, Bapak Revolusi Hijau Dunia “You can’t build a peaceful world on empty stomachs and human misery”. (Sumber: Nobel Lecture, 1970)

“Artinya, kamu tidak bisa membangun dunia yang damai di atas perut yang kosong dan penderitaan manusia”

Oleh karena itu, menanam jagung adalah menanam perdamaian, menanam masa depan, dan menanam kenyang, jadi asanya setidak hilirisasi harus jadi prioritas, jagung bisa jadi produk unggulan olahan. Mulai dari keripik, tepung, susu jagung, hingga snack anak sekolah. BUMDes bisa dilibatkan, bukan cuma jadi pengamat upacara tanam.

Selain itu, ada kolaborasi berkelanjutan, jangan cuma jagung kuartal III, nanti jagung kuartal IV dibiarkan begitu saja. Harus ada SOP kesinambungan program.

Nah,  setelah itu, harganya harus dikawal serius, kalau harga gabah ada HPP, jagung juga harus punya Harga Pokok Penuh Kasih Sayang, bukan kasih kaget, he..he!

Libatkan anak muda dan teknologi, jagung bukan cuma buat kakek nenek, tapi juga harus kekinian. Drone pertanian, sensor tanah, sampai aplikasi cuaca bisa bikin generasi Z balik ke ladang.

Jadi, kesimpulannya jagung itu,bukan sekadar hasil tani, ia adalah simbol, ketika aparat, petani, pemerintah, hingga rakyat jelata ikut menanam, itu artinya ada harapan yang tumbuh. Di atas tanah bekas terbakar, kini tumbuh tunas yang membawa harapan pangan.

Dan seperti kata George Washington Carver, ilmuwan kulit hitam asal Amerika yang berjasa memajukan pertanian lewat inovasi sederhana “Where there is no vision, there is no hope”, “Di mana tidak ada visi, di situ tidak ada harapan”.(Sumber: American Historical Review, 1934).

Maknanya dari kata  ilmuwan itu cukup dalam kalau kita renungkan, karena kalau kita nggak punya arah, cita-cita, atau rencana ke depan (alias visi), maka jangan harap ada semangat atau harapan buat maju. Ibarat kapal tanpa kompas ngambang aja di laut, nunggu tenggelam. Singkatnya sebenarnya visi itu bahan bakar harapan. Tanpa visi, ya hidup bisa macet total.

Jadi, tanam lah jagung dengan visi, agar panennya bukan cuma kuintalan, tapi juga kedamaian, kedaulatan, dan keceriaan di meja makan rakyat Indonesia.

Kalau ada polisi lagi sibuk bercocok tanam, jangan heran. Siapa tahu, di balik seragamnya, ia juga menyimpan benih-benih cinta pada pertanian.

Dan semoga ke depan, lahan bekas kebakaran itu bukan hanya subur oleh pupuk, tapi juga penuh cerita lucu dan jagung manis, yang benar-benar manis.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Miliki Tiket Dapat Vaksin Gratis,  Garuda Akan Fasilitasi Calon Penumpang

    Penumpang Miliki Tiket Dapat Vaksin Gratis, Garuda Akan Fasilitasi Calon Penumpang

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.598
    • 0Komentar

    MASKAPAI penerbangan nasional Garuda Indonesia (Garuda) menyediakan fasilitas layanan vaksinasi COVID-19 bagi penumpang yang telah memiliki tiket penerbangan Garuda. Melalui penyediaan layanan vaksinasi tersebut, penumpang berusia 18 tahun ke atas yang akan melakukan penerbangan dengan Garuda, dapat mengakses layanan vaksinasi COVID-19 baik dosis pertama maupun kedua untuk jenis vaksin Sinovac. Adapun lokasi layanan vaksinasi tersebut […]

  • Roadshow ke Masjid-Masjid, HD Ajak Warga Bersatu Membangun Sumsel

    Roadshow ke Masjid-Masjid, HD Ajak Warga Bersatu Membangun Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.469
    • 0Komentar

    Oleh : Asri SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Al Anshor,  Jalan Perindustrian I Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami KM. 9 Palembang, Jumat (12/10/2018). Dalam kesempatannya berkeliling masjid ini, Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu selalu mengajak warga untuk bersatu membangun Sumsel. Untuk diketahui, sejak dikantik menjadi […]

  • Lemahnya Moralitas Generasi Penerus, Santri Ini Minta Jam Pelajaran Agama di Sekolah Ditambah

    Lemahnya Moralitas Generasi Penerus, Santri Ini Minta Jam Pelajaran Agama di Sekolah Ditambah

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 591
    • 0Komentar

    SAAT ini, Indonesia dihadapkan dengan berbagai permasalahan lemahnya moralitas generasi muda. Di saat fenomena kerusakan moral yang terjadi, pendidikan agama selalu menjadi sorotan. Ironisnya, bila menilik kurikulum pendidikan di sekolah umum, pelajaran agama hanya diberikan dua jam pelajaran dalam seminggu. Karenanya, Kementerian Agama perlu memikirkan solusi perbaikan pendidikan agama. Salah satunya dengan menambah jam mata […]

  • Cak Imin Serahkan Dukungan PKB ke Dja’far Shodiq-Abdiyanto di Pilbup OKI 2024

    Cak Imin Serahkan Dukungan PKB ke Dja’far Shodiq-Abdiyanto di Pilbup OKI 2024

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyerahkan dokumen model B Persetujuan Parpol KWK (B1KWK) untuk pasangan H.M. Dja’far Shodiq dan Abdiyanto SH MH di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Ogan Komering Ilir (OKI) 2024. B1KWK tersebut akan digunakan Dja’far Shodiq-Abdiyanto sebagai syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) […]

  • Pemkab Muba Ikuti Penilaian Interviu Evaluasi SPBE Tahun 2023

    Pemkab Muba Ikuti Penilaian Interviu Evaluasi SPBE Tahun 2023

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tingkatkan tata kelola pemerintahan, Pemkab Musi Banyuasin mengikuti pelaksanaan penilaian Interviu Evaluasi sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), secara virtual yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), Senin (18/09/2023) di Ruang Rapat Serasan Sekate. Kegiatan interviu dilakukan untukverifikasi / validasi terhadap jawaban atau tanggapan dan bukti-bukti pendukung oleh […]

  • Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Listrik Dialiri

    Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Listrik Dialiri

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan kilometer perjalanan menuju Dusun 5 (Tebing Indah) Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir dari Kota Sekayu Kabupaten Muba. Tidak hanya itu, untuk menuju masuk ke Desa tersebut dari Jalan Lintas Bayung Lencir juga membutuhkan waktu hingga 30 menit. Sabtu (14/10/2023) siang perjalanan panjang Pj Bupati Apriyadi Mahmud menuju Desa Tebing Indah tersebut […]

expand_less
WordPress Archive ShareBang, Ultimate Social Share Buttons for WordPress. Sharinger – Share Buttons for Elementor Sharkha – Share Counter, Views Counts & Voting System Sharp Gallery for WordPress Sheet – Modern Accounting Firm Template Kit Sheipa – Spa & Beauty Elementor Template Kit Shelly – School Template Kit for Elementor Sheon – Multipurpose WooCommerce Theme ShiftCV | Blog Resume Portfolio WordPress Shina – Real State Property WordPress Theme