Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Jagungnya Ditabur, Pangkat Turun ke Sawah, Polisi, TNI & Sekda Adu Cangkul!”

“Jagungnya Ditabur, Pangkat Turun ke Sawah, Polisi, TNI & Sekda Adu Cangkul!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 771
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAHAN  yang dulunya kalau kemarau datang, langsung berubah jadi tungku pembakaran raksasa asap, bara, dan ilalang gosong jadi pemandangan saban musim. Tapi Rabu kemarin, tepatnya tanggal 9 Juli 2025, tanah itu di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, justru disulap jadi ladang harapan. Bukan sulapan Deddy Corbuzier, tapi kerja kolaboratif penuh keringat dan… bibit jagung.

Yang bikin takjub, yang turun ke sawah bukan cuma petani bersarung dan ibu-ibu kelompok tani yang biasanya jago ngerumpi sambil mencabuti rumput, tapi juga aparat berseragam coklat lengkap dengan lencana dan senyum sok serius.

Ya, Polda Sumsel bersama jajaran, kali ini menanam jagung bareng. Kalau biasanya polisi identik dengan tilang dan pengaturan lalu lintas, kali ini mereka sibuk ngukur lahan, nyebar bibit, dan bahkan ngitung kuintalan per hektar. Siapa sangka, ternyata Pak Polisi juga bisa bercocok tanam selain bercocok perkara.

Sekda Sumsel, Pak Edward Candra,menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan cuma seremonial selfie pegang cangkul, tapi bagian dari upaya menuju Swasembada Pangan. Slogan lama yang sering kita dengar sejak jaman Pak Suharto masih nyemir sepatu sendiri, tapi kini coba diwujudkan ulang dengan gaya milenial tanam jagung rame-rame, kolaboratif, dan… tentu saja disorot kamera dari berbagai sudut.

Jagung ini bukan cuma makanan favorit kambing dan ayam. Ia kini menjelma jadi komoditas strategis. Bayangkan, Sumsel sudah memproduksi 833.952 ton jagung di tahun 2024, naik tipis dari tahun sebelumnya. Memang tipisnya nggak bikin pingsan, tapi tetap ada grafik menanjak, kayak jalan menuju Curup.

Nah, daerah penghasil jagung terbanyak di Sumsel adalah OKU Selatan, OKU Timur, dan Banyuasin. Provitasnya juga kece. OKU Selatan bahkan bisa panen 70,52 kuintal per hektar. Kalau kuintalnya disusun, bisa jadi menara jagung lebih tinggi dari kantor camat.

Tapi, pertanyaannya sekarang apa langkah selanjutnya setelah tanam dan panen?. Kalau jagung cuma ditanam dan dipanen tanpa perencanaan hilir, nanti kita kejebak di siklus yang sama panen raya, harga jatuh, petani gigit jari, tengkulak cekik dompet. Lalu kita kembali tanam jagung dengan harapan baru, seperti mantan yang katanya sudah berubah.

Saatnya berfikir

Ini saatnya berpikir seperti Amerika Serikat, negeri yang jagungnya bukan cuma untuk popcorn di bioskop, tapi jadi bioetanol, pakan ternak ekspor, sampai kosmetik. Di Iowa, ada pusat riset jagung yang dikelola bareng kampus dan koperasi petani. Bahkan, anak SMA-nya tahu cara bikin jagung jadi bahan bakar mobil listrik.

Kenapa Sumsel nggak mulai dari sekarang bikin Jagung Tech Park di dekat lahan-lahan produktif? Bukan cuma tempat selfie, tapi tempat belajar teknologi pertanian, pemasaran, hingga pengolahan produk turunan jagung. Jangan kalah sama jagung rebus di minimarket yang sudah pakai barcode.

Bayangkan kalau ke depan, tiap kali ada konflik lahan, bukan bentrok yang terjadi, tapi sayembara siapa paling cepat menanam jagung satu hektar. Polisi datang bukan untuk mengusir, tapi untuk ngajak diskusi “Ayo pak, kita tanam jagung aja, jangan nanam konflik”.

Kapolda dan jajaran memberi contoh luar biasa, mereka tidak cuma memberi pengamanan, tapi juga ikut menciptakan pangan. Ini lebih ampuh daripada orasi di seminar nasional, sebab seperti kata Dr. Norman Borlaug, Bapak Revolusi Hijau Dunia “You can’t build a peaceful world on empty stomachs and human misery”. (Sumber: Nobel Lecture, 1970)

“Artinya, kamu tidak bisa membangun dunia yang damai di atas perut yang kosong dan penderitaan manusia”

Oleh karena itu, menanam jagung adalah menanam perdamaian, menanam masa depan, dan menanam kenyang, jadi asanya setidak hilirisasi harus jadi prioritas, jagung bisa jadi produk unggulan olahan. Mulai dari keripik, tepung, susu jagung, hingga snack anak sekolah. BUMDes bisa dilibatkan, bukan cuma jadi pengamat upacara tanam.

Selain itu, ada kolaborasi berkelanjutan, jangan cuma jagung kuartal III, nanti jagung kuartal IV dibiarkan begitu saja. Harus ada SOP kesinambungan program.

Nah,  setelah itu, harganya harus dikawal serius, kalau harga gabah ada HPP, jagung juga harus punya Harga Pokok Penuh Kasih Sayang, bukan kasih kaget, he..he!

Libatkan anak muda dan teknologi, jagung bukan cuma buat kakek nenek, tapi juga harus kekinian. Drone pertanian, sensor tanah, sampai aplikasi cuaca bisa bikin generasi Z balik ke ladang.

Jadi, kesimpulannya jagung itu,bukan sekadar hasil tani, ia adalah simbol, ketika aparat, petani, pemerintah, hingga rakyat jelata ikut menanam, itu artinya ada harapan yang tumbuh. Di atas tanah bekas terbakar, kini tumbuh tunas yang membawa harapan pangan.

Dan seperti kata George Washington Carver, ilmuwan kulit hitam asal Amerika yang berjasa memajukan pertanian lewat inovasi sederhana “Where there is no vision, there is no hope”, “Di mana tidak ada visi, di situ tidak ada harapan”.(Sumber: American Historical Review, 1934).

Maknanya dari kata  ilmuwan itu cukup dalam kalau kita renungkan, karena kalau kita nggak punya arah, cita-cita, atau rencana ke depan (alias visi), maka jangan harap ada semangat atau harapan buat maju. Ibarat kapal tanpa kompas ngambang aja di laut, nunggu tenggelam. Singkatnya sebenarnya visi itu bahan bakar harapan. Tanpa visi, ya hidup bisa macet total.

Jadi, tanam lah jagung dengan visi, agar panennya bukan cuma kuintalan, tapi juga kedamaian, kedaulatan, dan keceriaan di meja makan rakyat Indonesia.

Kalau ada polisi lagi sibuk bercocok tanam, jangan heran. Siapa tahu, di balik seragamnya, ia juga menyimpan benih-benih cinta pada pertanian.

Dan semoga ke depan, lahan bekas kebakaran itu bukan hanya subur oleh pupuk, tapi juga penuh cerita lucu dan jagung manis, yang benar-benar manis.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kominfo- Bappeda Muba Tingkatkan Birokrasi Bersih, Responsif & Bertanggung Jawab

    Kominfo- Bappeda Muba Tingkatkan Birokrasi Bersih, Responsif & Bertanggung Jawab

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    KOMINFO Muba dan Bappeda berkomitmen meningkatkan birokrasi yang bersih, responsif dan bertanggung jawab melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik menuju smart city. “Sesuai dengan RPJMD 2017-2022 Indikator Kinerja Utama pada Dinas Kominfo Muba adalah dengan mewujudkan misi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang bersih dalam memberikan pelayanan […]

  • Radikalisasi Tak Lagi Dimulai dengan Kebencian, Kenali 7 Modusnya

    Radikalisasi Tak Lagi Dimulai dengan Kebencian, Kenali 7 Modusnya

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Misalnya ada sebuah pesan singkat masuk ke media sosial (Medsos) anda. Pengirimnya bukan orang yang dikenal dekat, tetapi tiba-tiba hadir menawarkan bantuan saat sedang menghadapi masalah. Ia bertanya kabar, mendengarkan cerita, memberikan dukungan, bahkan menawarkan solusi ketika seseorang sedang berada dalam kondisi sulit. Tidak ada kata-kata kasar, tidak ada ancaman, dan tidak ada […]

  • Temui Keluarga Korban, Pertamina Patra Niaga Pastikan Akan Tanggung Jawab Penuh

    Temui Keluarga Korban, Pertamina Patra Niaga Pastikan Akan Tanggung Jawab Penuh

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.178
    • 0Komentar

    PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen bertanggung jawab terhadap seluruh biaya perawatan bagi korban luka, serta pemberian santunan bagi korban jiwa kecelakaan mobil tangki di Cibubur, pada Senin (18/7).   “Kami terus berupaya maksimal dalam mengawal proses penanganan korban. Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, serta […]

  • Dongkrak Daya Tarik Desa Wisata Nagari Sumpu Sumbar, Menparekraf Terkesan Terkait Yang Satu Ini

    Dongkrak Daya Tarik Desa Wisata Nagari Sumpu Sumbar, Menparekraf Terkesan Terkait Yang Satu Ini

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.552
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengharapkan kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 mampu mendongkrak daya tarik Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, khususnya kuliner yang menjadi salah satu kekhasan destinasi tersebut. Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi ke desa wisata yang berada […]

  • Ini Kata Konsulat Amerika Tentang Sumsel

    Ini Kata Konsulat Amerika Tentang Sumsel

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Konsulat Amerika Serikat, Mr. Juha P. Salin mengatakan, Pemerintah Amerika Serikat sangat tertarik mendukung Proyek Pembangunan Sumsel karena menganggap Palembang Provinsi Sumsel merupakan daerah yang memiliki kemajuan luar biasa serta memiliki sosok pemimpin Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang sangat welcome dan memiliki visi misi jauh kedepan membawa Sumsel semakin maju.

  • Gubernur  Dukung Upaya Terwujudnya Kota Lubuklinggau Menjadi  Kota Niaga dan Pariwisata

    Gubernur  Dukung Upaya Terwujudnya Kota Lubuklinggau Menjadi  Kota Niaga dan Pariwisata

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan, pada tahun ini Bantuan Gubernur Khusus yang akan dikucurkan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini menurutnya jumlah pagu anggaran yang akan menyesuaikan program usulan kab/kota. Oleh karena itu pihaknya meminta agar dari 4 bidang yang diusulkan Kota Lubuklinggau untuk mendapatkan Bangub Khusus lebih dikerucutkan, kata gubernur saat menerima […]

expand_less
WordPress Archive ShareBang, Ultimate Social Share Buttons for WordPress. Sharinger – Share Buttons for Elementor Sharkha – Share Counter, Views Counts & Voting System Sharp Gallery for WordPress Sheet – Modern Accounting Firm Template Kit Sheipa – Spa & Beauty Elementor Template Kit Shelly – School Template Kit for Elementor Sheon – Multipurpose WooCommerce Theme ShiftCV | Blog Resume Portfolio WordPress Shina – Real State Property WordPress Theme